cover
Contact Name
Petrus Fendiyanto
Contact Email
semnasppg@fkip.unmul.ac.id
Phone
+281350052915
Journal Mail Official
semnasppg@fkip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jalan Muara Pahu, Kampus Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu Kota Samarinda, Prov. Kalimantan Timur - Indonesia (75123)
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 28293541     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Prosiding dengan e-ISSN 2829 - 3541 (media online) berisi kumpulan makalah hasil-hasil penelitian yang telah lolos seleksi oleh tim reviewer dalam Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru call for paper yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini diikuti oleh para peneliti baik dari institusi Pendidikan Tinggi maupun berbagai lembaga penelitian dan Pemerhati Pendidikan. Sesuai dengan namanya, cakupan bidang yang ada dalam prosiding antara lain adalah hasil penelitian guru dan calon guru dibidang pendidikan dan pembelajaran di Satuan Pendidikan Sekolah. Semua kumpulan makalah dalam Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru tersebut dapat diunduh secara gratis. Disamping sesi presentasi oleh para peneliti/pemakalah, di setiap seminar juga menghadirkan keynote speaker yang berbeda dengan tema yang berbeda pula setiap tahunnya. Scope pada Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Media Digitalisasi, Model Pembelajaran Inovatif, Assesmen Pembelajaran Inovatif, Kurikulum Merdeka
Articles 131 Documents
PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA POWER POINT DALAM PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS KEBERAGAMAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MINAT BELAJAR PPKN Nida, Khairun
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.697

Abstract

Hasil belajar siswa SD Muhammadiyah Muara Jawa khususnya kelas 3 dalam pembelajaran PPKN masih rendah, terbukti dengan prosentase capaian ketuntasan klasikal 25%. Hal ini disebabkan oleh rendahnya minat belajar siswa, terbukti hasil angket minat belajar menunjukkan prosentase 27%. Salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar adalah dengan menggunakan media pembelajaran power point. Penelitian ini merupakan PTK. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Penelitian menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Populasi merupakan siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Muara Jawa. Data diperoleh dari dokumen, angket, observasi, maupun tes akhir siklus. Setelah dilakukan tindakan, minat dan hasil belajar siswa tiap siklus selalu meningkat. Presentase minat siswa pada siklus I, II dan III sebesar 60,5%, 87,6%, dan 94%. Hasil belajar siklus I, II, dan III sebesar 31%, 72% dan 94%. Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran power point yang berisi gambar-gambar dan penjelasan. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran power point yang berisi gambar-gambar dan penjelasan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN KEAKTIFAN BERTANYA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SOLE (SELF ORGANIZED LEARNING ENVIRONMENTS) PADA MATERI GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN SISWA KELAS V SDN 013 PALARAN Lestari, Desi Rinda
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.698

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keaktifan bertanya siswa kelas V SDN 013 Palaran dalam materi gangguan sistema pencernaan. Berdasarkan identifikasi peneliti hal ini disebabkan oleh kurang percaya diri siswa dengan konsep yang dimilikinya sehingga siswa menjadi kurang aktif untuk bertanya pada guru. Peneliti meyakini bahwa dengan penerapan model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) ini dapat meningkatkan keaktifan bertanya siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan keaktifan bertanya siswa pada materi gangguan sistem pencernaan dengan penerapan model pembelajaran SOLE. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan model pembelajaran SOLE dapat meningkatkan keaktifan bertanya siswa kelas V SDN 013 Palaran pada materi gangguan sistem pencernaan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor keaktifan bertanya siswa dalam perbaikan pembelajaran dari awal sebelum dilakukan tindakan (pra siklus) yaitu 21,4 % meningkat di siklus I menjadi 33,64 % atau naik sebesar 12,24% dan terjadi peningkatan kembali pada siklus II menjadi 55,96 % atau terjadi kenaikan sebesar 22,32% sedangkan pada siklus III terjadi kembali peningkatan 72,28 %. Penelitian ini berhasil karena jumlah kriteria aktif dan kurang aktif telah mencapai minimal 80% berhasil dilampaui dengan persentase sebesar 92 %. Dengan demikian penerapan model pembelajaran SOLE berhasil meningkatkan keaktifan bertanya siswa kelas V SDN 013 Palaran.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA TEMA 4 KELAS 5B SDN 006 LOA JANAN ILIR Subhanatunidah
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.700

