cover
Contact Name
Rosi Aryanti
Contact Email
jurnal.bdi@gmail.com
Phone
+6281319604343
Journal Mail Official
bdijournal@bekasikab.go.id
Editorial Address
Kantor Balitbangda Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Gedung A1 Lantai 2 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bekasi Development Innovation Journal (BDI)
ISSN : 29632609     EISSN : 29649854     DOI : -
Jurnal “Bekasi Development Innovation Journal (BDI)” yang akan diterbitkan merupakan jurnal yang diperuntukkan bagi peneliti baik dalam negeri maupun luar negeri. Dimana pada tahapan awal ini diharapkan sudah mampu menerbitkan artikel-artikel dari peneliti-peneliti nasional dengan mengutamakan Bahan Naskah Tulisan, Hasil Kajian dan Penelitian milik Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dan Perangkat Daerah lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil penelitian dan analisis kebijakan yang bersifat aplikatif mencakup pembangunan daerah yang meliputi: ekonomi, infratruktur, sumberdaya alam dan lingkungan, teknologi dan inovasi, serta sosial, budaya dan pemerintahan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Analisis Hubungan Perkembangan Industri Makanan Dan Minuamn Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Analysis of The Relationship Between Development of the Food Processing Industry to Indonesia's Economic Growth Bugi Biruloma
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengolahan menjadi kontributor nilai PDB terbesar, tetapi share PDB sektor industri mengalami penurunan secara gradual dari tahun 2010 sampai 2020. Terjadi fenomena deindustrialisasi pada sektor industri pengolahan. Berbagai kebijakan dibuat untuk mengatasi fenomena deindustrialisasi dan mendorong perekonomian nasional melalui pembangunan industri. Industri makanan dan minuman menjadi industri prioritas pertama dalam pembangunan industri nasional. Permintaan produk industri makanan dan minuman terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk, sehingga kinerja industri ini tumbuh dengan rata-rata 8,4 persen pada periode 2011-2019. Industri makanan dan minuman memiliki kendala dalam peningkatan kinerja, antara lain keterkaitan hulu-hilir industri yang belum berjalan secara efisien. Untuk mencapai tujuan pembangunan industri diperlukan peningkatan nilai PDB industri makanan dan minuman. Penelitian dilakukan untuk menganalisis variabel apa yang perlu diperhatikan agar PDB industri makanan dan minuman dapat meningkat, sehingga tujuan UU no 4 tahun 2014 dapat tercapai. Tujuan penelitian hasil, menganalisis hubungan perkembangan industri makanan dan minuman terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tujuan penelitian akan dicapai dengan ekonometrik metode error correction model dengan Autoregresive distributed lag. Hasil penelitian, PDB Indonesia, investasi, ekspor berpengaruh positif sedangkan impor, nilai tukar, dan inflasi berpengaruh negatif pada jangka pendek dan panjang
Analisis Daya Saing Bunga Krisan Di Pasar Jepang: Analysis of the Competitiveness of Chrysanthemum Flowers in the Japanese Market Dinda Afifah Wulandari
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga krisan merupakan salah satu komoditas florikultura yang mempunyai jumlah produksi terus meningkat. Sebagian besar bunga krisan Indonesia diekspor ke Jepang namun Indonesia hanya memenuhi 0,19% dari total ekspor bunga krisan ke Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis keunggulan komparatif bunga krisan di pasar Jepang dan (2) mengalisis keunggulan kompetitif bunga krisan di pasar Jepang. Penelitian ini menggunakan metode Revealed Comparative Advantage untuk menganalisis keunggulan komparatif bunga krisan di Jepang dan metode Export Product Dynamic serta Diamond’s Porter untuk menganalisis keunggulan kompetitif bunga krisan di Jepang. Hasil peneltian menunjukan bahwa Indonesia tidak memiliki keunggulan komparatif, sedangkan terkait keunggulan kompetitif, ekspor bunga krisan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang relatif lemah. Bunga krisan Indonesia berada pada posisi falling star serta faktor strategi, struktur, dan persaingan perusahaan menjadi keunggulan nasional untuk ekspor bunga krisan, sedangkan faktor kondisi, faktor industri terkait dan pendukung, faktor permintaan masih menjadi masalah dalam ekspor krisan Indonesia.
Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Kopi Robusta: (Studi Kasus: Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam) Nidya Ayuningtyas
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah dengan lahan kopi terbesar di Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam terletak di Kelurahan Karang Dalo, namun jumlah produksinya lebih rendah daripada kelurahan lainnya. Hal ini terjadi karena pemeliharaan yang kurang baik, jarang dilakukan peremajaan, serta harga biji kopi yang rendah. Selain itu, sebagian petani kopi di kelurahan tersebut tidak bergabung dengan kelompok tani. Hal ini dapat berpengaruh terhadap cara pengembangan usahatani seperti perbedaan tingkat pengetahuan yang didapat dari pembinaan serta harga beli input. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kopi robusta dan (2) menganalisis tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi usahatani kopi robusta di Kelurahan Karang Dalo. Penelitian ini menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dan pendekatan Data Envelopment Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi robusta adalah pupuk NPK Phonska, umur pohon, jumlah pohon, dan pestisida. Selain itu, lebih banyak petani non-kelompok yang efisien daripada petani kelompok serta sebagian besar usahatani kopi robusta di Kelurahan Karang Dalo telah efisien secara teknis, namun belum efisien secara alokatif dan ekonomi.
Analisis Pengembangan Produk Olahan Mangrove Sebagai Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Pesisir: Analysis of The Development of Mangrove Products As Alternative Livelihoods of Coastal Communities Case Study of Pantai Bahagia Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, West Java Usman Abdul Muluk
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Gembong merupakan daerah di Kabupaten Bekasi yang mengalami perubahan lingkungan akibat konversi hutan mangrove. Daerah yang paling terdampak adalah Desa Pantai Bahagia. Sebanyak 63% masyarakatnya mengalami penurunan pendapatan dan menjadikan produk olahan mangrove sebagai pendapatan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi produk olahan mangrove, (2) menganalisis kelayakan usaha, (3) menganalisis pengaruh produk olahan mangrove terhadap kelestarian hutan mangrove, dan (4) menganalisis strategi pengembangan produk olahan mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu Weighted Sum Model (WSM), analisis pendapatan, Revenue Cost of Ratio (R/C), Return of Investment (ROI), Payback Period (PP), deskriptif kualitatif serta Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT). Berdasarkan hasil penelitian, dodol original, stik balado, dan sirup merupakan olahan mangrove yang paling layak untuk dikembangkan. Usaha produk olahan mangrove layak dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan finansial. Produk olahan berpengaruh terhadap kelestarian hutan mangrove melalui perubahan pola pemanfaatan, pengelolaan ekosistem, dan kesediaan masyarakat untuk menanam mangrove. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan yaitu menentukan segmentasi konsumen, optimalisasi pasar digital, bekerjasama dengan reseller dan dropshipper serta membuat produk olahan mangrove menjadi naik kelas.
