cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
supardi@uny.ac.id
Phone
+62274-550847
Journal Mail Official
fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNY (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
ISSN : -     EISSN : 30265983     DOI : -
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian khususnya tugas akhir mahasiswa fisika, atau karya ilmiah lain yang berkaitan dengan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah ilmu fisika dan terapannya.
Articles 196 Documents
PENENTUAN KELAJUAN SINAR LASER HELIUM NEON (HeNe) YANG MERAMBAT MELALUI UDARA DAN FIBER OPTIK DENGAN OSILOSKOP 200 MHz Nur Evi Kartika Damayanthi , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengukur kelajuan sinar laser Helium Neon (HeNe) yang merambat melalui udara dan fiber optik dengan osiloskop 200 MHz serta membandingkan besarnya kelajuan sinar laser yang merambat melalui udara dan fiber optik antara hasil penelitian dan analisis teori. Panjang lintasan pada medium udara diukur dari emiter (laser Helium Neon) sampai receiver setelah dipantulkan oleh cermin datar, sedangkan pada fiber optik tidak menggunakan cermin sebagai pemantul melainkan dihubungkan langsung pada emiter dan receiver tersebut. Waktu yang ditempuh selama sinar laser Helium Neon merambat diukur dari pergeseran puncak gelombang antara gelombang emiter dan gelombang receiver yang tampak pada layar osiloskop. Grafik hubungan antara jarak dan waktu tempuh dianalisis dengan metode fitting pada aplikasi OriginPro 8 sehingga diperoleh nilai kelajuan dari sinar laser Helium Neon. Secara analisis teori, nilai kelajuan sinar laser Helium Neon diperoleh dari persamaan v=c/n. Dengan nilai kecepatan cahaya di ruang hampa c dan nilai indeks bias medium n yang telah diketahui, maka diperoleh nilai kelajuan secara teori.Berdasarkan penelitian, kelajuan sinar laser yang merambat melalui udara adalah (2,87±0,12) 〖10〗^8 m/s sedangkan yang melalui fiber optik adalah (1,84±0,08)〖10〗^8 m/s. Terdapat selisih nilai kelajuan yang diperoleh antara penelitian dan analisis teori yaitu 0,13×〖10〗^8m/s pada medium udara dan 0,17×〖10〗^8m/s pada fiber optic. Kata kunci: Laser Helium Neon (HeNe), Fiber optik, Udara, Fitting Abstract This study aims to measure the speed of Helium Neon (HeNe) laser beam that propagate through the air by oscilloscope 200 MHz and fiber optics by oscilloscope 200 MHz and also comparing the amount of laser beam propagating through air and fiber optics between experiment result and theory analysis.The radius in the air measured by from emiter (Helium Neon laser) until receiver after reflected by plan mirror, while in fiber optics doesn’t use mirror as a reflected but connected directly on the emiter and receiver. Time that needed by Helium Neon laser propagate measured from the shift peak of wave between emiter wave and receiver wave that appear in the oscilloscope screen. Graphic relation between radius and time analyted by fitting method in the OriginPro 8 application so obtained the velocity value from Helium Neon laser beam. According to analytical theory, velocity of Helium Neon laser obtained from equationv=c/n. With the light velocity in the vakum medium c and indeks refractif n value that been known, so obtained the velocity accoding to theory.The rate of laser beam that propagate on air is (2,87±0,12) 〖10〗^8 m/s, whereas that propagate fiber optics is (1,84±0,08)〖10〗^8 m/s. There is differences between result of laser beam from experiment result and theory analysis. In the air is 0,13×〖10〗^8 m/s and fiber optics is 0,17×〖10〗^8m/s. Keyword : Helium Neon (HeNe) Laser, Fiber optic, Air, Fitting
Preparation Nanomaterial Carbon Using The Liquid Mechanical Exfoliation by Linear Alkylbenzene Sulfonate with Variation Time of Mixing Ingreedients Preparasi Nanomaterial Karbon Menggunakan Metode Liquid Mechanical Exfoliation dibantu oleh Linear Alkylbenzene Sulfonate dengan Variasi Waktu Pencampuran Bahan PHATMA DIAN PRATIWI; Wipsar Sunu Brams Dwandaru
