cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
supardi@uny.ac.id
Phone
+62274-550847
Journal Mail Official
fisika@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNY (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
ISSN : -     EISSN : 30265983     DOI : -
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah atau artikel dari hasil penelitian khususnya tugas akhir mahasiswa fisika, atau karya ilmiah lain yang berkaitan dengan fisika. Prosedur penerbitan dalam jurnal ini melalui peer-review dan menerapkan etika penerbitan ilmiah sebagaimana ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Ruang lingkup artikel dalam jurnal ini adalah ilmu fisika dan terapannya.
Articles 196 Documents
MIKROZONASI INDEKS KERENTANAN SEISMIK DI KAWASAN JALUR SESAR GRINDULU, KABUPATEN PACITAN BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR Ulfa Fadhilah; Nugroho Budi Wibowo; Denny Darmawan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mikrozonasi nilai frekuensi predominan, faktor amplifikasi, indeks kerentanan seismik dan ketebalan lapisan sedimen serta mengetahui hubungan keterkaitan keempat parameter tersebut terhadap nilai digital elevation model (DEM) di kawasan jalur Sesar Grindulu, Kabupaten Pacitan. Pengambilan data dilakukan menggunakan set alat Digital Portable Seismograph  merek Taide tipe TDL-303S dengan durasi pengukuran ±30 menit  untuk setiap titik pengukuran. Sinyal mikrotremor dalam domain waktu dianalisis menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) sehingga didapatkan parameter frekuensi predominan () dan faktor amplifikasi (). Parameter ini kemudian digunakan untuk mikrozonasi, analisis indeks kerentanan seismik, dan analisis ketebalan lapisan sedimen di jalur Sesar Grindulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi predominan () di kawasan jalur Sesar Grindulu berkisar antara 0,6 – 9,6 Hz, nilai faktor amplifikasi ()berkisar antara 3,15 - 15,30, nilai indeks kerentanan seismik berkisar antara 1,06 s2/cm - 390,09 s2/cmdan nilai ketebalan lapisan sedimen berkisar antara 13,22  - 335,81 m. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara keempat parameter tersebut terhadap nilai Digital Elevation Model (DEM).  Kata kunci : mikrotremor, indeks kerentanan seismik, Sesar Grindulu
PHYSICAL PARAMETERS IDENTIFICATION OF THE WORD “WOLU” BY THE BANDEK JAVANESE DIALECT AND THE NGAPAK JAVANESE DIALECTUSINGDISCRETE FOURIER TRANSFORM (DFT) AND HILBERT TRANSFORM (HT) Hawaina Nurus Soraya , Agus Purwanto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisis yang dapat membedakan suara dialek bandek dan dialek ngapak; dan mengetahui hasil analisisnya. Metode penelitian ini adalah dengan mengkorelasi-silangkan sinyal suara dari dua dialek, kemudian mencari parameter fisisnya dengan menggunakan Discrete Fourier Transform (DFT) dan Hilbert Transform (HT). Dengan menggunakan software Matlab R2008a, nilai korelasi silang dianalisis untuk mengetahui kemiripan antara sinyal suara dari dialek bandek dan dialek ngapak, selain itu spektrum sinyal suara yang memuat frekuensi penyusun dan amplitudonya dianalisis dengan Discrete Fourier Transform (DFT) dan Hilbert Transform (HT) untuk menganalisis envelope masing-masing sinyal suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan korelasi silang dapat diketahui sinyal suara dengan dialek yang sama memiliki kemiripan yang lebih tinggi dibanding dengan sinyal suara dengan dialek yang berbeda. Metode analisis Discrete Fourier Transform (DFT) menghasilkan spektrum yang nilainya tumpang tindih antar dialek sehingga tidak dapat digunakan untuk mengkarakterisasiparameter fisis perbedaan dua dialek. Sedangkan metode analisis Hilbert Transform (HT) dapat digunakan untuk mencari perbedaan parameter fisis antara dialek bandek dan dialek ngapak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelafalan kata wolu oleh dialek bandek memiliki penurunan volume antara kedua suku kata yang lebih besar, jeda suku kata yang lebih pendek dan durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan pelafalan kata wolu oleh dialek ngapak. Kata kunci: Dialek Bandek, Dialek Ngapak, Korelasi-Silang, Spektrum, Envelope, Discrete Fourier Transform (DFT), dan Hilbert Transform (HT). Abstract This research was aimed to know the physical parameters that can distinguish between “bandek” dialect and “ngapak” dialects; and know the analysis results. The method of this research applied cross-correlate voice signals from two dialects, then looking for the physical parameter using the Discrete Fourier Transform (DFT) and the Hilbert Transform (HT). By used Matlab R2008a, the