cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jihhcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH)
ISSN : 29874467     EISSN : 29874491     DOI : https://doi.org/10.61116/jiih.v1i2.168
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPS dan Humaniora.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Mei" : 5 Documents clear
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membangun Kesadaran Politik di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Tomi Irdiansyah
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran substantif dan pedagogis Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas (SMA) Banyuwangi dalam membangun kesadaran politik dan memfasilitasi partisipasi pemilih pemula menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) lokal dan nasional. Partisipasi pemilih pemula merupakan indikator krusial dalam konsolidasi demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal (single case study) dengan fokus pada dua SMA di Banyuwangi, melibatkan empat guru Pendidikan Pancasila dan dua puluh siswa pemilih pemula (usia 17-19 tahun). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila berperan signifikan dalam memberikan pengetahuan dasar politik, namun peran tersebut kurang optimal dalam menumbuhkan motivasi partisipasi aktif (non-electoral). Kendala utama adalah (1) Keterbatasan Modul Kontekstual yang relevan dengan dinamika politik lokal Banyuwangi; dan (2) Kecenderungan Guru Menghindari Diskusi Kritis tentang isu-isu politik kontemporer, berfokus pada konten normatif. Strategi guru cenderung berupa simulasi Pemilu sekolah yang bersifat prosedural. Studi ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila harus bertransformasi dari sekadar penyampai materi normatif menjadi fasilitator dialog kritis mengenai politik lokal.
Identifikasi Strategi Pengembangan Media Ajar Bahasa Inggris Berbasis Budaya Lokal Siti Yohanita
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pendahuluan (need assessment) dalam kerangka Research and Development (R&D) yang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan merumuskan strategi pengembangan media ajar Bahasa Inggris yang mengintegrasikan Budaya Lokal Banyuwangi (fokus pada Tari Gandrung) untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran Bahasa Inggris di SD seringkali kurang relevan dan minim konteks, sehingga menghambat motivasi belajar dan pemahaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melibatkan 8 guru Bahasa Inggris SD dan 50 siswa di empat SD di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebutuhan, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan dominan pada media ajar yang berfokus pada keterampilan speaking (berbicara) dan vocabulary (kosakata). Potensi integrasi Tari Gandrung sangat tinggi sebagai narasi autentik untuk mengajarkan descriptive text dan action verbs. Kendala utama adalah (1) Minimnya Kompetensi Guru dalam mendesain materi berbasis budaya lokal, dan (2) Keterbatasan Media Ajar Audiovisual yang sudah ada. Strategi pengembangan media yang direkomendasikan mencakup: (a) Digital Storytelling Tari Gandrung dalam Bahasa Inggris; (b) Gamification Kosakata terkait atribut budaya; dan (c) Desain offline-compatible. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media ajar kontekstual berbasis budaya lokal sangat esensial untuk meningkatkan motivasi sekaligus mempromosikan literasi budaya siswa SD Banyuwangi.
Fenomena Kecemasan dalam Public Speaking pada Siswa Sekolah Menengah Atas Mahyudin, Mahyudin
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan secara kualitatif pengalaman subjektif siswa SMA N. 1 Sipispis, Sumatera Utara, mengenai fenomena Kecemasan Berbicara di Depan Umum (Public Speaking Anxiety - PSA) dalam konteks Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MBI). PSA adalah penghambat utama dalam pengembangan keterampilan komunikasi, yang esensial bagi kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretatif Fenomenologis dengan melibatkan tujuh siswa kelas XI dan dua guru MBI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada sesi presentasi, dan refleksi tertulis siswa. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pengalaman esensial PSA: (1) The Physiological Overload: Manifestasi fisik (jantung berdebar, tangan berkeringat) yang terjadi sebelum dan saat tampil; (2) The Fear of Evaluation: Ketakutan irasional terhadap penilaian negatif dan penghakiman sosial dari teman sebaya; dan (3) The Avoidance Mechanism: Upaya aktif siswa untuk menghindari tugas presentasi. Upaya guru yang ditemukan: (a) Scaffolding Berbasis Kelompok Kecil dan (b) Penggunaan Media Interaktif untuk mengurangi fokus pada diri sendiri. Penelitian menyimpulkan bahwa PSA adalah kombinasi antara faktor psikologis internal dan tekanan lingkungan sosial-akademik, sehingga penanganannya memerlukan intervensi pedagogis yang berfokus pada pembangunan lingkungan kelas yang aman (safe learning environment).
Eksplorasi Memori Kolektif Siswa Sekolah terhadap Peristiwa Kritis Sejarah Indonesia Tina Yesika
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kualitatif struktur, narasi, dan dinamika memori kolektif masyarakat dan siswa sekolah di Banyuwangi terhadap peristiwa kritis Sejarah Indonesia, dengan fokus pada peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini sangat relevan di Banyuwangi mengingat sejarah konflik agraria dan politik yang intens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan melibatkan 15 partisipan: 7 anggota masyarakat (Saksi Sejarah Generasi Pertama/Kedua) dan 8 siswa SMA (Generasi Ketiga). Data dikumpulkan melalui wawancara sejarah lisan (oral history), observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen kurikulum Sejarah. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan narasi yang tajam (Narrative Gap): (1) Masyarakat Generasi Pertama didominasi oleh memori yang bermuatan emosi tinggi (affective memory) tentang kekerasan dan trauma; sementara (2) Siswa Generasi Ketiga memiliki memori yang kering dan tekstual, dibentuk oleh narasi tunggal dan homogen dari buku teks. Guru Sejarah cenderung menghindari diskusi kritis mengenai versi non-resmi. Penelitian menyimpulkan bahwa memori kolektif di Banyuwangi masih terfragmentasi, dan narasi sekolah gagal menyediakan keterampilan interpretasi sejarah yang diperlukan untuk memahami kompleksitas peristiwa, sehingga berpotensi melanggengkan trauma atau apatisme sejarah.
Peningkatan Literasi Digital dan Etika Kewarganegaraan melalui Model Project-Based Learning Shurotul Nikmah
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Aksi Kualitatif (Qualitative Action Research) yang bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya terencana untuk meningkatkan Literasi Digital dan Etika Kewarganegaraan siswa SMA di Banyuwangi. Peningkatan penggunaan media digital menuntut siswa memiliki kemampuan saring informasi dan etika bermedia sosial. Penelitian dilakukan dalam dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi) di kelas XI SMA. Penelitian ini melibatkan 30 siswa dan satu guru PPKn. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, catatan lapangan, wawancara reflektif, dan asesmen kualitatif produk proyek digital. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga indikator etika: (1) Critical Filtering (kemampuan memverifikasi hoax); (2) Respectful Communication (bahasa santun di media sosial); dan (3) Digital Responsibility (pemahaman konsekuensi hukum). PjBL, melalui proyek pembuatan kampanye anti-hoax digital lokal, terbukti mampu mengkontekstualisasikan materi PPKn tentang HAM dan Demokrasi ke dalam praktik digital. Studi ini menyimpulkan bahwa PjBL efektif menanggulangi isu kontemporer etika digital, menyediakan model pedagogis yang adaptif dan partisipatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5