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) mengetahui besarnya Energi Gap pada hasil karakterisasi UV-Vis dengan variasi waktu (10 menit, 20 menit, dan 30 menit) pencampuran bahan antara LAS, air, dan graphite dari pensil 2B serta pencampuran bahan antara air dan graphite dari pensil 2B menggunakan metode LME (2) mengetahui struktur kristal dan parameter kisi pada hasil karakterisasi XRD dengan variasi waktu (10 menit, 20 menit, dan 30 menit) pencampuran bahan antara LAS, air, dan graphite dari pensil 2B serta pencampuran bahan antara air dan graphite dari pensil 2B menggunakan metode LME dan (3) mengetahui morfologi permukaan dan hasil komposisi kimia pada hasil karakterisasi SEM dan EDAX dengan variasi waktu (20 menit) pencampuran bahan antara LAS, air, dan graphite dari pensil 2B menggunakan metode LME.Sintesis graphene dengan LAS dan sintesis graphene tanpa LAS meggunakan metode LME. Variasi waktu pencampuran bahan yang digunakan adalah 10 menit, 20 menit, dan 30 menit dengan frekuensi blender tetap yaitu 36.89 Hz. Selanjutnya, dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 20 menit sebanyak 12 kali. Karakterisasi yang dilakukan adalah karakterisasi menggunakan UV–Vis, XRD, SEM dan EDAX.Hasil penelitian dari karakterisasi spektrofotometer UV-Vis dengan variasi waktu pencampuran, menunjukkan bahwa semakin besar panjang gelombang, Eg yang dihasilkan semakin kecil. Hal ini sesuai dengan teori bahwa panjang gelombang berbanding terbalik dengan Eg. Pada karakterisasi XRD terhadap variasi waktu pencampuran muncul peak pada hasil difaktogram sinar-X. Munculnya peak menunjukkan bahwa graphene yang dihasilkan adalah kristal. Dan diketahui struktur kristal dari material tersebut adalah heksagonal dengan parameter kisi ɑ = 0,235686 nm dan c = 0,370314 nm. Hasil dari karakterisasi SEM dengan variasi waktu pencampuran 20 menit, diketahui morfologi dari sampel menghasilkan graphene berbentuk flakes, menyebar, dan bertumpuk -tumpuk, dengan ukuran (1.292 – 3.467) μm serta karakterisasi menggunakan EDAX menunjukkan presentase kandungan karbon sebesar 77.68% dan oksigen sebesar 17.27%.Kata Kunci: Nanomaterial, graphene, graphite, liquid mechanical exfoliation, linear alkylbenzene sulfonate, waktu pencampuran bahan.Jurnal Fisika UNY edisi Oktober 20162ABSTRACTThe objectives of the research are 1) know the Energy Gap’s outcome of UV-Vis characterization from mixing material between LAS, water, and graphite from 2B pencil along with mixing between water and graphite from 2B pencil using the LME method in some variation of time (10 minutes, 20 minutes, and 30 minutes), 2) know the crystal structure and the lattice parameters of XRD characterizing outcome from mixing material between of LAS, water, and graphite from 2B pencil along with mixing between water and graphite from 2B pencil with LME method in several variation of time (10 minutes, 20 minutes, and 30 minutes), and 3) know the surface morphology and result of chemical composition characterization outcome of SEM and EDAX from mixing between LAS, water, and graphite from 2B pencil using LME method on variation of time (20 minutes).The synthesis of graphene with LAS and the synthesis of graphene without LAS uses the LME method. Variation of mixing time materials are 10 minutes, 20 minutes, and 30 minutes with the frequency of blender is 36,89 Hz. Next, centrifugation at the speed of 3000 rpm for 20 minutes as many as 12 times. The characterization that used is UV-Vis, XRD, SEM, and EDAX characterization.The result of UV-Vis cauterization research in variation of mixing time, show that in the bigger wavelength, Eg that produced is less. This is accordance with the theory that wavelengths inversely to Eg. In XRD characterization to variation mixing time appear the peak from the result of x-rays difaktogram. This peak shown the graphene that produced was crystal. And the crystal structure is hexagonal with lattice parameter ɑ = 0,235686 nm and c = 0,370314 nm. The result of SEM characterization in variation of mixing time 20 minutes, shown that graphene that was flakes form, reams, and speard whit size (1.292 -3.467) μm, and the EDAX characterization shown the percentage of any carbon content is 77.68% and oxygen 17.27%.Keyword: nanomaterial, graphene, graphite, liquid mechanical exfoliation, linear alkylbenzene sulfonate, mixing time variation.