cross-correlation value was analyzed to find out the similarities between the voice signal of “bandek” dialect and “ngapak” dialects, besides the voice signal spectrum that contained frequency constituent and amplitude was analyzed using the Discrete Fourier Transform (DFT) and the Hilbert Transform (HT) analyzed envelope of each voice signal. The results showed that with cross-correlation of voice signals between the same dialect had higher similarities than voice signal with different dialects. Method of Discrete Fourier Transform (DFT) analysis produced a spectrum of overlap value between “bandek” dialects and “ngapak” dialect therefore so it cannot be used to identified physical parameter differences of the two dialects. Whereas the method of Hilbert Transform (HT) analysis can be used to find the difference between physical parameters of “bandek” dialek and “ngapak” dialect. So it can be concluded that the pronunciation of “wolu” by the “bandek” dialect had greater volume decreasing between the two syllables, syllable pauses were shorter and shorter duration of pronunciation if compared to the pronunciation of “wolu” by the “ngapak” dialects. Key words:“Bandek” Dialect, Cross-Correlation, Discrete Fourier Transform (DFT), Envelope,Hilbert Transform (HT), “Ngapak” Dialect, and Spectrum.
ANALISIS DISTRIBUSI SUHU PADA RANCANG BANGUN PENETAS TELUR AYAM BERBAHAN KERAMIK ANALYSIS OF TEMPERATURE DISTRIBUTION OF CHICKEN EGG HATCHING INCUBATOR MADE FROM CERAMIC sindhu madya p sindhu madya p; agus purwanto agus purwanto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola distribusi suhu dalam inkubator penetasan telur ayam, (2) mengetahui kemerataan distribusi suhu pada inkubator penetasan telur ayam berbahan keramik, dan (3) mengetahui suhu dinding-dinding inkubator agar distribusi suhu di dalam inkubator penetasan tersebar merata pada range (38,5-40,5). Metode untuk mengetahui distribusi suhu inkubator penetasan telur ayam adalah dengan metode analitik dari penyelesaian persamaan difusi panas pada inkubator penetasan. Karena inkubator penetasan berbentuk kotak berukuran dengan sumber pemanas kawat nikelin, penyelesaian persamaan difusi panas memanfaatkan persamaan difusi panas pada koordinat kartesian dan menggunakan metode pemisahan variabel. Untuk mendapatkan pola distribusi suhu dan melihat kemerataan distribusi suhu di dalam ruang penetasan telur, maka penyelesaian persamaan difusi panas pada inkubator penetasan divisualisasikan menggunakan software Matlab R2013a.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola distribusi suhu inkubator berfluktuasi berdasarkan fungsi waktu dan posisi. Pertambahan waktu menunjukkan bahwa suhu mencapai keadaan kesetimbangan (steady-state). Perbedaan posisi menunjukkan bahwa suhu memiliki nilai yang berbeda-beda dalam range (34,7-41,2) . Hasil pemerataan suhu ruang inkubator berdasarkan visualisasi dengan software Matlab R2013a menggambarkan bahwa distribusi suhu merata di dalam inkubator penetasan telur ayam dan pada sebagian besar titik diperoleh suhu ruang yang sesuai untuk penetasan telur ayam pada range (38,5-40,5).Kata kunci: difusi panas, inkubator penetasan telur, visualisasi, distribusi suhu.ABSTRACTThis research was aimed to (1) know the pattern of distribution of temperature of chicken egg hatching incubator (2) know of the evenness of distribution of temperature in the incubator made from ceramics, and (3) know the temperature of the walls of the incubator so that the distribution of temperature in the incubator spread evenly on the range of (38,5-40,5)℃. The method to find out the distribution of temperature of incubator was by using analytical method to solve heat diffusion equation in Cartesian coordinates using the method of separation of variables. In order to see clearly the distribution of temperature in incubator, the solution of heat diffusion equations was visualized by using Matlab R2013a. The results of this research showed that the pattern of distribution of the temperature of incubator fluctuated as a function of time and position. Increased time indicated that the temperature reached a state of equilibrium (steady-state). The difference of the position indicated that the temperature had different values in the range of (34,7-41,2)℃. Visualization using Matlab R2013a illustrated that the temperature was distributed evenly inside the incubator and at several points the temperature for hatching chicken eggs was on the range of (38,5-40,5)℃.Analisis Distribusi Suhu…(Sindhu Madya Z.P.) 2Keywords: diffusion of heat, hatching incubator, visualization, distribution of temperature.
