cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
supardi@uny.ac.id
Phone
+62274-550847
Journal Mail Official
fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNY (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
ISSN : -     EISSN : 30265983     DOI : -
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian khususnya tugas akhir mahasiswa fisika, atau karya ilmiah lain yang berkaitan dengan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah ilmu fisika dan terapannya.
Articles 196 Documents
KARAKTERISTIK MIKROTREMOR BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRUM, ANALISIS TFA (TIME FREQUENCY ANALYSIS) DAN ANALISIS SEISMISITAS PADA KAWASAN JALUR SESAR OPAK MICROTREMOR CHARACTERISTICS BASED ON SPECTRUM ANALYSIS, TIME FREQUENCY ANALYSIS, SEISMICITY ANALYSIS AT OPAK FAULT AREA Umi Habibah; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik mikrotremor berdasarkan citra TFA dan spektrum dan mengetahui seismisitas menggunakan analisis b-value di sekitar kawasan sesar Opak. Data penelitian ini diambil menggunakan seismometer tipe TDV-23S dan TDL-303S. Data mikrotremor diambil dari 39 titik data primer dengan spasi grid 2 km dan 48 titik data sekunder. Data yang didapat dari pengukuran tersebut berupa sinyal mikrotremor di setiap titik penelitian. Data tersebut kemudian diolah dengan metode Time Frequency Analysis dan spektrum menggunakan aplikasi Sessaray-Geopsy dan dikorelasikan dengan data bor untuk mengetahui struktur lapisan tanah di sekitar daerah penelitian. Untuk analisis seismisitas menggunakan data gempabumi tahun 2006-2016 dari BMKG yang kemudian diolah menggunakan analisis maximum likelyhood untuk mengetahui b-value. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik mikrotremor berdasarkan citra TFA dan spektrum dikorelasikan dengan data bor yang dikelompokkan sesuai dengan jenis formasi sekitar lokasi penelitian yang berada pada tanah aluvium, formasi Wonosari, formasi Semilir, dan formasi Endapan Merapi Muda yangmemiliki citra TFA dan spektrum dengan amplitudo yang berbeda-beda sesuai jenis susunan tanah dan batuan. Analisis seismisitas di sekitar sesar Opak memiliki magnitudo gempa antara 1,7 SR – 5,9 SR dengan kedalaman 10 km – 20 km dengan b-value 0,6 – 4,4.Kata Kunci: Time Frequency Analysis, spektrum, analisis maksimum likelyhood, Analisis seismisitas, B-value, Karakteristik mikrotremor, Sesar Opak AbstractThe research aimed to determine the microtremor characteristics based on Time Frequency Analysis and spectral curve, and seismicity analysis using the b-value analysis around Opak fault area. This research data was taken using type TDV-23s and TDL-303S seismometer. The primary data was taken from 39 points by 2 km grid spacing and 48 secondary data points. The data obtained from each measurement points was microtremor signal. The data was processed  using Time Frequency Analysis and spectrum used Sessaray-Geopsy aplication and correlated with drill data to determine the structure of layer of soil around measurement points. For seismicity analysis was used earthquake data since 2006-2016 from BMKG then processed using the maximum likelyhood analysis to determine b-value.The results indicate the that microtremor characteristics based on TFA and spectrum correlated with the drill data were according grouped by the type of formations which are the alluvium, Wonosari formation, Semilir formation, and Endapan Merapi Muda formation. Seismicity around Opak fault has earthquake magnitude between magnitude 1.7 - 5.9 RS, has  depth of 10 km - 20 km and b-value from 0.6 to 4.4. Keywords: Time Frequency Analysis, seismicity analysis, b-value, characteristics mikrotremor, Opak Fault
Identifikasi Litologi Bawah Permukaan Menggunakan Pengukuran Mikrotremor di Bukit Sebadut, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh Hernisa Hamukti Prameswari; Laila Katriani
