cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
supardi@uny.ac.id
Phone
+62274-550847
Journal Mail Official
fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNY (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
ISSN : -     EISSN : 30265983     DOI : -
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian khususnya tugas akhir mahasiswa fisika, atau karya ilmiah lain yang berkaitan dengan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah ilmu fisika dan terapannya.
Articles 196 Documents
SUBSURFACE INTERPRETATION OF OPAK FAULT LINE IN YOGYAKARTA USING GEOMAGNETIC METHOD Desi Novi Dayana, Nugroho Budi Wibowo , Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran anomali medan magnet di sekitar jalur Sesar Opak dan mengetahui struktur bawah permukaan di kawasan jalur Sesar Opak. Pengambilan data dilakukan menggunakan Proton Precession Magnetometer Geometric tipe G-856 dengan 77 titik pengukuran dan jarak antar titik pengukuran ± 2 km. Pengolahan data dilakukan melalui koreksi variasi harian, koreksi IGRF, reduksi ke kutub, dan kontinuasi ke atas. Pemodelan dilakukan dengan menganalisis anomali medan magnet yang telah direduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas pada ketinggian 3000 m. Hasil analisa menunjukkan rentang nilai anomali medan magnet di kawasan penelitian adalah -468 nT hingga 912 nT. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa kawasan penelitian tersusun oleh 6 formasi batuan yaitu Formasi Aluvium dengan nilai suseptibilitas 0,7 × 10-3,Formasi Merapi Muda dengan nilai suseptibilitas (0 – 2) × 10-3, Formasi Wonosari dengan nilai suseptibilitas (0 – 1) × 10-3, Formasi Sambipitu dengan nilai suseptibilitas (0,4 – 5) × 10-3, Formasi Nglanggran dengan nilai suseptibilitas (0,6 – 70) × 10-3, dan Formasi Semilir dengan nilai suseptibilitas (0 – 100) × 10-3. Kata kunci: metode geomagnet, Sesar Opak, struktur bawah permukaan. Abstract The aims of this study were to determine the distribution of magnetic field anomaly around Opak Fault line area and to determine subsurface structure in Opak Fault line area. Data were acquired using Geometric Proton Precession Magnetometer type G-856 with 77 observation points and interval between each point was ±2 km. Data were processed using diurnal correction, IGRF correction, reduction to pole, and upward continuation. The modelling was done by analyzing magnetic field anomaly which had been reducted to pole and transformed using upward continuation at 3000 m elevation. The results showed that the range of magnetic field anomaly in study area was -468 nT to 912 nT. 2D modelling result showed that the study area was composed by 6 rock formations which were Alluvium Formation with susceptibility of 0,7 ×〖10〗^(-3), Merapi Muda Formation with susceptibility of (0 – 2) ×〖10〗^(-3), Wonosari Formation with susceptibility of (0 – 1) ×〖10〗^(-3), Sambipitu Formation with susceptibility of (0,4 – 5) ×〖10〗^(-3), Nglanggran Formation with susceptibility of (0,6 – 70) ×〖10〗^(-3), and Semilir Formation with susceptibility of (0 – 100) ×〖10〗^(-3). Keywords: geomagnetic method, Opak Fault, subsurface structure.