Sintesis dan Karakterisasi Nanomaterial Carbon Dots Berbahan Dasar Daun Kemangi Menggunakan Pemanasan Presto Gita Ayu Anggraini
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mensintesis Cdots berbahan dasar daun kemangi, (2) menentukan karakteristik Cdots berbahan dasar daun kemangi menggunakan pemanasan presto berdasarkan uji UV-Vis, PL, FTIR, dan XRD, dan (3) mengaplikasikan pasta Cdots pada LED. Penelitian ini dimulai dengan membuat serbuk daun kemangi yang telah dikeringkan. Preparasi Cdots dilakukan dengan pemanasan presto dengan variasi waktu (menit) 10, 20, 30, dan 40. Kemudian cairan Cdots dipanaskan kembali menggunakan microwave sehingga diperoleh sampel Cdots dalam bentuk serbuk. Sampel Cdots yang diperoleh kemudian dikarakterisasi berdasarkan uji UV-Vis untuk mengetahui puncak absorbansinya, PL untuk mengetahui emisi yang dihasilkan Cdots, FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat dalam sampel, dan XRD untuk mengetahui fasa yang terbentuk dalam sampel. Selanjutnya, sampel Cdots yang diperoleh diaplikasikan pada LED. Hal ini dilakukan dengan mengoleskan pasta Cdots pada LED. Pengujian menggunakan UV-Vis menghasilkan puncak absorbansi pada rentang panjang gelombang 258 nm - 282 nm mengindikasikan adanya core Cdots. Indikasi terbentuknya Cdots diperkuat dengan hasil karakterisasi PL yang menghasilkan puncak intensitas emisi pada panjang gelombang 475 nm dan 496 nm yang mengindikasikan pendaran berwarna cyan. Lebih spesifik, spektrum FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi C=C, C-H, dan N-H. Dari hasil karakterisasi XRD dapat diketahui fasa karbon serbuk Cdots barupa amorf pada puncak 20,74ᶹ dan 28,16ᶹ. Pengolesan pasta Cdots pada LED putih menghasilkan pancaranwarna jingga.Kata-Kata Kunci: Cdots, daun kemangi, presto, karakteristik Cdots
ANALISIS PENGGERAK PADA SISTEM PENGAMAN PINTU BER-PASSWORD ANALYSIS OF ACTIVATOR OF PASSWORDED DOOR SECURITY SYSTEM Listiono Gandung; Agus Purwanto Agus Purwanto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan kerja dari beberapa komponen penggerak pada sistem pengaman pintu ber-password dan mengetahui unjuk kerja sistem pengaman pintu ber-password.Analisis komponen pada sistem pengaman ini meliputi analisis motor stepper beserta rangkaian kontrolnya dan analisis ulir daya. Analisis motor stepper meliputi pengujian torsi motor, kecepatan motor dan karakteristik masukan pada rancangan program, sedangkan analisis ulir daya digunakan untuk mengetahui torsi minimum yang dibutuhkan untuk memutar beban. Beberapa program yang digunakan untuk menganalisis komponen motor stepper adalah program Arduino dan program SpectraPLUS 5.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi minimum yang dibutuhkan ulir untuk berotasi sebesar (0,036 ± 0,004) N.m, sedangkan torsi maksimum yang dihasilkan motor stepper sebesar (0,060 ± 0,003) N.m, sehingga dapat disimpulkan bahwa torsi yang dihasilkan motor stepper cukup untuk menggerakkan beban. Motor stepper diprogram dengan kecepatan putar sebesar 60 rpm yang tidak berpengaruh terhadap besar torsi motor melainkan mempengaruhi waktu rotasinya. Kecepatan 60 rpm dipilih karena lebih ideal dari kecepatan yang lain karena menghasilkan waktu yang lebih cepat saat menggeser pintu dan tidak menimbulkan kemacetan pada sistem. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa motor stepper berotasi sebanyak 25 kali untuk menggeser pintu dan membutuhkan waktu sebesar (24,91 ± 0,01) s, sedangkan rotasi sebanyak 25 kali tanpa beban, akan membutuhkan waktu sebesar (24,14 ± 0,01) s. Dengan demikian disimpulkan bahwa beban mempengaruhi kecepatan motor.Kata kunci: kecepatan putar, torsi, motor stepper, dan ulir.This study aims to analyze the workability of several activators component of the passworded door security system and to find out the performance of door security with password system. Analysis of components of the safety system included analysis of stepper motor control and analysis of power screw. Analysis of stepper motor included testing the motor torque, the motor speed and the characteristics of the input on the design of the program, while the analysis of the power screw was used to determine the minimum torque required to rotate the load. Some programs used to analyze the component of the stepper motor were Arduino and SpectraPLUS 5.0.The results showed that the minimum torque required to rotate the screw was (0.036 ± 0.004) N.m, while the maximum torque produced by stepper motor was (0.060 ± 0.003) N.m, so it can be concluded that the stepper motor torque generated was enough to drive the load. Stepper motor was programmed with rotational speed of 60 rpms that did not affect to the motor torque but it influenced the time of rotation. Speed of 60 rpms was more ideal than the other speeds because it produced a shorter time to slide the door and did not cause congestion on the system. The measurement results showed that the stepper motor rotated 25 times to slide the door and took (24.91 ± 0.01) s, while the rotation of 25 times without a load, took time of (24.14 ± 0.01) s. Thus it could be concluded that the load affected the speed of the motorKeywords: rotational speed, torque, stepper motors, and screw
OUTPUT VALIDATION TEST OF BIO HARMONIC AUDIO TECHNOLOGY BY USING SMARTCHIP SERIES WT5001 REVIEWED FROM VARIATION OF PEAK FREQUENCY AND SOUND INTENSITY LEVEL PRODUCED Toni Indrawan , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil distribusi peak frequency dan taraf intensitas bunyi dari instrumen stimulator Audio Bio Harmonik terhadap perubahan jarak dan sudut pemaparan. Sumber bunyi yang digunakan yaitu suara garengpung yang termanipulasi pada peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000Hz. Perekaman sumber bunyi yang dipaparkan pada penelitian ini menggunakan mic condenser dan aplikasi Spectra Plus-SC untuk pengukuran peak frequency dan Sound Level Meter yang digunakan untuk pengukuran taraf intensitas bunyi. Pengambilan data peak frequency dan taraf intensitas bunyi dilakukan di dua tempat yaitu di lapangan dan di laboratorium dengan pola setengah melingkar sudut antara 0o sampai 180o dengan interval sudut 30o. Variasi jarak yaitu 1 m untuk pengukuran di lapangan dan 25 cm untuk pengukuran di laboratorium. Pengukuran di laboratorium dilakukan sebagai data penunjang untuk data pengukuran di lapangan. Hasil data pengukuran peak frequency dan taraf intensitas bunyi dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan Origin 5.0 untuk analisis grafik. Hasil pengukuran di lapangan menunjukan pola peak frequencypada pola setengah lingkaran dengan jangkauan terjauh untuk masing-masing peak frequency berada pada sudut 90o. Sedangkan untuk jangkauan terdekat untuk tiap peak frequency berada pada sudut 0o dan 180o. Pola yang terbentuk yaitu jangkauan terjauh untuk setiap peak frequency membentuk pola menyerupai pola radiasi antena tipe end fire. Pengukuran taraf intensitas bunyi terhadap jarak untuk setiap peak frequency menghasilkan grafik yang di fitting exponensial. Semakin jauh jarak terhadap sumber bunyi maka taraf intensitasnya berkurang secara eksponensial. Kata kunci : Audio Bio Harmonik, peak frequency, taraf intensitas bunyi , end fire. Abstract The objective of this study is to determine the profile of peak frequency distribution and sound intensity level of the Bio Harmonic Audio stimulator instrument to the change of distance and exposure angle. Sound sources used are manipulated garengpung sound of peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, and 5000Hz. The sound source recording presented in this study used mic condenser and Spectra Plus-SC application