cover
Contact Name
Widi Sriyanto
Contact Email
widi.sriyanto@polimedia.ac.id
Phone
+6282123413157
Journal Mail Official
pekamas@polimedia.ac.id
Editorial Address
Jl. Srengseng Sawah No.5, RW.12, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28072871     EISSN : 28071557     DOI : https://doi.org/10.46961/pkm.v1i1
PEKAMAS merupakan jurnal yang ditujukan untuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat dari para dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurnal PEKAMAS diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Media Kreatif. PEKAMAS menerima manuskrip atau artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): Januari" : 7 Documents clear
PELATIHAN LEAN MANUFACTURING, PENJADWALAN PRODUKSI DAN PEMILIHAN SUPPLIER DI INDUSTRI MANUFAKTUR farhan, ahmad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.791

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di supplier PT. Komatsu Indonesia sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi alat berat. Supplier PT komatsu berusaha meningkatkan hasil produksinya untuk memenuhi kepuasan dan kepercayaan pelanggan, tetapi pelanggan mengeluhkan bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan produk yang di pesan, hal ini dikarenakan kendala yang dialami oleh perusahaan. Berdasarkan pengamatan secara langsung di lantai produksi didapati bahwa tidak tercapainya rata – rata target produksi dikarenakan adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah atau waste dan terjadi keterlambatan bahan baku. Solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah tersebut berupa pelatihan Lean Manufacturing untuk mengurangi waktu waste, perencanaan produksi untuk menjadwalkan produksi untuk menghindari perpanjangan waktu penyelesaian produksi yang pada akhirnya dapat menurunkan kuantitas produksi sehingga permintaan produk dapat terpenuhi dan pemilihan supplier sehingga tidak ada bahan baku yang terlambat.Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan secara luring.
PELATIHAN ANALISIS DATA MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS Puspitasari, Fani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.792

Abstract

Microsoft Excel adalah software atau aplikasi pengolah angka yang memudahkan dalam melakukan analisis data serta mencerna hasil pekerjaan bila digunakan untuk membuat grafik dan presentasi. Di era digital seperti ini, teknik analisis data menjadi suatu keahlian yang sangat penting untuk dimiliki setiap pekerja termasuk oleh guru. Permasalahan yang terjadi di banyak SMA adalah banyak guru yang sudah mengetahui cara mengolah data, namun masih banyak juga yang mengalami kesulitan dalam menganalisis hasil olahan data tersebut. Data-data yang diolah adalah data yang mendukung proses belajar mengajar, seperti data nilai murid dan hasil belajar murid. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengenalan Microsoft Excel, pengenalan fungsi dan formula pada Microsoft Excel, analisis data deskriprif dan visualisasi data, juga dilengkapi dengan latihan mandiri untuk para guru. Jumlah sasaran pengabdian ini adalah guru-guru dari bidang mata pelajaran apapun dan jenis pengabdian yang dilakukan adalah berupa pelatihan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan banyak manfaat untuk para peserta maupun untuk pemateri. 
PENGOLAHAN BUSANA BEKAS BERBAHAN KATUN DENGAN TEKNIK ECOPRINT PADA KELOMPOK IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN JATIMELATI, BEKASI waty, Rachma
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.899

Abstract

Maraknya busana bekas yang menumpuk menyebabkan pencemaran lingkungan. Masyarakat khususnya ibu-ibu di komunitas Bank Sampah Kemuning yang sangat peduli terhadap lingkungan kurang memahami bagaimana cara meminimalisir limbah/sampah busana bekas dengan menerapkan metode reused dengan cara memberikan nilai tambah pada busana tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai salah satu teknik yang dapat memberikan nilai tambah pada busana siap pakai yaitu teknik ecoprint dengan konsep sustainable dan metode reused. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah praktikum dalam bentuk workshop dengan target ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Bank Sampah Kemuning, Bekasi sebanyak 27 orang. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test guna mengetahui sejauh mana pemahaman para peserta terkait materi pembelajaran yang diberikan. Hasil yang telah dicapai 83,3% peserta dapat memahami materi yang diberikan mengenai teknik ecoprint serta implementasinya, selain itu materi yang diberikan juga telah diterapkan untuk produk lainnya guna meningkatkan nilai estetik dan daya fungsi lainnya
PEMBUATAN ZAT WARNA ALAMI BATIK DAN PELATIHAN KOMUNIKASI PEMASARAN KELOMPOK WISATA BAHARI Willian, Nancy; Andheska, Harry; S.P, R. Marwita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.980