PENENTUAN FORMULA EMPIRIS PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Imdadu Rohman; Denny Darmawan; Nugroho Budi Wibowo
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formula empiris percepatan tanah maksimum (PGA) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula empiris PGA untuk wilayah Yogyakarta dan membuat peta persebaran nilai PGA dari suatu kejadian gempabumi menggunakan formula empiris yang telah diperoleh. Pada penelitian ini, penentuan formula empiris PGA dilakukan dengan memodifikasi formula empiris umum Costa (1998) menggunakan data dari accelerograph stasiun seismik JUII Yogyakarta. Dari rekaman accelerograph tersebut dicari parameter yang sesuai dengan beberapa event gempa pada tahun 2019. Melalui analisis regresi linier maka formula empiris PGA untuk wilayah Yogyakarta dapat diperoleh. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula empiris untuk wilayah Yogyakarta adalah: . Dibandingakan dengan beberapa formula empiris yang sudah ada sebelumnya, formula empiris ini relatif lebih baik dan mendekati hasil PGA observasi dengan tingkat korelasi yang kuat sebesar 0,95 dan tingkat error yang kecil sebesar 0,32. Pemetaan nilai PGA berdasarkan formula empiris yang telah diperoleh pada penelitian ini untuk event gempabumi 9 Juli 2019 menghasilkan persebaran nilai PGA pada rentang 0,5 – 2,6 gal dengan pola persebaran nilai PGA yang berbanding lurus dengan jarak ke sumber gempabumi. Kata kunci: PGA, formula empiris, gempabumi
THE EFFECT OF GARENGPUNG (DUNDUBIA MANIFERA) PEAK FREQUENCY MANIPULATED SOUND EXPOSURE3500 Hz TOWARDS THE RICE (ORYZA SATIVA) GROWTH AND PRODUCTIVITY Azwar Anas , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untukmengetahui pengaruh bunyi “garengpung” (Dundubia manifera) dengan manipulasi perubahanpeak frekuensi (3.50±0.05)103Hz terhadap luas bukaan stomata daun, pertumbuhan, dan produktivitas tanaman padi (Oryza Sativa) dan menentukan pengaruh kuat lemah bunyi terhadap produktivitas tanaman padi.Penelitian ini menggunakan dua lahan sawah sebagai lahan eksperimen yaitu yang diberi perlakuan suara dan lahan kontrol yang tidak diberikan perlakuan suara. Pemaparan suara menggunakan suara serangga “garengpung” (Dundubia manifera) yang termanipulasi pada peak frekuensi 3500 Hz, kemudian untuk validasi frekuensi dilakukan analisis spektrum sinyal menggunakan program Octave 4.21Data yang diambil dalam penelitian ini meliputi luas bukaan stomata diamati menggunakan mikroskop cahaya dan diukur menggunakan Image Raster 3.0. Pertumbuhan tanaman padi (tinggi, diameter, jumlah batang dan jumlah batang yang keluar biji) dan produksivitas tanaman padi berupa berat kotor diukur menggunakan neraca dan dianalis menggunakan Origin 6.1 dan Microsoft Excel 2013. Taraf intensitas bunyi diukur dengan menggunakan sound level meter.Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa bukaan stomata lebih besar saat diberi pemaparan bunyi. Luas bukaan stomata sebelum dipaparkan, sesaat dipaparkan selama 30 menit, dan setelah dipaparkan selama 30 menit berturut–turut ialah(0,51±0,04)x 10-3〖µm〗^2, (1,72±0,07) x 10-3〖 µm〗^2, (0,99±0,05)x 10-3〖µm〗^2. Adapun pertumbuhan tanaman padi saat umur 70 hari setelah tanam (hst) untuk tanaman perlakuan dan tanaman kontrol, tinggi 105,3 cm, dan 104,2, jumlah batang perumpun 28 batangdan 16 batang, jumlah batang yang keluar biji perumpun 14 batang dan 10 batang, dan diameter tanaman saat 48 hst adalah 10,2 mm dan 7,3 mm, Produktivitas rata–rata pada lahan (10 x 10) m2 dengan berat kotor untuk tanaman perlakuan 60,5 kg dan tanaman kontrol 35,1 kg. Taraf Intensitas suara garengpung yang terukur menggunakan Sound