Kajian Peruntukan Kawasan Industri Kecil Kabupaten Bekasi Tahun 2018 H.Ferry Mardihardjo, SE, MM
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri merupakan sektor potensial yang memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara, khususnya negara berkembang. Sektor industri merupakan salah satu sektor yang dianggap mampu membuka lapangan pekerjaan dan dapat mendorong pertumbuhan teknologi serta dapat memicu pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor lain seperti sektor perdagangan dan jasa. Kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan. Kabupaten Bekasi memiliki banyak sektor industri baik itu industri besar maupun industri kecil, bahkan Kabupaten Bekasi memiliki beberapa Kawasan industri. Lokasi peruntukan kawasan industri kecil dibedakan ke dalam dua jenis, yakni pada zona industri dan di kawasan industri. Lokasi industri kecil setiap kawasan industri besar (industrial estate) sesuai kebijakan yang berlaku wajib disediakan oleh setiap pengelola kawasan (estate manager). Lokasi untuk industri kecil di zona industri berdasarkan hasil kajian dihasilkan dua klaster yang merepresentasikan keterwakilan wilayah seperti, lokasi Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi dan Lokasi Desa Srimahi di Kecamatan Tambun Utara pada bagian Utara, dan lokasi Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu yang mewakili wilayah Kabupaten Bekasi di bagian Selatan.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Impor Daging Sapi Di Indonesia Dimas Wahyudi Kuswaya
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2022): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impor daging sapi yang terus terjadi di Indonesia mencerminkan bahwa swasembada daging sapi belum terwujud. Ketergantungan impor daging sapi dari luar negeri didasari oleh peningkatan konsumsi belum bisa dipenuhi oleh produksi daging sapi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi volume impor daging sapi di Indonesia periode tahun 2001-2020 dan (2) meramalkan produksi, konsumsi dan impor daging sapi periode tahun 2021-2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu analisis regresi data panel dan ARIMA. Hasil penelitian menunjukan : (1) bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume impor daging sapi di Indonesia adalah GDP riil per kapita Indonesia, produksi daging sapi nasional dan tarif impor sedangkan untuk variabel GDP riil per kapita negara asal impor, nilai tukar rupiah, dan konsumsi daging sapi tidak berpengaruh signifikan dan (2) peramalan selama 2021-2026 menunjukan produksi dan konsumsi daging sapi sama-sama mengalami kenaikan 2 persen per tahun sehingga produksi daging sapi belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi. Impor daging sapi mengalami kenaikan 3 persen per tahun atau 214.220 ton sehingga swasembada daging sapi belum bisa terwujud.
Analisis Circular Economy Pengelolaan Sampah Organik Menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kabupaten Tangerang Kamelia
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah organik dapat diselesaikan dengan menerapkan prinsip circular economy yaitu dalam bentuk pengelolaan sampah menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan dalam kegiatan penanaman atau pertanian. Hasil dari maggot yang telah dewasa dapat digunakan sebagai pakan dalam usaha peternakan maupun perikanan karena mengandung protein yang tinggi. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi jumlah penyerapan sampah organik dengan adanya usaha budidaya Maggot BSF, (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya Maggot di unit usaha Budidaya Maggot BSF Balaraja dan Budidaya Maggot BSF Tunas, (3) Menganalisis efisiensi usaha di bidang peternakan dan perikanan melalui sistem circular economy dalam penggunaan pakan Maggot BSF.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis kelayakan finansial, dan analisis efisisensi usaha. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah penyerapan sampah dari adanya kegiatan usaha budidaya Maggot BSF sebesar 430,7 ton/thn, dengan jumlah total kebutuhan luas lahan untuk budidaya maggot yang seharusnya seluas 137.855 m2. Hasil kelayakan finansial usaha menunjukan bahwa Unit Usaha Budidaya Maggot BSF Tunas dan Balaraja layak dijalankan karena telah memenuhi kriteria kelayakan NPV>0, Net B/C>1, IRR>Tingkat bunga/discount rate dan PP>Umur proyek/usaha. Efisiensi usaha menunjukan bahwa kegiatan usaha perikanan dan peternakan yang terintegrasi ke budidaya maggot lebih efisien pada pengeluaran biaya pakan komersial yang digunakan serta memberikan keuntungan yang lebih besar dalam usahanya.
