cover
Contact Name
Rosi Aryanti
Contact Email
jurnal.bdi@gmail.com
Phone
+6281319604343
Journal Mail Official
bdijournal@bekasikab.go.id
Editorial Address
Kantor Balitbangda Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Gedung A1 Lantai 2 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bekasi Development Innovation Journal (BDI)
ISSN : 29632609     EISSN : 29649854     DOI : -
Jurnal “Bekasi Development Innovation Journal (BDI)” yang akan diterbitkan merupakan jurnal yang diperuntukkan bagi peneliti baik dalam negeri maupun luar negeri. Dimana pada tahapan awal ini diharapkan sudah mampu menerbitkan artikel-artikel dari peneliti-peneliti nasional dengan mengutamakan Bahan Naskah Tulisan, Hasil Kajian dan Penelitian milik Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dan Perangkat Daerah lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil penelitian dan analisis kebijakan yang bersifat aplikatif mencakup pembangunan daerah yang meliputi: ekonomi, infratruktur, sumberdaya alam dan lingkungan, teknologi dan inovasi, serta sosial, budaya dan pemerintahan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Estimasi Manfaat Revitalisasi Bank Sampah Tanjung Sari sebagai CSR PT Pertamina Trans Kontinental Aurora Atthaya-Salma
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan Penduduk mendorong aktivitas ekonomi dapat menimbulkan permasalahan sampah. Hal ini terjadi di Kota Jambi yang sebagai kota terpadat di Provinsi Jambi dengan timbulan sampah terbesar berasal dari rumah tangga sehingga perlu adanya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang salah satunya dilakukan di Bank Sampah Tanjung Sari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi sistem pengelolaan sampah di Bank Sampah Tanjung Sari.Menganalisis persepsi dan tingkat partisipasi nasabah Bank Sampah Tanjung Sari; 3) Menganalisis pemetaan stakeholder yang terlibat pada Bank Sampah Tanjung Sari: dan 4) Mengestimasi manfaat ekonomi Bank Sampah Tanjung Sari. Metode yang digunakan yaitu analisis skla Likert, Multidimensonal Scaling, Analisis Stakeholder. dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengelolaan sampah sudah baik meskipun masih sedrhana. Persepsi nasabah terhadap bank sampah sangat baik dengan tingkat partisipasi yang cukup baik. Bank Sampah Tanjung Sari meiliki delapan Stakeholder yang memiliki kepentingan dan pengaruh dalam pengelolaan sampah. Selain itu, program CSR PT Pertamina Trans Kontinental memiliki peran penting dalam berkelanjutan bank sampah, terutama ari segi ekonomi.
Analisis Dampak Kerugian Mice Tourism Akibat Wabah Covid-19 Di Kabupaten Tangerang Muhammad Firzi Fayyadh
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020 ini telah membuat pola kehidupan baru yang berdampak ke berbagai sektor. Salah satunya pada industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Kabupaten Tangerang, berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus ini. Kebijakan seperti pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penutupan penerbangan dan penutupan sementara hotel-hotel membuat sektor ini mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui kebijakan yang diambil terkait pelaksanaan MICE terhadap adanya COVID 19, (2) Mengestimasi besar kerugian akibat adanya COVID-19 pada sektor micetourism di kabupaten tangerang, (3)Mengidentifikasi risiko akibat COVID-19 terhadap sektor MICE di Kabupaten Tangerang, (4) Mengidentifikasi strategi dalam upaya pemulihan sektor MICE Tourism pasca COVID-19 di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, Loss of Earning dan penilaian risiko (risk assessment). Estimasi nilai kerugian ekonomi pada sektor MICE di Kabupaten Tangerang sebesar Rp196.301.895.078,00. Analisis risiko pada sektor MICE terdiri dari tiga risiko tinggi dan sembilan risiko menengah. Risiko tinggi mencakup tiga sub kategori pada risiko permintaan yaitu pembukaan semua fasilitas, wisatawan tidak taat protokol kesehatan dan wisatawan berkerumun. Strategi pemulihan sektor MICE yang perlu dilakukan yaitu melakukan penerapan CHSE di setiap hotel dan tempat penyelenggaraan kegiatan MICE lainnya serta meningkatkan kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat dalam melakukan strategi pemulihan MICE.