Level Meter berada dalam interval 72,1 dB - 79,6 dB. kata Kunci : Bunyi, Garengpung , Peak Frekuensi, Tanaman padi (Oryza SativaKata kunci : Bunyi, Garengpung , Peak Frekuensi, Tanaman padi (Oryza Sativa). Abstract The researchaimed toknow theinfluence ofthe sound of "garengpung" (Dundubiamanifera) bymanipulatingpeak frequency changes3500Hz to theopening stomata leaves, the growth andthe productivity of plantrice (Oryza Sativa), and to determine the influence of the sound intensitylevel to the productivity of plantrice.This researchuses two rice fields that is the experimental fields which given sound treatment and control fields which not given thesound treatment. Sound exposure uses the sound ofinsects called "garengpung" (Dundubiamanifera) at peak frequency3500Hz, thenthefrequency validationdone byanalysissignal spectrumusing the Octave 4.21 program. Data taken in this research include the extent of stomatal opening using light microscope and measured using Image Raster 3.0. The growth of plantrice (height, diameter, the amount of stem and the amount stems that bear rice seed) dan the productivity of plant rice in the form of bruto measured using scale and analyzed usingOrigin 6.1 dan Microsoft Excel 2013. The level intensity measured usingsound level meter. From this research, it was found that the stomatal opening was larger when given the sound exposure.The opening area of the stomata prior to exposure, briefly exposed for 30 minutes, and after exposure for 30 minutes in a row is (0,51±0,04)x 10-3〖µm〗^2, (1,72±0,07) x 10-3〖 µm〗^2, (0,99±0,05)x 10-3〖µm〗^2.The growth of rice plants at age 70 days after planting (hst) for treatment plant and control plants, height 105,3 cm, and 104,2 stems, the number of stem cultivars 28 stemsand 16 stems, the number of stems leaving the seeds of cultivars 14 stems and 10 stems, and the plant diameter at 48 hst was 10.2 mm and 7.3 mm, the average productivity on the land (10 x 10) m2with the bruto for the treatment plant 60.5 kg and control plants 35.1 kg.The sound intensity level of the measured garengpung sound using the Sound Level Meter is within the 72.1 dB - 79.6 dB interval Keywords: Sound, Garengpung, Peak Frequency, Rice (Oryza Sativa)
PREPARASI DAN KARAKTERISASI LAPISAN TIPIS Sn(S0,5Te0,5) DENGAN TEKNIK EVAPORASI VAKUM PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF THIN FILM Sn(S0,5 Te0,5) WITH VACUM EVAPORATION TECNIQUES Wahyu Lestari; ariswan ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu substrat terhadap kualitas lapisan tipis Sn(S0,5Te,5), mengetahui struktur kristal, parameter kisi, morfologi permukaan dan komposisi kimia lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) hasil preparasi dengan teknik evaporasi vakum.Proses penumbuhan kristal lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) menggunakan teknik evaporasi vakum dilakukan dengan memanaskan bahan Sn, S, dan Te pada suhu tertentu dengan perbandingan molaritas 1:0,5:0,5. Dalam penelitian ini, penumbuhan kristal lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) dengan memvariasikan suhu substrat, yaitu 350oC, 450oC, 500oC, dan 600oC. Lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) hasil preparasi dengan teknik evaporasi vakum kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) untuk menentukan struktur kristal dan parameter kisi kristal, SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaan kristal, dan EDS (Energy Dispersive Spectrometry) untuk mengetahui komposisi kimia pada kristal.Hasil karakterisasi XRD berupa difaktogram menunjukkan hasil bahwa kristal pada lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) yang