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertujuan untuk identifikasi litologi bawah permukaan di area bekas tanah longsor Bukit Sebadut, Desa Purwoharjo, penelitian ini menggunakan metode mikrotremor untuk mengidentifikasi karakter frekuensi predominan (), faktor amplifikasi (), kecepatan gelombang geser (), dan litologi bawah permukaan. Pengambilan data dilakukan pada 20 titik pengukuran. Data berupa sinyal mikrotremor kemudian diolah dengan metode HVSR menggunakan Open HVSR pada software Matlab 2015 sehingga diperoleh nilai  dan  dari kurva H/V. Kurva H/V diproses menggunakan metode ellipticity curve pada program Dinver dari software Geopsy sehingga diperoleh data ground profiles. Dari ground profiles didapatkan nilai  kemudian dianalisis sesuai dengan formasi batuan daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai  berkisar antara 0,49 – 14,88 Hz, nilai  berkisar antara 3,13 – 12,22,  dengan litologi penyusun berupa tanah, batu pasir, konglomerat halus, breksi, aglomerat, sill serta andesit. Mikrozonasi , , serta litologi menunjukkan daerah penelitian masih rawan bencana tanah longsor.Kata kunci : mikrotremor, litologi, tanah longsor
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI TEPAT GUNA AUDIO BIO HARMONIK (ABH) DENGAN SMART CHIP WT50001 THE APPROPRIATE DESIGN TECHNOLOGY BIO HARMONIC AUDIO USING SMART CHIP WT5001 RESTIANA AULIA SUPENDI RESTIANA AULIA SUPENDI; NUR KADARISMAN NUR KADARISMAN
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun instrumen teknologi tepat guna sumber bunyi Audio Bio Harmonik (ABH) dengan Smart Chip WT5001 dan menguji validasi sumber bunyi audio bio harmonik yang dihasilkan oleh instrumen yang dibuat. Rancangan penelitian rancang bangun dimulai dengan instrumen sumber bunyi garengpung dengan variasi peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz yang disimpan dalam SDcard dengan nama file secara berurutan dan chip suara WT5001. Untuk membuat instrumen audio bio harmonik secara keseluruhan, diperlukan komponen pendukung lainnya seperti mikrokontroler ic ATMega328 yang terdapat pada Arduino Uno yang berfungsi sebagai prosesor, rangkaian penguat audio TDA2003, horn speaker, accu dan LDC matrik 16x12. Untuk dapat mengoprasikan WT5001 agar memutar rekaman suara garengpung, diperlukan program bahasa C yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Arduino 1.6.0. Kemudian dilanjutkan menguji validasi sumber bunyi audio bio harmonik menggunakan aplikasi SpectraPLUS 5.0. Hasil dari penelitian ini adalah instrumen Audio Bio Harmonik dengan rekaman variasi peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz dan 4500 Hz dan 5000 Hz sumber bunyi garengpung telah dibuat dan hasil uji validasi peak frequency antara peak frequency rancangan dengan peak frequency keluaran menunjukan bahwa ada deviasi sumber bunyi yang dirancang dengan yang terukur yaitu  Hz,  Hz,  Hz,  Hz dan  Hz. Kata kunci: Audio Bio Harmonik, chip suara WT5001,  peak frequency. AbstractThe purpose of the research is to make appropriate design tecnology instrument Bio Harmonic Audio (ABH) using smart chip WT5001 and examine validation of bio harmonic audio source generated by the invented instrument. The design research plan was started with the sound of garengpung instrument using the variation of frequency peak 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz and 5000 Hz which is stored in SDcard with the file name in sequence and sound chip of WT5001. To produce bio harmonic audio instrument in a whole, it needs other supporting instruments such as microcontroller ic ATmega328 in Arduino Uno which functions as a  processor, the series of audio amplifier TDA2003, horn speaker, accu and 16x2 matric LCD. To operate WT5001 for playing the sound of garengpung, it needs C language program which is made by Arduino 1.6.0. application. After that, examining validation of bio harmonic audio resource using SpectraPLUS 5.0. application. The result of this research is Bio Harmonic Audio instrument using the sound of garengpung recording with the frequency peak variation 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz has been realized by smart chip WT5001 and the results of the validation test frequency peak between the frequency peak output design with a frequency peak deviation indicates that there ia a resource of sound designed with the scalable ones that are  Hz,  Hz,  Hz,  Hz dan  Hz. Keywords: Audio Bio Harmonic, sound chip of WT5001, frequency peak.
