cover
Contact Name
Muhamad Abdul Muid
Contact Email
jpi@uiidalwa.ac.id
Phone
+6285882211471
Journal Mail Official
jpi@uiidalwa.ac.id
Editorial Address
Jl . Raya Raci No. 51 PO Box 8 Bangil Pasuruan
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25810065     EISSN : 2654265X     DOI : https://doi.org/10.38073/jpidalwa
The journal focuses scope on specializes in Indonesian Islamic education in particular, and Southeast Asian Islamic education in general, and is intended to communicate original research and current issues on the subject. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes medium quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Indonesia and Southeast Asia.
Articles 121 Documents
Karakter Pendidikan Gender Di Pesantren Aswaja Pasuruan: Sebuah perpaduan analisa kritis antara gender profetik dan posfeminisme di pesantren Pasuruan sebagai kota santri dan post-patriarchy society Dewi Masitah
Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pola pembelajaran dan karakter pendidikan gender profetik Pesantren Aswaja Pasuruan yang mereka aplikasikan sehingga memproduk santri dan santriwati menjadi orang yang profesional dibidangnya, menjadi pemerintah dan legislatif yang mampu mencetak kebijakan-kebijakan pengarusutamaan gender ataupun menjadi tokoh masyarakat yang mampu mengubah pemikiran dan bersosilalisasi dengan masyarakat? Dan bagaimana peran pesantren kepada masyarakat, yaitu bagaimana pesantren dengan karakternya bisa mengubah main set masyarakat Pasuruan yang sangat Patriakhi dalam pendidikan anak perempuan mereka? Berdasarkan masalah penelitian diatas kami mengunakan metodologi penelitian fenomenologi, disini peneliti berada pada posisi sebagai observer, karena peneliti melakukan pengamatan terhadap tradisi dan perilaku sehari-hari Pembelajaran di pesantren kemudian dianalisis berdasarkan teori yang digunakan, dan diterjemahkan dalam konteks sinkretisme dan habitus yang terbentuk. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi dengan analisis data tiga jalur analisis, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/ verification (Penarikan kesimpulan). Hasil dari penelitian ini selain berbicara aplikasi gender profetik tapi juga berbicara strategi dan hasil dari aplikasi pendidikan gender profetik sesuai karakter pesantren. Dimana hal ini bukan sekedar kesadaran posfeminisme belaka yang terdengar seperti utopia tapi sudah ada produk-produk untuk memperbaiki nasip perempuan dalam dunia postmodern ini.
Tinjauan Filosofis Tentang Kurikulum A. Roisul Burhani
Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah kewajiban untuk semua warga Indonesia. Salah satu faktor yang paling krusial dalam dunia pendidikan adalah kurikulum. Jantung dari semua lembaga pendidikan yang ada di Indonesia adalah kurikulumnya,baik ataupun buruk output yang dihasilkan oleh sebuah Lembaga pendidikan tergantung bagaimana kurikulum tersebut diaplikasikan. Dalam dunia pendidikan kurikulum memiliki arti yang sangat penting, karena tanpa kurikulum tujuan pendidikan yang akan dicapai tidak berjalan secara optimal. Tidak dipungkiri sebuah kurikulum harus direncanakan secara matang dan harus ada kesesuaian serta kesinambungan antara tujuan dan program. Karena tujuan yang hendak dicapai dalam proses kependidikan melalui pembuatan kurikulum. Konsep kurikulum juga berkembang seiring dengan konsep-konsep perkembangan masyarakat dan bertambahnya tuntutan-tuntutan sesuai dengan kebutuhan- kebutuhannya.
Peran Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat yang Beradab: Telaah Kritis Teori Perubahan Sosial Yusuf Arisandi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2017)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena hanya dengan pendidikanlah kita mampu untuk menerjemahkan nilai-nilai, gagasan, sikap dan tindakan sosial yang mencerminkan kehidupan yang bermoral dan bermartabat. Tanpa pendidikan kita tidak bisa menjadi manusia yang beradab. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan segala potensinya untuk menjadi manusia yang cerdas dan beradab. Untuk mewujudkan masyarakat yang beradab, penulis menggunakan teori Perubahan Sosial sebagai pisau bedahnya. Pada teori tersebut akan dijelaskan bagaimana pendidikan dapat mempengaruhi individu dalam masyarakat yang nantinya akan memberikan efek pada perubahan teknologi, perilaku, sistem sosial, dan norma. Pada intinya teori Perubahan Sosial memberikan asumsi bahwa setiap masyarakat berpotensi untuk berubah, baik perubahan tersebut bersifat positif ataupun negatif. Melalui peran pendidikan inilah diharapkan masyarakat bisa berubah menjadi masyarakat yang beradab.
Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Ahmad Avisena
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is one of the concrete steps that must be done to protect Indonesian future generations. Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad as an educator has been conceptualized character education that proved successful on his era. This study aimed to describe and assess three things. First, the purpose of education in the perspective of the character of Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Second, the main character values in the perspective Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Third, character education strategy in the perspective Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. This study is a qualitative research, with the kind of individual life history and a thematic approach. Documentation method used as its data collection that divided into primary and secondary data. While the domain analysis become its analysis technique. In this study, researchers found that the purpose of the character education perspective Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad is to help someone who wants to be loved by Allah. While the main character values in his perspective is piety which has five main indicators that is honesty, patience, gratitude, fairness and concern. As for character education strategies in his perspective is consist of five steps, introduction, motivation, conditioning, habituation and prayer.
Pendidikan Anti Korupsi dalam Perspektif Ibnu Taimiyah Mukarromah Mukarromah
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang konsep korupsi ini menyajikan analisa pemikiran ahli pemikir Islam abad pertengahan yang bernama Ibnu Taimiyah. Dalam kajian ini pemikiran Ibnu Taimiyah tentang Pendidikan Anti korupsi penulis kaitkan dengan tiga konsep pemikirannya. Tiga konsep tersebut kepemimpinan, amanah dan amar ma’ruf dan nahi munkar. Terkait kepemimpinan, Ibnu Taimiyah membagi dua golongan, yaitu ulama dan umara. Terhadap ulama dan umara, ia memberikan dua kriteria, yaitu otoritas dan amanah. Ditinjau dari otoritas, kepemimpinan haruslah sesuai dengan jenisnya. Sedangkan ditinjau dari amanah, Ibnu Taimiyah memandangnya dari tiga hal. Pertama, khauf (takut) terhadap Allah swt. Kedua, amanat merupakan tindakan yang tidak memperjual-belikan ayat-ayat Allah swt. dengan harga murah. Ketiga adalah menghindari rasa takut terhadap sesama muslim. Jika dikaitkan dengan korupsi, diketahui korupsi merupakan perbuatan yang tidak amanah. Maka ketiga konsep amanah menurut Ibnu Taimiyah di atas, juga berlaku terkait kriteria amanah dalam kepemimpinan. Dalam konsep di atas, Ibnu Taimiyah menitikberatkan pada perbuatan manusia. Ia berpendapat bahwa Allah pencipta segala sesuatu, sedangkan hamba adalah pelaku perbuatan yang sesungguhnya dan mempunyai kehendak secara sempurna. Maka manusia harus bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat. Begitu pula korupsi, manusia berhak melakukannya. Namun konsekuensinya ia harus bertanggung jawab atas korupsi yang dilakukannya. Ibnu Taimiyah menegaskan kembali bahwa Allah meridhai segala perbuatan yang baik dan tidak meridhai perbuatan yang buruk. Solusi yang diberikannya adalah memilih pemimpin yang berkualitas, menerapkan amanah dan melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar
Pendidikan Islam di Era Globalisasi: Antara Potensi, Keunggulan, dan Tantangan Bahru Rozi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam yang dahulu dianggap sebelah mata dan kurang diperhitungkan, namun saat ini dianggap satu-satunya pendidikan yang solutif bagi masyarakat modern. Berbagai persoalan yang terjadi di era global seperti saat ini, semakin lama semakin kompleks dan cenderung bertambah berat. Pendidikan dan lembaga pendidikan sekuler tidak mampu memberikan solusi alternatif untuk memecahkan berbagai persoalan tersebut. Sehingga masyarakat modern pun melirik kembali ke pendidikan agama Islam. Dengan konsep yang sangat jelas serta terarah, pendidikan Islam dan lembaganya bagaikan magnet yang sangat kuat daya tariknya. Pendidikan Islam mampu menarik minat masyarakat untuk menyerahkan pendidikan anak-anaknya di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Namun, mampukah lembaga pendidikan Islam memanfaatkan peluang tersebut dengan baik? Ketersediaan SDM yang terbatas, kekurangan pembiayaan untuk sarana dan prasarana yang sangat besar adalah contoh kecil dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh sebagian besar lembaga-lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Globalisasi, Potensi
Pengembangan Kurikulum Berbasis Pendidikan Karakter (Telaah Pengembangan Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam) Ernaka Heri Putra Suharyanto
