cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jkipcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 29875781     EISSN : 29875161     DOI : https://doi.org/10.61116/jkip.v1i4.187
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu keguruan dan ilmu pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025): Juli" : 5 Documents clear
Kontribusi Penggunaan Media Audiovisual terhadap Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar Yakin A Asikin; Istiqamah, Istiqamah; Desi Haga
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i3.564

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dampak kurangnya penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan membaca siswa kelas III A SD Islam Cokroaminoto 1 Kalabahi. Observasi awal menunjukkan bahwa dari 24 siswa, satu siswa sama sekali tidak bisa membaca, tujuh siswa membaca mengeja, dan lima siswa membaca lambat, sementara sisanya sudah lancar. Kondisi ini menyoroti perlunya intervensi untuk meningkatkan literasi siswa. Peneliti mengimplementasikan penggunaan media audio visual sebagai strategi untuk menarik minat belajar dan melatih kemampuan membaca siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi sejauh mana media audio visual dapat memengaruhi kemampuan membaca siswa di kelas tersebut selama Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menggunakan teknik pengumpulan data observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan 24 siswa kelas III A, dengan fokus pada proses pembelajaran membaca. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa penerapan media audio visual secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca siswa. Peningkatan ini terjadi karena media tersebut memungkinkan siswa untuk tidak hanya melihat tetapi juga langsung mendengar informasi, sehingga memfasilitasi pemahaman yang lebih baik dan retensi materi. Temuan ini menegaskan bahwa media audio visual merupakan alat yang efektif untuk mengatasi tantangan membaca dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Evaluasi Program Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Pondok Pesantren Rafida Mazida
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i3.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan secara kualitatif pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling (BK) di Pondok Pesantren (Ponpes) di Banyuwangi, dengan fokus utama pada orientasi nilai dan pembinaan akhlak santri. Konteks Ponpes yang unik, menggabungkan pendidikan formal dan nilai-nilai religius tradisional, menuntut adaptasi model BK yang berbeda dari sekolah umum. Penelitian ini mengadopsi pendekatan evaluasi program kualitatif dengan desain studi kasus kolektif, melibatkan dua Ponpes di wilayah Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Pengasuh/Kyai, Guru BK/Musyrif (pembimbing), dan perwakilan santri. Selain itu, digunakan observasi partisipan terhadap kegiatan harian dan analisis dokumen program BK. Analisis data tematik-deskriptif digunakan untuk merumuskan model layanan BK yang kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BK di Ponpes diintegrasikan sebagai Gerakan Pembinaan Akhlak Terstruktur melalui pendekatan individual dan komunal. Orientasi nilainya tidak sekadar normatif, tetapi aplikatif dalam kehidupan sehari-hari (disiplin, adab, dan muamalah). Meskipun menghadapi tantangan dalam keterbatasan tenaga profesional, program ini berhasil menciptakan iklim spiritual-sosial yang mendukung perkembangan moral santri. Disimpulkan bahwa BK di Ponpes Banyuwangi merupakan model layanan yang sensitif budaya dan agama, yang menekankan dimensi spiritual-etika dalam perkembangan individu.
Makna Permainan Tradisional dalam Pembentukan Karakter Siswa melalui Pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar Ayu Nazila
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i3.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam dan subjektif makna dan pengalaman bermain tradisional yang dialami siswa kelas rendah (Kelas I-III) di SDN 067255 Medan, serta bagaimana guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) secara sengaja memanfaatkan kegiatan tersebut untuk pembentukan karakter. Permainan tradisional, yang kini tergerus oleh permainan digital, menawarkan konteks unik untuk internalisasi nilai-nilai sosial dan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Fenomenologi Deskriptif untuk menangkap esensi pengalaman siswa. Partisipan penelitian meliputi siswa kelas rendah yang aktif bermain dan Guru PJOK yang secara rutin mengintegrasikan permainan tradisional (misalnya, Engklek, Galah Asin, Ular Naga). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan tingkat intensif (saat bermain), wawancara naratif child-friendly dengan siswa, dan wawancara mendalam dengan Guru PJOK. Analisis data dilakukan melalui reduksi fenomenologis (Colaizzi, 1978) untuk merumuskan struktur esensial pengalaman. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga esensi pengalaman siswa: (1) Kegembiraan Otonom (Joy of Autonomy) yang muncul dari kebebasan aturan; (2) Belajar Sosial Kolektif (negosiasi, kepemimpinan non-formal); dan (3) Frustrasi dan Resiliensi (mengatasi kekalahan dan kecurangan). Peran kunci Guru PJOK adalah sebagai "Fasilitator Karakter" yang melakukan refleksi dan diskusi setelah bermain (debriefing). Disimpulkan bahwa permainan tradisional dalam PJOK berhasil menanamkan karakter secara implisit dan spontan, jauh lebih efektif daripada metode instruksional formal.
Analisis Ketersediaan dan Pemanfaatan Fasilitas Olahraga Publik dalam Mendukung Program Pendidikan Kesehatan Masyarakat Aninda Amalia Ramadhani
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i3.627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan kualitatif terhadap kebijakan dan infrastruktur dalam konteks ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga publik di Kabupaten Banyuwangi, serta keterkaitannya dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Sarpras olahraga publik yang memadai merupakan komponen vital dalam mendorong aktivitas fisik komunal dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif dengan desain studi kasus pada tiga klaster sarpras publik utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci: perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pengelola sarpras, dan perwakilan masyarakat pengguna. Selain itu, digunakan observasi sistematis terhadap kondisi fisik sarpras dan analisis dokumen kebijakan daerah (RPJMD dan Perda). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan pro-kesehatan (misalnya, program Banyuwangi Sehat) dan ketersediaan sarpras yang merata. Pemanfaatan sarpras terkendala oleh keterbatasan aksesibilitas, masalah pemeliharaan, dan konflik jadwal antara kepentingan atletik dan rekreasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci untuk mengoptimalkan sarpras publik adalah integrasi program lintas sektor (Dispora dan Dinkes) dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam manajemen dan pemeliharaan fasilitas.
Perspektif Manajemen Sistem Sekolah dalam Implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis TIK Aminurasid; Andry Handoko
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i3.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif manajemen sekolah (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Koordinator Kurikulum) mengenai kesiapan infrastruktur dan dukungan sistem sekolah dalam implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD dan SMP Permata Hati, Tebing Tinggi. Implementasi TIK adalah kunci dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pengajaran bahasa, namun kesuksesannya sangat bergantung pada dukungan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal terintegrasi (integrated single case study) yang melibatkan tiga tingkatan manajemen dari SD dan SMP Permata Hati. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi fasilitas TIK, dan analisis dokumen (Rencana Kerja Sekolah/RKS, kebijakan penggunaan TIK, dan catatan pelatihan guru). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi manajemen dalam tiga domain: pengadaan infrastruktur, pengembangan kebijakan penggunaan, dan peningkatan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD dan SMP Permata Hati memiliki komitmen yang kuat, namun menghadapi tantangan utama: (1) Keberlanjutan Pemeliharaan Infrastruktur dan upgrade perangkat keras; (2) Kesenjangan antara Kebijakan Purchase dan Pedagogy (fokus pengadaan perangkat vs. integrasi kurikulum); dan (3) Keterbatasan Pelatihan Guru Bahasa Inggris dalam integrasi Digital Pedagogy spesifik. Disimpulkan bahwa kesiapan infrastruktur telah memadai, tetapi manajemen perlu menggeser fokus dari ad-hoc support menjadi pendekatan sistematis dan berkelanjutan yang mengutamakan integrasi kurikulum dan pengembangan profesional guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 5