cover
Contact Name
Arif Wijaya
Contact Email
arifwijaya23@gmail.com
Phone
+6281805766769
Journal Mail Official
arifwijaya23@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S1 Teknik Pertambangan Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 27751384     DOI : https://doi.org/10.31764/jpl
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan merupakan wadah publikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, praktisi dari berbagai lembaga yang dikelola oleh Program Studi S1 Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram. JPL mempublikasikan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertambangan, lingkungan, dan ilmu kebumian. Semua artikel yang diterima dan memenuhi syarat akan dipublikasikan dan tersedia secara bebas (open access) untuk diunduh dan dibaca semua kalangan. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Pertambangan dan Lingkungan sebagai berikut: Pertambangan Lingkungan Geologi dan Geofisika Geoteknik Hidrogeologi dan Hidrologi Natural and earth sciences
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020" : 5 Documents clear
Evaluasi Potensi Bahaya Kegiatan Penambangan Batu Andesit: Studi Kasus di PT. Eka Praya Jaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat Nushrati Nushrati; Joni Safaat Adiansyah; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3778

Abstract

Abstrak. PT. Eka Praya Jaya merupakan perusahaan penambangan batuan andesit, yang menerapkan sistem tambang terbuka dengan menggunakan metode “quarry mine “. Kegiatan penambangan tentu memiliki potensi terhadap terjadinya risiko kecelakaan dan kerugian. Selain itu, konsekuensi dari kegiatan penambangan juga akan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Kecelakaan tambang dapat dihindari dengan mengetahui dan mengenal berbagai potensi-potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa potensi bahaya dan strategi kontrol terhadap kegiatan pengangkutan pada operasi penambangan PT. Eka Praya Jaya. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA), dimana tiga parameter utama yang dianalisa adalah tahapan kegiatan, bahaya yang mungkin terjadi, dan hierarki kontrol terhadap bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Eka Praya Jaya belum memiliki dokumen JSA untuk potensi bahaya di seluruh kegiatan penambangan yang ada termasuk kegiatan pengangkutan. Dokumen matrik risiko yang ada hanya menampilkan potensi bahaya dari aspek lingkungan. Hasil analisa JSA terhadap kegiatan pengangkutan di PT. Eka Praya Jaya menunjukkan bahwa beberapa potensi bahaya yang muncul adalah kendaraan tergelincir, tangan terjepit dan melepuh terkena mesin panas, dan terkena swing bucket excavator. Potensi bahaya tersebut di kontrol dengan menggunakan teori risiko manajemen melalui eliminasi, subtitusi, desain teknik, administrasi, dan alat pelindung diri (APD). Aplikasi metode JSA akan memberikan peningkatan keselamatan baik untuk pekerja, lingkungan, dan properti perusahaan.Kata Kunci: Andesit, Hierarki kontrol, Job Safety Analysis, Kecelakaan, Penambangan, Potensi Bahaya
Pemantauan Efektivitas Water Truck Dalam Melakukan Penyiraman Jalan Tambang Di PT. Amman Mineral Nusa Tenggara Ismuhadi Ismuhadi; Bedy Fara Aga Matrani; Joni Safaat Adiansyah
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3780

Abstract

Abstrak. Site Batu Hijau merupakan salah satu tambang penghasil tembaga dan emas di Indonesia yang sekarang ini  dioperasikan  oleh  PT. AMNT. Dalam kegiatan operasionalnya, PT. AMNT mempunyai target produksi, dalam hal tersebut harus didukung dengan jalan angkut serta perawatan jalan angkut yang baik. Jalan angkut tambang harus tetap lembab dengan cara melakukan penyiraman setiap waktu oleh unit Water Truck guna menjaga kondisi jalan angkut tidak berdebu. Adapun tujun penelitian ini untuk mengetahui pencapaian target trip Water Truck dan faktor-faktor penghambat trip Water Truck serta untuk merekomendasikan upaya yang harus dilakukan untuk mencapai target Trip. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan melakukan beberapa tahapan diantaranya: tahap pra lapangan, tahap lapangan dan tahap pasca lapangan. Ketercapaian target trip yang dihasilkan pada bulan Oktober shift siang melebihi target trip yang diberikan oleh engineering mine support. Jumlah target trip yang dicapai sebanyak 312 trip dari target yang diberikan sebanyak 310 trip, Working hour yang dicapai sebanyak 10,56 jam, dari target sebesar 8,64 jam, hambatan yang terjadi sebesar 85,9 menit. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan trip yakni dengan meminimalisir atau menghilangkan waktu yang dapat dihindari dan melakukan operator hot seat. PA yang dicapai sebesar 92% dari target sebesar 90% dan US juga berada di atas target sebanyak 94% dari 80% target yang diberikan, Dengan demikian water truck 04 bekerja dengan efektif karena dapat melebihi target yang diberikan oleh engineering mine support.  Kata Kunci: Efektivitas, Jalan Angkut, Trip, Water Truck
Identifikasi Kedalaman Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Satu Dimensi (1D) di Dusun Rojet, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Darmansyah Darmansyah; Gde Dharma Atmaja; Diah Rahmawati; Arif Wijaya
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3781

