cover
Contact Name
Rosi Aryanti
Contact Email
jurnal.bdi@gmail.com
Phone
+6281319604343
Journal Mail Official
bdijournal@bekasikab.go.id
Editorial Address
Kantor Balitbangda Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Gedung A1 Lantai 2 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bekasi Development Innovation Journal (BDI)
ISSN : 29632609     EISSN : 29649854     DOI : -
Jurnal “Bekasi Development Innovation Journal (BDI)” yang akan diterbitkan merupakan jurnal yang diperuntukkan bagi peneliti baik dalam negeri maupun luar negeri. Dimana pada tahapan awal ini diharapkan sudah mampu menerbitkan artikel-artikel dari peneliti-peneliti nasional dengan mengutamakan Bahan Naskah Tulisan, Hasil Kajian dan Penelitian milik Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dan Perangkat Daerah lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil penelitian dan analisis kebijakan yang bersifat aplikatif mencakup pembangunan daerah yang meliputi: ekonomi, infratruktur, sumberdaya alam dan lingkungan, teknologi dan inovasi, serta sosial, budaya dan pemerintahan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Abrasi Pantai di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Melfinna; Siti Umi Kalsum
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abrasi atau akresi merupakan salah satu bencana alam yang disebabkan oleh dua faktor yakni faktor alami dan aktivitas manusia. Abrasi ataupun akresi juga terjadi di pantai Muaragembong Bekasi. Hasil pengamatan dengan program DSAS selama 34 tahun (1988-2022) terjadi perubahan garis pantai di 13 zona lokasi pengamatan, 8 zona abrasi (seluas 2.463,31 Ha) dan 5 zona akresi (seluas 317,91 Ha). Kerugian dampak abrasi yang dirasakan masyarakat pantai Muaragembong rata-rata total kerugian akibat abrasi pantai adalah sebesar Rp.11.625.000/orang/tahun dan sebesar Rp.1.034.625.000/tahun yang meliputi kerugian harta benda dan biaya penimbunan lahan sekitar lokasi tempat tinggal. Terjadinya abrasi di Muaragembong dilihat dari 3 identifikasi yakni identifikasi karakteristik, identifikasi kerugian dan identifikasi eksisting. Upaya untuk mengurangi dan menaggulangi abrasi di Muaragembong dengan peranan pemerintah daerah dan provinsi terhadap manajemen dampak abrasi dari segi sosial, ekonomi dan ekologi masyarakat ataupun dari segi penaggulangan berbasis teknik sipil breakwater serta Penegakan hukum secara tegas terhadap oknum yang melakukan alih fungsi mangrove.
Observasi Daya Hasil Padi Varietas Lokal Mano Bekasi Pipit Septi Fitriyanti; Fauziah Fauziah
Bekasi Development Innovation Journal Vol 1 No 2 (2023): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi Daya Hasil Padi Varietas Lokal Mano Bekasi Varietas lokal merupakaan kekayaan daerah yang sering terabaikan, meskipun memiliki potensi besar untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Varietas lokal ditanam secara terus-menerus oleh petani karena memiliki keunggulan spesifik yang menyebabkan varietas tersebut digemari petani dan konsumen. Meskipun demikian, karena sifatnya yang informal, maka keberlanjutan penanamannya oleh petani tidak terjamin dan hanya terjadi melalui pertukaran benih antarpetani secara informal dan sering kali berubah nama antardaerah sesuai dengan kemudahan penyebutan oleh petani penanamnya.Varietas-varietas lokal tersebut seringkali tidak terdaftar di kantor PVT (Perlindungan Varietas Tanaman), sehingga tidak terdokumentasi, tidak teridentifikasi kepemilikannya secara formal, dan akhirnya tidak berkembang bahkan punah sebelum dimanfaatkan secara maksimal. Varietas lokal tersebut hendaknya dapat didaftarkan ke kantor PPVTPP (Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian) agar terdaftar dan diakui secara formal sebagai milik daerah yang bersangkutan. Selanjutnya upaya pemutihan perlu dilakukan agar varietas tersebut dapat teregister sebagai varietas unggul yang dapat dikembangkan lebih lanjut hingga ke pengembangan benihnya secara formal yang pada gilirannya memungkinkan untuk berkembang lebih luas dan menggerakkan sektor ekonomi lain seperti perbenihan, pemasaran produk padi,pendapatan petani penanam, serta ketahanan pangan daerah dan nasional pada umumnya. Tujuan umum kegiatan ini adalah meningkatkan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian khususnya observasi daya hasil dan rangkaian kegiatan lain yang diperlukan untuk pemutihan varietas lokal asal Kabupaten Bekasi.
Kajian Pergerakan Tanah di Desa Sukaresmi Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Melfinna; Pipit Septi Fitriyanti; Ria Indriyati
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.127