for peak frequency measurement and Sound Level Meter used for measuring the sound intensity level. The data of peak frequency and sound intensity level are obtained in two places i.e in the field and in the laboratory with a circular half pattern of angle between 0o to 180o with angle interval of 30o. Distance variation is 1 m for measurements in field and 25 cm for measurements in laboratory. Laboratory measurements data were performed as supporting data for field measurement data. The results of measurement data of peak frequency and sound intensity level were analyzed using Microsoft Excel and Origin 5.0 for graph analysis. The field measurements show the peak frequency pattern on the circular half pattern with the furthest range for each peak frequency at 90o angle. As for the nearest range for each peak frequency is at an angle of 0o and 180o. The pattern formed that is the furthest range for each peak frequency pattern resembles radiation pattern antenna type end fire. Measuring sound intensity level to the distance for each peak frequency produces a graph in exponential fitting. The farther the distance to the sound source, the intensity level decreases exponentially. Keywords: Audio Bio Harmonic, Peak Frequency, sound intensity level,end fire.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL KADAR AIR GABAH PADA ALAT PENGERING GABAH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8 DESIGN OF PADDY MOISTURE CONTENT CONTROL SYSTEM ON THE PADDY DRYER MACHINE BASED ON ATMEGA 8 MICROCONTROLER Adilia Rismawati; Agus Purwanto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang sistem kontrol kadar air gabah pada alat pengering gabah dengan set point 14%, untuk mengetahui cara kerja sistem kontrol kadar air gabah dan untuk menganalisis pemodelan difusi massa air pada model gabah silinder. Sistem kontrol kadar air gabah menggunakan mikrokontroler ATMega 8 yang keluarannya mempengaruhi kondisi kerja saklar transistor sehingga memicu relay untuk menyalakan atau mematikan pemanas. Input dan output setiap blok sistem didefinisikan sehingga diperoleh diagram blok keseluruhan sistem. Pemodelan difusi massa air model gabah silinder dianalisis menggunakan persamaan moisture ratio dalam sistem koordinat silinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kontrol kadar air gabah bekerja dengan baik sesuai set point yang diinginkan. Saat kadar air gabah di atas 14%, pemanas menyala dan saat kadar air gabah kurang dari atau sama dengan 14% pemanas mati. Pola distribusi moisture ratio pada gabah mengalami penurunan disertai fluktuasi dari pusat koordinat. Semakin bertambahnya waktu, fluktuasi makin berkurang dan membentuk pola steady-state. Kata kunci: sistem kontrol, kadar air, gabah, difusi massa air. AbstractThis research aimed to design a paddy moisture content control system on the paddy dryer machine with a set point of 14%, to determine the working principle of the paddy moisture content control system, and to analyze modeling the mass of water diffusion on paddy cylindrical model. Paddy moisture content control system was designed by using an ATMega 8 microcontroller that the output could affect the working conditions of transistor that triggered the relay to turn on or turn off the heater. Then, each input and output of each block in the system was defined to obtain the block diagram of the whole system that described the working principle of the system. Modeling the mass of water diffusion on paddy cylinrical model was analyzed by using equation of mass diffusion on cylindrical coordinate system. The results showed that paddy moisture content control system can work well according to set point. If the paddy moisture content was above 14%, the heater will turn on and if the paddy moisture content was less than equal to 14%, the heater will turn off. The moisture ratio decreased from the center position coordinate with fluctuation. If time increases, the fluctuation diminished and formed a pattern of steady-state. Keywords: control system, moisture content, paddy, the mass of water diffusion