Abstract

Abstrak: Provinsi Kepulaun Riau memiliki segudang potensi SDA yang patut dikelola sebagai aset wisata. Salah potensi itu adalah tanaman mangrove yang berlimpah di sepanjang pesisir Kabupaten Bintan. Selain berfungsi secara ekologis, tanaman mangrove dapat dieksploitasi agar mempunyai nilai tambah melalui diversifikasi. Bagian tanaman mangrove, yaitu buah, dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami batik. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian adalah menjadikan mitra Mangrove Bintan Lestari (MBL) Conservation (1) mampu membuat bahan pewarna alami batik dari buah mangrove yang dipraktikkan secara langsung, (2) meningkat skill komunikasi pemasarannya dalam melakukan layanan wisata Bahari. Pengabdian ini dikemas dalam bentuk workshop semi sosialisasi yang diterapkan kepada pelaku wisata MBL Conversation yang berjumlah 20 orang, terdiri atas 10 pengelola inti dan 10 orang pemuda karang taruna desa setempat. Capaian kegiatan dilakukan secara berkala melalui google form. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah (1) peningkatan kemampuan mitra dalam pembuatan bahan pewarna batik sebesar 85% dan (2) peningkatan skill komunikasi pemasaran sebesar 70%. Kata Kunci: Ekowisata Bahari; Mangrove; Batik ABSTRACT Abstract: Riau Islands Province has a wealth of SDA potential that should be managed as a tourist asset. One of the potentials is the abundance of mangrove plants along the coastline of Bintan district. In addition to functioning ecologically, mangrove plants can be exploited to have added value through diversification. The fruit of the mangrove plant can be used as a natural dye for bacteria. Therefore, the purpose of the dedication is to make the Mangrove Bintan Lestari (MBL) Conservation (Conservation) partner (1) able to make natural dye from the mangrove fruit practiced directly and (2) improve its marketing communication skills in doing sea tourism services. This dedication was packed in the form of a semi-socialization workshop applied to the MBL Conversation tourists of 20 people, consisting of 10 core managers and 10 youths from local villages. Activities are accessed periodically through Google Forms. The results achieved from this activity were (1) an increase in partnership capabilities in the manufacture of battery dyes by 85% and (2) an improvement in marketing communication skills by 70%.Keywords: ecotourism, Mangrove, Batik
INOVASI KREATIF PERANCANGAN MESIN PENCACAH BULU UNGGAS GUNA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI PETERNAK AYAM DI MEGAMENDUNG KABUPATEN BOGOR Murniati, Riri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.994