MIKROZONASI INDEKS KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN ANALISIS MIKROTREMOR DI KECAMATAN ARJOSARI PACITAN JAWA TIMUR MICROZONATION OF SEISMIC VULNERABILITY INDEX BASED ON MICROTREMOR ANALYSIS IN ARJOSARI SUBDISTRICT PACITAN EAST JAVA Nining Pratiwi; Nugroho Budi Wibowo; Yosaphat Sumardi
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrotremor, nilai indeks kerentanan seismik, dan mikrozonasi indeks kerentanan seismik di Kecamatan Arjosari. Data mikrotremor dianalisis menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) radix-64, penghalusan data dengan Konno-Ohmachi dan Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Hasil studi ini menunjukkan bahwa karakteristik mikrotremor di Kecamatan Arjosari dengan frekuensi predominan antara 1,76-14,88 Hz, faktor amplifikasi antara 0,224-11,73, nilai ketebalan lapisan sedimen antara 9,94-103 m, nilai kecepatan gelombang geser permukaan tanah sampai kedalaman 30 m antara 353,174-760 m/s, dan nilai kecepatan geser batuan dasar antara 170,544-7124,474 m/s. Nilai indeks kerentanan seismik di Kecamatan Arjosari adalah 1,291 10-7 sampai 1,008 10-5 (s2/cm). Mikrozonasi indeks kerentanan seismik dengan nilai tinggi menyebar di Desa Mangunharjo, Desa Jatimalang, Desa Sedayu dan Desa Borang sedangkan nilai rendah menyebar di Desa Mlati, Desa Temon, Desa Karangrejo, DesaKata Kunci : Indeks Kerentanan Seismik, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Mikrotremor, Arjosari.AbstractThe aims of this study are to know the microtremor characteristic, the seismic vulnerability index, and its mikrozonation in Arjosari Subdistrict. The microtremor data were analyzed using Fast Fourier Transform (FFT) radix-64, then they smoothed by using Konno-Ohmachi Equation, and Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). The result shows that the microtremor characteristic in Arjosari Subdistrict with predominant frequency between 1.76-14.88 Hz, the amplification factor between 0.224-11.73, the sediment thickness between 9.94-103.261 m, the surface shear velocity ( ) between 353.174-760 m/s, and bedrock shear velocity between 170.544-7124.474 m/s. The vulnerability index in Arjosari Subdistrict between 1.291 10-7 to 1.008 10-5 (s2/cm). High seismic vulnerability index microzonation spread in Mangunharjo, Jatimalang, Sedayu and Borang village. The low value spread in Mlati, Temon, Karangrejo, Kedungbendo, Gembong, Gayuhan, Gegeran, Gunungsari, and Pagutan Village.Key Words : Seismic Vulnerability Index, Horizontal to Vertical Spectral Ratio, Microtremor, Arjosari.
STUDI TENTANG PENGARUH JARAK (SPACER) TERHADAP KUALITAS KRISTAL LAPISAN TIPIS Sn〖(Se〗_(0,2) 〖Te〗_(0,8)) HASIL PREPARASI TEKNIK EVAPORASI VAKUM STUDY ABOUT THE EFFECT OF SPACER TO CRYSTAL QUALITY Sn〖(Se〗_(0,2) 〖Te〗_(0,8)) THIN FILMS PREPARATION RESULTS BY VACUUM EVAPORATION TECHNIQUE Wida Afosma; Ariswan Ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak antara material sumber dengan substrat (spacer) terhadap kualitas kristal lapisan tipis, struktur kristal dan parameter kisi lapisan tipis, mengetahui morfologi permukaan dan kompoisi kimia lapisan tipis Sn) yang terbentuk.  Teknik yang digunakan dalam proses penumbuhan kristal pada pada penelitian ini adalah teknik Evaporasi Vakum. Penumbuhan lapisan tipis Sn) dilakukan dengan variasi spacer. Untuk sampel 1 dengan spacer 10 cm, sampel 2 dengan spacer 15 cm dan sampel 3 dengan spacer 25 cm. Ketiga sampel lapisan tipis Sn) ini dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur kristal dan parameter kisi, SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaaan dan EDS (Energy Dispersive Spectroscopy) untuk mengetahui komposisi kimia lapisan tipis Sn).Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahawa lapisan tipis Sn memiliki struktur kristal kubik. Nilai parameter kisi sampel 1 adalah a = 6,34 Å, sampel 2 adalah a  = 6,38 Å dan sampel 3 adalah a = 6,40 Å. Hasil XRD menunjukkan bahwa variasi spacer dapat mempengaruhi kualitas kristal lapisan tipis. Intensitas paling tinggi ditunjukkan pada sampel 1 dengan spacer 10 cm, intensitas sedang ditunjukkan pada sampel 2 dengan spacer 15 cm dan intensitas paling rendah ditunjukkan pada sampel 3 dengan spacer 25 cm. Intensitas yang tinggi menunjukkan keteraturan letak atom-atom dalam kristal semakin baik. Hasil karakterisasi SEM menununjukkan bahwa kristal lapisan tipis Sn) terdiri atas grain berbentuk kubik dan memiliki permukaan yang homogen terlihat dari bentuk dan warna kristal yang seragam. Pada sampel 1, butiran (grain) sebagian besar berukuran 0,3m dan pada sampel 2, butiran (grain) sebagian besar berukuran 0,2 m. Hasil karakteriasai EDS pada sampel 1 diperoleh perbandingan molaritas Sn : Se : Te adalah 1 : 0,29 : 0,58. Untuk sampel 2 diperoleh perbandingan molaritas Sn : Se : Te adalah 1 : 0,33 : 0,62.  Kata kunci: lapisan tipis Sn), evaporasi vakum, preparasi, spacer. AbstractThis study aimed to determine the effectf variation the distance between the source and the substance (spacer) to crystal quality thin films, crystal structre and lattice parameter of thin films, to determine surface morphology and chemical composition of the Sn thin flms formed. The technique used in the crystal growing process was the Vacuum Evaporation technique. The growth of Sn thin flms was done by varying the spacer. For sample 1 at spacer 10 cm, sample 2 at spacer 15cm and sample 3 at spacer 25 cm. These Sn thin films were characterized by XRD (X-Ray Diffraction) to determine the crystal structure and lattice paremeter, SEM (Scanning Electron Microscopy) to determine surface morphology and EDS (Energy Dispersive Spectrometry) to determine chemical composition of Sn thin films.The reults of XRD characterization showed that Sn thin films were kubic crystal structure. Lattice parameter of sample 1 is a  = 6,34 Å, sample 2 is a  = 6,38 Å and sample 3 is a  = 6,40 Å. The results of difractograms showed that spacer variation can be eeffect of crystal quality Sn). The highest intensity showed in sample 1 with spacer 10 cm, the medium intensity showed in sample 2 with spacer 15 cm and the most low intensity showed in sample 3 with spacer 25 cm. the highest intensity which showed the regularity of atoms. The results of SEM characterization showed that the surface morphology of Sn thin films consisted of kubic grains and had homogeneous structure marked by the uniformity of shape and colour.  In sample 1, the grains most of the measuring 0,3 m and sample 2, the grains most of the measuring 0,2 m . The results of EDS at sample 1 the molarity comparisons was Sn : Se : Te = 1 : 0,29 : 0,58. For the sample 2, the molarity comparisons was Sn : Se : Te = 1 : 0,33 : 0,62.  Keywords: Sn thin films, vacuum evaporation, preparation, spacer.
PENGARUH BENTUK (POWDER, GRANULE, DAN GRAVEL) KARBON AKTIF DARI BAMBU TERHADAP DEBIT DAN EFISIENSI ABSORBSI PADA PENJERNIHAN AIR SELOKAN MATARAM THE INFLUENCE OF FORM (POWDER, GRANULE, AND GRAVEL) ACTIVATED CARBON FROM BAMBOO TO RATE OF FLOW OF WATER AND ABSORBTION EFFICIENCY IN WATER PURIFICATION SELOKAN MATARAM aldian nindya aldian nindya; suparno suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk (powder, granule, dan gravel) karbon aktif dari bambu terhadap efisiensi absorbsi dan debit pada penjernihan sampel air Selokan Mataram. Metode yang digunakan adalah teknik pertukaran ion. Proses absorbsi terjadi saat sampel dilewatkan ke dalam kolom penukar ion yang berisi absorben. Selama proses absorbsi dicatat lamanya waktu yang dibutuhkan. Air hasil penjernihan diuji transmisi cahaya untuk kemudian dibandingkan dengan nilai transmisi cahaya air mineral kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai debit maksimal adalah saat massa absorben 13 gram dengan nilai Q untuk powder (0,72 ± 0,05) ml/menit, granule (17 ± 2) ml/menit, dan gravel (57 ± 4) ml/menit. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai efisiensi absorbsi maksimum diperoleh pada massa absorben 37 gram dengan nilai η untuk gravel (79 ± 2)%, granule (94 ± 2)%, dan powder (90 ± 3)%. Karbon aktif granule memiliki nilai debit dan efisiensi absorbsi yang lebih baik bila dibandingkan dengan powder sehingga dapat menjadi solusi mengatasi terjadinya penyumbatan (clogging).Kata kunci: Karbon aktif, granule, gravel, powder, debit aliran air (Q), efisiensi absorbsi (η).AbsractThe study aims to determine the effect of form (powder, granule, and gravel) activated carbon from bamboo to absobtion efficiency and rate of flow of water in water sampel purification selokan mataram. The method used is the techniqueof ion exchange. Absorbtion process occurs when the sample is passed through an ion exchange column contain an absorbent. During the absorption process noting the length of time required. Water purification result tested light transmision and then compared with the value of light transmision bottled mineral water. The result showed that the value of the maximum rate of flow of water is when the absorbent mass 13 grams with a value of Q for powder (0,72 ± 0,05) ml/min, granule (17 ± 2) ml/min, and gravel (57 ± 4) ml/min. The result also showed that the value of the maximum absorption efficiency acquired the absorbent mass 37 grams with a value of η for gravel (79 ± 2)%, granule (94 ± 2)%, dan powder (90 ± 3)%. Activated carbon granule has a value of rate of flow of water better absorption efficiency when compared with the powder so that it can be a solution to overcome the clogging.Keyword: activated carbon, granule, gravel, powder, rate of flow of water (Q), absorbtion efficiency (η).
