cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
National Nursing Conference
ISSN : -     EISSN : 27219763     DOI : https://doi.org/10.34305/nnc
Core Subject :
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang ilmu kesehatan. National Nuring Conference terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang Kesehatan sebagai berikut: Risk Factor Family Support Quality of Life Drug Intervention Diet Nutrition Intervention Spirituality Health Education and Promotion Seeking Help Behaviour Management Nursing care Premarital and Preconception Preparation Midwifery Care in ANC Midwifery Care in Labor/delivery Midwifery Care in Postpartum Neonatal Care Immunization Breastfeeding Reproductive Health Family Planning Child Growth Development DESA SIAGA Posyandu Health Education and Counselling National Nuring Conference menerima pengiriman artikel dari seluruh indonesia. Semua artikel yang diterima akan dipublikasikan secara terbuka, dan tersedia secara gratis bagi semua pembaca.
Articles 76 Documents
TERAPI KOGNITIF : SELF HELP GROUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Khusana Rahma
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.117

Abstract

Kanker payudara adalah kejadian kanker tertinggi kedua di dunia. Kanker payudara menimbulkan masalah meliputi kelelahan gangguan tidur, nyeri, mual dan muntah,menopause dini, penurunan fungsi imunitas dan gangguan fungsi kognitif. Intervensi terapi kognitif yang digunakan untuk mengelola stres dan mekanisme koping. menganalisis pengaruh terapi kognitif : Self Help Group pada pasien kanker payudara. Quasy Experiment dengan pretest-posttest with control group design. Sampel jumlah 50 responden. Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Mann- Withney. Terapi Kognitif : Self Help Group diberikan selama 30 menit selama 3 hari pada kelompok intervensi. hasil penelitian berdasarkan bivariat adalah terapi kognitif : self help group berpengaruh terhadap stress ( p-value 0,000) dan mekanisme koping (p-value 0,000) pada pasien kanker payudara. Ada pengaruh terapi kognitif : Self Help Group pada Pasien Kanker Payudara.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI DESA GARAWANGI KUNINGAN Lia Mulyati; Andi Sutandi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.118

Abstract

Fenomena game online menjadi trend masa kini. Dan Indonesia, pengguna game onlinenya 50% sudah tergolong pecandu. Kecanduan game online dapat membuat pemain beresiko mengalami gangguan mental seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat depresi pada remaja di tempat game online Desa Garawangi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dengan responden penelitian berjumlah 71 orang yang sudah memenuhi kriteria yang sudah ditentukan yang diambil secara accidental sampling. Data penelitian diolah dan dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 orang (26,7%) yang tidak mengalami kecanduan game online, 8 orang (42,1%) tidak mengalami depresi. Sedangkan responden yang mengalami kecanduan game online dari 52 orang (73,2%), sebagian besar mengalami depresi berat yaitu 27 orang (51.9%). Hasil analisis bivariate di dapatkan nilai p 0,028 dengan r 0.261 . Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat depresi pada remaja. Penanganan yang tepat yaitu dengan melibatkan orang tua, guru, perawat komunitas, serta penjaga warnet game online untuk memperhatikan anak bermain serta membatasi melakukan permainan yang berlebihan serta dapat mengalihkan dengan kegiatan yang lebih penting dan positif lainnya.
PENGALAMAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KUNINGAN : STUDI FENOMENOLOGI Nia Hayati; Lia Mulyati; Neneng Arya
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.119