Analisis Potensi Ekonomi dan Strategi Pengelolaan Limbah Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis) Berkelanjutan: (Studi Kasus : Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang) Izati Istikharoh
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas unggulan wilayah pesisir adalah kerang. Berdasarkan survei di lapang terdapat enam pengusaha produksi perebusan kerang hijau di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa timbulan limbah cangkang kerang hijau. Pengelolaan limbah cangkang kerang hijau yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengurangi timbulan limbah cangkang kerang di Desa Ketapang.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi timbulan limbah cangkang kerang hijau; (2) Mengidentifikasi manfaat pengelolaan cangkang kerang hijau di dalam sircular economy; (3) Menganalisis potensi ekonomi pengelolaan limbah cangkang kerang hijau; (4) Menganalisis strategi pengembangan pengelolaan limbah cangkang kerang hijau berkelanjutan. Metode analisis yang digunakan yaitu perhitungan rendemen, analisis biaya dan manfaat dan Analytical Hierarchy Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan Desa Ketapang dalam sebulan mencapai 155,5 ton. Potensi ekonomi yang timbul dari pengelolaan limbah cangkang kerang hijau menjadi tepung cangkang kerang hijau di Desa Ketapang sebesar Rp432.000.000,00 per tahun. Strategi pengembangan pengelolaan limbah cangkang kerang hijau berkelanjutan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang menghasilkan prioritas kriteria kelembagaan dengan prioritas alternatif yaitu, melibatkan karang taruna dalam pengelolaan, melakukan pemasaran kemitraan dalam pengelolaan limbah cangkang kerang hijau, dan melakukan pengembangan usaha berbasis sirkular ekonomi.
Estimasi Nilai Ekonomi Keanekaragaman Flora yang Berpotensi Sebagai Bahan Baku Obat di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Ilma Ghaniya
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) merupakan salah satu Taman Nasional yang memiliki keanekaragaman flora yang tinggi yang berada di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Malasari di Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Cikaniki (PTNW Cikaniki), baik itu yang sudah dikomersialkan atau belum dikomersialkan, menghitung nilai ekonomi dari keanekaragaman flora yang berpotensi sebagai bahan baku obat di TNGHS, dan mengetahui stakeholder yang terkait dengan pengelolaan keanekaragaman flora yang berpotensi sebagai bahan baku obat di TNGHS.Metode harga pasar dan harga barang pengganti digunakan untuk mengetahui nilai ekonomi tanaman, dan snowball sampling untuk mengetahui stakeholder terkait dalam pengelolaan Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 145 jenis tanaman yang memiliki manfaat obat, beberapa diantaranya sudah dikomersialkan diolah menjadi produk, 53,8% tanaman telah dikomersialkan dan belum dikomersialkan menghasilkan persentase 46,2%. Nilai keuntungan pengolahan tanaman obat berbentuk kapsul paling tinggi dimiliki oleh jahe merah dengan keuntungan Rp4.650.000 per 20 kilogram bahan baku segar, selain itu terdapat 5 stakeholder yang terkait dalam pengelolaan keanekaragaman flora berpotensi sebagai obat baik itu secara langsung maupun tidak langsung dengan stakeholder paling berpengaruh dan berkepentingan adalah TNGHS.
Kelayakan Finansial dan Adaptasi Bisnis Pengelolaan Food Waste Berbasis Biokonversi Hermetia Illucens di TPS 3R Mutiara Bogor Raya Dandi Rivaldi Sudradjat
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high amount of waste in Indonesia is a serious problem, one of which is food waste which can be pursued by processing based on the bioconversion of Hermetia Illucens or the Latin name of Black Soldier Fly (BSF) in the maggot phase which produces economic value. Mutiara Bogor Raya (MBR) 3R TPS is a 3R TPS that has implemented the bioconversion of waste processing but is still constrained by financial problems. This study aims to analyze the financial feasibility of managing household food waste based on BSF maggot bioconversion in TPS 3R MBR, the benefits and social costs of the existence of TPS 3R MBR, and the financial feasibility of the planned development of TPS 3R MBR. This study uses primary and secondary data by combining methods of financial feasibility analysis, cost benefit analysis, and scenario analysis. The results of this study indicate that household food waste management based on maggot bioconversion BSF TPS 3R MBR is feasible to run. The perceived social benefits outweigh the social costs. The plan to develop TPS 3R MBR is feasible to be realized by using an incinerator scheme, increasing employee wages by 10%, and the final product in the form of dried maggot BSF.

Page 2 of 4 | Total Record : 40