Abstract

Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran merupakan latar belakang dilaksanakannya penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media video. Di dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan kelas ini menggunakan lembar observasi bagi guru dan siswa. Pada Siswa hal yang diobservasi yaitu keaktifan siswa dalam berdiskusi, pengumpulan tugas tepat waktu serta angket minat siswa. Indikator pencapaian keberhasilan untuk (1) keaktifan siswa jika persentasi telah sampai pada 75 % (2) pengumpulan tugas tepat waktu persentasi 85% (3) serta jika siswa mengisi angket dengan pemilihan media video sebanyak 85% dari seluruh siswa. Pada keaktifan siswa dalam diskusi persentasi pada pra siklus adalah 50% kemudian meningkat menjadi 51,25% pada siklus I serta terus meningkat 93,75% pada siklus ke II, kemudian pada siklus III 78,75% karena menambahkan 2 point pada lembar pengamatan, jika sebelumnya hanya mengamati keberanian siswa menjawab dan menjawab pertanyaan dengan benar maka di siklus III ada penambahan siswa berani bertanya serta pertanyaan yang diajukan mengandung unsur HOTS. Pada Observasi pengumpulan tugas hasil observasi saat Pra Siklus 50% siswa mengumpulkan tugas sesuai batas pengumpulan meningkat menjadi 82,5 % pada siklus I, terus meningkat menjadi 87,5 % pada siklus II dan pada siklus III pengumpulan tugas berada pada persentase 95%. Hasil angket siswa yang menyukai media video 67% pada siklus I kemudian meningkat menjadi 81 % pada siklus II serta menjadi 90% pada siklus II. Penerapan media video yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah dengan memasukkan video pembelajaran pada aplikasi Sway kemudian aplikasi ini ditautkan pada google classroom. Selain ditautkan pada google classroom media video juga ditayangkan pada pembelajaran sinkron yaitu ketika pembelajaran menggunakan google meet. Maka dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pada pembelajaran Tema 4 Sehat itu penting dapat meningkatkan minat belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF TINGKAT TINGGI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TEMA 4 SUB TEMA 3 MUATAN PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 020 SAMARINDA ULU Rufiatun, Siti
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.702

Abstract

Berdasarkan hasil observasi ditemukan permasalahan dalam pembelajaran IPA di kelas V SDN 020 Samarinda Ulu hasil belajar kognitif tingkat tinggi siswa masih perlu ditingkatkan dalam pembelajaran. Model pembelajaran inkuiri merupakan alternatif solusi untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran IPA.Praktek pembelajaran didesain sebanyak 3 kali pembelajaran yang terdiri dari Siklus I, siklus II, dan siklus III. Penelitian dilaksanakan di SDN 020 Samarinda ULu dengan subjek penelitian siswa keals V yang berjumlah 32 orang. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar kognitif tingkat tinggi melalui penerapan model pembelajaran inkuiri tema 4 sub tema 3 muatan pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN 020 Samarinda Ulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunana model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar berfikir kognitif tingkat tinggi siswa dilihat dari aktifitas siswa dan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa sebesar 75,62 pada siklus I, 89 pada siklus II, dan 90,15 siklus III. Pada siklus ke III seluruh siswa (100%) berhasil/tuntas dalam pembelajaran IPA materi cara menjaga kesehtan organ peredaran darah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar berfikir kognitif tingkat tinggi siswa kelas V SDN 020 Samarinda Ulu.
MEMBUDAYAKAN LITERASI MELALUI METODE BATU-BASAH SISWA KELAS II A SDN 007 SUNGAI PINANG SAMARINDA Mulyati, Sri
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.703

Abstract

Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. Dengan kata lain, literasi adalah seperangkat keterampilan dan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berhitung, serta memecahkan masalah dalam kehidupannya sehari-hari. Gerakan Literasi Sekolah adalah suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, wali murid, penerbit, media massa, tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan bagi generasi bangsa. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015. Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa.Metode yang digunakan adalah Batu-Basah yang merupakan akronim dari Baca Tuliskan-Baca Sampaikan Hasil yang merupakan upaya meningkatkan minat baca melalui metode yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan dari 28 siswa kelas II A memiliki minat baca yang tinggi, hanya masih ada 3 siswa belum lancar membaca dan akan diberikan bimbingan oleh guru.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS) SISWA KELAS 1 SDN 011 LOA JANAN Jumiati; Partha, Made Ngurah
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.704