Peran Kampung Tematik dalam Peningkatan Sustainable livelihood Masyarakat : (Studi Kasus: Kampung Agro Eduwisata Organik Ciharasras, Mulyaharja, Kota Bogor) Zatidiniyah Islami Maulidya Wardhani
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk perkotaan yang semakin besar akan menambah beban perkotaan, seperti kemiskinan perkotaan. Kelurahan Mulyaharja merupakan salah satu daerah di Kota Bogor dengan tingkat tingkat kemiskinan yang tinggi. Namun di sisi lain Kelurahan Mulyaharja memiliki potensi yang tinggi pada bidang pertanian. Pendirian Kampung Tematik di Kelurahan Mulyaharja menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan perkotaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat dalam penghidupan berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi awal pembentukkan kampung tematik, menganalisis tata kelola kelembagaan, menganalisis sustainable livelihood masyarakat dan menganalisis strategi pengembangan Kampung Tematik Agro Eduwisata Organik Ciharasras, Mulyaharja dalam meningkatkan sustainable livelihood masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa pembentukkan Kampung Tematik Agro Eduwisata Organik Ciharasras, Mulyaharja didasari atas permasalahan kemiskinan dan potensi pertanian di Kampung Ciharasras. Tata kelola kelembagaan di kampung tematik sudah berjalan cukup baik, namun beberapa kelompok aktor perlu diperhatikan peran dan aspirasinya agar tidak terjadi benturan antar masyarakat. Aset sustainable livelihood masyarakat yang mengalami peningkatan adalah human capital dan physical capital, sedangkan financial capital dan natural capital mengalami penurunan nilai aset. Strategi pengembangan kampung tematik perlu memerhatikan alternatif pemerataan kompensasi lahan, pemberdayaan keterampilan masyarakat sebagai UMKM dan perbaikan sarana usaha tani dan pariwisata agar tetap berkelanjutan.
Analisis Sistem Kelembagaan Bank Sampah Induk dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kota Surabaya Shela Aulia Rahmadhani
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 1 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya berupaya dalam penanganan isu sampah dengan bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Corporate Social Responsibility (CSR) Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) dalam membentuk Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sistem pengelolaan dan aktor yang berperan di dalam kelembagaan BSIS, menganalisis tingkat pengaruh dan kepentingan stakeholder dalam pengelolaan sampah BSIS, menganalisis persepsi nasabah terhadap pengelolaan sampah yang dilakukan oleh BSIS, dan menghitung manfaat ekonomi yang diperoleh dari pengelolaan sampah berkelanjutan di BSIS. Penelitian ini dilakukan Bank Sampah Induk Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis stakeholder, skala likert, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kelembagaan BSIS sudah cukup baik. Terdapat delapan stakeholder yang memiliki kepentingan dan pengaruh dalam pengelolaan sampah di BSIS. Persepsi nasabah BSIS bernilai positif terutama pada aspek ekonomi. Manfaat ekonomi pengelolaan BSIS mengalami peningkatan pada total penerimaan dan bagi nasabah BSIS, sedangkan bagi pengelola mengalami penurunan dari total pendapatan karena semakin tinggi kebutuhan operasional.
Analisis Usaha Penangkapan dan Pemanfataan Lobster Secara Berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Istiqomah Khoiriyah
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobster atau udang karang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan pada pasar domestik maupun ekspor. Stok komoditas lobster saat ini masih bergantung pada alam. Sebagian besar di wilayah pengelolaan perairan Indonesia telah mencapai batas maksimum jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Usaha penangkapan lobster sebagai salah satu satu pengelolaan wilayah perairan Pangandaran perlu dikaji untuk mengetahui bagaimana sumberdaya lobster dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi kondisi biologi lobster di Perairan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat; (2) menganalisis kondisi pemanfaatan optimal lobster di Perairan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat; (3) menganalisis kelayakan usaha finansial penangkapan lobster di Perairan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat; dan (4) menganalisis strategi kebijakan pengelolaan lobster secara berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu: (1) analisis kondisi biologi lobster; (2) analisis bioekonomi spasial; (3) cost benefit analysis; dan (4) analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menunjukkan rata-rata lobster yang tertangkap di Kabupaten tidak sesuai dengan ukuran layak tangkap. Tingkat CPUE lobster memiliki nilai yang berfluktuatif, namun terjadi penurunan secara signifikan pada tahun 2021, sehingga alokasi penangkapan optimal yang direkomendasikan yaitu 396 trip/bulan. Berdasarkan hasil analisis, usaha penangkapan lobster layak untuk dijalankan. Adapun strategi kebijakan pengelolaan lobster yang dapat dilakukan agar tetap lestari yaitu dimulai dari pelarangan penangkapan benih bening lobster kemudian diikuti dengan kebijakan lainnya. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai laju pertumbuhan dan perkembangan biomassa lobster dan pengembangan budidaya lobster di Perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kajian Penataan dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah yang Terletak di Kota Bekasi Rizky Afnan Fadillah; Ferry Mardihardjo