terbentuk berstruktur kubik, dengan nilai parameter kisi pada sampel 1 a = 6,071 Å, sampel 2 a = 6,108 Å, sampel 3 a= 6,497 Å, dan untuk sampel 4 amofr. Hasil karakterisasi SEM memperlihatkan bahwa kristal pada lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) yang terbentuk memiliki keseragaman bentuk dan warna butiran kecil-kecil serta sudah terbentuk grain dan hasil karakterisasi EDS diperoleh perbandingan unsur Sn:S:Te yaitu 1 : 0,25 : 0,51. Kata kunci: struktur kristal, lapisan tipis, teknik evaporasi vakum, preparasi AbstractThis reserch aims to determine the effect of heating subtrate temperature on the quality of Sn(S0.5Te0.5), the crystal structure, lattice parameter,surface morphology and chemical composition of the Sn(S0.5Te0.5) thin film by vacuum evaporation technique.The crystal growwing process of Sn(S0,5Te0,5) thin film by vacuum evaporation technique was done by heating the material at a certain temperature and molarity 1: 0.5: 0.5 comparison. In this research, the process of growing crystals of the Sn(S0.5Te0.5) thin film with the variation of subtrate temperature are 350oC, 450oC, 500oC, and 600oC. The result of thin film preparation by vacuum evaporation technique is characterized by XRD (X-Ray Diffaction) to determine crystal structure, SEM (Scanning Electron Microscopy) to dertermine the crystal surface morphology, and  EDS (Energy Dispersive Spectrometry) to the determine chemical composition of crystals.The result of XRD characterization shows that diffractogram  from crystalline of the Sn(S0.5Te0.5) thin film have cubic crystal structure with the values of lattice parameter, on sample 1 a = 6.071 Å, sample 2 6.108 Å, sample 3 a = 6.497 Å, and for the sample 4 amofr. The result of SEM characterization shows that the crystalline of Sn(S0.5Te0.5) thin film that formed has the pieces of grains and homogeneous and the results of EDS characterization obtained Sn:S:Te molarity ratio is 1:0.25:0.51. Key words : crystal structure, thin film, vacuum evaporation technique, preparation
ANALISIS PENGARUH KONSTANTA PEGAS TERHADAP PERTAMBAHAN PANJANG PEGAS Arief Budiman; Faturrahman Faturrahman; Dinar Ade Nugroho; Achmad Zidan Nurzaki; Devi Rahmawati; Alfi Letfi Malik; Adam Malik
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktikum fisika sering kali dilakukan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai konsep-konsep dasar dalam fisika. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati hubungan antara konstanta pegas dan pertambahan panjang pegas. Metode penilitian kuantitaif merupakan metode yang digunanaka dalam penelitian ini yang dimana mengutamakan objktivtas, pengulangan secara sistematis, dan kebenaran mengenai hasil peenitian. Dalam percobaan ini menggunakan tiga pegas 15 cm, 11 cm, dan 6,5 cm. Dan beban yang diguanakan tiga beban juga 50g, 75g, dan 100g. Menggunakan pegas yang tidak dipotong yang panjang awalnya 15 cm dengan 3 beban, yaitu 50, 75 dan 100 gr. Pada beban 50 gr dengan panjang akhir sebesar 24 cm dan penambahan panjang pegas sebesar 9 cm, pada beban 75 gr dengan panjang akhir sebesar 29.5 cm dan penambahan panjang pegas sebesar 14,5 cm dan pada beban 100 gr dengan panjang akhir sebesar 35 cm dan penambahan panjang pegas sebesar 20 cm. Hal ini membuktikan bahwa variabel beban pegas dan panjang akhir pegas memiliki hubungan berbanding lurus, semakin besar beban suatu pegas maka semakin besar pula panjang suatu pegas tersebut dan bahwa nilai pertambahan panjang pada pegas memengaruhi besarnya nilai konstanta pegas, semakin besar pertambahan panjangnya maka nilai konstan pegas akan mengecil atau memiliki hubungan berbanding terbalik. 
