cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016)" : 12 Documents clear
Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala Nina Farlina
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3223.044 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4181

Abstract

Abstract: This article is an analysis of the representation on the symbolic violence by Pierre Bourdieu against the Betawi women in Kronik Betawi Novel’s Ratih Kumala. This methode uses the qualitative methode from literature studies to analize the symbolic violence against the Betawi women in this novel. The symbolic violence in this novel occurs when the traditional values and religion that tend to patriachal system. It can infleuence the Betawi women in determining the role and the position of Betawi women in everyday life, like Juleha character in this novel. The Betawi women can not contribute freely in public area. However, the Betawi women can also contribute in the reconstruction of Betawi women identity in public area with the cultural values and religion like Edah character. Indeed, in this novel, there is the construction of identity Betawi women and the important role of Betawi women in development of country. Keywords: symbolic violence; Betawi women; patriarchal; Kronik Betawi Abstrak: Artikel ini membahas tentang representasi kekerasan simbolik oleh Pierre Bourdieu terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang diambil dari kajian pustaka mengenai kekerasan simbolik terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi. Kekerasan simbolik dalam novel ini terjadi karena adanya nilai-nilai tradisional Betawi dan religi yang cenderung patriaki yang memberikan pengaruh dalam menentukan peran dan posisi kaum perempuan Betawi dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat termarginalisasi, subordinasi, sebagaimana karakter Juleha dalam novel tersebut. Sehingga kaum perempuan Betawi tidak dapat berkontribusi di ranah publik dengan leluasa karena adanya nilai-nilai adat dan religi. Namun, kaum perempuan Betawi dapat juga memberikan kontribusinya dalam proses rekontruksi identitas perempuan Betawi dalam nilai-nilai budaya dan agama di ranah publik sebagaimana yang diperankan Edah meskipun marginalisasi juga terjadi. Hal tersebut merupakan bentuk kontruksi identitas kaum perempuan Betawi sehingga kekerasan simbolik dapat terhindarkan. Peran perempuan Betawi dapat diperhitungkan dalam kemajuan bangsa dan negara. Kata Kunci: kekerasan simbolik; perempuan betawi; patriarki; Kronik Betawi 
Membedah Relevansi dalam Iklan “WRP” Neneng Nurjanah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4265.972 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4180

Abstract

Abstract: According to Sperber and Wilson, communication in advertisement is ostensive-inferential communication. This communication needs contextual effect and ostensive stimulus which was known to listener's (market segmentation). In WRP 6 day diet pack ad, advertising agency employs some contextual effect and ostensive stimulus to make listener interested and wanted to buy the product. To explore about the communication in WRP 6 day diet pack ad, this paper employs pragmatics method, especially relevance theory. Tanaka says that relevance theory serve comprehensive account to investigate speeches in order to get speaker meaning. The result of this research is advertising agency (speaker) addressed this ad to middle high class women as market segmentation (listener). Advertising agency also employed some contextual effect such as body discourse, health discourse, and others diet program and also employed ostensive stimulus such as color and font size to make high relevance speech. Keywords: ostensive-inferencial communication; ostensive stimulus; constectual effect; theory of relevance Abstrak: Komunikasi dalam iklan menurut Sperber dan Wilson merupakan komunikasi ostensif-inferensial yang melibatkan efek kontekstual dan stimulus ostensive diketahui oleh kawan tuturnya (pangsa pasar). Begitu pula dengan iklan WRP 6 day diet pack, agensi iklan memanfaatkan efek kontekstual yang berada dalam benak pangsa pasarnya agar mereka tertarik dan membeli produk tersebut. Untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi dalam iklan WRP 6 day diet pack, artikel ini memanfaatkan pendekatan pragmatik, khususnya teori relevansi. Teori relevansi menurut Tanaka menyediakan catatan yang paling komprehensif dalam menyelidiki tuturan berdasarkan makna penutur. Tujuan penelitian ini untuk menyelisik relevansi iklan WRP 6 day diet pack. Adapun temuan yang diperoleh dari artikel ini adalah agensi iklan WRP 6 day diet pack menujukkan iklan tersebut kepada perempuan dewasa dari golongan menengah atas sebagai kawan tutur atau pangsa pasar. Selain itu, agensi iklan memanfaatkan beberapa efek kontekstual, seperti wacana tubuh, kesehatan dan program diet lain serta memanfaatkan stimulus ostensif berupa pemilihan warna dan ukuran huruf untuk menghasilkan tuturan dengan derajat relevansi yang tinggi. Kata Kunci: komunikasi ostensif-inferensial; stimulus ostensif; efek kontekstual; teori relevansi 
Membangkitkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Melalui Media Komik Randi Ramliyana
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3740.385 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4183

