cover
Contact Name
Qholiva Yuni Fadilla
Contact Email
qholiva.yuni.fadilla@umy.ac.id
Phone
+6282323199490
Journal Mail Official
audiens.ik@umy.ac.id
Editorial Address
Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Audiens
ISSN : -     EISSN : 27224856     DOI : https://doi.org/10.18196/jas
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2020): March" : 15 Documents clear
Analisis Resepsi Interpretasi Penonton terhadap Konflik Keluarga dalam Film "Dua Garis Biru" Mega Pertiwi; Ida Ri’aeni; Ahmad Yusron
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1101

Abstract

Film adalah salah satu media komunikasi massa yang berpengaruh terhadap masyarakat. Film juga merupakan bentuk pesan yang terdiri dari berbagai tanda dan simbol yang membentuk sebuah sistem makna sehingga bisa diinterpretasikan oleh orang secara berbeda-beda, tergantung kepada referensi dan kemampuan berpikir orang tersebut. Film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer mengangkat tema kehamilan remaja. Interpretasi konflik dalam adegan dalam adegan film ini menjadi latar belakang penelitian ini untuk melihat resepsi posisi penonton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis resepsi interpretasi penonton terhadap konflik keluarga dalam film Dua Garis Biru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi model encoding/decoding Stuart Hall yang mengamati asimilasi antara wacana media dengan wacana dan budaya khalayaknya. Pemahaman tentang konflik antara orang tua dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi intepretasi penonton terhadap film Dua Garis Biru untuk adegan konflik pertama dan kedua di dominasi oleh dominant-hegemonic position yang berarti pesan tersampaikan secara ideal dan para penonton menerima pesan apa adanya. Sedangkan pada adegan konflik ketiga didominasi oleh oppositional position yang berarti penonton menyangkal pesan dominan dan memiliki acuan alternatif dalam mengintepretasikan adegan yang ada. Dalam pandangan peneliti, film ini memiliki dampak positif kepada penonton antara lain memberikan pesan mengenai pentingnya tanggung jawab, komunikasi yang baik dengan orang tua serta mawas diri terhadap seks bebas. Sedangkan dampak negatif dari film ini adalah unsur pergaulan bebas di kalangan remaja yang akan mempengaruhi remaja untuk berbuat sesuka hati.
Representasi Nilai-nilai Moral dalam Novel "Assalamualikum Calon Imam": Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Tokoh Dokter Alif Mia Nurmaida; Muhammad Kamaludin; Ririn Risnawati
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memotret unsur representasi nilai-nilai moral yang terdapat dalam karakter novel berjudul Assalamualaikum Calon Imam yaitu Dokter Alif. Melaui teori semiotik Roland Barthes yang menekankan pentingnya unsur denotatif, konotatif, dan mitos dalam setiap pesan dalam aktivitas komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif dari nilai moral yang diusung oleh karakter Dokter Alif digambarkan sebagai seseorang yang teguh berpegang pada nilai moral. Adapun mitos dan nilai moral yang melekat pada Doktor Alif sepenuhnya terdapat pada ajaran agama Islam yang termaktub dalam Al-Quran dan Hadist.
Narasi Pemberitaan Kronologi Pengaturan Skor dalam Program Mata Najwa "PSSI Bisa Apa Jilid 4: Darurat Sepak Bola" Joko Wijaksono
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1103

Abstract

Berita tentang sepak bola Indonesia merupakan peristiwa olahraga yang memiliki nilai jual yang besar bagi masyarakat Indonesia. Bukan hanya tentang siapa yang kalah dan siapa yang menang, namun segala sisi tentang lingkup persepak bolaan Indonesia selalu menjadi perhatian publik. Pengaturan skor adalah sebuah penyakit lama yang terjadi pada sepak bola Indonesia. Hal tersebut menarik perhatian salah satu program televisi Mata Najwa yang ikut membahas masalah tersebut. Dalam hal ini, peneliti menggunakan jenis penelitian diskriptif kualitatif dengan metode analisis naratif model aktan Algirdas Greimas yang menentukan enam karakter dalam suatu narasi. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa hal terkait narasi pemberitaan pengaturan skor yang terjadi pada program Mata Najwa PSSI Bisa Apa Jilid 4: Darurat Sepak bola. Peneliti menemukan enam peran yang memiliki posisi penting dalam pemberitaan pengaturan skor sepak bola di Indonesia. Secara umum, narasi yang ada dalam program televisi Mata Najwa dengan menampilkan aktor-aktor beserta perannya masing-masing dalam pengaturan skor tiada lain bertujuan untuk mendongkrak rating tayangan tersebut.
Duka Surabaya dalam Bingkai Surat Kabar (Analisis Framing Pemberitaan Terorisme di Surabaya pada Surat Kabar Republika dan Kompas Edisi Mei 2018) Rendi Eko Budi Setiawan; Suyoto
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana koran harian nasional Republika dan Kompas membingkai pemberitaanteror bom di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Adapun basis data dalam penelitian ini adalah pemberitaaan tragedi teror bom Surabaya dalam koran cetak Republika dan Kompas edisi 14 hingga 31 Mei. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data model framing empat elemen Robert Entman meliputi pendefinisian masalah, penyebab masalah, penilaian moral, dan langkah penyelesaian masalah.Hasil penelitian menunjukkan, teror bom di Surabaya dikonstruksikan Republika sebagai masalah kelambanan pemerintah dalam mengesahkan Undang-Undang Anti Terorisme karena adanya perdebatan mengenai definisi terorisme dan wacana pelibatan TNIdi dalamnya. Berbeda dengan bingkai yang dikonstruksi oleh Republika, Kompas mendefinisikan terorisme sebagai ancaman bagi bangsa. Bingkai tersebut dipilih Kompas disebabkan masih kuatnya jaringan terorisme di Indonesia.
Antara Kepentingan Pasar versus Kepatuhan terhadap Hukum (Analisis Ekonomi Politik Siaran Lokal di RBTV Yogyakarta) Fanadya Eva Noviana
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1105