BULIDING RESONANCE WITH MICROTREMOR ANALYSIS IN PATUK VILLAGE GUNUNG KIDUL REGENCY Pipit Daristasari, Nugroho Budi W, Yosaphat Sumardi
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui nilai frekuensi dengan metode HVSR dan FSR Menentukan nilai resonansi beberapa bangunan di berdasarkan nilai frekuensi alami bangunan dan tanah, Mengetahui peta resiko kerusakan bangunan di Dusun Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul.Data penelitian diperoleh melalui pengukuran mikrotremor di 11 titik lokasi pengambilan data. Data mikrotremor kemudian dianalisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan frekuensi alami tanah dan faktor amplifikasi tanah kemudian metode Floor Spectral Ratio (FSR) untuk mendapatkan hasil frekuensi bangunan dan amplifikasi bangunan di setiap titik penelitian. Hasil dari analisis mikrotremor digunakan untuk menentukan nilai Resonansi (R).Hasil studi ini menyatakan bahwa nilai rata-rata resonansi untuk komponen EW dan NS di Dusun Patuk berkisar antara 22,25 % sampai 590,63 %. Dengan titik 6 dan titik 10 yang mempunyai tingkat kerentanan resonansi sedang dengan nilai 16,07 % dan 22,25% . Kata Kunci: resonansi bangunan, horizontal to vertical spectral ratio, floor spectral ratio, mikrotremor, Patuk. Abstract This research aims to Knowing the frequency value with the HVSR and FSR methods, Determine the resonance value of several buildings based on building frequency values and land frequency, and Knowing the risk map for building damage in Patuk village, Patuk District, Gunung Kidul Regency. The research data was obtained through microtremor measurements at 11 data collection locations. The microtremor data was then analyzed using the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method to obtain the natural frequency of the soil and soil amplification factors then the Floor Spectral Ratio (FSR) method to obtain the results of building frequency and building amplification at each research point. The results of the mikrotremor analysis are used to determine the Resonance (R) value. The results of this study stated that the resonance average values for EW and NS components in Patuk Hamlet ranged between 22.25% to 590.63%. With point 6 and point 10 which has a moderate level of resonance susceptibility with a value of 16.07% and 22.25%. Keywords: silver building resonance, horizontal to vertical spectral ratio, floor spectral ratio, microtremor, Patuk.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI KIMIA LAPISAN TIPIS Sn(So,4Te0,6) HASIL PREPARASI DENGAN TEKNIK EVAPORASI VAKUM STRUCTURE AND CHEMICAL COMPOSITION OF Sn(S0,4Te0,6) THIN FILMS PREPARATION RESULT BY VACUUM EVAPORATION TECHNIC Eka Wulandari; Ariswan Ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan lapisan tipis Sn(S0,4Te0,6) sebagai bahan semikonduktor dengan teknik evaporasi vakum. Peneliti dapat mengetahui pengaruh variasi spacer terhadap kualitas lapisan tipis dan juga mengetahui struktur kristal, parameter kisi, morfologi permukaan, dan komposisi kimia lapisan tipis. Proses preparasi lapisan tipis Sn(S0,4Te0,6) dilakukan dengan menggunakan teknik evaporasi vakum yang bekerja pada tekanan sekitar ~10-5 mbar dengan melakukan variasi jarak antara sumber dengan substrat atau variasi spacer. Spacer divariasi sebanyak 3 kali, yaitu 10 cm, 15 cm, dan 25 cm. Setelah didapatkan sampel lapisan tipis yang diinginkan, kemudian sampel dikarakterisasi dengan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur kristal, SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaan, dan EDAX (Energy Dispersive Analysis X-Ray) untuk mengetahui komposisi kimia. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa lapisan tipis Sn(S0,4Te0,6) dari ketiga sampel memiliki struktur kristal kubik, dengan nilai parameter kisi sampel 1 (spacer 10 cm): a = 6,011 Å; sampel 2 (spacer 15 cm): a = 6,048 Å; sampel 3 (spacer 25 cm): a = 6,363 Å. Pemberian variasi spacer menyebabkan perbedaan kualitas pada sampel 1, 2, dan 3 yang ditandai dengan adanya perbedaan intensitas spektrum. Hasil karakterisasi SEM pada kristal Sn(S0,4Te0,6) menunjukkan bahwa morfologi permukaan sampel berupa butiran/grain dengan ukuran ~0,2 μm dan bersifat homogen. Hasil analisis EDAX lapisan tipis Sn(S0,4Te0,6) mengandung unsur Sn = 54,54 %, S = 11,01 %, Te = 34,46 % dan perbandingan molaritas Sn:S:Te adalah 1,00:0,20:0,63.Kata Kunci: teknik evaporasi vakum, lapisan tipis, semikonduktor Sn(S0,4Te0,6). AbstractThis reasearch aims to grow a thin film Sn(S0,4Te0,6) as a semicondukctor material by vacuum evaporation technic. Researcher can understand the effect of variation spacers to the quality of thin film and also understand crystal structure, latice parameter, surface morphology, and chemical composition of thin film. The process of preparation of a thin film Sn(S0,4Te0,6) was performed using vacuum evaporation technic that works at a pressure of about ~10-5 mbar by distance variation between the source of the substrate or variations spacer. Spacer was varied for 3 times, i.e 10 cm, 15 cm, and 25 cm. Having obtained a thin layer of the desired sample, then the samples were chacarterized by using XRD (X-Ray Diffraction) to determine the crystal structure, SEM (Scanning Electron Microscopy) to determine the surface morphology, and EDAX (Edax Dispersive X-Ray Analysis) to determine the chemical composition. XRD characterization results showed that a thin film Sn(S0,4Te0,6) of all samples have kubic crystal structure, the lattice parameter values of samples 1 (spacers 10 cm): a = 6,011 Å; samples 2 (spacers 15 cm): a = 6,048 Å; samples 3 (spacers 25 cm): a = 6,363 Å. The spacer variation causes the difference in thin film quality, marked by the difference of spectrum intencity between sample 1, 2, and 3. SEM characterization results on the crystal Sn(S0,4Te0,6) showed that the morphology of the sample surface in the form of grains with a size of ~0,2 μm and homogeneus. The results of EDAX analysis of thin film Sn(S0,4Te0,6) contains elements of Sn, S, and Te with the chemical composition precentage is Sn = 54,54 %, S = 11,01 %, Te = 34,46 % and the molarity comparison of Sn:S:Te adalah 1,00:0,20:0,63.Keywords: vacum evaporation technic, thin film, semiconductor Sn(S0,4Te0,6).
SUBSTRATE TEMPERATURE EFFECT ON ELECTRICAL PROPERTIES THIN LAYER SEMICONDUCTOR PbS, PbSe AND PbTe PREPARED BY VACUUM EVAPORATION TECHNIQUE abdul mafahir iim; sutjitno tjipto; Ariswan Ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to produce a thin layer of semiconductor with PbS, PbSe and PbTe material  by vacuum evaporation  techniques and  to find out electrical properties of these materials. Thin layer was produced  by using vacuum evaporation  techniques. Varied  temperature of substrate is used as  parameters during  preparation,ie  without heating (sample 1), 200 ℃ (sample 2), 350 ℃ (sample 3), and 500 ℃ (sample 4). Electrical properties are characterized by  using a four point probe (FPP). Results showed that  this  thin layer of PbS, PbSe and PbTe  is  type N semiconductor with  resistivity in   Ω.cm to  Ω.cm oreder Keywords: thin layer, evaporation, electrical properties
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOMATERIAL CARBON DOTS BERBAHAN DAUN MINT MENGGUNAKAN PEMANASAN PRESTO Asya Nailul Fauziah; Wipsar Sunu Brams Dwandaru