Abstract

Abstrak: Bulu unggas yang diubah melalui suatu proses pengolahan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, pakan ternak, dan plastik ramah lingkungan. Mesin yang banyak digunakan untuk mencacah bulu unggas saat ini masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya hasil cacahan yang masih kasar, memiliki bobot yang besar, kemampuan putaran mesin masih lambat dan aromanya mencemari udara. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan mesin pencacah bulu unggas untuk dapat diimplementasikan dan diserahkan ke mitra penerima manfaat agar dapat menghasilkan daya guna bagi bagi industri terkait. Kami memberikan solusi dengan merancang alat pencacah bulu unggas yang mampu bekerja secara efektif dan efisien sehingga nantinya dapat dimanfaatkan pada produk industri kreatif. Kegiatan pengabdian ini berkonsentrasi pada perancangan alat yang inovatif agar bisa dilanjutkan tahap pembuatan alat dan diserahkan pada calon pengguna salah satu peternakan ayam di daerah Megamendung Kabupaten Bogor. Tujuan kegiatan ini bisa memberikan dampak baik bagi lingkungan dengan tersalurkannya limbah bulu unggas secara tepat, desain produk ini dapat diimplementasikan dan prototipe bisa diberdayakankan ke mitra penerima manfaat dan dapat menghasilkan daya guna bagi banyak pihak, terutama peternak dan Rumah Pemotongan Ayam.Kata Kunci: Bulu unggas; mesin pencacah; peternak ayam; inovasi rancangan.Abstract:  Utilization of poultry feathers through processing to be converted into organic fertilizer, animal feed, and environmentally friendly plastic. The machine that is widely used for chopping poultry feathers still has some drawbacks, including the chopped results are still rough, has a large weight, the engine speed is still slow and the aroma pollutes the air. We provide a solution by designing a poultry feather chopper that is able to work effectively and efficiently so that later it can be used in creative industrial products. This service activity concentrates on designing innovative tools so that they can be continued at the manufacturing stage and handed over to potential users of one of the chicken farms in the Megamendung area, Bogor Regency. The aim of this activity is to have a good impact on the environment by channeling poultry feather waste properly, the product design can be implemented and prototypes can give benefits for many parties, especially breeders and chicken slaughterhouses.Keywords: poultry feather; chopping machines; design innovation;
PELATIHAN ENGLISH FOR HOSPITALITY BAGI STAFF CAMP HULU CAI RESORT CIAWI BOGOR Ithriyah, Siti; Komara, Cahya; Kaniadewi, Nita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.995

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan English For Hospitality Bagi Staff Camp Hulu Cai Resort Ciawi Bogor” adalah suatu proses dan tindakan untuk melatih para staff agar fasihberkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi era digitalisasi yang mengharuskan setiap pekerja tidak canggung atau bahkan tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pelatihan adalah sebuah proses untuk meningkatkan kompetensi para pekerja. Dengan kata lain pelatihan ini adalah proses untuk membantu peserta agar dapat belajar dengan baik. Sedangkan English for Hospitality adalah bahasa Inggris yang digunakan dalam dunia perhotelan merupakan hal yang wajib dikuasai oleh para karyawan hotel, terutama mereka yang sering kali berkomunikasi dengan tamu hotel. Mulai dari door man, resepsionis, room service, chef, marketing staff, customer service, dan beberapa level manajer. Mengingat, dunia semakin global dan banyaknya turis asing berkunjung ke lokasi mitra maka kemampuan bahasa Inggris di dunia perhotelan begitu di perlukan sebagai bahasa komunikasi universal dengan para tamu hotel yang berasal dari berbagai negara. Metode pelaksanaan pelatihan ini diawali dengan pemaparan materi tentang English for Hospitality dan language function yang dibutuhkan dalam dunia perhotelan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan praktek penggunaan dan Bahasa Inggris oleh masing-masing peserta atau staf. Pertama berisi pemaparan materi oleh narasumber yaitu tentang English for Hospitality secara umum. Kemudian, sesi kedua dilanjutkan dengan berlatih menggunakan language function Bahasa Inggris yang bermanfaat dalam konteks komunikasi perhotelan. Terakhir, sesi ketiga dilanjutkan dengan berlatih menggunakan berbagai perangkat teknologi yang dapat membantu mempercepat komunikasi Bahasa Inggris peserta atau staf khususnya terkait komunikasi perhotelan.Kata Kunci: English for Hospitality; kompetens stafi; language function; penggunaan teknologiAbstract: This community service activity entitled "English For Hospitality Training for Camp Hulu Cai Resort Ciawi Bogor Staff" is a process and action to train staff to communicate fluently in English. The goal is to improve human resources quality in facing the digitalization era that requires every worker not to be awkward or even unable to communicate in English. Training is a process to improve the competence of workers. In other words, this training is a process to help participants learn well. Meanwhile, English for Hospitality is English used in the world of hospitality, which must be mastered by hotel employees, especially those who often communicate with hotel guests. Starting from the door man, receptionist, room service, chef, marketing staff, customer service, and several levels of managers. Given that the world is increasingly global and many foreign tourists visit partner locations, English skills in the hospitality world are needed as a universal language of communication. with hotel guests who come from various countries. The method of implementing this training begins with the presentation of material on English for Hospitality and language functions needed in the world of hospitality. Then, the activity continued with the practice of using English by each participant or staff. The first contains material presentation by the resource person, namely about English for Hospitality in general. Then, the second session continued with practicing using the English language function which is useful in the context of hospitality communication. Finally, the third session continued with practicing using various technological devices that can help speed up the participants' or staff's English communication, especially related to hospitality communication.Keywords: English for Hospitality; staff competence; language function; staff; technology usage
REVITALISASI MAPALUS SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BUDAYA MINAHASA DI MANADO SULAWESI UTARA Mandolang, Nova Olvie; Pandean, Mariam L. M.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.996

