Jurnal Audiens
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles
268 Documents
Laki-laki di Wilayah Publik, Representasi Laki-laki Ideal dalam Iklan Appeton Weight Gain
Riyadh Rofiatul Darojat;
Haliimah Ardelia Sekar Sari;
Difa Andira
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14515
Penelitian ini mengulas tentang representasi tubuh ideal pada iklan Appeton Weight Gain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian semiotika dengan instrumen penelitian adalah iklan produk terkait dan peneliri sebagi intrumen kunci. Sumber penelitian ini berasal dari hasil analisis peneliti terhadap iklan produk terkait yang berkaitan dengan representasi tubuh ideal yabg ditetapkan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bagaimana representasi yang dikembangkan media terhadap bentuk tubuh yang ideal untuk laki-laki dewasa. Dimana bentuk tubuh ideal yang dimaksud dalam iklan “Appeton Weight Gain” yaitu laki-laki yang memiliki masa tubuh yang cukup, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk atau berdasarkan IMT berada diangka 18,7 – 25,0. Masa tubuh yang cukup diperlihatkan melalui masa otot yang besar dan merata di seluruh tubuh dan mempunyai otot perut yang six pack. Penggunaan representasi bentuk tubuh ideal pada iklan “Appeton Weight Gain” ingin menunjukan bahwa produk ini unggul dalam membantu perangsangan tubuh untuk mencapai berat tubuh yang ideal.
Stereotype Perempuan dalam Iklan Sabun Cuci Ekonomi Power Liquid
Allfa Rian Chaniago;
Muhammad Faruq Iqbal;
Alfrendra Titan Sujad
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14517
Tujuan penelitian dari jurnal ini membahas tentang stereotype yang berkembang di masyarakat terhadap kaum perempuan. Metode penelitian menggunakan metode semiotika, semiotika adalah studi yang membahas tentang produksi sosial makna dari sistem tanda. Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap iklan Sabun Cuci Ekonomi Power Liquid, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stereotype terhadap kaum perempuan yang terbentuk pada kontruksi pola pikir sosial dan budaya dalam tatanan masyarakat di gambarkan pada iklan Sabun Cuci Ekonomi Power Liquid terkait kegiatan perempuan yang selalu mencuci piring dan berhemat serta menyukai barang dengan harga promo. Hal ini tentunya sejalan dengan stereotype yang sudah berkembang di dalam masyarakat bahwa kaum perempuan memiliki banyak keterbatasan di dalam aktivitas sehari-harinya, sudah semestinya masyarakat tersadar atas hal ini jika stereotype seperti ini sudah memberi batasan pada kaum perempuan dalam kegiatan sehari-hari di dalam kehidupannya. Pada dasarnya segala sterotype terhadap kaum perempuan yang berkembang di masyarakat tidak selama nya benar, perempuan juga berhak melakukan kegiatan yang lainnya dan tidak selalu melakukan hal yang membentuk stereotype di dalam kontruksi sosial dan budaya di dalam masyarakat.
Pembentukan Stereotipe Terhadap Lelaki Gemuk dalam Iklan Axis
Muhammad Nur Arif;
Daffa Tabris Flemino;
Muammar Syahdan Kurniawan
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14518
Tujuan penelitian ini membahas stereotype lelaki gemuk dalam Iklan Axis. Representasi menjadi konsep penting dalam kajian tentang tanda, termasuk di dalamnya adalah kajian tentang tanda yang dihadirkan oleh iklan. Melalui salah satu kajian tentang representasi dalam iklan, kita dapat melakukan kajian tentang hegemoni dari kelas berkuasa terhadap kelas yang lain. Stereotype adalah persepsi atau kepercayaan yang dianut mengenai kelompok atau individu berdasarkan pendapat dan sikap yang lebih dulu terbentuk. Stereotype sebagai representasi terang- terangan namun sederhana yang mereduksi orang menjadi serangkaian ciri karakter yang dibesar-besarkan, dan biasanya bersifat negatif , baik secara historis dan budaya, antara masyarakat dan antara pengelompokan pria yang berbeda dalam satu masyarakat. Dalam mendapatkan jawaban rumusan masalah dari penelitian ini, kami menggunakan metode penelitian semiotika. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hal tersebut dikarenakan pandangan konsumen yang lebih tertarik dengan lelaki berpostur tubuh ideal. Pada iklan AXIS versi HAP, digambarkan bagaimana sulitnya, ataupun dianggap rendah menjadi lelaki yang tidak memiliki postur tubuh ideal.