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum pendidikan memerlukan pengembagan untuk merespon tuntutan yang ada sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan stakeholder yang terbingkai dengan nilai agama dan nilai moral sehingga mengarah pada terwujudnya tujuan pendidikan nasional berbasis pendidikan karakter dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya terhadap lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kesenian serta sesuai dengan tujuan dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. Bermula dari adanya orientasi pada tercapainya lulusan yang berkompeten dan sesuai dengan kebutuhan tanpa meminggirkan nilai agama dan nilai moral, maka hal tersebut perlu menghadirkan pendidikan karakter pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sektor pendidikan formal maupun non formal (pada jenjang pendidikan dini, dasar, menengah hingga tingkat tinggi), oleh karena itu tulisan ini disusun untuk membahas tentang Pengembangan Kurikulum Berbasis Pendidikan Karakter dalam Pengembangan Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Keywords: Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Karakter, Pembelajaran PAI
Kurikulum Pendidikan dalam Kajian Al-Qur'an dan Hadits Tematik Umi Mahmudah
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pendidikan, kurikulum merupakan jantung dari sebuah lembaga pendidikan yang di dalamnya memuat bagaimana proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil proses pembelajaran. Namun kurikulum yang berkembang di Indonesia merupakan adopsian dari berbagai macam model kurikulum dan juga sering mengalami pergantian kurikulum. Hal ini tentu saja membuat berbagai jenis sekolah baik sekolah umum maupun sekolah yang berbasis agama atau madrasah tidak mempunyai prinsip kurikulum yang sesuai dengan nilai-nilai Keislaman. Oleh karena itu artikel ini telah membahas tentang kurikulum pendidikan dalam Kajian Tematik Al-Qur’an Hadits, dalam aspek ontologi, epistemolgi dan aksiologi sehingga akan cocok digunakan di lembaga pendidikan madrasah. Dalam aspek ontologi telah dibahas secara detil pengertian kurikulum itu sendiri dari mulai etimologi sampai secara terminologi. Pada aspek epistemologi kita mengetahui bagaimana Al-Qur’an telah mengajarkan kita cara-cara/metode mengajar kepada peserta didik. Dan juga dibahas tentang bagaimana penerapan kurikulum pendidikan pada masa Rasulullah dan contoh penerapan kurikulum di masa sekarang
Mekanisme Menumbuh Kembangkan Minat Baca Siswa Madrasah di Perpustakaan Akhmad Sahrandi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Mengingat begitu pentingnya keberadaan perpustakaan, maka perlulah kiranya adanya sarana perpustakaan di semua jenis dan jenjang pendidikan. Kemudian agar tujuan didirikanya perpustakaan sekolahan yang antara lain adalah agar tumbuh kecintaan terhadap membaca serta menanamkan minat dan kegemaran membaca, maka peyelenggaraan (pengelolaan) perpustakaan harus dilakukan secara sistematis dan profesional sesuai dengan pedoman penyelengganaan yang berlaku. Dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita ini, maka penyelenggaraan (pengelolaan) perpustakaan harus dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan yang berlaku, agar sesuai dengan tujuan didirikannya perpustakaan itu sendiri, antara lain agar tumbuh (timbul) kecintaan terhadap membaca, memupuk dan menanamkan kebiasaan membaca sehingga tumbuh kecintaan terhadap buku. Kemampuan membaca yang dimiliki oleh seseorang merupakan modal utama dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain kemampuan membaca merupakan prasyarat utama dan merupakan kebutuhan pokok bagi seseorang untuk mencapai keberhasilan. Karena dengan membaca seseorang dapat dengan mudah untuk mengkaji berbagai ilmu pengetahuan. Aktifitas membaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mendorong terwujudnya kegiatan tersebut. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan membaca adalah minat. Minat mempunyai peran sangat penting dan menempati posisi vital dalam aktifitas membaca (belajar) mahasiswa, karena minat mempunyai daya dorong yang kuat terhadap terwujudnya suatu aktifitas
Problematika Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Keluarga Perantau Imaduddin Imaduddin
Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat begitu besarnya pengaruh keluarga, maka fungsi keluarga harus bisa diupayakan secara maksimal jangan sampai dalam pemenuhan salah satu fungsi keluarga, ternyata mengabaikan fungsi keluarga lainnya. Sebagai contoh dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tidak bisa mengabaikan fungsi keluarga yang lain seperti fungsi edukatif, religius dan rekreatif. Pendidikan bagi anak-anak adalah tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan makan dan minum. Kesibukan orang tua dalam upaya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga adalah suatu hal yang lazim dilakukan, tapi pendidikan bagi anggota keluarga sebagai salah satu fungsi keluarga lainnya tidak kalah penting dan tidak bisa diabaikan. Seringakli dengan alasan memenuhi kebutuhan ekonomi, orangtua mengabaikan pendidikan anak, sehingga muncul berbagai problematika anak. Karena sering terjadi, maka Islam memberikan solusi dalam mendidik anak diantaranya dengan mengajarkan pendidikan Agama, berbakti kepada orangtua dan selalu silaturrahmi

Page 3 of 13 | Total Record : 121