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barang Milik Daerah merupakan suatu aset berpotensi ekonomi dan merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Apabila Barang Milik Daerah tersebut dapat dikelola dengan baik, maka dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi Barang Milik Daerah yang beragam perlu dikelola secara optimal agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bekasi terutama yang berada di sekitar lokasi barang tersebut. Sehingga dapat menunjang peran dan fungsi Pemerintah Daerah sebagai pemberi pelayanan daerah kepada masyarakat. Pemerintah daerah perlu menyiapkan instrumen yang tepat untuk melakukan pengelolaan dan Penataan Barang Milik Daerah secara profesional, transparan, akuntabel, efesien dan efektif mulai dari tahap perencanaan, pendistribusian dan pemanfaatan serta pengawasannya. Dengan adanya pengelolaan Barang Milik Daerah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus berfungsi dalam pengawasan dan pengendalian pemakaian kekayaan daerah tersebut, sehingga apabila ada penyalahgunaan asset dapat dengan mudah terdeteksi. Pengelolaan potensi Barang Milik Daerah perlu dilakukan perencanaan yang baik agar diperoleh hasil yang optimal, oleh karena itu perlu dilakukan Kajian Penataan dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah yang Terletak di Kota Bekasi, yang mempunyai nilai strategis terutama dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bekasi Rizky Afnan Fadillah; Ria Indriyanti
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan rangkaian kegiatan perekonomian yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Berbeda dengan karakteristik industri pada umumnya, ekonomi kreatif termasuk dalam kategori kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing-masing memiliki keterkaitan dalam proses perwujudan suatu ide atau gagasan menjadi suatu kekayaan intelektual (intellectual property) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi kesejahteraan dan lapangan pekerjaan masyarakat serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekonomi kreatif merupakan suatu sistem produksi, pertukaran dan penggunaan atas produk kreatif.Jawa Barat menjadi provinsi penyumbang ekspor ekraf tersebut pada tahun 2016, yaitu sebesar 31,96 persen.Menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) di bidang ekraf terbesar, yakni 11,81 persen atau tertinggi ketiga setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 16,12 persen, dan Bali sebesar 12,57 persen. Berbagai komoditas ekraf berkembang di Jawa Barat. Misalnya Game Developer, seni pertunjukan, film, musik, fotografi, desain komunikasi visual, kriya keramik, kerajinan rotan, kerajinan tangan, fashion, batik, bambu, dan banyak komoditas lainnya. Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengembangkan ekraf Jawa Barat. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan ekonomi kreatif, yaitu sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Mengingat peran ekonomi kreatif yang semakin meningkat bagi perekonomian suatu wilayah, utamanya terhadap pengembangan ekonomi berbasis sumberdaya lokal semakin banyak kota dan kabupaten yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai pemicu utama pengembangan ekonomi daerahnya. Sehubungan dengan latar belakang tersebut, maka perlu diadakannya penelitian Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bekasi, sebagai peta jalan pengembangan ekonomi kreatif lokal, rangka mendukung Kebijakan Pembangunan pemantapan ketahanan ekonomi daerah di tengah kondisi ekonomi yang berjalan lambat akibat pandemic Covid-19 melalui optimalisasi keunggulan potensi daerah guna mewujudkan daya saing yang bersifat komparatif dan kompetitif pada skala nasional dan regional.
Kajian Revitalisasi Dan Pengelolaan Graha Wisata Dalam Mendukung Program Pariwisata Dan Sumber Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi Rizky Afnan Fadillah; Melfinna
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aset milik daerah pada Kabupaten Bekasi adalah Gedung Graha Wisata yang merupakan Aset Milik Daerah yang dimana diperlukan manajemen pengelolaan yang professional. Tujuan kajian ini yaitu tersedianya hasil buku kajian tentang Revitalisasi Dan Pengelolaan Graha Wisata Dalam Mendukung Program Pariwisata Dan Sumber Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif karena dilakukan dengan dua tahap, yaitu dengan analisis SWOT dan AHP. Hasil penelitian upaya revitalisasi Gedung Graha Wisata dilakukan dengan tiga tahap yaitu intervensi fisik dengan merenovasi / memperbaiki bangunan bagian gedung yang rusak atau yang tidak terawat, rehabilitasi ekonomi melalui proses peningkatkan kualitas produk kreatif dengan melakukan kegiatan usaha lokal UMKM dan revitalisasi sosial / institusional dengan membangun wisata industri, edukatif dan kreatif melalui keterlibatan masyarakat dan instansi terkait. Saran yaitu membuat regulasi Kepariwisataan Kabupaten Bekasi dalam mendukung program pariwisata nasional mengenai sasaran pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah untuk pengembangan wisata industri, edukatif dan kreatif. Rekomendasi kebijakan pengelolannya yaitu dengan Teknik PRA (Participatory Rural Appraisal), dimana memungkinkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha terlibat dalam membuat tindakan nyata rencana, pengawasan, dan evaluasi kebijakan yang berpengaruh pada kehidupannya.