Eksploitasi Seksualitas Perempuan dalam Iklan Shopee Versi Big Sale 11.11 2020
Muhamad Shidqii Faadhilah;
Muhammad Fahreza Aliazzra;
Fadli Ammar Tsany
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14520
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan tubuh perempuan, bentuk gesture dan ekspresi perempuan sebagai bentuk eksploitasi dalam iklan Shopee versi Big Sale 11.11 tahun 2020. Eksploitasi seksual merupakan sebuah bentuk kejahatan kesusilaan yang tidak dilihat dalam suatu bentuk aktivitas seksual dan keterlibatan korban serta pelaku didalamnya. Mengeksploitasi tubuh perempuan jelas adalah hal yang tidak etis untuk dilakukan meskipun tanpa kekerasan fisik. Sensualitas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti segala sesuatu yang mengenai badani, bukan rohani. Sensualitas sendiri lebih banyak membahas tentang sosok perempuan. Perempuan yang dijadikan objek sensualitas dalam iklan juga merupakan akibat seringnya wanita dijadikan objek sensualitas di luar ranah iklan. Didasari bahwa penelitian ini berusaha mendalami tentang tanda, maka metode penelitian semiotika dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini. Metode semiotika yang dipilih dari sekian banyak metode lainnya adalah semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes, metode ini melanjutkan pemikiran Ferdinand de Saussure. Dalam penelitian ini semiotika dilakukan dengan mengkaji simbol-simbol yang terdapat dalam iklan Shopee versi Big Sale 11.11. Temuan penelitian menunjukan bahwa porsi iklan yang disorot justru lebih besar menampilkan perempuan yang bergoyang erotis, dibandingkan dengan produk yang diiklankan, yaitu promo Shopee 11.11. Iklan ini telah melakukan eksploitasi terhadap perempuan, sehingga para penonton justru terfokus kepada goyangan perempuan dibanding dengan promo Shopee 11.11 yang diiklankan.
Representasi Sensualitas Tubuh Perempuan pada Iklan Softener So Klin
Muhammad Robich Anugerah;
Aji Nurseto;
Alif Nur Rohman Hidayat Handoko Jati
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14521
Tujuan penlitian ini membahas representasi sensualitas tubuh perempuan pada iklan softener soklin. Representasi menjadi konsep penting dalam kajian tentang tanda, termasuk dalamnya adalah kajian tentang tanda yang dihadirkan oleh iklan. Melalui kajian tentang representasi dakam iklan, menampilkan seorang perempuan yang menggunakan pakaian dengan model yang dimana pada bagian punggung terbuka dan bagiang depan terbuka bada garis tengah sehingga terlihat jelas berwarna ungu sehingga berpenampilan sexy, sambil mengatakan bahwa “ Setiap Perempuan Mengidamkan Sentuhan Kemewahan” menjelas produk Softener Soklin ini juga menghasilkan sebuah kelembutan dan keharuman sehingga selalu memberikan setiap sentuhan, dari perkataan dan penjelasan produk tersebut ditambah adanya perempuan menjadi kurang sopan untuk ditayangkan. Analisis penelitian pada iklan Softener Soklin ini menggunakan semiotika dari Roland Barthes berdasarkan pemikiran Ferdinand de Saussure. Tujuan penelitian ini untuk mengetahhui representasi pada tubuh perempuan cantik dalam iklan Softener Soklin yang membuat pakaianya harus lembut dan wangi dalam setiap sentuhan dan keharumannya sehingga memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dari mengiklankan produk Softener Soklin untuk menawarkan produk, dapat menarik perhatian karena yang menonton iklan tidak hanya orang dewasa tetapi semua usia.
Eksploitasi Terhadap Perempuan dalam Iklan Pewangi Pakaian Downy
Elfira Regita Cahyani;
Nurlinda Yulia;
Tania Rahayu Putri
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14522
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas eksploitasi gender terhadap rumah tangga serta mengetahui bias gender yang terdapat dalam iklan pewangi pakaian Downy yang menayangkan seorang perempuan yang dimana perempuan selalu digambarkan sebagai ibu rumah tangga. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis citra perempuan dalam keluarga serta kaitannya dengan kesetaraan gender dalam beberapa iklan televisi. Televisi merupakan salah satu media yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia melalui simbol iklan. Perempuan sering menjadi objek yang seolah-olah hanyalah pelengkap tayangan iklan. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pandangan umum dari masyarakat terkait perempuan. Konstruksi sosial menempatkan perempuan lebih lemah dan lebih tidak produktif daripada laki-laki dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga perempuan selalu diposisikan dalam wilayah domestik saja.
Representasi Warna Kulit Perempuan Ideal dalam Iklan K-Natural White Brightening Body Versi Agatha Chelsea
Herbi Salsabila Nurainoctavianis Ifada;
Agnes Purnama Wati;
Ahmad Yahya Afifi
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14523
Standar kecantikan yang dikonstruksi oleh iklan di media membawa pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat, dalam beberapa iklan produk kecantikan menampilkan kunci cantik adalah memiliki kulit yang cerah dan glowing. Salah satu contohnya yaitu iklan produk K Natural White Brightening Body Wash, penulis memfokuskan pada produk K Natural White Brightening Body Wash yang merepresentasikan bagaimana cantik perempuan ideal seperti perempuan Korea. Seperti yang telah dijelaskan di bagian pendahuluan, penelitian ini akan menelaah mengenai representasi warna kulit perempuan ideal dalam Iklan K-Natural White Brightening Body versi Agatha Chelsea. Demi mendapatkan jawaban dari pembahasan dalam penelitian ini, maka langkah yang kami lakukan adalah dengan memakai metode semiotika. Metode penelitian yang dipilih oleh tim peneliti ini diharapkan mampu memberi jawaban yang diinginkan. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan semiotika Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis semiotik pada penelitian ini membuktikan bahwa iklan tersebut menampilkan stereotip mengenai gambaran dimana perempuan yang cantik merupakan perempuan yang berkulit cerah glowing seperti orang Korea.