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi Kesulitan siswa dalam membaca biasanya terlihat ketika siswa kesulitan dalam kelancaran membaca atau belum lancar, untuk membacakan kalimat atau mendeskripsikan gambar akan merasa kesulitan, mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. Kemampuan siswa dalam membaca, masih sangat rendah, standar penilaian KKM yang telah ditentukan untuk aspek membaca adalah 70, belum tercapai seperti yang diharapkan. Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran dengan metode penelitian tindakan kelas kolaborasi dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran yang direncanakan tiga siklus Sedangkan tahapan-tahapan dalam siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu planning, acting, observing, dan reflecting. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Dilihat dari tahap awal dan dilanjutkan tahap slklus 1 sampai siklus 3 dapat dikemukakan ada peningkatan dari hasil belajar dengan menggunakan metode Stuktural Analitik Sintetik (SAS) secara intensif. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pembelajaran siswa pada hasil belajar siswa siklus 1 rata-rata sebesar 72,30 dengan ketuntasan 60% setelah dilaksanakan tindakan siklus 2 hasil belajar siswa rata-rata sebesar 72,80 dengan ketuntasan 85% dan pada siklus 3 hasil belajar mengalami peningkatan dengan rata-rata 76,55 dengan ketuntasan 100%. Berdasarkan temuan diatas maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Metode Stuktural Analitik Sintetik (SAS) berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas 1 SDN 011 Loa Janan tahun ajaran 2020/2021.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENULISKAN KALIMAT SEDERHANA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN VIDEO PADA TEMA 3 KELAS I SDN PAGERWANGI Srilawati, Siti
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 1 (2020): Eksistensi Peran Pendidikan Profesi Guru Dalam Program Merdeka Belajar Pada Era New N
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v1.707

Abstract

Muatan pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Siswa pada materi Bahasa Indonesia tentang menuliskan kalimat sederhana sesuai dengan kegiatan sore hari tidak memperhatikan penjelasan guru, disebabkan penggunaan media kurang menarik, sehingga hasil belajar siswa rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil yang dicapai siswa dari 20 siswa hanya 5 siswa (25%) yang mencapai KKM. Melalui media pembelajaran menggunakan video kegiatan sore hari dapat meningkatan hasil belajar siswa. Pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan 3 siklus yaitu siklus I dilaksanakan 16 November 2020 siklus ini yang mencapai KKM mengalami peningkatan menjadi 7 siswa dengan ketuntasan belajar 35%, ternyata hasil tersebut belum mencapai ketuntasan klasikal yang ditentukan oleh sekolah, sehingga perlu diadakan perbaikan siklus II yang dilaksanakan pada tanggal 23 November 2020 dengan hasil siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan menjadi 13 siswa dengan ketuntasan belajar 65%, tetapi hasil tersebut belum mencapai ketuntasan klasikal sekolah, sehingga perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran siklus III yang dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2020 dengan hasil 20 siswa (100%) mencapai KKM. Perbaikan pembelajaran telah memenuhi ketuntasan klasikal sekolah dan siklus selesai pada siklus yang ketiga. Dari perbaikan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan media pembelajaran menggunakan video kegiatan sore hari dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulskan kalimat sederhana. Sehingga media pembelajaran menggunakan video perlu disosialisasikan untuk mencapai keberhasilan hasil belajar yang maksimal.
PENERAPAN ALAT PERAGA KONKRET DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III Maisyarah, Maisyarah; Tindangen, Makrina; Mutmaiyah, Mutmaiyah
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 2 (2021): Pendidikan Profesi Guru Dalam Pembelajaran Paradigma Baru Era Industri 4.0 dan Societ
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v2.1013