Abstract

Desa Sukaresmi merupakan salah satu desa di Kecamatan Cikarang Selatan yang memiliki luas wilayah ± 400 Ha. Pada tanggal 17 April 2021 akibat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bekasi, sebanyak 56 warga mengungsi akibat rumahnya mengalami kerusakan dampak akibat pergerakan tanah / tanah longsor di Kampung Cicadas Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Kajian ini menggunakan metode mix metodhs berupa metodekuantitatif dan kualitatif, untuk mendapatakn faktor penyebab, tingkat kerawanan, dan penggulangan dilakukan anlisis kondisi fisik hasil observasi lapangan, pembobotan nilai. Berdasarkan hasil tersebut pergerakan tanah di lokasi studi disebabkan oleh faktor topografi, karakter geologi, buruknya sistem drainase, serta curah hujan yang tinggi. Secara mekanisme pergerakan tanah ini terjadi karakter geologi lapisan batu lempung yang jenuh air menjadi lunak tidak bisa menahan beban dan akibat kemiringan batuan yang searah dengan lereng maka lapisan tersebut bergerak mengikuti arah lereng. Hasil pembobotan berdasarkan Peraturan Menteri PU No 22/PRT/2007, bahwa lokasi merupakan Zona Berpotensi Longsor Tipe C dengan kerawanan Sedang.
Pengaruh Program Zakat Produktif Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mustahik (Studi Kasus BAZNAS Sumatera Utara) Sibuea, Teguh Imani; Lubis, Deni
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.128

Abstract

Abstrak Banyaknya pelaku usaha mikro yang kesulitan untuk mendapatkan pembiayaan, mendorong BAZNAS Sumatera Utara membuat program zakat produktif untuk membantu pelaku usaha yang mengalami kesulitan modal usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penambahan pendapatan usaha mustahik pasca menerima bantuan zakat produktif beserta dampaknya. Penelitian ini menerapkan menggunakan data dari 60 responden yang diambil secara offline dan online dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan uji t. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan pendapatan usaha mustahik sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan zakat produktif. Faktor-faktor yang secara positif dan signifikan memengaruhi pendapatan mustahik adalah selisih pendapatan mustahik, modal, jumlah dana zakat, lama usaha, dan usia sedangkan pendapatan sebelum pendanaan zakat tidak berpengaruh terhadap pendapatan mustahik.
Kajian Desa Mandiri Pangan Kabupaten Bekasi Pipit Septi Fitriyanti; Rizky Afnan Fadillah; Fauziah
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.129

Abstract

Abstract Food security is a polemic that often occurs in various villages. The application of the Desa Mandiri Pangan is expected to be a solution to the limited availability of food in the village area, especially villages in Bekasi Regency. Data collection techniques and analysis of secondary data were carried out to obtain an index of village readiness in establishing an independent village food security program. The results of the analysis obtained that some villages have met the criteria for the application of Desa Mandiri Pangan program in Bekasi District. It is necessary to review the process of fulfilling the criteria in several villages so that Desa Mandiri pangan program in Bekasi District can be carried out as a whole. Keywords: village, food security
Kajian Optimalisasi Peran Balai Penyuluh Pertanian dalam Pembangunan Pertanian di Kabupaten Bekasi Pipit Septi Fitriyanti; Rizky Afnan Fadillah; Fauziah
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.130

Abstract

Implementation of the roles and functions of BPP with the strengthening of BPP as a data and information center, a movement development center, a learning center, an agribusiness consulting center, and a partnership network development center. However, there are challenges in the agricultural sector in Bekasi Regency, namely the decreasing amount of agricultural land, population growth, land use change for agriculture, the growth of new housing, and others. Therefore, a study on the Optimization of the Role of Agricultural Extension Centers in Agricultural Development in Bekasi Regency is needed. This study uses a mixed methods approach, both quantitative and qualitative, and a participatory approach is used to obtain facts and problems as well as priority development sequences and input from various stakeholders to complement the analysis results. Agricultural Extension Centers in carrying out their roles and functions have several problems, including the lack of facilities and infrastructure of Agricultural Extension Centers (BPP) as an institution in agricultural empowerment, the lack of Human Resources (HR) in conducting agricultural extension activities, and the lack of budget in agricultural extension activities. The government must pay more attention to agricultural extension programs throughout Bekasi Regency, the role of extension workers in carrying out activities must be continuous, the things that should be the focus of development include facilities and infrastructure, Human Resources (HR), capacity building of agricultural extension workers, and costs or budgets as optimization of Agricultural Extension Centers in the development of Bekasi Regency. Keywords: Penyuluh Pertanian, Sarana, Prasarana
Model Pengembangan Optimalisasi Pelayanan Publik Melalui Peningkatan Pemanfaatan Digitalisasi dan Sistem Informasi di Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi Cahya Nur Hidayat; Rd. Tati Kurniati; Ferry Mardihardjo D
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.134