Abstract

Abstract: This research used a qualitative method with case study approach. The aim of this research is to describe the use of media comic to raise the motivation to learn in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Trisakti University Language Center. One of the biggest problems facing the BIPA learning is learning motivation of participants. There are many reasons the participants are less motivated to learn BIPA, one of which is a boring classroom atmosphere. One thing we know to raise the motivation to study participants is to give something extraordinary and new in BIPA learning, especially among participants adolescence and early adulthood. The results showed that comics can be used efficiently to generate motivation to learn BIPA participants. Therefore, the use of comics into learning will have the same impact with the use of the method of learning the game in BIPA. It provides a pleasant atmosphere in the classroom. Comics are not just entertaining and engaging participants, but also there are many reasons to use it in teaching BIPA. Keywords: universal pragmatism; motivation; comic; media; BIPA Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan media komik untuk membangkitkan motivasi belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Pusat Bahasa Universitas Trisakti Jakarta. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi dalam pembelajaran BIPA ialah motivasi belajar peserta.  Banyak alasan peserta kurang  termotivasi  dalam  belajar  BIPA,  salah  satunya  adalah suasana kelas yang membosankan. Salah satu yang dapat membangkitkan  motivasi  belajar  peserta adalah dengan memberikan suatu  hal  yang luar biasa dan baru di dalam pembelajaran BIPA, terutama di antara peserta usia remaja dan dewasa awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik dapat digunakan secara efisien untuk membangkitkan motivasi belajar peserta BIPA. Oleh karena itu, penggunaan komik ke dalam pembelajaran akan memiliki  dampak  yang sama dengan penggunan metode permainan  di dalam pembelajaran BIPA.  Hal  tersebut  memberikan atmosfer yang menyenangkan di dalam kelas. Komik tidak hanya menghibur  dan  menarik peserta, tetapi  banyak manfaat menggunakannya di dalam pembelajaran BIPA. Kata Kunci: motivasi; komik;  media;  BIPA 
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri terhadap Kemampuan Menulis Narasi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Adi Permana; Hilda Hilaliyah; Ahmad Muzak
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2482.397 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4184

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine how the use of media images influence on the ability to write narrative series. This research is a quantitative experiment using a single experimental class and the control class as a comparison. Subjects were students of class VIII SMP IT Darus-Sholihin Sawangan as many as 32 students. Collecting data in this study using a test instrument board. Conclusions from this research that the use of media images affect the ability to write narrative series learners class VIII SMP IT Darus-Sholihin sawangan. In testing the hypothesis at the 5% significance level obtained t > t table (2.27> 1.75), so Ho refused and H1 accepted. So the hypothesis significantly verified and accepted. Thus concluded there are significant media use picture series on narrative writing skills of students. Average narrative writing skills of students who use the media image series (73.43) is higher than that using the conventional method (64.68) Keywords: Media Image Serial; Narrative Writing; Influence Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap kemampuan menulis narasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol sebagai pembanding. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP IT Darus-Sholihin Sawangan Depok sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument tes tulis. Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa penggunaan media gambar seri mempengaruhi kemampuan menulis narasi peserta didik kelas VIII SMP IT Darus-Sholihin Sawangan Depok. Dalam pengujian hipotesis pada taraf signifikansi 5% diperoleh   thitung > ttabel  (2,27 > 1,75) , dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga hipótesis teruji kebenarannya dan secara signifikan diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap kemampuan menulis narasi siswa. Rata-rata kemampuan menulis narasi siswa yang menggunakan media gambar seri (73,43) lebih tinggi dari pada yang menggunakan metode konvensional (64,68). Kata Kunci: media gambar berseri; menulis narasi;  pengaruh 
Tipe-Tipe Kalimat Majemuk Setara dalam Bahasa Jawa Ngoko Ari Wulandari
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3175.253 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4179

