cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45566
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
National Nursing Conference
ISSN : -     EISSN : 27219763     DOI : https://doi.org/10.34305/nnc
Core Subject :
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang ilmu kesehatan. National Nuring Conference terutama berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang Kesehatan sebagai berikut: Risk Factor Family Support Quality of Life Drug Intervention Diet Nutrition Intervention Spirituality Health Education and Promotion Seeking Help Behaviour Management Nursing care Premarital and Preconception Preparation Midwifery Care in ANC Midwifery Care in Labor/delivery Midwifery Care in Postpartum Neonatal Care Immunization Breastfeeding Reproductive Health Family Planning Child Growth Development DESA SIAGA Posyandu Health Education and Counselling National Nuring Conference menerima pengiriman artikel dari seluruh indonesia. Semua artikel yang diterima akan dipublikasikan secara terbuka, dan tersedia secara gratis bagi semua pembaca.
Articles 76 Documents
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KINERJA DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT EL-SYIFA KUNINGAN Dias Triasti Sari; Aditiya Puspanegara; Nurwulan Nurwulan
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berdasarkan studi pendahuluan yang penulis laksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan kinerja perawat masih kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, 2) menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat imap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sample random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 65 perawat instalasi rawat imap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran variabel x dan y serta analisis bivariat untuk menganalisis hubungan variabel dengan y. Hasil analisis univariat sebanyak 49 responden atau 75,3% beranggapan gaya kepemimpinan kepala ruang di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan termasuk gaya demokratis. Gambaran kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yaitu sebanyak 52 responden (80%) termasuk kinerja baik. Gambaran kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yaitu sebanyak 54 responden atau 83% beranggapan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan termasuk puas. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rho menunjukan P value = 0,000, maka Hi diterima artinya ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan dengan kekuatan hubungan masuk dalam kategori kuat (0,836). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rho menunjukan P value = 0,000, maka Hi diterima artinya ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan dengan kekuatan hubungan masuk dalam kategori kuat (0,784). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, 2) ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSEPSI GENDER PADA WARIA DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 Salsabila Zamzami Faujiah; Abdal Rohim; Heri Hermansyah
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial di indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis,sosial,norma,maupun secara fisik. Pada tahun 2018, jumlah waria di indonesia mencapai 30.071 jiwa. Provinsi Jawa Barat dengan total 2.871 orang dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapatkan jumlah waria di Kabupaten Kuningan sebanyak 57 orang . Kepribadian waria dipengaruhi oleh persepsi subyektif masing-masing waria terkait dengan status waria yang dimilikinya dengan pengaruh dan berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Persepsi Gender Pada Waria Di Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan juli 2019. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan menggunakan slovin dan pengolahan data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh dari 35 responden dengan dukungan keluarga berkategori baik terdapat 19 responden (54,3%) dengan persepsi baik, dan 16 responden (45,7%) dengan persepsi kurang. Sedangkan dari 15 responden yang termasuk kategori dukungan kurang terdapat 8 responden (53,3%) dengan persepsi baik , dan 7 responden (46,7%) dengan persepsi kurang. Dari uji Rank Spearman di peroleh p value 0,952. Dari hasil disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan persepsi gender pada waria di kabupaten Kuningan Tahun 2019. Disarankan untuk keluarga lebih mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya serta mendidik anak dalam memilih pergaulan yang baikWaria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial di indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis,sosial,norma,maupun secara fisik. Pada tahun 2018, jumlah waria di indonesia mencapai 30.071 jiwa. Provinsi Jawa Barat dengan total 2.871 orang dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapatkan jumlah waria di Kabupaten Kuningan sebanyak 57 orang . Kepribadian waria dipengaruhi oleh persepsi subyektif masing-masing waria terkait dengan status waria yang dimilikinya dengan pengaruh dan berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Persepsi Gender Pada Waria Di Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan juli 2019. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan menggunakan slovin dan pengolahan data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh dari 35 responden dengan dukungan keluarga berkategori baik terdapat 19 responden (54,3%) dengan persepsi baik, dan 16 responden (45,7%) dengan persepsi kurang. Sedangkan dari 15 responden yang termasuk kategori dukungan kurang terdapat 8 responden (53,3%) dengan persepsi baik , dan 7 responden (46,7%) dengan persepsi kurang. Dari uji Rank Spearman di peroleh p value 0,952. Dari hasil disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan persepsi gender pada waria di kabupaten Kuningan Tahun 2019. Disarankan untuk keluarga lebih mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya serta mendidik anak dalam memilih pergaulan yang baik
MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KELULUSAN UJI KOMPETENSI RETAKER NERS DI STIKES KUNINGAN Lia Mulyati
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kelulusan uji kompetensi Ners belum sesuai harapan, saat ini tingkat kelulusan rata-rata 47.1%. Kelulusan ujikompetensi pada retaker lebih memprihatinkan. Data tersebut menunjukan setiap tahunnya jumlah retaker semakin bertambah dan menjadi permasalahan institusi. Oleh karena itu penanganan retaker menjadi sesuatu hal serius, yang harus segera di tangani secara terprogram dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan blended learning terhadap kelulusan uji kompetensi Ners. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah retaker STIKes Kuningan yang mengikuti uji kompetensi Ners periode Juli 2019. Metode mengumpulan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 29 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan menggunakan Chy-Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.000 untuk pengaruh aktivitas retaker dengan kelulusan uji kompetensi dan nilai p 0.261 untuk pengaruh frekuensi mengikuti uji kompetensi dengan kelulusan uji kompetensi. Persepsi peserta terhadap pembelajaran blended learning peningkatan kemampuan paling dirasakan pada pemahaman materi-materi keperawatan dengan rata-rata 3.27, menarik dan bermanfaat dengan rerata 3.17. dan peran tutor yang paling dirasakan adalah bimbingan dan feedback dengan rerata 3.10 serta keterbatasan yang paling dirasakan adalah konektivitas internet Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara aktivitas mengikuti pembelajaran blended learning dengan kelulusan uji kompetensi, sementara frekuensi mengikuti uji kompetensi tidak memiliki pengaruh terhadap kelulusan uji kompetensi. Saran; peningkatan motivasi internal dan self-regulated learning merupakan factor esensial dalam pembelajaran blended learning sehingga tutor diharapkan memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN SELF CONTROL MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS MALEBER KABUPATEN KUNINGAN Kanapi Kanapi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen diri merupakan usaha individu untuk mengontrol perilakunya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan self control manajemen diri pada penderita hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling didapatkan jumlah responden 84 pasien, dengan periode waktu penelitian selama 2 minggu. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode Rank Spearman. Hasil analisis univariat menunjukan 49 responden (58,34%) memiliki self efficacy yang baik dan 42 responden (50,0%) memiliki self control manajemen diri yang baik. Hasil analisis korelasi Rank Spearman didapatkan hubungan yang bermakna antara self efficacy (p value = 0,000 <α= 0,445), dan self control manajemen diri (p value= 0,000 <α= 0.445). Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara self efficacy dengan self control manajemen diri. Diharapkan penderita hipertensi, dan perawat bekerjasama untuk mempertahankan dan meningkatkan keyakinan untuk sembuh dan bisa memanajemen dirinya sendiri, sehingga bisa dapat tercapai seoptimal mungkin.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENYALAHGUNA NARKOBA YANG SEDANG DI IPWLTENJO LAUT KABUPATEN KUNINGAN DAN YAYASAN MAHAKASIH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2018 Kanapi Kanapi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkoba dapat menimbulkan berbagai efek dan dampak negatif bagi pemakainya, salah satunya dampak sosial dan penurunan kualitas hidup. Berdasarkan studi pendahuluan di tenjo laut sebanyak 10 orang, rata – rata mengalami penurunan kualitas hidup dan 6 orang mengalami masalah dengan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penyalahguna narkoba. Jenis penelitiannya adalah analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi penelitian sebanyak 32 penyalahguna narkoba dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi rank spearman. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Univariat didapatkan dukungan sosial pada penyalahguna narkoba sebagian besar berada dalam kategori baik sebanyak 18 orang (56,3%), kualitas hidup sebagian besar berada dalam kategori sedang sebanyak 16 orang (50.0%). hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p 0,125 maka dapat diputuskan Ho di terima. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penyalahguna narkoba yang sedang di IPWL Tenjo Laut Kabupaten Kuningan dan Yayasan Mahakasih Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Diharapkan perawat menjadi fasilitator dan lebih berperan aktif dalam program dukungan sosial seperti family support guna meningkatkan kualitas hidup pada penyalahguna narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi.