Abstract

Penelitian ini berfokus pada ekonomi politik siaran lokal di RBTV Yogyakarta yang melakukan kerjasama berjejaring dengan Kompas TV. Dengan menggunakan teori ekonomi politik Vincent Mosco memusatkan penelitian ini pada aspek Komodifikasi dan spasialisasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat terjadinya kontestasi antara kepentingan pasar dengan kepatuhan terhadap hukum yang dilakukan oleh RBTV, serta melihat intervensi yang dilakukan Kompas TV terhadap RBTV implikasi dari berjejaring. Penelitian ini menggunkan pendekatan deskripif-kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan berjejaring yang dilakukan RBTV dengan Kompas TV terjadi komodifikasi dimana terbukanya peluang dominasi konten oleh Kompas TV, RBTV juga mengikuti pola program-program yang ada di Kompas TV. Sedangkan dalam spasialisasi terjadi integrasi horizontal, dimana selain menjalankan regulasi Kompas TV juga melakukan perluasan khalayaknya. Hal ini berkaitan dengan integrasi vertikal yang mana terjadi dominansi program siaran acara setiap harinya, sehingga adanya kontrol dari Kompas TV menjadikan RBTV mengikuti pola yang sama seperti Kompas TV dan luntur kelokalan yang menjadi idealisme RBTV pada awal pendiriannya.
Kematian Haringga Sirila dalam Wacana Pemberitaan Media : Analisis Wacana Pemberitaan Kasus Haringga Sirila pada Surat Kabar Jawa Pos, Kompas, dan Republika tanggal 26-30 September 2018 Kurniasari Alifta Ramadhani
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1106

Abstract

Sepak bola Indonesia kembali diwarnai dengan kerusuhan antar suporter dan memakan korban jiwa. Haringga Sirila, seorang suporter Persija Jakarta menjadi korban meninggal dunia karena kasus kerusuhan yang melibatkan Bobotoh suporter Persib Bandung dengan The Jakmania suporter Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 September 2018. Kasus meninggalnya Haringga Sirila ini menambah daftar panjang kasus kerusuhan yang terjadi antara suporter Persib Bandung vs suporter Persija Jakarta. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana Surat Kabar Harian Jawa Pos, Kompas, dan Republika dalam memberitakan kasus meninggalnya Haringga Sirila ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis. Model analisis wacana kritis yang digunakan yaitu analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Kajian ini menganalisis teks, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural yang terdapat dalam suatu pemberitaan. Pada situasi sosiokultural yang ada di negara ini; adanya konglomerasi media di Indonesia, telah merambat dan mempengaruhi praktik produksi teks dan wacana berita. Sehingga bias pemberitaan pada suatu peristiwa seringkali terjadi. Pada hasil penelitian ini menemukan, bahwa wacana yang digulirkan oleh masing-masing media berbeda meski memberitakan peristiwa yang sama. Hal tersebut terlihat dari hasil analisis yang telah dilakukan yang menunjukkan bahwa pada pemberitaannya terkait kasus ini, Jawa Pos mengidentikkan diri dengan pihak suporter dan klub Liga 1. Republika mengidentikkan diri dengan masyarakat Indonesia yang memandang bahwa kasus kerusuhan ini merupakan tanggung jawab semua pihak terkait, tidak hanya klub yang terkait kerusuhan saja ataupun PSSI. Sedangkan Kompas dalam pemberitaannya, ia seringkali melangkah dengan hati-hati dan lebih memilih untuk fokus pada pencarian solusi pembenahan daripada harus menyudutkan salah satu pihak sebagai sumber permasalahan pada kasus ini.
Stereotip terhadap Aliran Penghayat Sapta Dharma dan Usaha Penganut Sapta Dharma mengatasinya melalui Konsep Diri Athaya Saraswati; Afrilia Sekar Dewanti
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1107