KARAKTERISTIK MIKROTREMOR BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRUM, ANALISIS TFA (TIME FREQUENCY ANALYSIS) DAN ANALISIS SEISMISITAS PADA KAWASAN JALUR SESAR OPAK MICROTREMOR CHARACTERISTICS BASED ON SPECTRUM ANALYSIS, TIME FREQUENCY ANALYSIS, SEISMICITY ANALYSIS AT OPAK FAULT AREA Umi Habibah; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik mikrotremor berdasarkan citra TFA dan spektrum dan mengetahui seismisitas menggunakan analisis b-value di sekitar kawasan sesar Opak. Data penelitian ini diambil menggunakan seismometer tipe TDV-23S dan TDL-303S. Data mikrotremor diambil dari 39 titik data primer dengan spasi grid 2 km dan 48 titik data sekunder. Data yang didapat dari pengukuran tersebut berupa sinyal mikrotremor di setiap titik penelitian. Data tersebut kemudian diolah dengan metode Time Frequency Analysis dan spektrum menggunakan aplikasi Sessaray-Geopsy dan dikorelasikan dengan data bor untuk mengetahui struktur lapisan tanah di sekitar daerah penelitian. Untuk analisis seismisitas menggunakan data gempabumi tahun 2006-2016 dari BMKG yang kemudian diolah menggunakan analisis maximum likelyhood untuk mengetahui b-value. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik mikrotremor berdasarkan citra TFA dan spektrum dikorelasikan dengan data bor yang dikelompokkan sesuai dengan jenis formasi sekitar lokasi penelitian yang berada pada tanah aluvium, formasi Wonosari, formasi Semilir, dan formasi Endapan Merapi Muda yangmemiliki citra TFA dan spektrum dengan amplitudo yang berbeda-beda sesuai jenis susunan tanah dan batuan. Analisis seismisitas di sekitar sesar Opak memiliki magnitudo gempa antara 1,7 SR – 5,9 SR dengan kedalaman 10 km – 20 km dengan b-value 0,6 – 4,4. Kata Kunci: Time Frequency Analysis, spektrum, analisis maksimum likelyhood, Analisis seismisitas, B-value, Karakteristik mikrotremor, Sesar Opak Abstract The research aimed to determine the microtremor characteristics based on Time Frequency Analysis and spectral curve, and seismicity analysis using the b-value analysis around Opak fault area. This research data was taken using type TDV-23s and TDL-303S seismometer. The primary data was taken from 39 points by 2 km grid spacing and 48 secondary data points. The data obtained from each measurement points was microtremor signal. The data was processed using Time Frequency Analysis and spectrum used Sessaray-Geopsy aplication and correlated with drill data to determine the structure of layer of soil around measurement points. For seismicity analysis was used earthquake data since 2006-2016 from BMKG then processed using the maximum likelyhood analysis to determine b-value.The results indicate the that microtremor characteristics based on TFA and spectrum correlated with the drill data were according grouped by the type of formations which are the alluvium, Wonosari formation, Semilir formation, and Endapan Merapi Muda formation. Seismicity around Opak fault has earthquake magnitude between magnitude 1.7 - 5.9 RS, has depth of 10 km - 20 km and b-value from 0.6 to 4.4. Keywords: Time Frequency Analysis, seismicity analysis, b-value, characteristics mikrotremor, Opak Fault