ANALISIS DOSIS PADA PENYEMBUHAN PENYAKIT KANKER PARU-PARU DENGAN METODE PENGOBATAN BNCT MENGGUNAKAN PHITS
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA)
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pengaruh konsentrasi boron terhadap laju dosis total untuk pengobatan kanker paru-paru, dan (2) mengetahui pengaruh konsentrasi boron terhadap lamanya waktu iradiasi untuk pengobatan kanker paru-paru. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis simulasi komputer menggunakan program PHITS dengan cara mendefinisikan geometri dan komponen penyusun kanker paru-paru serta organ sekitarnya sebagai objek yang diteliti dan sumber radiasi yang digunakan. Jenis phantom yang digunakan adalah ORNL ukuran pria asia dewasa. Sumber neutron yang digunakan adalah keluaran dari beam port tembus radial Reaktor Kartini. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi boron yaitu 30, 40, 50, 60, dan 70 μg/g jaringan kanker, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah laju dosis dan waktu iradiasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) semakin besar konsentrasi boron yang diinjeksikan maka semakin tinggi nilai laju dosis total untuk pengobatan kanker paru-paru, dimana masing-masing variasi konsentrasi boron menghasilkan laju dosis total sebesar 1,34E-03 Gy/s, 1,71E-03 Gy/s, 2,07E-03 Gy/s, 2,42E-03 Gy/s, 2,78E-03 Gy/s, dan (2) semakin besar konsentrasi boron yang diinjeksikan maka waktu iradiasi semakin cepat untuk pengobatan kanker paru-paru, dimana waktu iradiasi yang dibutuhkan untuk masing-masing variasi konsentrasi boron adalah 37294 s (10 jam 21 menit 34 detik), 29240 s (8 jam 7 menit 20 detik), 24180 s (6 jam 43 menit 0 detik), 20633 (5 jam 43 menit 53 detik), 17996 s (4 jam 59 menit 56 detik). Kata kunci: BNCT, PHITS, kanker paru-paru, dosis, waktu iradiasi. Abstract The objectives of this study are: (1) to determine the effect of boron concentration on total dose rate for lung cancer treatment, and (2) to determine the effect of boron concentration on the length of irradiation time for lung cancer treatment. This study was a computer-simulation based using Particle and Heavy Ion Transport code System (PHITS) by defining the geometry and components of lung cancer and the surrounding organism as the object being studied and the source of radiation used. The type of phantom used was ORNL of an adult Asian male. The neutron source used was Kartini Reactor. The independent variable was the boron concentration of 30, 40, 50, 60, and 70 μg/g cancer tissue and the dependent variable was the dose rate and irradiation time. The results of this study indicate that: (1) the larger the amount of boron concentration that is injected, the higher the rate of total dose the organ, where the total dose rate for each variation of boron concentration are 1.34E-03 Gy/s, 1.71E- 03 Gy/s, 2.07E-03 Gy/s, 2.42E-03 Gy/s, 2.78E-03 Gy/s, and (2) the larger the amount of boron concentration that is injected, the faster the irradiation time for the treatment of lung cancer is, where the irradiation time required for each variation of boron concentration was 37294 s (10 hours 21 minutes 34 seconds), 29240 s (8 hours 7 minutes 20 seconds), 24180 s (6 hours 43 minutes 0 seconds), 20633 (5 hours 43 minutes 53 seconds), 17996s (4 hours 59 minutes 56 seconds). Keywords: BNCT, PHITS, lung cancer, dose, irradiation time.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI PADUAN SEMIKONDUKTOR Sn(Se0,6Te0,4) DENGAN METODE BRIDGMAN MELALUI VARIASI WAKTU PEMANASAN PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF SEMICONDUCTOR ALLOYS Sn (Se0.6Te0.4) USING BRIDGMAN METHOD THROUGH VARIATION OF HEATING TIME Iin Astarinugrahini; Ariswan Ariswan