Representasi Bias Gender pada Iklan Susu Ultramilk Pure Passion
Angelica Mutiara Islami;
Astria Dinda Amalia;
Rahma Tantri Diastiningtyas
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14527
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman bias gender serta menganalisis adanya ketidakseimbangan gender pada iklan susu Ultra Milk Pure Passion yang disiarkan di televisi. Iklan pada media seringkali mampu mengubah persepsi masyarakat dari bagaimana iklan tersebut mempromosikan produknya. Pada iklan Susu Ultra Milk Pure Passion ini telah ditemukan beberapa scene yang menunjukkan bagaimana seorang laki-laki dan perempuan direpresentasikan. Di mana hal tersebut menyebabkan adanya pemahaman baru atau pembenaran atas pemahaman terkait adanya ketidakseimbangan gender. Untuk mengkaji hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode representasi dan domestifikasi. Metode penelitian ini menggunakan analisis semiotika. Hasilnya adanya ketidakseimbangan gender pada scene yang ditampilkan oleh iklan Susu Ultra Milk Pure Passion yang memiliki pengaruh untuk membangun persepsi di masyarakat bahwa seorang perempuan tidak jauh lebih baik untuk bekerja di luar ruangan dan laki-laki dianggap lebih dituntut untuk mengerti banyak hal dibanding perempuan.
Representasi Domestifikasi Peran Ibu dalam Iklan Nutella Mummypedia
Fadiya Anzar Salama;
Najmasheila Anindya;
Rosadiyank Vioctabella Putri Anjani
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14532
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi domestifikasi peran ibu dalam iklan Nutella Mummypedia dimana ditampilkan bahwa yang berperan mengurus anak adalah perempuan sebagai seorang ibu. Jika kita perhatikan secara nyata peran untuk mengurus anak tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang ibu atau perempuan. Domestifikasi perempuan seringkali dipahami atau digambarkan sebagai pengurus rumah tangga, atau di Bahasa Inggirs sering disebut dengan housewifization. Dimana maksudnya peran perempuan hanyalah sebatas soal rumah tangga saja. Kami berusaha melakukan penelitian untuk mengkaji tanda mengenai Representasi Domestifikasi Peran Ibu dalam Iklan Nutella Mummypedia menggunakan metode semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes. Setelah mengkaji Iklan Nutella Mummypedia, kami memperoleh hasil bahwa peran ibu yang digambarkan dalam masyarakat memang secara sekilas terlihat lumrah dan biasa dimana dikonsepkan di dalam rumah tangga. Di dalam sebuah iklan tidak hanya menyampaikan informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan, tetapi iklan juga dapat merepresentasikan budaya, gaya hidup, dan pandangan masyarakat. Seperti dalam iklan Nutella edisi Mummypedia dimana selain mempromosikan Nutella itu sendiri, di dalam iklan ini juga merepresentasikan peran seorang ibu dalam melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Obat Perkasa Versi Miss Lorenxo
Tasya Arda Muslimah;
Pramadhana Syah Putra;
Taffadona Nafsa Deinarvi
Jurnal Audiens Vol. 3 No. 4 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jas.v3i4.14534
Eksploitasi terhadap kaum perempuan saat ini muncul dalam iklan sehingga membentuk standar perempuan yang ideal, melalui sarana media massa. Saat ini media massa memiliki peran yang ganda, jika dianalogikan uang koin dengan dua sisi yang berbeda, disatu sisi media berfungsi sebagai sarana pencerdasan untuk kemajuan bangsa, namun satu sisi lain juga media berperan sebagai penindasan dalam mendapatkan keuntungan kaum kapitalis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis iklan obat perkasa Miss Lorenxo yang dalam iklannya mengeksploitasi bagian tubuh dari perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semotika Roland Barthes. Penelitian dilakukan dengan mengamati tanda-tanda yang ada pada gambar iklan di media social Instagram Miss Lorenxo. Hasil yang kami peroleh dari penelitian ini adalah bahwa perempuan menjadi sasaran eksploitasi fisik dan menjadi tontonan bahkan fantasi laki-laki. Dalam iklan ini, perempuan digambarkan sebagai salah satu bahan yang digunakan untuk memuaskan laki-laki dan menjadi orang yang rentan. Iklan ini menganggap tubuh perempuan yang menjadi model iklan tersebut sedang dieksploitasi. Selain itu, wanita ideal adalah yang memiliki wajah cantik, kulit putih, payudara kencang, dan lekuk tubuh seksi.