PROFIL DISTRIBUSI TARAF INTENSITAS BUNYI DENGAN SMART CHIP WT5001 MENGGUNAKAN SUMBER BUNYI BLAGANJUR DAN CENGCENG DISTRIBUTION PROFILE OF SOUND LEVEL INTENSITY WITH SMART CHIP WT5001 USING SOUND OF BLAGANJUR AND CENGCENG IPTA APIPAH; NUR KADARISMAN
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil distribusi taraf intensitas bunyi dengan Smart Chip WT5001 menggunakan Horn Speaker Narae NSH 70 dengan sumber bunyi Blaganjur dan Cengceng secara melingkar. Penelitian ini juga untuk mengetahui pola grafik hubungan antara taraf intensitas bunyi terhadap jarak.Pengukuran taraf intensitas bunyi pada penelitian ini menggunakan mic condenser dan software Spectra Plus 5.0. Metode pengambilan data pengukuran taraf intensitas bunyi gamelan Blaganjur dan Cengceng menggunakan pola melingkar 360° interval 10° dengan arah horn speaker narae NSH 70 mengarah ke sudut 270º. Pengukuran untuk mengetahui pola grafik hubungan antara taraf intensitas bunyi terhadap jarak dilakukan variasi jarak 50 cm sampai 150 cm dengan interval 25 cm yang diplot menggunakan software Origin 8.Hasil penelitian menunjukkan profil distribusi taraf intensitas bunyi gamelan Blaganjur dan Cengceng membentuk pola melingkar dengan taraf intensitas bunyi tertinggi berada pada arah sudut 270° sesuai dengan arah paparan dari horn speaker narae NSH 70. Memiliki range sudut sapuan paparan bunyi gamelan Blaganjur antara sudut 230°-300° dan range sudut sapuan paparan bunyi gamelan Cengceng antara sudut 240°-300°. Hasil fitting grafik hubungan antara taraf intensitas bunyi terhadap jarak menunjukkan hasil semakin jauh jarak dari sumber bunyi maka semakin lemah taraf intensitas bunyi.Kata kunci : Blaganjur, cengceng, profil distribusi taraf intensitas bunyi, smart chip WT5001, Horn Speaker Narae NSH 70.AbstractThe objective of this research was to know the distribution profile of sound level intensity with Smart Chip WT5001 using Horn Speaker Narae NSH 70 with source sound of Blaganjur and Cengceng in circulair pattern. This research also aimed to know the model of a graph between sound level intensity to the distance.The measuring of sound level intensity in this research was using mic condenser and Spectra Plus 5.0 software. The method of data interpretation of measuring sound level intensity of gamelan Blaganjur and Cengceng was using circle pattern 360° in interval 10° with horn speaker narae NSH 70 was in angle of 270º. The measuring to know the model of graph between sound level intensity to the distance was varied from 50 cm to 150 cm in interval 25 cm and plotted by using Origin 8 Software.The result of this research showed that the distribution profile of sound level intensity from gamelan Blaganjur and Cengceng formed circulair pattern with the highest sound level intensity was in angle of 270° match to the direction of horn speaker narae NSH 70’s exposure. It had range of spread angle from gamelan Blaganjur sound in 230°-300° and gamelan Cengceng sound in 240°-300°. The result of graph fitting between sound level intensity to the distance showed that when the distance was farer from the source of sound then the sound level intensity would be weaker.Keywords: Blaganjur, cengceng, distribution profile of sound level intensity, smart chip WT5001, Horn Speaker Narae NSH 70.