Abstract

Pembelajaran secara luring penjumlahan dan pengurangan pada pelajaran Matematika cenderung kurang diminati oleh siswa kelas III SDN 005 Sambaliung Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau Kalimantan Timur disebabkan guru belum maksimal dalam menggunakan alat peraga konkrit dan dalam pemanfaatan media pembelajaran serta pemberian tugas yang masih bersifat monoton. Hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika khususnya penjumlahan dan pengurangan menjadi rendah. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika melalui alat peraga media konkrit siswa Kelas III B SDN 005 Sambaliung Semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 23 siswa dalam kegiatan pembelajaran. Ketuntasan belajar meningkat dari pra siklus, siklus I ke siklus II yaitu masing- masing 51,72%, 63,33% dan 86,21%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal sudah mulai tercapai dan mengalami peningkatan yang sangat baik. Dengan demikian, penggunaan media alat peraga konkrit dapat meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan pada pelajaran Matematika
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VIC SDN PEKAYON 16 PAGI JAKARTA TIMUR Purwatiningsih, Meri
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 2 (2021): Pendidikan Profesi Guru Dalam Pembelajaran Paradigma Baru Era Industri 4.0 dan Societ
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v2.1019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi awal di kelas VIC SDN Pekayaon 16 pagi Jakarta. Keterampilan guru pada pembelajaran masih berpusat pada guru, selain itu guru selalu memberikan materi berupa ceramah yang mendominasi seluruh kegiatan pembelajaran, dan guru kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran . Aktivitas dan hasil belajar siswa dalam memperoleh pengetahuan tentang muatan pembelajaran IPA masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada muatan pembelajaran IPA melalui model Project Based Learning (PjBL) pada siswa Kelas VIC SDN Pekayon 16 Pagi. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan kualiatif, sedangkan analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis deskriptif yang didasarkan pada pengamatan menggunakan lembar observasi terhadap aktivitas belajar siswa dan tes essay. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru (peneliti) dan siswa kelas IVC SDN Pekayon 16 Pagi yang berjumlah 15 siswa. Hasil analisis data yang diperoleh bahwa pada pelaksanaan siklus I dari hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran menunjukan aktivitas belajar dan keaktifan siswa belum begitu optimal meski sudah memperlihatkan peningkatan dari setiap siklusnya hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata skor 21 kategori cukup dan pada siklus II memperoleh rata-rata skor 25,5 dengan kategori baik Dengan demikian, pembelajaran IPA kelas VIC SDN Pekayon 16 pagi dengan menggunakan model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, hal tersebut dapat dilihat pada setiap siklus dimana siswa dapat melakukan aktivitas sendiri dan bekerjasama dalam kelompok secara langsung, dalam memahami materi dan menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran yang dilaksanakan tersebut di pembelajaran kelas VIC SDN Pekayon 16 Pagi.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MATERI KOSA KATA KEGIATAN MALAM HARI MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS 1 Murliyanti, Murliyanti
Prosiding Seminar Nasional PPG Universitas Mulawarman Vol. 2 (2021): Pendidikan Profesi Guru Dalam Pembelajaran Paradigma Baru Era Industri 4.0 dan Societ
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/semnasppg.v2.1021

Abstract

Pada pembelajaran secara luring pada mupel tematik tema 3 Kegiatanku Subtema 4 kegiatan malam hari cenderung kurang diminati oleh siswa kelas 1 SDN 01 Karya Maju Lampung disebabkan guru belum terampil dalam menggunakan media pembelajaran, kurang maksimal dalam pemanfaatan media pembelajara karena media dan metode pembelajaran serta pemberian tugas oleh guru bersifat monoton. Aktivitas dan hasil belajar siswa dalam memperoleh pengetahuan tentang kosa kata kegiatan malam hari juga rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi menyebutkan kosa kata melalui model Project Based Learning (PjBL) dengan media audiovisual pada siswa Kelas 1 SDN 01 Karya Maju Lampung. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan kualiatif. Sedangkan analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis deskriptif yang didasarkan pada pengamatan menggunakan lembar observasi terhadap aktvitas belajar siswa dan tes pilihan ganda pada google form. Hasil analisis data yang diperoleh bahwa pada pelaksanaan siklus I dan II dari hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran menunjukan aktivitas belajar dan keaktifan siswa belum begitu optimal meski sudah memperlihatkan peningkatan dari setiap siklusnya. Dan pada siklus III, aktivitas belajar siswa dan juga hasil belajar telah mencapai ketuntasan minimal dalam ketercapaian indikator sebagai variabel ketercapaian penelitian. Seperti terlihat bahwa keaktifan siswa meningkat dari pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II, serta hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 68,28% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84,78%. Dengan demikian, pembelajaran tema 3 kegiatanku dengan menggunakan model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa hal tersebut dapat dilihat pada setiap siklus dimana siswa dapat melakukan aktivitas sendiri dan bekerjasama dalam kelompok secara langsung, dalam memahami materi dan menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran yang dilaksanakan tersebut di pembelajaran kelas 1 SDN Karya Maju Lampung.

Page 2 of 14 | Total Record : 131