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis C-dots berbahan dasar daun mint dan menentukan karakteristik C-dots berbahan dasar daun mint menggunakan pemanasan presto berdasarkan uji UV-Vis, PL, dan FTIR. Penelitian ini terbagi dalam dua tahap, yakni tahap sintesis dan tahap karakterisasi. Sintesis C-dots dilakukan dengan memanaskan serbuk daun mint dalam presto dengan variasi waktu (menit) 10, 20, 30, dan 40. Sampel C-dots yang diperoleh kemudian dikarakterisasi berdasarkan uji UV-Vis untuk mengetahui absorbansinya, PL untuk mengetahui emisi yang dihasilkan C-dots, dan FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi. Uji UV-Vis menghasilkan puncak absorbansi pada panjang gelombang 208 nm - 327 nm mengindikasikan adanya core C-dots. Analisis PL menghasilkan puncak emisi pada panjang gelombang 497 nm yang mengindikasikan pendaran berwarna cyan. Uji FTIR menghasilkan gugus fungsi C=C, C-H, dan O-H.Kata kunci: C-dots, daun mint, presto, karakteristik C-dots
PENGARUH PENYISIPAN LOGAM TEMBAGA (Cu) DENGAN BERBAGAI VARIASI MASSA PADA LAPISAN AKTIF TITANIA (TIO2) TERHADAP STRUKTUR MORFOLOGI DAN RESISTANSI SERTA PERFORMANSI SEL SURYA YANG DIHASILKAN EFFECT OF METAL COPPER (Cu) INSERTION WITH VARIATION OF MASS IN TITANIA (TiO2) LAYER ON MORPHOLOGICAL STRUCTURE , RESISTANCE AND PERFORMANCE SOLAR CELLS GENERATED Yunita Ambarwati; Rita Prasetyowati
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak              Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyisipan logam tembaga (Cu) dengan berbagai variasi massa pada lapisan aktif titania (TiO2) terhadap struktur morfologi, komposisi kimia, absorbansi, resistansi, dan performansi sel surya fotoelektrokimia. Performansi sel surya yang dihasilkan adalah tegangan. Preparasi lapisan aktif TiO2 dan TiO2Cu dilakukan dengan metode doctor blade. Karakterisasi lapisan aktif menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengetahui struktur morfologi permukaan. Karakterisasi Energy Dispersive Analysis X-Ray (EDAX) untuk mengetahui komposisi kimia bahan. Karakterisasi UV-VIS Spectrophotometer untuk mengetahui absorbansi lapisan aktif. Jembatan Wheatstone untuk mengetahui resistansi lapisan. Pembuatan sel surya fotoelektrokimia dilakukan dengan menambahkan lapisan elektrolit polimer dan lempenga aluminium sebagai elektroda. Elektrolit polimer dibuat dari campuran polyvinyl alcohol (PVA) dan natrium fluoride (NaF). Pengukuran tegangan sel surya dilakukan dengan menggunakan voltmeter.Hasil SEM tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan untuk struktur morfologi permukaan lapisan TiO2 dan TiO2Cu. Komposisi kimia bahan lapisan TiO2Cu menunjukkan kandungan massa unsur O sebesar 40,05%, unsur Ti sebesar 59,88 %, dan unsur Cu sebesar 0,07%. Hasil uji UV-VIS menunjukkan bahwa absorbansi lapisan TiO2Cu terjadi pada panjang gelombang 200 nm-381 nm dan 649 nm- 800 nm   sedangkan untuk lapisan TiO2 terjadi dari panjang gelombang 200 nm- 382 nm dan 649 nm – 800 nm. Resistansi lapisan TiO2 diperoleh sebesar 3190,602 Ω, serta resistansi lapisan TiO2Cu dengan massa Cu 0,05 gram; 0,075 gram; 0,1 gram; 0,125 gram; 0,15 gram berturut-turut adalah 3184,784 Ω; 3184,712 Ω; 3183,843 Ω; 3182,641 Ω; 3182,409 Ω. Hasil pengukuran tegangan lapisan TiO2Cu dengan massa Cu 0,05 gram; 0,075 gram; 0,1 gram; 0,125 gram; 0,15 gram berturut-turut adalah sebesar 0,367 volt; 0,466 volt; 0,583 volt; 0,651 volt; 0,681 volt.                                  Kata kunci : Sel surya fotoelektrokimia, variasi massa Cu, performansi Abstract            This study aimed to determine the effect of insertion of the copper (Cu) with a variety of mass in the active layer of titania (TiO2) to the morphological structure, chemical composition, absorbance, resistance, and performance of photoelectrochemical solar cells. The resulting solar cell performance is the voltage. Preparation of the active layer of TiO2 and TiO2Cu performed by doctor blade method. Characterization of the active layer using Scanning Electron Microscopy (SEM) to determine the structure of the surface morphology. Characterization of Energy Dispersive X-Ray Analysis (EDAX) to determine the chemical composition of materials. Characterization of UV-VIS spectrophotometer to determine the absorbance of the active layer. Wheatstone bridge to determine the resistance of the coating. Photoelectrochemical solar cell manufacturing