ANALISIS DINAMIKA ERITROSIT DALAM DARAH-EDTA BERDASAR PENGUKURAN SPEKTROFOTOMETRI MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS UNTUK IDENTIFIKASI BIOMARKER KANKER PAYUDARA Ratna Fadhila Salma; Kuncoro Asih Nugroho; Ngadikun Ngadikun
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola agregasi eritrosit antara subjek normal dan subjek penderita kanker payudara menggunakan Principal Component Analysis (PCA) serta untuk mengetahui deskripsi proses terjadinya agregasi eritrosit ditinjau dari parameter muatan listrik Potensial Zeta. Ethylenediaminetetraacetic Acid (EDTA) digunakan untuk mencegah pembekuan darah. Sampel darah Vena yang sudah dimasukkan EDTA dilakukan pengambilan data uji  spektrofotometri. Setelah diperoleh data absorbansi selanjutnya nilai absorbansi dengan interval 7 detik diolah menggunakan aplikasi Matlab dan Microsoft Excel. Parameter pembeda pola agregasi eritrosit kedua kelompok dianalisis menggunakan model pendekatan PCA grafik klusterisasi 2 dimensi dan 3 dimensi. Hasil penelitian diperoleh tidak ada perbedaan pola agregasi eritrosit antara subjek penderita kanker payudara dan subjek normal apabila diolah menggunakan metode PCA. Grafik 2 dimensi menunjukkan posisi kedua kelompok saling bertumpang tindih, tidak dapat membedakan subjek kelompok kanker payudara dan subjek normal. Hal ini didukung dengan persen variansi data untuk PC1 sebesar 23,32% dan PC2 sebesar 18,02% dengan persen variansi kumulatif 41,34%. Grafik 3 dimensi menunjukkan hal yang serupa, kedua kelompok saling bertumpang tindih dengan persen variansi data PC3 sebesar 12,86% dan persen variansi kumulatif sebesar 54,2%. Kesimpulan, metode PCA tanpa langkah pra-pemrosesan data tidak dapat membedakan pola absorbansi agregasi eritrosit antara subjek kanker payudara dan subjek normal.Kata Kunci: absorbansi, EDTA, eritrosit, kanker payudara, PCA
AQUIFER IDENTIFICATION IN OPAK FAULT ZONE AFTER YOGYAKARTA EARTHQUAKE 2006 WITH SCHLUMBERGER CONFIGURATION GEOELECTRIC METHOD Prihastiwi Fifi; wibowo Nugroho Budi; Darmawan Denny
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to determine resistivity values of aquifer constituent rocks, and todetermine aquifer characteristics and hydrostratigraphy in Opak fault zone. The location of researchwas at Opak fault line Paten subvillage, with geographical coordinate of 7°55'18,39'' S to 7°57'09,72''S and 110°19'22,26'' E to 110°22'56,06'' E. The method used was Schlumberger configurationgeoelectric method. Geoelectric method was one of the geophysics method which study earthelectricity based on the Ohm’s Law, by injecting a current through two current electrodes, thepotential different appeared from two potential electrodes can be measured. The data acquisition usedNaniura NRD 22S resistivitymeter. Number of sounding point were 3 points spaced by 10 meters andmeasurement line length was 160 meters. Measurement results were analized using curve matchingmethod by IPI2win software determine subsurface layers based on resistivity. Results showed thatresistivity aquifer constituent rocks are about 19,3-300 Ωm which are sands, gravels, sandstones rocktypes at 5-30 meters depth.Keywords: Geoelectric Method, Aquifer, Paten Subvillage
PENDEKATAN NUMERIK KEADAAN TERIKAT DAN FENOMENA KRITIS POTENSIAL YUKAWA PADA INTERAKSI DUA NUKLEON MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA (FINITE DIFFERENCE METHOD) NUMERICAL APPROACH OF BOUNDED STATE AND CRITICAL PHENOMENON OF YUKAWA POTENTIAL AT TWO NUCLEON INTERACTION USING FINITE DIFFERENCE METHOD arif gunawan arif gunawan; r. yosi aprian sari r. yosi aprian sari
