cover
Contact Name
Muhamad Abdul Muid
Contact Email
jpi@uiidalwa.ac.id
Phone
+6285882211471
Journal Mail Official
jpi@uiidalwa.ac.id
Editorial Address
Jl . Raya Raci No. 51 PO Box 8 Bangil Pasuruan
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25810065     EISSN : 2654265X     DOI : https://doi.org/10.38073/jpidalwa
The journal focuses scope on specializes in Indonesian Islamic education in particular, and Southeast Asian Islamic education in general, and is intended to communicate original research and current issues on the subject. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes medium quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Indonesia and Southeast Asia.
Articles 121 Documents
Problematika Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0. Bahru Rozi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pendidikan Islam di Indonesia sudah sejak lama sejak abad ke 13 M namun berbagai persoalan selalu mengiringi pendidikan Islam dari zaman penjajahan kolonial, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, hingga di Era Revolusi Industri 4.0. apalagi di tengah zaman industrialisasi ini memaksakan semua elemen di dalam Negara dan masyarakat berbasis digitalisasi dan manufaktur. Hal ini sangat jauh berbeda dengan paradigm pendidikan Islam yang berfokus pada pembimbingan manusia agar menjadi insan yang berspiritual Islami harus berorientasi pada teknologi dan manufaktur. Ada beberapa permasalahan yang masih menjadi “batu ganjalan” pendidikan Islam di tengah arus deras zaman industrialisasi ini ialah: Pertama, masih adanya dikotomi ilmu (antara ilmu umum dengan ilmu agama); Kedua, masih lemahnya budaya penelitian dalam lembaga pendidikan Islam (baik sarjananya, praktisinya, pengambil kebijakannya, maupun keterbukaan lembaga pendidikan semisal pesantren dan madrasah yang masing menganggap penelitian adalah produk Barat); Ketiga, problem kurikulum yang sering berganti seiring perubahan menteri pendidikan; Keempat, keterbatasan SDM secara kuantiti maupun kualitas (baik guru, dosen, tutor, ustadz, dan lain-lain); Kelima, sistem manajemen pendidikan Islam yang masih tidak tertata dengan baik; penguasaan ilmu pengetahuan dan ICT dalam penyelenggaraan pendidikan, dan; Keenam, sistem evaluasi pendidikan yang selama ini masih bertumpu pada nilai ujian nasional.
Dinamika Tradisi Pendidikan Salaf Pesantren Lirboyo Kediri di Tengah Arus Modernisasi Arif Rahman
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini telah merespon masalah perubahan (changing) dan kebertahanan (survival) dalam tradisi salaf pesantren Lirboyo dalam menghadapi arus modernisasi. Dengan menggunakan pendekatan sosio-antropologis, tulisan ini menjadi referensi bagi pesantren lainnya dalam melakukan tata kelola pesantren mempertahankan tradisi pendidikan salaf namun tidak menutup diri dari perkembangan modernisasi. Pesantren Lirboyo lebih fokus pada menghasilkan santri-santri yang berkualitas di zaman modern daripada perubahan mendasar yang keluar dari jati diri pesantren, artinya pesantren Lirboyo menggunakan pola kebertahanan dengan langkah reproduksi. Pertama, reproduksi proses komposisi sistem sosial genetikal secara hierarki yang memegang teguh prinsip bahwa pesantren merupakan warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya. Kedua, reproduksi paradigma bangunan keilmuan pesantren (dari ilmu agama saja menjadi perpaduan ilmu agama dengan ilmu umum) yang berimplikasi pada skill dan karakter lulusan pesantren. Ketiga, reproduksi tata kelola pesantren secara desentralisasi dan otonomi pada pondok cabang dan unit-unit yang dimiliki.
TAḤFĪẒ ONLINE: (Studi Menghafal Al-Quran Pada Masa Pandemi Covid-19 di MIS Ubudiyah Medan) Rahmat Rifai Lubis; Muhammad Ali Hanafiah; Dewi Sartika; Anggie Arrumaisyah Hasibuan; Kamal Hadi Nawawi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran taḥfīẓ online di masa Covid-19 mempunyai masalah dari sebagian aspek penerapannya, di antaranya kurangnya minat orangtua dalam membimbing anaknya untuk mengikuti program taḥfīẓ online, dan model pembinaan menghafal yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran taḥfīẓ yang dilaksanakan secara online, faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di MIS Ubudiyah Medan. Hasilnya menunjukkan bahwa program taḥfīẓ di MIS Ubudiyah Medan menggunakan metode waḥdah, kitābah, simā’i, gabungan atau metode jama’. Model Pembelajaran taḥfīẓ Qur’an yang dilakukan secara online yakni model ḥalāqah, bimbingan, pembiasaan, reward dan punishment. Kompetensi pendidik yang memadai dari segi pengajaran dan penggunaan teknologi, dan fasilitas bantuan paket internet yang diberikan oleh pihak sekolah menjadi faktor pendukung pembelajaran ini. Walaupun kurangnya perhatian orang tua dalam mendampingi anak belajar, keterbatasan jaringan internet menjadi faktor penghambat pembelajaran ini dilaksanakan di tengah mewabahnya penyebaran virus Covid-19.
ISLAMIC REFORMIST MOVEMENT OF HAJI SULONG ABDUL KADIR IN ISLAMIC EDUCATION INSTITUTIONS IN THAILAND’S SOUTHERN BORDER Joseph Chinyong Liow; Moch Khafidz Fuad Raya
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2020)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.v10i2.346

Abstract

The development of Islamic education in southern Thailand has been in the spotlight of researchers in the last decade in efforts to establish a national education, although this study is still less attractive. The existence of Pondok schools as Islamic educational institutions is considered to have mobilized separatist movements and the authority of traditional Malay Muslim elites to fight for territory. The existence of the Malay rulers with their authority in the fields of religion and culture made traditional Islamic education deeply rooted in the southern Thailand region. Muslims in the southern province are allegedly a monolithic entity whose existence constructs the institutionalization of Thailand as a state, thus opening up space for separatist seeds that emerge from Islamic educational institutions. The existence of Islamic reformers such as Haji Sulong Abdul Kadir is strong evidence that his movement is treading the religious and cultural field in the process of reviving the institutionalization of Islamic education in Southern Thailand. The establishment of Madrasah al-Ma'arif al-Wataniah Fatani as a forum for Haji Sulong Abdul Kadir to fight for reforms in Islamic education institutions, despite strong opposition from the state and the authority of the traditional Malay Muslim elite but ultimately the principles of reform were realized even though the reformers had died and the madrasa was closed.
Filsafat Pendidikan Islam dalam Perspektif Holistic Learning Haziyah Hussin; Mukarromah Mukarromah
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak banyak orang tau bahwa pendidikan Islam mempunyai prinsip pengembangan potensi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hakikat falsafah tersebut sebenarnya sudah terwujud dalam pembelajaran yang mengedepankan fitrah dan potensi sebagai manusia serta pengelolaan ilmu pengetahuan yang diperolehnya. Tulisan ini melihat bagaimana Filsafat Pendidikan Islam cenderung membentuk pendidikan di seluruh kondisi zaman dengan aspek holistik (menyeluruh). Tulisan ini juga melihat bagaimana metafisika dan aksiologi dan pragmatisme saling terhubung dalam mengupas Filsafat Pendidikan Islam. Untuk mencapai pembelajaran holistik dibutuhkan pemahaman Filsafat Pendidikan Islam pada konteks fenomena dan realitas sosial; dan bagaimana memadukan antara aspek potensi intelektual, emosional, dan spiritual.