Abstract

Angka kejadian Kekerasan dalam rumah tangga terus meningkat, dari tahun ke tahun Komnas Perempuan mencatat mengalami peningkatan yang signifikan, peningkatan tersebut belum dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya, karena kejadian KDRT merupakan fenomena gunung es, masih banyak korban KDRT yang tidak melaporkan. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi yang mengeksplorasi pengalaman perempuan korban KDRT. Jumlah partisipan 5 orang. Pengambilan sampel dengan snowball. Proses memperoleh partisipan berdasarkan data dari Polres Kuningan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengalaman perempuan korban KDRT. Hasil penelitian diperoleh data bahwa : (1) Jenis KDRT yang dialami sebagian besar partisipan berupa kekerasan fisik, 3 orang mengalami kekerasan psikis, 2 orang mengalami kekerasan ekonomi, dan 1 orang mengalami kekerasan seksual. (2) Faktor penyebab terjadi KDRT faktor ekonomi dan budaya patriarki (3) Dampak yang terjadi terhadap perempuan berupa; memar, patah, dan sampai rahimnya turun. Dampak pada anak berupa; perubahan sikap, agresif dan (4) upaya yang dilakukan berupa; melawan, diam, pasrah, lapor ke polisi, dan bercerai. Simpulan perempuan yang mengalami KDRT sebagian besar jenis kekerasan yang di alami tidak tunggal tidak hanya kekerasan fisik yang diterima namun disertai kekerasan emosional maupun kekerasan secara finansial. Saran untuk mengurangi kejadian KDRT dapat dilakukan dengan memperbaiki pola komunikasi pasangan. Komunikasi merupakan hal mendasar dalam kehidupan berkeluarga. Komunikasi yang baik bisa menjalin hubungan yang baik pula antara suami dan istri, sebaliknya komunikasi yang tidak baik bisa menjadi penyebab terjadinya KDRT. Selain itu perlu dibina mengenai hak-hak perempuan tentang persamaan jender, diantaranya dalam segi ekonomi dan tanggung jawab.
HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 BANDUNG Lia Nurlianawati; Diyawati Kuspianitah; Inggrid Dirgahayu
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.120

Abstract

Remaja dengan segala karakteristik dan tugas perkembangannya tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih, remaja memanfaatkan fasilitas internet dengan berbagai macam kebutuhan termasuk kebutuhan bersosialisasi. Kebiasaan yang sering menghabiskan banyak waktu dengan berkomunikasi melalui media, sehingga waktu yang mereka gunakan untuk berkomunikasi secara langsung akan berkurang, selain itu juga dapat mengakibatkan kecanduan terhadap internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa (54,68%) dari total jumlah penduduk di Indonesia, pulau jawa mendominasi (58,08%), dan kebanyakan pengguna internet adalah remaja usia 13-18 tahun (75.50%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara internet addiction dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 8 Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 873 siswa dengan sampel dalam penelitian ini yaitu 90 siswa SMA Negeri 8 Bandung, Hasil Analisa univariat menunjukan hampir seluruh dari siswa (86.7%) mengalami internet addiction dan sebagian besar siswa memiliki interaksi sosial yang kurang baik (62.2%). Hasil penelitian didapatkan nilai p-value = 0.000 sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara internet addiction dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 8 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pihak sekolah mengadakan kebijakan mengenai pembatasan penggunaan internet hanya untuk kegiatan pembelajaran ketika berada di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK PENYANDANG THALASEMIA MAYOR DI RSUD KABUPATEN SUMEDANG Lilis Lusiani
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.121

Abstract

Thalasemia mayor merupakan penyakit kronis terbanyak pada anak di Indonesia. Anak penyandang thalasemia mayor memerlukan transfusi darah dan pengobatan yang terus menerus agar dapat mempertahankan pertumbuhan yang normal. Akibat penyakit dan pengobatan yang terus menerus menimbulkan dampak terhadap anak, baik secara fisik, psikologis maupun sosial yang berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup anak penyandang thalasemia mayor dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya dengan kualitas hidup penyandang thalasemia mayor usia sekolah di RSUD Kabupaten Sumedang. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penyandang thalasemia usia sekolah. Sampel penelitian berjumlah 55 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data kualitas hidup anak menggunakan instrumen PedsQL generic core scale. Faktor-faktor yang diteliti adalah dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata kualitas hidup penyandang thalasemia mayor usia sekolah sebesar 66,54+12,85. Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas hidup dengan dukungan keluarga (p=0,004, α=0,05) dan dukungan teman sebaya (p=0,000,α=0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa faktor dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia mayor usia sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut implikasi keperawatan yang dapat diterapkan adalah dengan mengoptimalkan dukungan keluarga dan teman sebaya.
ANALISIS PERILAKU HYGIENE MENSTRUASI MELALUI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) PADA SISWI SMP DI JAKARTA UTARA Luqman Effendi; Nurul Khotimah
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.122