Optical Absorbance Study of Carbon Nanomaterials Synthesized from Used-cooking Oil via Liquid-phase Exfoliation Using a Kitchen Blender in n-Hexane Solution Lilis Misnawati; Wipsar Sunu Brams Dwandaru
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. UV-Visual (UV-Vis) optical absorbance study in the synthesis of carbon nanomaterials produced from used-cooking oil via liquid-phase exfoliation (LE) using a kitchen blender which is dissolved in n-hexane solvent has been conducted. Here, the blending time duration and solution concentration are varied, i.e. (in hours) 1, 2, and 3, and (in milimol/mL) 0.2, 0.4, and 0.6, respectively. The solutions obtained from this study are characterized using UV-Vis spectrophotometer. The experiment is carried out by directly blending used-cooking oil and then dissolving it in n-hexane solvent. A solution of pure cooking oil in n-hexane is used as a reference solution for the UV-Vis spectrophotometer. For variation of blending time duration, the UV-Vis results show a blue shift from 269.5 nm to 235.5 nm as the blending time is increased from 1 to 3 hours and indicate the presence of graphene oxide (GO) material. A second absorbance peaks at around 349 nm to 351 nm correspond to the occurrence of carbon quantum dot (CQD) material. Moreover, for the variation of solution concentrations, a red shift from 311.5 nm to 350 nm occurs as the solution concentration is increased from 0.2 to 0.6 milimol/mL. The red shift point towards an exfoliation of used-cooking oil from GO into CQD materials.Keywords: graphene oxide, carbon quantum dot, UV-Vis spectroscopy, liquid-phase exfoliation, used-cooking oil, n-hexane.
SISTEM KEAMANAN BERBASIS SUARA VOICE-BASED SECURITY SYSTEM Nurhidayah Nana; Purwanto Agus
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisis suara peneliti yang dapat membedakan suara tersebut dengan suara lainnya dan mengetahui persentase keberhasilan dari sistem keamanan berbasis suara yang dibuat. Spektrum gelombang suara dianalisis menggunakan persamaan Discrete Fourier Transform (DFT). Sistem keamanan berbasis suara ini bekerja dengan cara merekam suara, menyaringnya menggunakan filter Finite Impulse Response (FIR) dengan jenis lowpass filter, mencari nilai korelasi maksimumnya dengan data referensi, dan memberi keputusan apakah suara tersebut mendapatkan akses ataupun tidak. Semua proses tersebut dilakukan secara otomatis oleh software Matlab R2008a dan ditampilkan hasilnya menggunakan indikator LED. Hasil analisis parameter fisis suara peneliti menunjukkan bahwa frekuensi nada dasar suara peneliti (), frekuensi nada atas pertama (), dan frekuensi nada atas keduanya () berturut-turut saat mengucapkan huruf “g” secara normal mayoritas mendekati 200 Hz, 400 Hz, dan 600 Hz, dengan .  merupakan amplitudo pada ,  merupakan amplitudo pada , dan  merupakan amplitudo pada . Hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap 50 sampel suara peneliti dan 50 sampel suara orang lain, menunjukkan bahwa persentase keberhasilan dari sistem ini adalah 100%. Kata kunci: Sistem Keamanan, Suara, Korelasi, Discrete Fourier Transform (DFT), dan Filter Finite Impulse Response (FIR) AbstractThis research was aimed to obtain the physical parameter of researcher’s voice that could distinguish it from another voice and determined the percentage of success of voice-based security system. The spectrum of sound waves was obtained using Discrete Fourier Transform (DFT). This voice-based security system worked by recording voice, filtering it using Finite Impulse Response (FIR) filter of lowpass type, calculating the maximum correlation values with reference data, as well as giving a decision whether the voice was gaining access to the security system or not. All of these processes were done automatically by Matlab R2008a software and displayed the result using LED indicator. The result of the physical parameter of the researcher’s voice showed that the fundamental frequency (), the first overtone frequency (), and the second overtone frequency () when the researcher said “g” normally majority approaching 200 Hz, 400 Hz, and 600 Hz with .  