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai kritis(????????) dari berbagai bilangan kuantum momentum sudut(????)pada interaksi dua nukleon dan mengetahui energi terikat pada keadaan kritis dengan pendekatan numerik.Penelitian ini hanya mengkaji interaksi dua nukleon dengan menggunakan persamaan Schrödinger yang mengandung bentuk potensial efektif (potensial Yukawa dan potensial sentrifugal).Metode numerik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode beda hingga (finite difference method) untuk menyelesaikan sistem hamiltonian persamaan Schrödingerdan metode bagi dua(bisection method) untuk mencari swanilai sebagai energi ikat nukleon.Penelitian ini menghasilkan beberapa nilai kritis dari jangkauan interaksi nukleon dan nilai energi terikat pada keadaan kritis. Hubungan nilai kritis???????? danλ pada berbagai bilangan kuantum momentum sudut ???? adalah???????? ???? = ???? ????1???????????? −????/????1 −????2???????????? −????/????2 .Ini berarti nilai kritis (????????)menurun secara eksponensial pada bilangan kuantum momentum sudut ???? yang semakinbesar.Energi ikat terendahkeadaan kritis semakin besarketikakonstanta kopling (????) semakinbesar.Kata Kunci: Nilai kritis, potensial Yukawa, bilangan kuantum momentum sudutAbstractThis research aimed to determine the correlation of critical value for various angular momentum quantum number(????) at two nucleon interaction and to determine bound energy at critical state by numerical method. This research only studied the interaction of two nucleon by Schrödinger equation containing effective potential (Yukawa potential and centrifugal potential).The used numerical method on this research was finite difference method to solve Hamiltonian system of Schrödinger equation and bisection method to find eigenvalue which is nucleon bound energy.The result of this researchwas the critical value for several nucleon interaction range and bound energy value for critical state. Correlation between critical value (????????) and coupling constants (λ) for each angular momentum quantum number (????) was gifted by ???????? ???? = ???? ????1???????????? −????/????1 +????2???????????? −????/????2 , it implies that critical value (????????)decays exponentially for large angular momentum quantum number (????). Bound energy was larger for larger coupling constants (????).Keywords: Critical value, Yukawa potential, angular momentum quantum number
PENGARUH VOLUME AIR TANAH TERHADAP DAYA SERAP SISTEM FAS (FILTRASI, ABSORBSI, SEDIMENTASI) BERBAHAN ARANG BAMBU DALAM PENENTUAN AMBANG BATAS PROSES PENJERNIHAN AIR MINUM THE EFFECT OF VOLUME TO THE ABSORPTION OF FAS SYSTEM (FILTRATION, ABSORPTION, SEDIMENTATION) MADE FROM BAMBOO CARBON IN ORDER TO DETERMINE THE THRESHOLD POINT OF THE DRINKING WATER’S PURIFICATION PROCESS Puthy Nurlina Sari; Suparno Suparno
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume air tanah laboratorium Fisika UNY terhadap efisiensi cahaya, TDS, pH, kadar logam Fe, dan kadar total MPN coliform dalam proses penyaringan menggunakan sistem FAS (Filtrasi, Absorbsi, dan Sedimentasi) Absorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah karbon aktif bambu wulung, kerikil aktif Kali Krasak, dan pasir aktif Pantai Indrayanti. Penyaringan dilakukan berulang dengan variasi volume air tanah laboratorium Fisika UNY, Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya volume air tanah laboratorium Fisika UNY yang diproses melalui sistem FAS maka efisiensi transmisi cahaya yang dihasilkan meningkat hingga 15% kemudian perlahan mengalami penurunan. TDS cenderung menurun hingga selisih 72 ppm, PH seluruh sampel besarnya sama yaitu 6.9, dan kadar logam Fe dalam air mengalami kenaikan sebesar 0.4 mg/L, sedangkan kadar total MPN coliform mengalami penurunan hingga 454 MPN/100 ml meskipun setelahnya kadar total MPN coliform mengalami penurunan secara perlahan.  Kata kunci: Total MPN coliform, Intensitas Transmisi Cahaya, Kadar Fe, dan Karbon Aktif BambuAbstractThis research aimed to know the effect of ground water’s volume obtained from the Yogyakarta State University Physics Laboratory to the light efficiency, Total Dissolve Solid (TDS), pH, concentration of Fe, and total MPN coliform contained on the purification process using FAS (Filtration, Absorption, Sedimentation) Absorbent materials that used on the purification system were Wulung bamboo’s activated carbon, Krasak River’s activated gravel, and Indrayanti Beach’s activated sand. Purification process was repeated with the ground water’s volume variations obtained from the YSU Physics Laboratory, and the result was measured