Abstract

Kepercayaan yang ada di Indonesia terbentuk dari adat-istiadat maupun budaya yang sudah ada sejak dahulu. Salah satu dari kepercayaan yang memiliki banyak pengikut, yakni Sapta Dharma. Ajaran Sapta Dharma berpegang teguh pada kesetiaan kepada Allah Hyang Maha Agung, serta menolong siapa saja bila perlu tanpa mengharapkan sesuatu. Konsep Tuhan dalam Sapta Dharma berbentuk sederhana dan abstrak. Namun pada kenyataannya, terdapat beberapa kelompok masyarakat penganut agama tertentu yang tidak menginginkan keberadaan Sapta Dharma, anggapan penganut aliran kebatinan Sapta Dharma adalah penganut aliran sesat sering muncul didalam persepsi masyarakat. Stereotip tersebut memberikan banyak dampak sosial yang dirasakan oleh warga penganut kepercayaan Sapta Dharma. Dengan mengguanakan teori interaksionalisme simbolik, penelitian ini menemukan bahwa stereotip yang diberikan kepada penghayat Sapta Dharma dan usaha mereka mengatasinya melalui konsep diri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi kasus. Hasilnya, respon yang sama diberikan oleh beberapa penganut Sapta Dharma dalam menanggapi stereotip tersebut. Melalui konsep diri, penganut aliran kepercayaan Sapta Dharma memilih perilaku yang mereka tentukan untuk menanggapi stereotip yang melekat pada mereka.
Konsep Diri Suporter Sepak bola Perempuan PSS Sleman Kevin Orkananda; Raden Muhammad Bathara Poerbaningrat
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1108

Abstract

Sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling diminati oleh lapisan besar masyarakat. Sepak bola terbukti dapat memicu antusiasme masyarakat yang menyukai sepak bola lalu membentuk suatu kelompok atau komunitas. Salah satunya kelompok suporter Brigata Curva Sud yang memiliki sub-organisasi Ladies Curva Sud. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep diri dari kelompok suporter yang seluruhnya beranggotakan perempuan yaitu, Ladies Curva Sud. Ladies Curva Sud merupakan kelompok suporter yang memiliki basis massa yang cukup besar dan memiliki sifat fanatisme yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menemukan konsep diri yang membentuk kelompok suporter Ladies Curva Sud serta perilaku, sikap, dan identitas Ladies Curva Sud. Ada empat prinsip dari Ladies Curva Sud yaitu No Politica, Still Solo, Sebatas Pagar Tribun, dan No Leader Just Together yang membentuk identitas mereka.
Konsep Diri Anggota Komunitas Suporter PSS Sleman Berbasis Kampus Ahmad Jihad Akbar Rewo; Haris Nur Wijayanto Aji
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.1109

Abstract

Brigata Curva Sud adalah suporter yang terpengaruh kultur “ultra†dari Eropa. Kelompok suporter ini tidak memiliki pemimpin struktural seperti suporter pada umumnya, tetapi melakukan forum dengan komunitas dan anggota independen yang tergabung di dalamnya. Salah satu komunitas yang ada di dalamnya adalah komunitas Campus Boys yang berbasis pada kampus-kampus. Berbeda dengan komunitas pada umumnya yang berbasis geografis, Campus Boys adalah komunitas berisikan kaum intelektual muda. Teori interaksi simbolis yang dikembangkan oleh George Herbert Mead digunakan sebagai pijakan penulis dalam mengembangkan ide dan paparan pembahasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan pada anggota komunitas suporter PSS Sleman berbasis kampus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap lingkungan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan konsep diri yang terbentuk pada anggota komunitas suporter PSS Sleman berbasis kampus yakni menunjukkan identitas komunitas dan tim kebanggan, rutin mengikuti forum komunitas, mengadakan kegiatan intelektual dengan tujuan mendukung PSS Sleman, mendukung PSS Sleman di stadion, dan tetap mengutamakan pendidikan.
Isu Intoleran dan Video Akun Menjadi Manusia (Sebuah Pendekatan Penerimaan Penonton) Yunisa Dhifa Luqyana; Filosa Gita Sukmono
Jurnal Audiens Vol. 1 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ja.11010

Abstract

Penelitian ini fokus pada penerimaan audiens terhadap masalah intoleransi yang terdiri dari dua aspek, yaitu ekstremisme agama dan agama adalah pilihan pribadi. Penelitian ini menggunakan analisis resepsi dalam video nomor 48 yang ada di akun YouTube Menjadi Manusia. Informan adalah dua orang yang berpartisipasi dalam organisasi keagamaan, dua orang yang tidak berpartisipasi dalam organisasi keagamaan, dan dua orang yang berasal dari agama minoritas. Hasil penelitian ini menunjukkan kepada kita makna tayangan tersebut berdasarkan masalah intoleransi memberikan posisi yang berbeda terkait dengan pola pikir dan latar belakang yang dibuat oleh masing-masing informan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15