Abstract

Abstract: This study aims to describe the types of the structure and relationship between clause of compound sentences in the lowest level Javanese. Compound sentence is a sentence that has parallel clause relationship, equal, or not having a subordinate clause. Data are obtained from the intuition of researcher as Javanese speakers and listening to Javanese conversations. Data analysis was performed by the distributional techniques to identify the structures and identity techniques to clarify the constituents. The results obtained is that the compound sentence consists of two main things. The ones which based on its structure consist of four types, namely: (1) Subject Predicate (Object) (Complement) (Adverb) + SP(O) (C) (A) + SP(O)(C)(A), (2) SP1 + P2 + P3, (3) P1 + S1P2 (+ P3), and (4) S1P1 + S2. While the others which based on the relationship clause, consist of five types, namely: (1) the sum relationship, (2) the choice relationship, (3) the resistance relationship, (4) the excessive relationship, and (5) the continuous relationship. Keywords: clauses relationship, compound sentence, distributional techniques, identification techniques, the lowest level of Javanese Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tipe-tipe struktur dan hubungan antarklausa kalimat majemuk dalam bahasa Jawa ngoko. Kalimat majemuk adalah kalimat yang hubungan klausanya paralel, sama atau tidak memiliki klausa bawahan. Data diperoleh dari intuisi peneliti sebagai penutur bahasa Jawa serta menyimak percakapan yang berlangsung dalam bahasa Jawa. Data dianalisis menggunakan teknik distribusi untuk mengidentifikasi struktur dan teknik identitas untuk memperjelas konstituen. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada kalimat majemuk terdapat dua hal yang utama, yang berdasarkan struktur terdiri atas empat jenis, yaitu: (1) Subyek Predikat (Obyek) (Pelengkap) (Keterangan) + SP(O) (Pel) (Ket) + SP(O)(Pel)(Ket), (2) SP1 + P2 + P3, (3) P1 + S1P2 (+ P3), and (4) S1P1 + S2. Sementara itu, yang berdasarkan hubungan klausa, terdiri dari lima jenis, yaitu: (1) hubungan penjumlahan, (2) hubungan pilihan, (3) hubungan perlawanan, (4) hubungan berlebihan, dan (5) hubungan yang terus menerus atau  berkesinambungan. Kata Kunci: hubungan klausa, kalimat majemuk, teknik distribusi, teknik identifikasi, bahasa Jawa ngoko 
Analisis Gaya Bahasa dan Latar Belakang Sosial Budaya dalam Cerita Lisan Refleksi Karya Prie G.S. Mahmudah Fitriyah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4174.141 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4185

Abstract

Abstract: There are many traditional oral literature which is nuanced of reflection is no longer known by people, eventhough this kind of literature anthropologicaly was formed by people tradition. It means that in the oral literature there are values which had been embraced by the owners. Even, many of the oral literature form have myth. The reflective text of an Indonesian humanist, Prie GS, can be categorized as spoken literary discourse by the author through the well known radiobroadcasts such as “Smart” in Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, and “Sindi Kasih Semarang”. This study used qualitative method. Qualitative method is known as a research prosedure to result description analysis in the form of words from thr reflection text of Prie GS whis is the research object. The result shows that (a) The story is simply and not simply expressed whic can be seen from the forming of the figure of speech.. (b) The most dominant figure of speeches used are personification, allution, and methaphore. Keywords: reflection; figure of speech act; historical value; social value Abstrak: Banyak sastra tradisi lisan yang bernuansa refleksi tidak lagi dikenal masyarakat, padahal bentuk sastra ini dipandang secara antropologis dibentuk oleh tradisi masyarakat. Ini berarti sastra lisan di dalamnya terdapat nilai-nilai yang pernah dianut oleh masyarakat penciptanya. Bahkan, banyak di antara bentuk sastra lisan itu yang memiliki mitos. Teks reflektif hasil karya budayawan Indonesia bernama Prie GS dapat dikategorikan sebagai wacana susastra yang dilisankan oleh pengarangnya melalui siaran-siaran radio terkenal seperti pemancar radio Smart di Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan dan Radio Sindi Kasih  Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dipahami sebagai suatu prosedur penelitian untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kata-kata dari teks refleksi karya Prie GS yang menjadi objek penelitian ini. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah (a) Kisah cerita diungkapkan dengan cara yang lugas dan tak lugas hal itu tampak dalam penciptaan gaya bahasa; (b) Penggunaan gaya bahasa yang menonjol adalah gaya bahasa personifikasi, alusi, dan metafora. Kata Kunci: refleksi; gaya bahasa; nilai budaya; nilai sosial 
Obsesi Tokoh Utama terhadap Makanan dalam Novel Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak Noviana Nitami
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3380.362 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4182

Abstract

Abstract: This study is motivated by the human changes in treating food which is caused by the displacement of society, technology, culture and time change. The aims of this study is to find the obsession on the food in the novel Aruna dan Lidahnya. The method used in this research is descriptive qualitative, in which data is collected by library research. The research result in the leading factor of the main character’s obsession to the food, single status, source of happiness, a mean of self-liberation, occupational factors, lifestyle, and educational background. Aruna’s obsession is categorized as compulsive obsession. Compulsive obsession is a repetitive behaviour that performed by someone because she thinks it ia a must. Keywords: Aruna dan Lidahnya; Laksmi Pamuntjak; Food; Obsession; Literature learning Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan manusia dalam memperlakukan makanan yang disebabkan oleh adanya perpindahan masyarakat, budaya teknologi, dan perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel Aruna dan Lidahnya. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kajian pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis struktural yakni membaca dan memahami kembali data yang sudah diperoleh. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel  Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor status yang masih sendiri, sumber kebahagiaan, sarana pembebasan diri, faktor pekerjaan, gaya hidup, dan latar belakang pendidikan. Obsesi yang dialami oleh Aruna tergolong ke dalam obsesi kompulsif yaitu perilaku yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang karena merasa harus melakukannya. Kata Kunci: Aruna dan Lidahnya, Laksmi Pamuntjak, Makanan, Obsesi,  Pembelajaran Sastra 
Analisis Gaya Bahasa dan Latar Belakang Sosial Budaya dalam Cerita Lisan Refleksi Karya Prie G.S. Mahmudah Fitriyah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4185

Abstract

Abstract: There are many traditional oral literature which is nuanced of reflection is no longer known by people, eventhough this kind of literature anthropologicaly was formed by people tradition. It means that in the oral literature there are values which had been embraced by the owners. Even, many of the oral literature form have myth. The reflective text of an Indonesian humanist, Prie GS, can be categorized as spoken literary discourse by the author through the well known radiobroadcasts such as “Smart” in Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, and “Sindi Kasih Semarang”. This study used qualitative method. Qualitative method is known as a research prosedure to result description analysis in the form of words from thr reflection text of Prie GS whis is the research object. The result shows that (a) The story is simply and not simply expressed whic can be seen from the forming of the figure of speech.. (b) The most dominant figure of speeches used are personification, allution, and methaphore. Keywords: reflection; figure of speech act; historical value; social value Abstrak: Banyak sastra tradisi lisan yang bernuansa refleksi tidak lagi dikenal masyarakat, padahal bentuk sastra ini dipandang secara antropologis dibentuk oleh tradisi masyarakat. Ini berarti sastra lisan di dalamnya terdapat nilai-nilai yang pernah dianut oleh masyarakat penciptanya. Bahkan, banyak di antara bentuk sastra lisan itu yang memiliki mitos. Teks reflektif hasil karya budayawan Indonesia bernama Prie GS dapat dikategorikan sebagai wacana susastra yang dilisankan oleh pengarangnya melalui siaran-siaran radio terkenal seperti pemancar radio Smart di Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan dan Radio Sindi Kasih  Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dipahami sebagai suatu prosedur penelitian untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kata-kata dari teks refleksi karya Prie GS yang menjadi objek penelitian ini. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah (a) Kisah cerita diungkapkan dengan cara yang lugas dan tak lugas hal itu tampak dalam penciptaan gaya bahasa; (b) Penggunaan gaya bahasa yang menonjol adalah gaya bahasa personifikasi, alusi, dan metafora. Kata Kunci: refleksi; gaya bahasa; nilai budaya; nilai sosial 
Representasi Kekerasan Simbolik terhadap Perempuan Betawi dalam Novel Kronik Betawi Karya Ratih Kumala Nina Farlina
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4181

Abstract

Abstract: This article is an analysis of the representation on the symbolic violence by Pierre Bourdieu against the Betawi women in Kronik Betawi Novel’s Ratih Kumala. This methode uses the qualitative methode from literature studies to analize the symbolic violence against the Betawi women in this novel. The symbolic violence in this novel occurs when the traditional values and religion that tend to patriachal system. It can infleuence the Betawi women in determining the role and the position of Betawi women in everyday life, like Juleha character in this novel. The Betawi women can not contribute freely in public area. However, the Betawi women can also contribute in the reconstruction of Betawi women identity in public area with the cultural values and religion like Edah character. Indeed, in this novel, there is the construction of identity Betawi women and the important role of Betawi women in development of country. Keywords: symbolic violence; Betawi women; patriarchal; Kronik Betawi Abstrak: Artikel ini membahas tentang representasi kekerasan simbolik oleh Pierre Bourdieu terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang diambil dari kajian pustaka mengenai kekerasan simbolik terhadap kaum perempuan Betawi dalam novel Kronik Betawi. Kekerasan simbolik dalam novel ini terjadi karena adanya nilai-nilai tradisional Betawi dan religi yang cenderung patriaki yang memberikan pengaruh dalam menentukan peran dan posisi kaum perempuan Betawi dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat termarginalisasi, subordinasi, sebagaimana karakter Juleha dalam novel tersebut. Sehingga kaum perempuan Betawi tidak dapat berkontribusi di ranah publik dengan leluasa karena adanya nilai-nilai adat dan religi. Namun, kaum perempuan Betawi dapat juga memberikan kontribusinya dalam proses rekontruksi identitas perempuan Betawi dalam nilai-nilai budaya dan agama di ranah publik sebagaimana yang diperankan Edah meskipun marginalisasi juga terjadi. Hal tersebut merupakan bentuk kontruksi identitas kaum perempuan Betawi sehingga kekerasan simbolik dapat terhindarkan. Peran perempuan Betawi dapat diperhitungkan dalam kemajuan bangsa dan negara. Kata Kunci: kekerasan simbolik; perempuan betawi; patriarki; Kronik Betawi 
Obsesi Tokoh Utama terhadap Makanan dalam Novel Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak Noviana Nitami
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4182

Abstract

Abstract: This study is motivated by the human changes in treating food which is caused by the displacement of society, technology, culture and time change. The aims of this study is to find the obsession on the food in the novel Aruna dan Lidahnya. The method used in this research is descriptive qualitative, in which data is collected by library research. The research result in the leading factor of the main character’s obsession to the food, single status, source of happiness, a mean of self-liberation, occupational factors, lifestyle, and educational background. Aruna’s obsession is categorized as compulsive obsession. Compulsive obsession is a repetitive behaviour that performed by someone because she thinks it ia a must. Keywords: Aruna dan Lidahnya; Laksmi Pamuntjak; Food; Obsession; Literature learning Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan manusia dalam memperlakukan makanan yang disebabkan oleh adanya perpindahan masyarakat, budaya teknologi, dan perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel Aruna dan Lidahnya. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kajian pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis struktural yakni membaca dan memahami kembali data yang sudah diperoleh. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa obsesi terhadap makanan yang terdapat dalam novel  Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor status yang masih sendiri, sumber kebahagiaan, sarana pembebasan diri, faktor pekerjaan, gaya hidup, dan latar belakang pendidikan. Obsesi yang dialami oleh Aruna tergolong ke dalam obsesi kompulsif yaitu perilaku yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang karena merasa harus melakukannya. Kata Kunci: Aruna dan Lidahnya, Laksmi Pamuntjak, Makanan, Obsesi,  Pembelajaran Sastra 

Page 1 of 2 | Total Record : 12