Abstract

Keluhan pada organ reproduksi yang sering terjadi adalah Pruritus vulvae yaitu ditandai dengan adanya sensasi gatal parah dari alat kelamin perempuan. Pruritus vulvae disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus yang muncul 44% karena buruknya Personal Hygiene dan Hygiene Menstruasi. Penelitian Tahun 2015 di 4 wilayah di Indonesia yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Papua, dan Sulawesi Selatan terkait kebersihan saat menstruasi menemukan 67% remaja di kota dan 41% remaja di desa masih adanya perilaku negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku hygiene menstruasi melalui Health Belief Model (HBM). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 101 siswi SMPN 244 di Jakarta Utara, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi square. Perilaku Hygiene Menstruasi baik baru dilakukan 55,4% responden. Perilaku Hygiene Menstruasi berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan (OR=5,1), perceived threat (OR=3,9) dan perceived benefit (OR=3,3) dengan P Value < 0.005. Health Belief Model (HBM) bisa dipertimbangkan sebagai suatu pendekatan dalam upaya memperbaiki perilaku hygiene menstruasi pada remaja. Peningkatan pengetahuan direkomendasikan dengan menekankan pada ancaman penyakit yang berkaitan dengan perilaku hygiene menstruasi dan manfaat-manfaat yang langsung dirasakan oleh remaja berkenaan dengan perilaku higiene menstruasi.
FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DBD PADA BALITA DI KABUPATEN KUNINGAN Didin Hardian; Nanang Saprudin; Neneng Aria Nengsih
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.123

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan penyakit musiman yang memiliki insidensi tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Kejadian demam berdarah dengue hampir bisa ditemukan di semua wilayah di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Kuningan merupakan wilayah dengan kejadian demam berdarah dengue tertinggi di Kabupaten Kuningan yang tercatat pada tahun 2018. Faktor perilaku dan lingkungan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD pada balita di Kelurahan Cijoho Wilayah Kerja Puskesmas Kuningan. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan kuisioner. Uji bivariat yang digunakan yaitu uji chi square dengan p value 0,05. Hasil penelitian menunjukan sebesar 57 % balita mengalami DBD. Hasil penelitian menunjukan sebesar 84% kepadatan rumah kurang baik dan 44 % keberadaan breeding place baik. Hasil penelitian diperoleh perilaku menutup dan menguras Tempat Penampungan Air sebesar 55 % baik. Perilaku menggantung pakaian sebesar 58 % baik serta perilaku pengelolaan barang bekas sebesar 56 % kurang baik. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan faktor lingkungan seperti kepadatan rumah (p value = 0,003) dan keberadaan breeding place (p value = 0,02). Hasil uji statistik juga menunjukan bahwa semua faktor perilaku seperti praktik menutup TPA (p value =0,011), menguras TPA (p value = 0,003),pengelolaan barang bekas (p value = 0,002) dan kebiasaan menggantung pakaian (p value = 0,021) ada hubungan dengan kejadian DBD. Simpulan penelitian ini ada hubungan faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian DBD pada balita. Saran bagi orang tua agar sering membersihkan semak di luar rumah serta rutin melakukan pengurasan dan menutup tempat penampungan air. Begitu pula orang tua perlu membiasakan diri tidak menggantung pakaian sembarangan serta membiasakan pengelolaan barang bekas dengan cara mengubur atau membuang barang bekas ke tempat sampah.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER DENGAN MUSIK POP TERHADAP KUALITAS TIDUR ANAK YANG MENJALANI HOSPITALISASI Khayatun Nukha; Neneng Aria Nengsih; Nanang Saprudin
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.124

Abstract

Gelisah, nyeri, jenuh dan susah tidur merupakan fenomena yang biasa terjadi ketika anak menjalani hospitalisasi. Gangguan tidur jika tidak diatasi dengan baik akan berdampak buruk terhadap status kesehatan serta tumbuh kembang anak dimasa yang akan datang. Adjuvant dari pemberian aromaterapi lavender dan terapi musik pop anak penting diberikan untuk memperbaiki kualitas tidur anak. Mengetahui perbedaan efektivitas aromaterapi lavender dengan terapi musik pop anak terhadap kualitas tidur anak yang menjalani hospitalisasi di Rumah sakit Ciremai Cirebon. Menggunakan quasi experiment, dengan rancangan Static Group Comparison, Pre-test and Post-test Group. Populasi penelitiannya adalah anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling terhadap 30 responden. Instrumen yang digunakan minyak esensial aromaterapi lavender, diffuser, Mp3 player, headphone, stopwatch, dan kuesioner kualitas tidur. Analisis statistik univariat dengan distribusi frekuensi sedangkan bivariat menggunakan uji wilcoxon Signed Test dan independent sample t test. Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan intervensi antara kedua kelompok dan nilai rerata pada kelompok aromaterapi lavender sebelum dilakukan intervensi 5,40 dan sesudah 12,60. Sedangkan kelompok terapi musik pop anak sebelum diberikan intervensi 5,27 dan sesudah 13,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Test kualitas tidur pada aromaterapi lavender dan musik pop anak masing-masing didapatkan nilai p value = 0,001<0,05. Sedangkan hasil uji independent sample t test diperoleh p value 0,606>0,05, artinya tidak terdapat perbedaan efektifitas antara kedua kelompok intervensi tersebut. Tindakan pemberian aromaterapi lavender dengan terapi musik pop anak sama-sama efektif dalam meningkatkan kualitas tidur anak. Perlu adanya SOP rumah sakit khususnya di ruang anak mengenai prosedur manajemen pemenuhan istirahat pada anak saat menjalani hospitalisasi sebagai adjuvant dari atraumatic care yang di pasang dan disosialisasikan kepada perawat anak.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER DAN MUSIK SHOLAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA KALA 1 FASE LATEN DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019 Ira Andriyani; Rany Muliany Sudirman; Vina Fuji Lastari
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.125