PENGALAMAN ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2020 Kanapi Kanapi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah stunting menjadi fenomena di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Hasil studi pendahuluan terdapat 22 orang anak dengan kejadian stunting di Desa Ciawigebang Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengalaman Orangtua Dalam Mencegah Kejadian Stunting Di Desa Ciawigebang Kabupaten Kuningan Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan rancangan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah lima orangtua yang memiliki anak dengan kejadian stunting. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dengan instrument yang digunakan yaitu peneliti, catatan lapangan, dan handphone. Hasil: Penelitian diperoleh bahwa pengetahuan orangtua mengenai pencegahan stunting masih kurang dimana sebelum orangtua memeriksakan diri orangtua hanya memberikan vitamin dan makanan pengganti, setelah memeriksakan diri ke posyandu orangtua diberi edukasi dan makanan pendamping ASI, partisipan masih kurang paham mengenai pencegahan stunting. Orangtua akan menilai anaknya stunting ketika seorang anak telah remaja. Simpulan: Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengalaman, dan pencegahan pasrtisipan terkait stunting dan pentingnya memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan agar partisipan dapat menggunakan pelayanan kesehatan yang tersedia. Disarankan sebaiknya petugas kesehatan memberikan pelayanan dan penyuluhan mengenai stunting. Bagi orangtua yang memiliki anak dengan kejadian stunting diharapakan berupaya mengakses informasi terkait pencegahan stunting dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
PENGARUH RELAKSASI GUIDE IMAGERY TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESARIA Khusana Rahma
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri merupakan salah satudiagnosis ditemukan dalam fase pasca-operasi (termasuk sectio caesaria).Tindakan non-farmakologi untuk meredakan nyeri banyak ditemukan dalamaktifitas keperawatan. Guided imagery merupakan salah satu metode nonfarmakologisuntuk mengurangi rasa sakit dengan menggunakan kata-kata danpenggambaran positi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan tingkat nyeri untukpasien nyeri pasca operasi section caesaria, sebelum dan setelah diberikanrelaksasi guided imagery. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengansatu kelompok pret test dan post tesmenggunakan 30 respondenpasien pasca operasi section caesaria di ruang marwah Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayusebagai sampel.Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyerisebelum relaksasi guided imagery diberikan menunjukkan 100 % mengalami nyeri setelah dilakukan relaksasi guided imagery 90 % mengalami penurunan nyeri. Analisis dalampenelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Test dengan 95% CI (α = 0,05) dan diperoleh nilai p 0,000 &lt;α (0,05) sebagai hasilnya. Relaksasi guided imagerymemiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkatnyeri pasca operasi sectio caesaria. Relaksasi guided imagery dapat digunakansebagai intervensi perawat dengan menggunakan prosedur operasional standar(SOP) tentang relaksasi guided imagery untuk mengatasi masalah nyeri
PENGARUH TERAPI SELF HELP GROUP TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) DI UNIT HEMODIALISIS RSUD KOTA CIREBON Nera Djanuar
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat ireversibel yang artinya fungsi ginjal tidak dapat kembali seperti semula. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis meningkat setiap tahunnya. Ansietas banyak dialami oleh pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengaruh terapi self help group terhadap tingkat ansietas pasien Gagal Ginjal Kronis di Ruang Hemodialisis.. Desain penelitian yang digunakan quasy-experimental pre test-post test with control group. Tujuh puluh empat responden terlibat, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna pada pemberian terapi self help group dengan tingkat ansietas (p=0,000). Variabel yang berhubungan dengan dengan tingkat ansietas antara lain pekerjaan dan lama menjalani hemodialisis, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia, penghasilan jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan (p>0,005). Penelitian ini merekomendasikan terapi generalis dan self help group dalam menurunkan tingkat ansietas pasien Gagal Ginjal Kronis di unit hemodialisis.
PENERAPAN TINDAKAN KEPERAWATAN GENERALIS, PENGHENTIAN PIKIRAN DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA KLIEN STROKE NON HEMORAGIK Nera Djanuar
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri dan hambatan mobilitas fisik merupakan masalah fisik yang banyak dialami oleh klien stroke non hemoragik, dan ansietas merupakan masalah kejiwaan yang sering dialami. Penelitian ini bertujuan melihat efek tindakan keperawatan generalis, penghentian pikiran, dan relaksasi otot progresif terhadap tanda, gejala, kemampuan klien mengontrol nyeri, hambatan mobilitas fisik, dan ansietas. Desain karya ilmiah ini case series pada 7 klien stroke non hemoragik, dengan memberikan tindakan keperawatan generalis, dilanjutkan dengan penghentian pikiran dan relaksasi otot progresif. Hasil yang didapatkan adalah berkurangnya tanda gejala ansietas, dan tersisa lapang persepsi masih turun pada aspek kognitif, merasa bingung pada aspek afektif, tidak nafsu makan, sulit tidur, dan mulut kering pada aspek fisiologis, melamun dan kontak mata buruk pada aspek perilaku, menarik diri dari hubungan interpersonal di aspek sosial. Untuk nyeri masih ditemukan nyeri ringan dan pada hambatan mobilitas fisik ditemukan nilai kekuatan otot 3 dan 4. Klien mampu mengendalikan nyeri dengan kemampuan generalis dan penghentian pikiran, dan melakukan mobilitas fisik dengan generalis dan relaksasi otot progresif dan mengendalikan ansietas dengan generalis, penghentian pikiran, dan relaksasi otot progresif. Hasil karya ilmiah ini direkomendasikan untuk melakukan penelitian intervensi dengan mengkombinasikan tindakan keperawatan pada diagnosis fisik dan psikososial serta kerjasama perawat generalis dan perawat spesialis.
PERANAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PENGURANGAN RESIKO DAMPAK KESEHATAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KUNINGAN Asmadi Asmadi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data bencana Kabupaten Kuningan data informasi bencana Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12 kejadian, diantaranya 8 tanah longsor, 2 banjir, 1 kebakaran hutan dan lahan, dan 1 putting beliung. Dampak dari bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan 48 orang luka luka dan 7.474 harus terdampak dan mengungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perawat puskesmas dalam pengurangan risiko dampak kesehatan bencana tanah longsor di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kabupaten Kuningan masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana