cover
Contact Name
R. Panca Pertiwi Hidayati
Contact Email
wistara.unpas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wistara.unpas@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung, Jl. Sumatera No. 41 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 27223159     DOI : https://doi.org/10.23969/wistara
Core Subject : Education,
Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, berisi artikel dan/atau laporan hasil penelitian, kajian (teori maupun aplikasi), dan bahasan kepustakaan berkaitan dengan bidang bahasa, sastra, serta pengajarannya
Articles 112 Documents
Penerapan Model Sinektik Berorientasi Aktivitas dan Kreativitas Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Mengungkapkan Karakterisasi Tokoh Dalam Teks Biografi Rutiningsih, R.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2020): Vol. 1 No. 2, November 2020
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v1i2.2306

Abstract

Membaca dan menulis adalah dua keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai oleh siswa. Namun, hasil observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Baleendah menunjukkan bahwa hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji: (a) perbedaan aktivitas siswa menggunakan model pembelajaran sinektik dan model konvensional, (b) perbedaan kreativitas siswa menggunakan model pembelajaran sinektik dan model konvensional, (c) perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran sinektik dan model konvensional, (d) korelasi antara kreativitas dan hasil belajar, dan (e) tanggapan pengamat dan siswa terhadap penggunaan model sinektik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran dengan desain tertanam. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Baleendah dan sampel acak dipilih dengan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes dan non-tes. Instrumen tes yang digunakan adalah tes kemampuan siswa untuk mengekspresikan karakterisasi karakter dan instrumen non-tes yang diterapkan adalah dalam bentuk kuesioner, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Kegiatan siswa yang menggunakan model synectics lebih baik daripada yang menggunakan yang konvensional. Ini didukung oleh data indeks gain dengan perbandingan yang mencapai rata-rata 35,64: 21,50. 2) Kreativitas siswa yang menggunakan model sinektik lebih baik daripada yang menggunakan model konvensional. Ini didukung oleh data indeks gain dengan perbandingan yang mencapai rata-rata 16,20: 13,46. 3) Hasil belajar siswa yang menggunakan model sinektik lebih baik daripada yang menggunakan model konvensional. Ini didukung oleh data indeks gain dengan perbandingan yang mencapai rata-rata 21,12: 18,34. 4) Ada hubungan antara kreativitas dan hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,875 di kelas dengan model sinektik dan 0,824 di kelas dengan pembelajaran konvensional. 5) Tanggapan siswa dan pengamat terhadap model pembelajaran sinektik sangat positif dengan skor kuesioner rata-rata yang mencapai 43,58 dan 46,50 yang tergolong kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, model synektik dalam kegiatan belajar mengajar sangat cocok digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran untuk mengekspresikan karakterisasi karakter dalam teks biografi.
Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Bertema Religi dan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Menggunakan Teknik Peta Pikiran pada Siswa Kelas VIII MTs Negeri 1 Bandung Miranti, Ati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2020): Vol. 1 No. 2, November 2020
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v1i2.2307

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menulis teks eksplanasi bertema religi dan berpikir kritis siswa setelah diberi pembelajaran dengan menggunakan teknik peta pikiran. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Bandung. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode campuran (mix method). Pengumpulan data menggunakan teknik tes (awal dan akhir), observasi, dan wawancara mendalam (indepth interview). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi bertema religi dan berpikir kritis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan teknik peta pikiran, lebih baik, dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya secara konvensional. Pada tes awal, kemampuan menulis teks eksplanasi bertema religi menunjukkan nilai rata-rata 40,52 dan tes akhir rata-rata nilai menjadi 80,04. Rata-rata nilai tes awal kemampuan berpikir kritis siswa adalah 53,96,sedangkan rata-rata nilai tes akhir mencapai 80,76. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran berjalan sesuai rencana pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara, guru dan siswa memberikan tanggapan yang positif pada pembelajaran menulis teks eksplanasi bertema religi menggunakan teknik peta pikiran.
Penerapan Pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) dalam Pembelajaran Memproduksi Teks Cerpen Berorientasi Komplikasi dan Dampaknya Terhadap Sikap Kreatif Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Baleendah Mutiah, Euis Hasanah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2020): Vol. 1 No. 2, November 2020
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v1i2.2308

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan dan hasil wawancara dengan siswa, pembelajaran memproduksi teks cerpen mengalami permasalahan yaitu kesulitan dalam hal pengungkapan ide. Peranan pendekatan berpengaruh terhadap permasalahan pembelajaran. Salah satu alternatif pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan memproduksi teks cerpen dan berdampak positif terhadap berpikir kreatif peserta didik adalah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), keberhasilan peserta didik kelas XI SMKN 3 Baleendah dalam memproduksi teks cerita pendek berorientasi komplikasi setelah melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL); dan mendeskiripsikan dampak positif berpikir kreatif peserta didik kelas XI SMK Negeri 3 Baleendah setelah melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajararan memproduksi teks cerpen berorientasi komplikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi model atau desain sequential exploratory dengan kuantitatif tipe one group pre tes post test. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 3 Baleendah. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntasi 3 berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, tes dan angket. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai Zhitung = 4,16495. Pada taraf signifikansi 0,05 besarnya nilai Ztabel = 0,00003. Data tersebut menunjukkan bahwa nilai Zhitung Lebih besar dari Ztabel (Zhitung>Ztabel ). Hasil perhitungan dan analisis tersebut menunjukkan Ho ditolak, Ha diterima. Dengan demikian hasil perhitungan dan analisis tersebut menunjukkan bahwa peserta didik berhasil memproduksi teks cerpen dengan baik dan berdampak positif terhadap berpikir kreatif setelah diterapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran memproduksi teks cerpen berorientasi komplikasi. Dengan demikian hasil perhitungan dan analisis tersebut menunjukkan bahwa peserta didik berhasil memproduksi teks cerpen dengan baik dan berdampak positif terhadap berpikir kreatif setelah diterapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran memproduksi teks cerpen berorientasi komplikasi.
Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Menulis Kreatif Cerita Fantasi dan Hubungannya dengan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Jatisari Kota Karawang Rismasellia, Eggy
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2020): Vol. 1 No. 2, November 2020
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v1i2.2309

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi minimnya kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis kreatif cerita dan kemandirian belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Apakah siswa mampu menulis kreatif cerita fantasi melalui model pembelajaran discovery learning ? 2. Seperti apakah bentuk kemandirian siswa dalam menulis kreatif cerita fantasi melalui penggunaan model pembelajaran discovery learning? 3. Adakah pengaruh penggunaan model pembelajaran discovery learning terhadap tingkat kemandirian belajar dalam kaitannya dengan kemampuan menulis kreatif cerita fantasi? Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment atau eksperimen semu. Artinya, ekseperimen yang tidak sebenarnya. Dikatakan demikian, karena eksperimen jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti aturan-aturan tertentu Arikunto (2010:123). Dalam eksperimen ini digunakan data hasil tes menulis kreatif cetita fantasi. Keterampilan menulis kreatif cerita fantasi dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dan kemandirian belajar untuk mengetahui keberhasilan belajar tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode One Way ANAVA. jika nilai sig nya lebih besar dari 0,05 artinya data berdistribusi normal, jika nilai signya lebih rendah dari 0,05 artinya data tidak berdistribusi normal. Dari proses di atas diperoleh data, bahwa setelah dilakukannya penelitian adanya pengaruh model pembelajaran discovery learning pada kemampuan menulis kreatif cerita fantasi dan berdasarkan hasil data tentang angket kemandirian belajar siswa, kemandirian di kelas eksperimen (discovery learning) dan di kelas konvensional tidak jauh berbeda tetapi ada perbedaan kemampuan menulis yang signifikan antara yang kemandiriannya rendah di kelas konvensional dengan yang kemandiriannya tinggi di kelas eksperimen (discovery learning) artinya terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap tingkat kemandirian belajar siswa dalam kaitannya dengan kemampuan menulis kreatif cerita fantasi., maka dapat di simpulkan bahwa kemadirian belajar berpengaruh pada kemampuan menulis kreatif cerita fantasi.
Penerapan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Menulis Teks Anekdot Berorientasi Sense of Humor Melalui Media Karikatur pada Siswa SMK Kelas X Hayati, Cucu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2020): Vol. 1 No. 2, November 2020
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v1i2.2310

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan siswa dalam menulis teks anekdot dikarenakan kurangnya sense of humor. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Dapatkah siswa menerapkan kemampuan berpikir kritis dalam menulis teks anekdot berorientasi sense of humor? (2) Bagaimanakah wujud berpikir kritis yang terdapat dalam teks anekdot karya siswa? (3) Bagaimanakah wujud sense of humor dalam teks anekdot karya siswa? (4) Apakah sense of humor dalam teks anekdot siswa terkait dengan media karikatur? (5) Apakah media karikatur berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam membuat teks anekdot berorientasi sense of humor? Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan tipe penyisipan. Desain yang digunakan adalah eksperimen semu dengan model desain kontrol prates dan pascates berpasangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMK Pasundan 1 Bandung Kelas X terdiri atas 2 kelas, masing-masing 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan. Kesimpulannya bahwa berpikir kritis dapat diterapkan siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot berorientasi sense of humor, wujud berpikir kritis adalah bahasa tulisan berupa teks anekdot, wujud sense of humor adalah kalimat berisi yang muluk-muluk, menggunakan ironi, permainan makna kata, komentar tajam suatu hal, dan media karikatur berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menghasilkan teks anekdot berorientasi sense of humor.
Kajian Simbol dalam Penokohan pada Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi: Tinjauan Semiotik Peirce Sebagai Alternatif Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Marliati, Alis
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 1 No 2 (2020): Vol. 1 No. 2, November 2020
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v1i2.2311

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya gejala penurunan nilai-nilai moral bangsa di kalangan generasi muda, sehingga perlu antisipasi melalui pembelajaran yang berbasis nilai-nilai moral melalui penyedian bahan ajar yang berorientasi pada nilai-nilai moral bangsa. Berdasarkan dari hal tersebut, maka dalam penelitian ini dirumuskan masalah sebagai berikut: bagaimanakah bentuk simbol yang terdapat dalam kajian penokohan novel Negeri 5 Menara berdasarkan tinjauan semiotik? bagaimanakah makna simbol dari bentuk simbol yang terdapat unsur penokohan dalam novel Negeri 5 Menara berdasarkan tinjauan semiotik ? dan dapatkah hasil kajian simbol yang terdapat dalam unsur penokohan novel Negeri 5 Menara dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar bahasa dan sastra Indonesia berdasarkan kurikulum 2013?. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk simbol yang diteliti dalam penokohan novel Negeri 5 Menara berdasarkan tinjauan semiotik Peirce; mendeskripsikan makna simbol yang dimaknai terbatas pada bentuk simbol kata, frasa dan kalimat dari kajian penokohan dan mendeskripsikan pemanfaatan hasil kajian simbol dalam penokohan yang terdapat pada novel Negeri 5 Menara akan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif bahan ajar dalam bentuk LKPD berdasarkan tuntutan kurikulum 2013, aspek bahasa dan aspek psikologis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian content analysis. Artinya, penelitian novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dikaji secara teliti dengan menggunakan pedoman analisis. Setelah dilakukan penelitian dan analisis pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Penulis novel Negeri 5 Menara mengungkapkan bentuk simbol berupa kata, frasa dan kalimat dalam penokohan pada novel Negeri 5 Menara. (2) Makna simbol dalam penokohan pada novel Negeri 5 Menara meliputi beberapa aspek antara lain, religius, disiplin, kerja keras , jujur, kreatif, mandiri, peduli dan tanggung jawab. (3) Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar bahasa dan sastra Indonesia di SMA kelas XII.
Kajian Pragmatik Terhadap Kesantunan Berbahasa Berbasis Kearifan Lokal dalam Harian Umum Palembang Pos Sebagai Upaya Penyusunan Bahan Ajar Menganalisis Isi Struktur Teks Negosiasi Bahasa Indonesia Kelas X di SMK Sugianto, Endang
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 1 (2022): Vol. 3 No. 1, Mei 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v3i1.2557