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan di Dusun Rojet, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dengan tujuan untuk mengetahui kedalaman airtanah mengunakan metode geolistrik satu dimensi (1D). Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari tentang sifat aliran listrik di dalam bumi berdasarkan hukum-hukum kelistrikan. Metode geolistrik ini merupakan metode yang banyak sekali digunakan dan hasilnya cukup baik untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di bawah permukaan. Metode geolistrik yang digunakan dalam pengukuran airtanah pada penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dengan pengukuran dilakukan sebanyak dua titik. Berdasarkan hasil pengolahan data keberadaan akuifer pada titik pertama pada kedalaman 34,8 – 49,2 m dan keberadaan akuifer pada titik kedua mulai dari kedalaman 38,5 – 55,1 meter di bawah permukaan setempat dengan litologi lapisan pasir lempungan – pasir. Lapisan pasiran mempunyai sifat kelulusan air yang besar, sehingga potensi menyimpan air besar juga. Sementara untuk lapisan yang diinterpretasikan sebagai lapisan non akuifer (akuiclud) yaitu lapisan lempung dan lava. Airtanah pada daerah penelitian dapat dimanfaatkan dengan melakukan pengeboran minimal pada kedalaman 50 m.Kata Kunci: Akuifer, metode geolistrik resistivitas, konfigurasi schlumberger
Pengaruh Kedalaman Lubang Ledak Terhadap Produktifitas Alat Gali Muat Shovel P&H 4100A di PT. Amman Mineral Nusa Tenggara Rangga Bayu Permana; Alpiana Alpiana; Joni Safaat Adiansyah
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3783

Abstract

Abstrak. Peledakan merupakan sarana yang efektif untuk membongkar batuan dalam industri Pertambangan disamping penggunaan alat mekanis. Pada penambangan di pit Batu Hijau yang dikelola oleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT). Peledakan digunakan untuk membongkar lapisan tanah penutup (overburden), dimana peledakan produksi merupakan metode yang dominan dilakukan untuk mempermudah dalam penggalian batuan dan bijih. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman lubang ledak terhadap produktifitas dari alat gali muat serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidak- tercapaian lubang ledak. Penelitian ini menganalisa geometri dari pemboran dan peledakan seperti diameter lubang ledak, kemiringan lubang ledak, kedalaman lubang ledak, spasi, burden, steming, dan subdrilling. Data diolah menggunakan metode statistik dan korelasi linear untuk melihat analisa pengaruh kedalaman lubang ledak terhadap produktifitas alat gali muat. Hasil penelitian menunjukan geometri pemboran yang digunakan, diameter lubang ledak 311 mm untuk lubang ledak produksi, 311mm atau 251mm untuk lubang ledak trim, dan 140 mm untuk lubang ledak presplit. Sistem pemboran yang digunakan yaitu secara mekanik (rotary drilling) dan DTH (Down the Hole Hammer), dengan pola pemborang zigzag atau selang seling. Geometri peledakan yang digunakan didapatkan dari nilai rata-rata geometri yang digunakan yaitu, spasi 10,681 m, burden 9,30625 m, stemming 5,11875 m, kedalaman lubang ledak 15,421 m, dan subdrilling sebesar 2,791 m. Kedalaman lubang ledak dibedakan menjadi tiga yang pertama lubang ledak meet target, over target, dan under target. Persentase rata-rata kedalaman lubang ledak meet target 68,375%, lubang ledak over target 17,125%, dan lubang ledak under target 14,5 %. Tidak tercapainya kedalaman lubang ledak atau peledakan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain skill dari operator pengeboran, keadaan geologi, kekompakan batuan, air tanah (ground water), kondisi cuaca (Hujan), dan umur alat. Hasil analisa memperlihatkan bahwa kedalaman lubang ledak dapat memberikan kontribusi terhadap produktifitas alat gali muat. Hal ini berkorelasi linear dengan jumlah lubang ledak meet target, over target dan under target. Dengan pengelolaan peledakan yang baik akan mampu meningkatkan produksi sebuah kegiatan penambangan. Kata Kunci: kedalaman lubang ledak, peledakan, produktifitas
Kajian Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Kegiatan Eksplorasi di PT. Sumbawa Timur Mining Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat Darmawan Darmawan; Gde Dharma Atmaja; Diah Rahmawati
JURNAL PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v1i1.3777

Abstract

Abstrak. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan parameter yang penting dalam setiap proses dan operasional, khususnya dalam sektor industri pertambangan. PT. Sumbawa Timur Mining merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pertambangan tembaga dan emas. Penelitian ini bertujuan mengkaji manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan eksplorasi di PT. Sumbawa Timur Mining. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dan kuisioner. Pertanyaan di dalam kuisioner mengacu pada Peraturan Pemerintah tentang Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan batubara dimana penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan meliputi 7 (tujuh) elemen. Ketujuh elemen tersebut adalah kebijakan, perencanaan, organisasi dan personel, implementasi, evaluasi dan tindak lanjut, dokumentasi, dan tinjauan manajemen. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa PT. Sumbawa Timur Mining melakukan identifikasi bahaya dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP) dan inspeksi.  Hasil kuisioner terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) menunjukkan bahwa persentase penerapan terhadap elemen SMKP pada PT. Sumbawa Timur Mining yaitu Kebijakan K3 (67,4%), Perencanaan K3 (72,4%), Organisasi dan Personel (55,9%), Implementasi (63,7%), Pemantauan Evaluasi dan Tidak Lanjut (55,6%), Dokumentasi (49,9%) dan Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Kerja (63,2%).Kata Kunci: Eksplorasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen, SOP

Page 1 of 1 | Total Record : 5