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pemanasan terhadap struktur kristal, morfologi permukaan dan komposisi kimia bahan semikonduktor Sn(Se0,6Te0,4) yang terbentuk. Teknik yang digunakan dalam proses penumbuhan kristal pada penelitian ini adalah teknik Bridgman. Adapun dalam penumbuhan kristal digunakan bahan Sn, Se, dan Te dengan perbandingan molaritas 1 : 0,6 : 0,4. Penumbuhan kristal Sn(Se0,6Te0,4) dilakukan dengan variasi waktu pemanasan. Untuk sampel I, pada temperatur 3500C adalah 480 menit (8 jam) menit dan pada temperatur 6000C adalah 360 menit (6 jam). Untuk sampel II, pada temperatur 3500C adalah 1380 menit (23 jam) dan pada temperatur 6000C adalah 360 menit (6 jam), sedangkan untuk sampel III, pada temperatur 3500C adalah 1500 menit (25 jam) dan pada temperatur 6000C adalah 720 menit (12 jam). Kristal yang terbentuk kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD untuk menentukan struktur kristal dan parameter kisi, SEM untuk mengetahui morfologi permukaan kristal, dan EDS  untuk mengetahui komposisi kimia pada kristal. Hasil karakterisasi XRD berupa difraktogram menunjukkan bahwa bahan Sn(Se0,6Te0,4) yang terbentuk merupakan polikristal dengan struktur orthorombic, dengan parameter kisi untuk sampel I adalah a = 11,17 Å, b = 4,306 Å, dan c = 4,444 Å, untuk sampel II adalah a = 11,648 Å, b = 4,285 Å, dan c = 4,423 Å, dan untuk sampel III adalah a = 11,49 Å, b = 4,010 Å, dan c = 4,50 Å. Hasil karakterisasi SEM memperlihatkan bahwa kristal pada bahan Sn(Se0,6Te0,4) yang terbentuk memiliki keseragaman bentuk serta sudah terbentuk butiran (grain) dan hasil EDS pada sampel I diperoleh perbandingan unsur Sn:Se:Te yaitu 1:0,82:0,17, sedangkan pada sampel III diperoleh perbandingan unsur Sn:Se:Te yaitu 1:0,14:0,6.Kata kunci: struktur kristal, Semikonduktor, teknik Bridgman, waktu pemanasan.AbstractThis study aimed to determine the effect of heating time variation on crystal structure, surface morphology and chemical composition of Sn(Se0.6Te0.4) formed. The technique used in the crystal growing process was the Bridgman technique. As for crystal growth, Sn, Se, and Te are used with molarity ratio of 1: 0.6: 0.4. The growth of crystalline Sn(Se0.6Te0.4) was done by varying the heating time. For sample I, at a temperature of 350oC was 480 minutes (8 hours) and at a temperature of 600oC was 360 minutes (6 hours). For sample II, at temperature 350oC was 1380 minutes (23 hours) and at temperature 600oC was 360 minutes (6 hours), while for sample III, at temperature 350oC was 1500 minutes (25 hours) and at temperature 600oC was 720 minutes (12 hour). The formed crystals were then characterised using XRD to determine the crystal structure and lattice parameters, SEM to determine the morphology of the crystal surface, and EDS to determine the chemical composition of the crystals. The result of XRD characterization in the form of a diffractogram showed that the Sn(Se0.6Te0.4)material formed was a polycrystalline with orthorombic structure, with lattice parameters for sample I were a = 11.17 Å, b = 4.306 Å, and c = 4.444 Å, for sample II were a = 11.648 Å, b = 4,285 Å, and c = 4,423 Å, and for sample III were a = 11.49 Å, b = 4.010 Å, and c = 4.50 Å. From the result of SEM characterization it can be seen that the surface morphology from sample I and sample III indicates that crystal has been formed. While EDAX characterization results showed that both samples contained Sn, Se, and Te with molar ratio Sn: Se: Te for the first sample was 1: 0.82: 0.17 and for the third sample was 1: 0.14: 0.6                                              Keywords: crystal structure, Semiconductor, Bridgman technique, heating time.