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap jalannya persalinan dan dapat menyebabkan pembukaan serviks kurang lancar. Salah satu intervensi non-farmakologi yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian aromaterapi lavender dan musik sholawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender dan musik sholawat terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida kala I fase laten di RSUD 45 Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen dengan One Group Pretest Posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu 20 ibu bersalin dengan jumlah sampel 15 responden dan teknik pengambilan sampel ini adalah Accidental Sampling, menggunakan uji Paired T-Test. Instrumen yang digunakan untuk menilai kecemasan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (80%) sebelum diberikan terapi dengan rata-rata 24,47 dan setelah diberikan terapi hampir seluruh responden mengalami kecemasan sedang (93,3%) dengan rata-rata 20,33. Hasil analisis bivariat menunjukkan p value 0,00. Simpulan terdapat pengaruh aromaterapi lavender dan musik sholawat terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida kala 1 fase laten di RSUD 45 Kuningan tahun 2019. Aromaterapi lavender dan musik shalawat bisa menjadi salah satu terapi alternatif untuk membantu ibu bersalin dalam mengalihkan kecemasan pada masa persalinan.
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN KINERJA PUSKESMAS RAWAT INAP DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Raynal Aldy Gunawan; Aria Pranatha; Asep Supyan Ramadhy
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i1.126

Abstract

Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari organisasi. Ketersediaan sumber daya manusia menjadi permasalahan terhadap kinerja Puskesmas rawat inap yang ada di Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan kepala Puskesmas dengan kinerja Puskesmas rawat inap di Kabupaten Kuningan. Rancangan penelitian ini adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 130 orang dengan teknik pengambilan sampel secara Proportionate Stratified Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan chi square dengan standar signifikan (0,05). Hasil analisis univariat menunjukan bahwa gambaran gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas rawat inap yaitu gaya kepemimpinan demokratis sebanyak 105 responden (80,8%), kemudian kinerja Puskesmas yaitu kategori sedang sebanyak 66 responden (50,8%), sedangkan cakupan pelayanan yaitu kategori kurang sebanyak 80 responden (61,5%), dan manajemen pelayanan yaitu kategori baik sebanyak 117 responden (90,0%) serta mutu pelayanan yaitu kategori baik sebanyak 60 responden (46,2%). Hasil analisis Chi Square menunjukkan terdapat Hubungan antara gaya kepemimpinan kepala Puskesmas dengan Kinerja Puskesmas dengan (p value = 0,000), kemudian cakupan pelayanan dengan (p value = 0,000), sedangkan mutu pelayanan dengan (p value = 0,000) dan tidak terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas dengan manajemen pelayanan Puskesmas dengan (p value = 0,179). Hasil penelitian disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala puskesmas rawat inap di kabupaten Kuningan adalah gaya kepemimpinan demokratis. Sedangkan untuk kinerja Puskesmas kategori sedang, kemudian cakupan pelayanan kategori kurang, serta manajemen pelayanan dan mutu pelayanan Puskesmas dalam kategori baik. Dengan hasil penelitian ini disarankan untuk kepala Puskesmas menerapkan gaya kepemimpinan yang otoriter, karena dalam melakukan pelayanan kesehatan pegawai/karyawan dituntut untuk lebih optimal dalam memberikan pelayanan. Karena sangatlah berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Sehingga para pemimpin mendesak para bawahannya agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.