cover
Contact Name
Jamal
Contact Email
omjamal738@gmail.com
Phone
+6282228532417
Journal Mail Official
omjamal738@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Karim no 84, Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
SYARIAH
ISSN : 30253373     EISSN : 30250161     DOI : 10.61570
Syariah Jurnal Kajian Fiqh is a double-blind peer-reviewed journal that presents high-quality, theoretically insightful articles in various fields related to fiqh research. Syariah Jurnal Kajian Fiqh is published by the Research and Scientific Writing Division, Mahad Aly Lirboyo, Kediri, Indonesia. Articles in this journal are published every six months two editions per year in June and December. This journal emphasizes aspects related to fiqh, including Fiqh Legal Products, Fiqhiyyah Fatwa Analysis, and Fiqh Contextualization. Internet users are permitted to read, download, copy, distribute, print, search, link to the full text of the articles, or use them for other lawful purposes without first requesting permission from the publisher or author. .
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Fikih Kontemporer dan Hak Adat; Analisis Fikih Lingkungan atas Usulan Taman Nasional Pegunungan Meratus Febrianti, Kareena Raudah; Mahdiyani, Siti; Fratama, Halim; Ya Ngoh, Burhan
Syariah: Journal of Fiqh Studies Vol 3 No 2 (2025): Syariah: Journal of Fiqh Studies
Publisher : Bidang Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah (bp2ki) Ma'had Aly Lirboyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk secara komprehensif mengkaji perspektif pro, kontra, dan netral terkait usulan penetapan Pegunungan Meratus sebagai Taman Nasional, serta menilai dinamika tersebut dalam kerangka fikih Islam kontemporer guna menghasilkan solusi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi pustaka. Temuan menunjukkan adanya konflik mendasar antara kepentingan konservasi berbasis negara, khususnya untuk tujuan geopark dan ekogeowisata, dengan perlindungan hak atas tanah adat (hak ulayat) masyarakat Adat Dayak Meratus. Pihak penentang, yang diwakili oleh komunitas adat dan organisasi lingkungan (WALHI), menolak usulan ini karena kekhawatiran terkait pembatasan akses, hilangnya hak atas tanah adat, serta pembatasan terhadap aktivitas ekonomi tradisional, dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut telah terjaga dengan baik tanpa intervensi pemerintah. Sementara itu, pihak pendukung berpendapat bahwa penetapan ini bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan warisan geologi serta menjanjikan pemberdayaan masyarakat. Dari perspektif fikih lingkungan Islam, prinsip hifẓ al-bī’ah (perlindungan lingkungan) mewajibkan penghapusan fasād fī al-arḍ (kerusakan di muka bumi). Oleh karena itu, kebijakan yang menyebabkan pencemaran lingkungan atau mengabaikan hak komunitas adat yang telah terbukti efektif menjaga kelestarian lingkungan harus dihindari demi mencegah mudarat dan menjamin kesejahteraan umum (maṣlaḥah). Dengan demikian, studi ini menekankan pentingnya pengakuan terhadap hak-hak masyarakat Adat Dayak Meratus sebagai landasan utama dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.
Dampak Biaya Pupuk terhadap Prosentase Zakat Pertanian perspektif Empat Mazhab Mudimas Sunan, Ahmad Dauq; Mohammad Ridwan
Syariah: Journal of Fiqh Studies Vol 3 No 2 (2025): Syariah: Journal of Fiqh Studies
Publisher : Bidang Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah (bp2ki) Ma'had Aly Lirboyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah biaya pupuk mempengaruhi persentase zakat pertanian. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini membahas kriteria penentu (ḍawābiṭ) yang dapat memengaruhi besaran zakat yang dikenakan atas hasil pertanian. Masalah ini penting untuk diteliti guna menilai relevansi aturan zakat klasik yang terdapat dalam khazanah hukum Islam (turāts) dengan praktik pertanian kontemporer, khususnya terkait ketidakseimbangan antara hasil panen dan biaya budidaya jika dibandingkan dengan kewajiban zakat sebesar sepuluh persen. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis berbasis mazhab dengan penalaran analogis (ilhāq al-masāʾil bi-naẓāʾirihā) melalui identifikasi kasus-kasus yang dianalogikan dengan penggunaan pupuk dalam kaitannya dengan kewajiban zakat pertanian. Data diperoleh dari karya-karya klasik ulama Islam awal yang mewakili mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengeluaran yang berhubungan erat dengan pertumbuhan tanaman merupakan kriteria penentu yang dapat mengurangi persentase zakat pertanian. Dengan demikian, pupuk diidentifikasi sebagai faktor yang mempengaruhi besaran zakat pertanian, yaitu menurunkannya dari sepuluh persen menjadi lima persen dari hasil panen. Kesimpulan ini didasarkan pada kesetaraan peran antara pupuk dan air dalam menopang kehidupan tanaman, membantu pertumbuhan yang sehat, dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Page 4 of 4 | Total Record : 32