PROFIL DISTRIBUSI TARAF INTENSITAS BUNYI TEKNOLOGI TEPAT GUNA AUDIO BIO HARMONIK (ABH) DENGAN SMART CHIP WT5001 MENGGUNAKAN SUMBER BUNYI GARENGPUNG (Dundubia manifera )DISTRIBUTION PROFILE OF SOUND INTENSITY LEVEL FROM AN APPROPRIATE TECHNOLOGY AUDIO BIO HARMONIC (ABH) WITH SMART CHIP WT5001 USING SOUND RESOURCE OF GARENGPUNG (Dundubia manifera ) Anisa Dali Darto
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil distribusi taraf intensitas bunyi Audio Bio Harmonic (ABH) dengan smart chip WT5001 menggunakan horn speaker Narae seri NSH-70 dengan variasi sumber bunyi garengpung yang termanipulasi pada peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000 Hz  dengan pola melingkar dan mengetahui perubahan nilai taraf intensitas bunyi Audio Bio Harmonic (ABH) dengan variasi jarak pemaparan.Pengukuran taraf intensitas bunyi pada penelitian ini menggunakan mic condenser dan aplikasi Spectra Plus-SC. Pengambilan data taraf intensitas bunyi untuk pola melingkar 3600 dengan interval 100 pada jarak 150 cm dari sumberbunyi garengpung yang termanipulasi pada peak frekuensi 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000 Hz dan pengukuran taraf intensitas bunyi dengan variasi jarak pada interval 25 cm untuk setiap frekuensi yang dipaparkan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa grafik profil distribusi taraf intensitas bunyi ABH menggunakan satu horn speaker Narae seri NSH-70 pada peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000 Hz memiliki pola yang serupa membentuk jenis daun berlekuk menyirip. Taraf intensitas bunyi paling kuat digambarkan terletak pada ujung daun yaitu pada sudut 00 atau 100. Memiliki range sudut distribusi taraf intensitas bunyi antara sudut 3300 – 00 – 300. Hasil grafik hubungan taraf intensitas bunyi terhadap jarak untuk setiap frekuensi yang dipaparkan mendekati kesamaan membentuk grafik exponensial yang serupa, yaitu semakin jauh dari sumber bunyi, maka semakin lemah taraf intensitas bunyi yang diperoleh. Kata kunci : Audio Bio Harmonic (ABH), WT5001, Horn speaker, Garengpung, taraf intensitas bunyiABSTRACTThe objective of this research is to know the distribution profile of sound intensity level Audio Bio Harmonic (ABH) with smart chip WT5001 by using horn speaker Narae type NSH-70 with sound resource variations of garengpung, peak frequency manipulated on 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, and 5000 Hz in circle pattern and to know the sound intensity level change of Audio Bio Harmonic (ABH) with exposure range variations.To measure sound intensity level in this research is using mic condenser and Spectra Plus-SC application. The method of data interpretation for circle pattern 3600 in the interval 100 on the range 150 cm from the sound resource of garengpung peak frequency manipulated on 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, and 5000 Hz and measuring sound intensity level in the interval 25cm for each exposure frequency.The result of this research show that the chart of profile’s ABH sound intensity level using one horn speaker Narae type NSH-70 at peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, and 5000 Hz has similar pattern with leaf indentation. The strongest sound intensity level represented in the peak of leaf in angel 00 or 100. It has angel distribution range of sound intensity level between 3300 – 00 – 300. The chart result of sound intensity level to the range of each exposure frequency close to similar exponential chart, farer from the sound resource, weaker sound intensity level obtained.Keywords : Audio Bio Harmonic (ABH), WT5001, Horn speaker, Garengpung,sound intensity level

Page 8 of 20 | Total Record : 196