Abstract

Abstract - Public services in government are things that must be implemented, by utilizing information technology to improve the performance of government administration will be more effective and efficient, as well as providing convenience in governance and public services. The purpose of this research is the existence of a study book on the Development Model of Public Service Optimization Through Increasing the Utilization of Digitalization and Information Systems in the Bekasi Regency Regional Government, while the method used is Mixed Method Research (MMR). Mixed Method Research or joint research is a stage of data collection, data analysis, with a combination of sequential methods, namely quantitative and qualitative methods or vice versa. It is hoped that this study can integrate all SKPDs that have public services using the MPP application. Increasing the Utilization of Digitalization and Information Systems within the Bekasi Regency Government is to increase.
Kajian Analisis Kebutuhan Rumah Sakit Tipe D di Kabupaten Bekasi Rd. Tati Kurniati; Siti Umi Kulsum; Ferry Mardihardjo D
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.136

Abstract

Abstrak Kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang optimal dari rumah sakit cenderung terus meningkat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, saat ini terdapat 53 rumah sakit yang tersebar di beberapa kecamatan. Melihat kondisi saat ini di Kabupaten Bekasi yang terus berkembang secara ekonomi serta populasi penduduk yang terus meningkat maka dibutuhkan juga pengembangan kebutuhan rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi melakukan penelitian mengenai kebutuhan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit Tipe D di Kabupaten Bekasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran, jumlah kebutuhan, arahan rekomendasi dan skala prioritas kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan dari hasil pengolahan melalui beberapa analisis perlu dilakukan pemerataan kebutuhan rumah sakit di beberapa lokasi guna mempermudah keterjangkauan masyarakat dalam mendapatkan sarana kesehatan yang lebih memadai. Kata kunci : sarana kesehatan, rumah sakit tipe d
Pengelolaan Pasar Milik Pemerintah Kabupaten Bekasi Berbasis Kemitraan Perumda Rizky Afnan Fadillah; Melfinna; Ferry Mardihardjo D
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.137

Abstract

ABSTRACT Each market has varying building areas, parking lots, kiosks, stalls, vendors, and visitors. The problems and challenges faced are also quite diverse, depending on the conditions and environment of each market. However, from the initial information and observations, it is clear that in general, the market management owned by the Bekasi Regency Government still faces many problems and challenges, so that the management carried out has not produced the desired results. Some of the identified problems include: (1) The lack of commitment and integrity of market human resources in managing the market professionally; (2) The absence of standardized market management in Bekasi Regency; (3) The suboptimal empowerment of business actors in market management; and (4) The lack of systematic legalization of market management in Bekasi Regency. Based on the conditions, opportunities, and market problems presented above, it is important to conduct a study on Market Management in Collaboration with Regional-Owned Enterprises and/or Established as Regional-Owned Enterprises (Perumda). The results of this study are needed to improve market management, which is closely related to strengthening the trade sector, serving community needs, and increasing the sources of revenue for Bekasi Regency in the future. Keywords: market, perumda
Pengelolaan Keuangan Desa dan Aset Desa di Kabupaten Bekasi Siti Umi Kulsum; Cahya Nur Hidayat; Fauziah
Bekasi Development Innovation Journal Vol 3 No 2 (2024): Bekasi Development Innovation Journal
Publisher : Balitbangda Kabupaten Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/bdijournal.v3i2.139

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan aset desa pada dasarnya merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh pemerintah desa khususnya dalam mengelola kekayaan milik desa sehingga aset atau kekayaan ini dapat dimanfaatkan atau digunakan dengan semestinya dengan tujuan dapat mensejahterakan masyarakat desa. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mewujudkan Pengelolaan Keuangan Desa secara efektif dan efisien dengan melakukan beberapa metode yang diperlukan. Berdasarkan hasil dari pengolahan dan analisis data diperoleh yaitu sejumlah desa sebanyak 92% di Kab. Bekasi telah melakukan pengelolaan keuangan dan aset desa sesuai dengan regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Namun daripada itu, perlu dilakukan optimalisasi juga beberapa strategi terkait dengan pengelolaan keuangan dan aset desa agar pengaplikasian hal tersebut dapat dilakukan secara merata dan efektif. Kata kunci : keuangan, pengelolaan aset desa

Page 4 of 4 | Total Record : 40