Metode Cerita dalam Pendidikan Islam Ahmad Al Hamid; Suryanto Suryanto
Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2017)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn the learning process, appropriate methods are needed. The selection of the right method will make the educational process including Islamic religious education run effectively. In Islamic religious education, there are many historical values in the form of stories of past events both during the time of the Prophet Muhammad and after he died. The length of the stories of past lives will be very difficult for students to understand if only by reading. Therefore we need a method that is most appropriate to tell the story of the journey of the development of Islam so that students can understand in depth and efficiently. This method is a storytelling method. Although this storytelling method is a teacher-centered method, if it is done with interesting intonation and the content of the story is right, it will be more effective for students in understanding historical stories compared to other methods. AbstrakPada proses pembelajaran diperlukan metode-metode yang tepat. Pemilihan metode yang tepat akan menjadikan proses pendidikan termasuk pendidikan agama islam berjalan dengan efektif. Dalam pendidikan agama islam, banyak terkandung nilai-nilai sejarah yang berupa cerita kejadian-kejadian masa lalu baik dimasa ketika zaman Rasulullah SAW maupun setelah beliau wafat. Panjangnya kisah-kisah kehidupan masa lampau akan sangat sulit dipahami oleh peserta didik apabila hanya dengan membaca. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode yang paling tepat untuk menceritakan kisah perjalanan perkembangan agama islam sehingga peserta didik dapat memahami secara mendalam dan efisien. Metode ini adalah metode bercerita. Walaupun metode bercerita ini merupakan metode yang hanya berpusat kepada guru, tetapi apabila dilakukan dengan intonasi yang menarik dan isi ceritanya tepat, maka akan lebih efektif bagi siswa dalam pemahaman cerita sejarah dibandingkan dengan metode lainnya.
PENINGKATAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI PEMBELAJARAN DI PESANTREN Nasron Hakim; Yusuf Arisandi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract One of the means of education in Indonesia and which is the mission of Islam both traditional and modern is the pesantren, an Islamic boarding school that presses its students (students who study at the pesantren are called santri) to behave politely and have good morals which become a reference for daily life, in which there the learning process of understanding and understanding Islamic teachings in depth. On the other hand, Islamic boarding schools are a vehicle to seek knowledge by students and become a community to deepen Islamic religious knowledge, and also contain the meaning of Indonesian authenticity, pesantren began to be known in the archipelago in the 13-17 century and was introduced in Java in the 15-16 century. Key Word : Emotional Intelligence, Learning, Islamic Boarding School
MODEL PEMBELAJARAN RELIGIOUS CULTURE SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Lutfi Rachman
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya yang membentuk kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan di lingkungan kehidupan sehari-harinya. Agama merupakan suatu sistem nilai yang dianut oleh masyarakat dapat membentuk corak dan dinamika kehidupan bermasyarakat, karena agama merupakan sumber inspirasi, penggerak dan juga berperan sebagai pengontrol bagi kelangsungan dan ketentraman kehidupan manusia dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai makhluk sosial, maka nilai-nilai agama yang dianut sangat dibutuhkan. Implementasi pendidikan karakter perlu dikembangkan dalamsebuah pendekatan pembiasaan atau pembudayaan melalui religious culture yang secara esensi berkaitan erat dengan pendidikan karakter yakni berusaha menghasilkan peserta didik yang bermoral atau berprilaku baik. Maka yang menjadi sorotan dalam masalah tersebut adalah pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu jalan keluar untuk membina karakter generasi muda secara terarah, terprogram, dan maksimal agar dapat membentuk generasi muda yang cerdas intelektual dan berkualitas akhlaknya. Kata kunci : Pembelajaran, Religious Culture, Kurikulum, Pendidikan Islam
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN SPIRITUAL PASIEN PSIKOTIK SKIZOFRENIA Moch Khafidz Fuad Raya
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2020)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.v10i1.564

Abstract