Kajian Model Jalan Lingkungan di Kabupaten Bekasi Melfinna; Cahya Nur Hidayat
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah dasar (subgrade) yang ekspansif menimbulkan banyak masalah kerusakan pada perkerasan jalan, sehingga perkerasan yang terletak pada tanah dasar ekspansif ini sering membutuhkan biaya pemeliharaan dan rehabilitasi yang besar sebelum perkerasan jalan mencapai umur rancangannya. Tanah ekspansif (exspansive soil) adalah tanah atau batuan yang mempunyai potensi penyusutan atau pengembangan oleh pengaruh perubahan kadar air. Rusaknya perkerasan jalan yang berada di atas tanah dasar ekspansif adalah karena perkerasan merupakan struktur yang ringan dan sifat bangunannya meluas.Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Pada umumnya salah satu persoalan menyangkut tanah dasar yaitu sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air. Tanah yang dapat mengalami perubahan volume akibat perubahan kadar air di dalam tanah disebut tanah ekspansif. Tebal lapis penopang dalam kajian ini tidak mengikat karena tidak ada pengujian nilai CBR tanah dasar sehingga untuk asumsi digunakan kondisi terburuk. Apabila hendak menggunakan lapis penopang sebaiknya dilakukan pengujian untuk mengetahui besarnya nilai CBR tanah dasar, karena bisa saja nilai CBR tanah dasar untuk setiap wilayah tidak sama sehingga desain tebal lapis penopangnya pun akan berbeda. Nilai lapis penopang berbanding terbalik dengan nilai CBR tanah dasar, untuk itu semakin besar nilai CBR tanah dasarnya maka tebal lapis penopang akan semakin tipis. Untuk tanah lunak dengan lapis penopang diperoleh tebal pelat beton 160 mm untuk akses terbatas hanya mobil penumpang dan motor, tebal pelat beton 180 mm untuk jalan lingkungan yang dapat diakses oleh truk. Sementara untuk tanah dasar yang tidak menggunakan lapis penopang diperoleh tebal pelat beton 175 mm untuk jalan yang hanya bisa dilalui mobil dan motor, 200 mm untuk jalan yang dapat diakses oleh truk
Kajian Pengembangan Kawasan Kota Bahari di Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Melfinna; Rd. Tati Kurniati
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir Kecamatan Tarumajaya mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi Kawasan Kota Bahari. Adanya pelabuhan perikanan, pasar ikan modern, dan tempat pelelangan ikan di Desa Segarajaya yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi wisata bahari, maupun wisata alam mangrove sepanjang pesisir pantai yang juga sudah ada seperti Sungai Jingkem. Kemungkinan pengembangan kawasan kota bahari dapat diterapkan pada Kecamatan Tarumajaya perlu dilihat, dengan mempertimbangkan potensi wilayah, kondisi sarana dan prasarana yang ada, serta alternatif pengembangan yang dapat dilakukan pada kecamatan ini. Data dikumpulkan melalui studi literatur dalam berbagai konsep pengembangan kawasan untuk mendukung konsep pengembangan kawasan kota bahari, observasi dan wawancara dengan perwakilan masyarakat, dan data sekunder yang mendukung. Analisis data secara deskriptif dilakukan dalam mengidentifikasi potensi Kecamatan Tarumajaya. Lalu analisis ketersediaan dan kebutuhan sarana dan prasarana juga dilakukan untuk melihat ketercukupan sarana prasarana perkotaan. Kesesuaian Kecamatan Tarumajaya untuk dikembangkan menjadi kawasan kota bahari dilihat dengan membandingkan hasil studi literatur konsep pengembangan dengan hasil analisis. Alternatif desain kawasan juga diberikan untuk memberikan gambaran yang lebih baik mengenai pengembangan kawasan kota bahari. Hasilnya, pengembangan kawasan kota bahari cukup sesuai untuk dilakukan di Kecamatan Tarumajaya, melihat potensinya yang sangat menjanjikan. Agar pengembangan kawasan kota bahari dapat berjalan dengan lebih baik lagi, pemerataan layanan sarana dan prasarana perlu dilakukan serta diperlukan langkah konkret dalam penanganan dan pencegahan banjir rob.

Page 3 of 4 | Total Record : 40