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan unsur instrinsik berorientasi nilai pendidikan karakter dalam novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq ditinjau dari kajian struktural serta relevansinya sesuai tuntutan bahan ajar Kurikulum 2013 bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan deskriptif analisis dengan sumber data utama novel Dilan 1990. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) unsur intrinsik novel terbaca secara utuh dan padu meliputi alur, tokoh, latar, sudut pandang, gaya bahasa, amanat, dan tema; 2) Melalui tokoh utama Dilan dan Milea (Aku), terungkap karakter yang menggambarkan nilai pendidikan karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas; 3) Berdasarkan pertimbangan aspek bahasa, psikologi, latar belakang budaya, kurikulum, dan penilaian dari penilai ahli (expert judgment), dapat dinyatakan bahwa novel Dilan 1990 layak digunakan sebagai materi bahan ajar apresiasi sastra sesuai tuntutan Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia di SMA.
Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Ulasan Cerita Pendek untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 46 Bandung Tahun Pelajaran 2018/2019 Nurhayati, Yetti
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 1 (2022): Vol. 3 No. 1, Mei 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v3i1.2561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam menulis teks ulasan cerita pendek dengan menggunakan model discovery learning; (2) mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks ulasan cerita pendek antara yang menggunakan model discovery learning dengan model ekspositori; (3) mengetahui penerapan model discovery learning dalam pembelajaran menulis teks ulasan cerita pendek terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; (4) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang menggunakan model discovery learning dengan model ekspositori. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan menulis teks ulasan cerita pendek siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan yang diketahui berdasarkan nilai prates dan nilai pascates. Peningkatan kemampuan menulis teks ulasan cerita pendek siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal tersebut diketahui berdasarkan data N-gain diperoleh nilai sig. = 0,000, artinya rerata skor N-gain kemampuan menulis teks ulasan siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada N-gain kemampuan menulis teks ulasan siswa di kelas kontrol. Kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan, hal tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai prates dan pascates kemampuan berpikir kritis. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil data N-gain diperoleh nilai Sig = 0,000 < a (a = 0,05), artinya rataan skor N-gain kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
Kajian Stilistika Terhadap Metafora dan Imaji dalam Kumpulan Lirik Lagu Karya Iwan Fals serta Relevansinya dengan Tuntutan Bahan Ajar Kurikulum 2013 di SMK Rahadian, Lidya
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 1 (2022): Vol. 3 No. 1, Mei 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v3i1.2562

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan metafora dan imaji dalam lirik lagu album Wakil Rakyat karya Iwan Fals ditinjau dari kajian stilistika serta relevansinya sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMK berdasarkan Kurikulum 2013. Metode yang digunakan deskriptif analisis melalui kajian stilistika. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi penyidik melalui penilai ahli (expert judgment). Sumber data utamanya 10 lirik lagu pada album Wakil Rakyat karya Iwan Fals. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) terdapat ungkapan dalam lirik lagu yang mengandung metafora antropomorfik (anthropomorphic metaphor), metafora sinestetik (synesthetic metaphor), metafora pengabstrakan (from concret to abstract metaphor), dan metafora kehewanan (animal metaphor); (2) terdapat ungkapan ditemukan dalam lirik lagu yang mengandung imaji penglihatan (visual imagery), imaji pendengaran (auditory imagery), imaji penciuman (olfactory imagery), imaji pengecapan (gustatory imagery), imaji rabaan (tactile imagery), dan imaji gerak (kinesthetic imagery); (3) berdasarkan aspek latar belakang budaya, psikoliogis, kebahasaan, kurikulum 2013 dan telaah penilai ahli (expert judgment), dapat disimpulkan bahwa lirik lagu dalam album Wakil Rakyat karya Iwan Fals relevan dijadikan materi bahan ajar apresiasi puisi sesuai tuntutan Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia di Kelas X, XI dan XII SMK.
Pengembangan Komik Sebagai Media Pembelajaran Teks Biografi dalam Upaya Meningkatkan Minat Baca pada Siswa Kelas X SMKN 3 Bandung Maryani, Yani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 1 (2022): Vol. 3 No. 1, Mei 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v3i1.2563

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media komik pembelajaran, khususnya materi teks biografi untuk siswa kelas X SMKN 3 Bandung. Penelitian mengacu pada model pengembangan metode 4D (define, design, develop, dan disseminate). Pada tahap define diawali dengan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengukur kebutuhan terhadap pembelajaran. Pada tahap design dilakukan dengan menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran. Tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu pemilihan media dan perancangan produk. Tahap develop dilakukan dengan dua langkah yaitu pengembangan produk berdasarkan perancangan pada tahap sebelumnya, dan uji kelayakan produk melalui hasil analisis dari validasi ahli. Tahap disseminate adalah tahap akhir dari pembuatan media komik. Tahap ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tahap pengemasan dan penyebarluasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media yang dihasilkan berupa komik telah memenuhi kriteria dengan rerata skor 91,52% atau berkategori sangat valid sehingga dinyatakan bahwa media komik yang dikembangkan sangat layak digunakan oleh siswa kelas X SMKN 3 Bandung; (2) hasil perhitungan diperoleh bahwa media yang dikembangkan efektif dengan gain score 0,72 dan bobot keefektifan sebesar 30,25% dibandingkan dengan media konvensional; (3) media komik dapat meningkatkan minat baca siswa dengan gain score sebesar 0,45 dengan kategori sedang.

Page 4 of 12 | Total Record : 112