is done by adding a polymer electrolyte layer and aluminum plates as an electrode. A polymer electrolyte made from a mixture of polyvinyl alcohol (PVA) and sodium fluoride (NaF). Solar cell voltage measurement is done using a voltmeter. SEM results did not show any significant difference to the structure of TiO2 coating surface morphology and TiO2Cu. The chemical composition that contained in titania layer shows the precentage of elements as much as 40.05 % O, Ti elements as much as  59.88%, and 0.07% Cu element. The result of UV-Vis test showed absorbance TiO2Cu layer occurs at  wavelength of 200 nm-381 nm and 649 nm- 800 nm while for TiO2 layer occurs at 200 nm- wavelength of 382 nm and 649 nm - 800 nm. Resistance layer of TiO2 obtained at 3190.602 Ω, and the resistance layer with a mass TiO2Cu Cu 0.05 grams; 0.075 grams; 0.1 grams; 0,125 grams; 0.15 gram
PROCESSING THE CHROMIUM WASTE OF ELECTROPLATING INDUSTRY USING FILTRATION, ABSORBTION, ADSORPTION, SEDIMENTATION (FAAS) TECHNOLOGY Roihan Yahya , Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume limbah dengan absorbent yang berupa karbon aktif batok kelapa, pasir pantai Indrayanti, dan kerikil sungai Krasak pada penyaringan limbah industri elektroplating terhadap efisiensi transmisi cahaya, TDS, pH, kadar Cr, dan konduktivitas. Volume limbah dimulai dari sebelum diolah sampai dengan 60 liter penyaringan.Metode yang digunakan dalam proses penjernihan limbah industri elektroplatingadalah teknologi FAAS dengan menggunakan kolom yang terbuat dari pipa berukuran 3 inchi dengan panjang 45 cm sebanyak 3 buah. Bahan-bahan absorbent tersebut dimasukkan ke dalam teknologi FAAS dengan masing-masing ketinggian bahan absorbent 30 cm untuk setiap pipa. Proses pengolahan dilakukan dengan melewatkan limbah industri elektroplating ke dalam teknologi FAAS, kemudian hasil penyaringan ditampung untuk selanjutnya diteliti dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi volume limbah industri elektroplating berpengaruh terhadap nilai efisiensi transmisi cahaya, TDS, pH, kadar Cr, dan konduktivitas. Efisiensi transmisi cahaya dari (56±3)% tetap menjadi (56%±3)%, pH dari (7,5±0,1) turun menjadi (7,4±0,1), TDS dari (72±1) ppm turun menjadi (70±1) ppm, kadar Cr dari (2,5586±0,0006) ppm turun menjadi (2,1700±0,0001) ppm, konduktivitas dari (0,254±0,001) mS turun menjadi (0,252±0,001) mS. Kata kunci :limbah industri elektroplating, karbon aktif batok kelapa, pasir pantai Indrayanti, kerikil sungaiKrasak, teknologi FAAS. Abstract This research was aimed to determine the effect of varied waste volume of absorbent (activated shell coconut carbon, sand of Indrayanti beach, and pebble of Krasak river) in electroplating liquid waste purification toward light transmission efficiency, TDS, pH, amount of Cr, and conductivity. Varied of waste volume start from before processing until 60 liter after filtrating.The method used in electroplating liquid waste purification process was FAAS technology using 3 column which made from 3 inch and 45 cm length pipe. The absorbent materials were then filled into the FAAS technology with length of 30 cm for each material column. Absorbtion processes occured when soiled water entering FAAS technology, while the results of purification process is collected for investigation and analysis. The result of research showed that the light transmission efficiency, TDS, pH, amount of Cr, and conductivity were affected by the varied waste volume of electroplating industry. Light transmission efficiency from (56±3)% same to (56±3)%, pH from (7,5±0,1) down to (7,4±0,1), TDS from (72±1) ppm down to (70±1) ppm, amount of Cr from (2,5586±0,0006) ppm down into (2,1700±0,0001) ppm, conductivity from (0,254±0,001) mS down into (0,252±0,001) mS. Keywords : Electroplating industry waste, activated shell coconut carbon, sand of Indrayanti beach, pebble of Krasak river, FAAS technology.