using light transmission instrument with lux meter to determine the water’s transparency, digital TDS meter to determine the total of dissolves solid, digital pH meter to determine the acidity, and the total concentration of Fe and MPN coliform was measured in Yogyakarta Health Agency Laboratory.The result of the research showed that the efficiency of light transmission was increased to 15% within the increased volume of the YSU Physics Laboratory ground water given and slowly reduced, Total Dissolve Solid value was reduced with 72 ppm deviation, 6,9 pH value from all of the sample and increased Fe concentration in the amount of 0,4 mg/L, but MPN coliform concentration was reduced to 454 MPN/100 mL although the total of MPN coliform concentration reduced slowly. Keywords: The large amount of MPN coliform, light transmission intensity, Fe concentration, bamboo activated carbon 
SISTEM KONTROL SUHU PADA ALAT PENGERING GABAH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8 TEMPERATURE CONTROL SYSTEM ON THE PADDY DRYER MACHINE BASED ON ATMEGA 8 MICROCONTROLLER Husnul Amri; Agus Purwanto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui diagram blok sistem kontrol suhu pada alat pengering gabah beserta analisis fungsi transfer yang berlaku untuk sistem tersebut dan mengetahui laju transfer panas konveksi dalam tabung pengering gabah. Suhu di dalam tabung pengering gabah dikontrol menggunakan rangkaian sistem kontrol suhu yang tersusun atas dua masukan yang dibandingkan oleh mikrokontroler ATMega 8 yaitu output dari potensiometer (Vref ) dan feedback dari sensor suhu LM 35 DZ (Vsensor). Apabila hasil perbandingan (error) lebih dari 0, maka keluaran mikrokontroler pada port B.5 akan berlogika HIGH yang membuat saklar sistem (optocoupler dan transistor) mengaktifkan relay, sehingga arus AC akan mengalir ke pemanas dan menghasilkan energi berupa panas, begitu juga sebaliknya. Alat ini mampu mengendalikan suhu yang dibutuhkan untuk mengeringkan gabah, yaitu sebesar 50°C dengan waktu pengeringan selama (4-4,5) jam. Diagram blok dan fungsi transfer sistem kontrol suhu pada alat pengering gabah bekerja berdasarkan set point dari potensiometer dan feedback dari sensor suhu LM 35 DZ, yang menjadi acuan mikrokontroler dalam mengendalikan saklar dan aktuator sistem. Koefisien konveksi pada proses pengeringan diperoleh berdasarkan dua kondisi, yaitu sebesar (246,15±100) W/m2°C pada kondisi tabung tanpa gabah dan (-25±80) W/m2 °C pada kondisi tabung berisi gabah 3 kg. Kata kunci: sistem kontrol, suhu, alat pengering gabah, konveksiAbstractThis research aimed to know the block diagram of temperature control system on the paddy dryer machine and it’s transfer function analysis and to know the convection heat transfer rate inside the dryer tube. The temperature in the dryer tube was controlled by a circuit of temperature control system consisting of two inputs which were compared by ATMega 8 microcontroller. These were the output of the potentiometer (Vref) and feedback from the temperature sensor LM 35 DZ (Vsensor). When the comparison result (error) was higher than 0, then port B.5 of microcontroller would give HIGH logic output to the switching systems (optocoupler and transistor) and the relay would be activated, so that AC current would flow to the heater generating heat. Otherwise, when the error was 0, the relay would be inactivated and there was no heat generated by the heater. This machine was able to control the temperature required for paddy drying process at 50°C with (4-4,5) hour drying time. Block diagrams and transfer function of temperature control system on paddy dryer machine worked based on set point from the potentiometer and feedback from the temperature sensor LM 35 DZ, which became reference for microcontroller to control the switches and actuator system. Convection coefficient on the drying process were obtained in two different conditions, these were (246,15±100) W/m2°C when dryer tube was empty and (-25±80) W/m2°C when dryer tube was filled by 3 kg of paddy. Keywords: control system, temperature, paddy dryer machine, convection