was amplitude of ,  was amplitude of , and  was amplitude of . The test results that have been conducted on 50 samples of researcher’s voice and 50 samples of other voices, showed that the percentage of success of the voice-based security system was 100%. Keywords: Security system, Voice, Correlation, Discrete Fourier Transform (DFT), and Finite Impulse Response (FIR) filter
THE EFFECT OF VARIATION METAL SUBSTANCE CHARACTERIZATION USING XRF AND OES TO DETERMINE THE HARDNESS OF A STEEL Saedatul Fatimah , Ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan unsur logam menggunakan XRF dan OES sebagai penentu tingkat kekerasan pada baja paduan yang terdiri dari logam SS304, SS310, Low Alloy, dan 17-4PH produksi PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Teknik yang dilakukan untuk mengetahui variasi unsur dan persentase bahan mineral dalam baja adalah dengan menggunakan karakterisasi X-Ray Fluorescence (XRF) dan Optical Emission Spectroscopy (OES). Sampel yang berbentuk lempengan tersebut kemudian diuji menggunakan metode pengujian Rockwell untuk mengetahui tingkat kekerasan baja sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis baja sampel menyebabkan perbedaan pada tingkat kekerasan baja. Hasil pengujian menggunakan Rockwell yang kemudian dikonversikan kedalam satuan Brinell memperlihatkan bahwa urutan baja dari empat sampel yang memiliki tingkat kekerasan paling tinggi 17-4PH = (372 ± 7) satuan Brinell, SS304 = (159 ± 4) satuan Brinell, Low Alloy = (141 ± 3) satuan Brinell, dan SS310 = (123 ± 3) satuan Brinell. Hasil karakterisasi XRD dan OES dapat diketahui bahwa unsur-unsur yang paling berpengaruh pada urutan tingkat kekerasan adalah unsur karbon (C) dan vanadium (V). Semakin besar persentase kandungan unsur karbon dan vanadium, maka semakin besar pula tingkat kekerasannya. Pada logam 17-4PH yang memiliki tingkat kekerasan paling tinggi mengandung unsur karbon dan vanadium paling besar diantara keempat sampel yakni 0,206% dan 0,102%. Pada logam yang memiliki tingkat kekerasan paling rendah yakni SS310 mengandung unsur karbon dan vanadium yang paling rendah sebesar 0,141% dan 0,064%. Kata kunci: kekerasan baja, baja, XRF dan OES Abstract This research aimed to identify substance concentration of alloy steel using XRF and OES in order to define the alloy steel hardness of SS304, SS310, Low Alloy, and 17-4PH produced by PT Petrokimia Gresik, East Java. X-Ray Fluorescence (XRF) and Optical Emission Spectroscopy (OES) technique were used to determine the substance and its percentage of steel. Sample was then tested using Rockwell method to determine the hardness of the steel. The result showed that hardness were different for different alloy steel substance concentration. The Rockwell method is result were then the converted to Brinell unit, and shown from the hardest to the lowest as follows: 17-4PH = (327 ± 7), SS304 = (159 ± 4), Low Alloy = (141 ± 3), and SS310 = (123 ± 3). The characterization result using XRD and OES showed that the substances which have contribution to the hardness value of the steel at normal temperature were karbon (C) and vanadium (V). The bigger Carbon and Vanadium concentration in the steel, the hardness level will be higher. The 17-4PH steel which has the highest level of hardness contain the biggest amount of Carbon and Vanadium among four samples, which are 0,206% and 0,102% respectively. On the other hand the lowest hardness, SS310 contains the smallest amount of Carbon and Vanadium, which are 0,141% and 0,064% respectively. Keywords: hardness steel, steel, XRF, and OES
PREPARASI DAN KARAKTERISASI LAPISAN TIPIS Sn(S0,5Te0,5) DENGAN TEKNIK EVAPORASI VAKUM PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF THIN FILM Sn(S0,5 Te0,5) WITH VACUM EVAPORATION TECNIQUES Wahyu Lestari; Ariswan Ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu substrat terhadap kualitas lapisan tipis Sn(S0,5Te,5), mengetahui struktur kristal, parameter kisi, morfologi permukaan dan komposisi kimia lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) hasil preparasi dengan teknik evaporasi vakum.Proses penumbuhan kristal lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) menggunakan teknik evaporasi vakum dilakukan dengan memanaskan bahan Sn, S, dan Te pada suhu tertentu dengan perbandingan molaritas 1:0,5:0,5. Dalam penelitian ini, penumbuhan kristal lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) dengan memvariasikan suhu substrat, yaitu 350oC, 450oC, 500oC, dan 600oC. Lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) hasil preparasi dengan teknik evaporasi vakum kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) untuk menentukan struktur kristal dan parameter kisi kristal, SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaan kristal, dan EDS (Energy Dispersive Spectrometry) untuk mengetahui komposisi kimia pada kristal.Hasil karakterisasi XRD berupa difaktogram menunjukkan hasil bahwa kristal pada lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) yang terbentuk berstruktur kubik, dengan nilai parameter kisi pada sampel 1 a = 6,071 Å, sampel 2 a = 6,108 Å, sampel 3 a= 6,497 Å, dan untuk sampel 4 amofr. Hasil karakterisasi SEM memperlihatkan bahwa kristal pada lapisan tipis Sn(S0,5Te,5) yang terbentuk memiliki keseragaman bentuk dan warna butiran kecil-kecil serta sudah terbentuk grain dan hasil karakterisasi EDS diperoleh perbandingan unsur Sn:S:Te yaitu 1 : 0,25 : 0,51.Kata kunci: struktur kristal, lapisan tipis, teknik evaporasi vakum, preparasiAbstractThis reserch aims to determine the effect of heating subtrate temperature on the quality of Sn(S0.5Te0.5), the crystal structure, lattice parameter,surface morphology and chemical composition of the Sn(S0.5Te0.5) thin film by vacuum evaporation technique.The crystal growwing process of Sn(S0,5Te0,5) thin film by vacuum evaporation technique was done by heating the material at a certain temperature and molarity 1: 0.5: 0.5 comparison. In this research, the process of growing crystals of the Sn(S0.5Te0.5) thin film with the variation of subtrate temperature are 350oC, 450oC, 500oC, and 600oC. The result of thin film preparation by vacuum evaporation technique is characterized by XRD (X-Ray Diffaction) to determine crystal structure, SEM (Scanning Electron Microscopy) to dertermine the crystal surface morphology, and EDS (Energy Dispersive Spectrometry) to the determine chemical composition of crystals.The result of XRD characterization shows that diffractogram from crystalline of the Sn(S0.5Te0.5) thin film have cubic crystal structure with the values of lattice parameter, on sample 1 a = 6.071 Å, sample 2 6.108 Å, sample 3 a = 6.497 Å, and for the sample 4 amofr. The result of SEM characterization shows that the crystalline of Sn(S0.5Te0.5) thin film that formed has the pieces of grains and homogeneous and the results of EDS characterization obtained Sn:S:Te molarity ratio is 1:0.25:0.51.Key words : crystal structure, thin film, vacuum evaporation technique, preparation

Page 2 of 20 | Total Record : 196