Abstract

Abstrak: Mapalus adalah sebuah bentuk kebudayaan yang direalisasikan melaui kegiatan saling membantu yang dilakukan suatu kelompok masyarakat. Kegiatan mapalus ­­umumnya memiliki tujuan untuk saling membantu satu sama lain dalam anggota mapalus, baik membantu dalam suasana senang (ucapan syukur atas hasil bumi) maupun dalam suasana duka (meninggal dunia). Adapun tujuan pengabdian yang penulis lakukan terkait dengan budaya mapalus, yaitu agar masyarakat suku Minahasa akan tetap peduli dan melestarikan budaya tersebut sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Minahasa. Adapun metode yang dilakukan penulis yakni sosialisasi dan penyuluhan dalam suatu kegiatan rukun sosial kemasyarakatan. Mitranya yaitu kelompok masyarakat di satu kelurahan yang diwakili oleh 35 orang kepala keluarga sebagai anggota dari rukun sosial kemasyarakatan dimaksud. Evaluasi dilakukan lewat satu kegiatan yang disebut dengan kumawus. Hasilnya, hanya setengah dari anggota rukun yang ikut melaksanakan mapalus dalam kegiatan kumawus  tersebut, sehingga penulis berupaya untuk merevitalisasi budaya tersebut selama dua tahun, sampai pada akhirnya semua anggota terlibat dalam kegiatan kumawus. Kegiatan pengabdian ini berdampak positif bagi peningkatan nilai ekonomis keluarga.Kata Kunci: mapalus; budaya; kearifan lokal; masyarakat Minahasa.Abstract:  Mapalus is a form of culture that is realized through mutual assistance activities carried out by a community group. Mapalus activities generally have the aim of helping each other among Mapalus members, both in a happy atmosphere (giving thanks for the produce of the earth) and in an atmosphere of sorrow (passing away). The purpose of the dedication that the author is doing is related to Mapalus culture, namely that the Minahasa people will continue to care for and preserve this culture as one of the local wisdoms of the Minahasa people. The method used by the author is socialization and counseling, which are two of the pillars of society. The partners are community groups in one kelurahan, which are represented by 35 heads of households as members of the intended social group. Evaluation is carried out through an activity called kumawus. As a result, only half of the rukun members participate in carrying out Mapalus in the kumawus activities, so the authors try to revitalize the culture for two years until, in the end, all members are involved in kumawus activities. This service activity has a positive impact on increasing the economic value of the family.Keywords: mapalus; culture; local wisdom; the Minahasa people

Page 1 of 1 | Total Record : 7