AbstractIslamic religious education is an effort to educate humans in accordance with the teachings of Islam as a guide for one's life. Islamic Religious Education in reality only focuses on education organized by educational institutions or institutions from elementary to tertiary levels, but it has not touched the empirical areas faced by society such as Schizophrenia. This article uses Library Research Design. The results of the study is the number of cases that occur due to psychotic disorders has made a number of mental hospitals implement the forms of activities with the nuances of Islamic Religious Education in dealing with schizophrenia psychotic patients, such as Islamic counseling therapy, Islamic adab, Miliu therapy, interacting politely and kindly, and Islamic studies. These forms of handling have proven that Islamic Religious Education actually covers areas of medicine and health sciences, which in reality many consider Islamic Religious Education cannot touch these areas. A more in-depth study of the role of Islamic Religious Education is needed in order to make a real contribution to the problems faced by society.Keywords: Islamic Religious Education, Schizophrenia, Spiritual Development. AbstrakPendidikan Agama Islam merupakan upaya mendidik manusia sesuai dengan ajaran agama Islam sebagai petunjuk dan pedoman hidup seseorang. Pendidikan Agama Islam pada kenyataannya hanya berkutat pada pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi atau lembaga pendidikan dari jenjang dasar sampai perguruan tinggi, namun belum menyentuh wilayah-wilayah empirik yang dihadapi oleh masyarakat seperti Skizofrenia. Artikel ini menggunakan design penelitian kepustakaan. Hasil yang diperoleh yakni banyaknya kasus yang terjadi akibat gangguan psikotik ini membuat sejumlah rumah sakit jiwa menerapkan bentuk kegiatan yang bernuansa Pendidikan Agama Islam dalam menangani pasien psikotik skizofrenia, seperti Terapi konseling Islami, Adab Islami, Miliu terapi, berinteraksi dengan sopan dan ramah, serta Pengkajian Islami. Bentuk-bentuk penanganan tersebut telah membuktikan bahwa sebenarnya Pendidikan Agama Islam mencakup wilayah-wilayah kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan yang dalam kenyataannya banyak yang menilai Pendidikan Agama Islam tidak dapat menyentuh wilayah tersebut. Dibutuhkan kajian yang lebih mendalam mengenai peran Pendidikan Agama Islam agar dapat memberikan sumbangsih nyata pada problem-problem yang dihadapi oleh masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Skizofrenia, Pembinaan Spiritual.
REVITALISASI PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DI INDONESIA Apri Kurniasih
Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.v11i1.566

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji revitalisasi pendidikan Islam pada sejumlah bagian seperti konsep pendidikan, revitalisasi tiga terminologi (al-Tarbiyah, al-Ta’līm, dan al-Ta’dīb) dan kasus lembaga pendidikan Islam di Indonesia dari pola tradisional hingga perguruan tinggi. Pendidikan Islam di Indonesia memiliki sejarah panjang sejak abad ke-13 kemunculannya. Dalam perjalanannya, pendidikan Islam di Indonesia mengalami sejumlah perkembangan sesuai dengan konteks zaman. Di era modern ini terlebih di zaman revolusi industri, rupanya pendidikan Islam harus mengalami sejumlah revitalisasi untuk mensinkronkan antara kebutuhan pendidikan agama sebagai ruh ‘Islam’ dengan kondisi zaman yang sangat problematis. Dari berbagai sumber yang dikaji, dapat disimpulkan bahwa proses revitalisasi diperlukan untuk mengkonstruksi kembali pendidikan Islam agar dapat bertahan di persaingan global.Kata Kunci: Pendidikan Islam, revitalisasi, konsep, terminologi, institusi. AbstractThis article examines the revitalization of Islamic education in a number of areas such as the concept of education, the revitalization of three terminology (al-Tarbiyah, al-Ta'līm, and al-Ta'dīb) and the case of Islamic educational institutions in Indonesia from traditional patterns to higher education.Islamic education in Indonesia has a long history since the 13th century. During those centuries, Islamic education in Indonesia has undergone a number of developments according to the context of the times. In this modern era, especially in the era of the industrial revolution, it seems that Islamic education must undergo a number of revitalizations to synchronize the needs of religious education as an 'Islamic' spirit with the very problematic conditions of the times. From those information, it can be concluded that revitalization process on Islamic education is needed in order to survive in the globalized competition.Keywords: Islamic education, revitalization, concept, terminology, institutions.

Page 5 of 13 | Total Record : 121