cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
jurnal.ijomss@gmail.com
Phone
+6282160052217
Journal Mail Official
jurnal.ijomss@gmail.com
Editorial Address
Kampus STAI Raudhatul Akma Jln. Nusa Indah Gg. Melati No. 66 Desa Tanjung Sari Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies
ISSN : -     EISSN : 29887046     DOI : https://doi.org/10.33151/ijomss.v2i1
Ruang Lingkup Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian segala bidang keilmuan dengan menerapkan pendekatan Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS). Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di berbagai bidang. Jurnal Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS) menerima artikel ilmiah untuk semua lingkup penelitian seperti: Pendidikan Teknologi Informasi Manajemen Ekonomi Teknik Sastra Sosial Politik Hukum Bimbingan Konseling dan Topik kajian bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 146 Documents
Baluara Port in Maritime Historical Perspective Hisna
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 3 No 6 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v3i6.891

Abstract

This article examines Baluara Port, located in Baluara Village, Batukara Subdistrict, Muna Regency. The port functions as a docking and operational site for wooden motor vessels and speedboats, facilitating passenger transport and the loading and unloading of goods along the Baluara–Raha and Raha–Baluara routes. This study employs a maritime historical approach, applying the historical method as formulated by Gottschalk (1975: 18–32), which consists of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. In addition, field observations and interviews were conducted at the research site to complement documentary sources. The findings indicate that Baluara Port was officially inaugurated in 1996. Since then, wooden motor vessels have operated regularly, transporting both passengers and agricultural produce. These vessels have a passenger capacity of approximately 35–40 persons and can carry cargo loads of 2–3 tons, primarily consisting of bananas, coconuts, copra, and other agricultural products cultivated by the local community. In the early 2000s, speedboats were introduced at Baluara Port. These vessels serve functions similar to wooden motor vessels, accommodating commercial goods, 20–25 passengers, and motorcycles. Both speedboats and wooden motor vessels operate on the Baluara–Raha and Raha–Baluara routes, with an average travel time of approximately one hour. From a social perspective, Baluara Port serves as a meeting point and a space of interaction for communities traveling between Baluara and Raha. Economically, the port facilitates and streamlines the transportation of agricultural commodities from Baluara and its surrounding areas to Raha. Thus, both socially and economically, Baluara Port plays a significant role in supporting the livelihood and mobility of the Baluara community and its neighboring regions.
Gastronomy and Neurolinguistics Lindayani, Lilik Rita
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 3 No 6 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v3i6.892

Abstract

This study explores the relationship between gastronomy and neurolinguistics through the perspective of gastrolinguistics, a field that examines the connection between language, taste, and human sensory experience. Gastronomy is not only understood as the art and science of eating but also as a cultural symbol system reflecting identity and collective emotion. Meanwhile, neurolinguistics investigates how the brain processes language and taste perception simultaneously. The activation of brain areas such as the insula, orbitofrontal cortex, and amygdala demonstrates that food-related words “savory,” “sour,” “sweet” can evoke neural responses similar to actual eating experiences. The concept of embodied cognition explains that the understanding of culinary language is formed through bodily experiences and episodic memory. Culinary language, idioms, and metaphors such as “the bitterness of life” or “sweet memories” illustrate the interconnection between sensory perception and emotion. This study emphasizes that the lexicon of food is not cognitively neutral but rooted in sensory and cultural experiences. Through the integration of linguistics, culture, and neuroscience, this research contributes to a new understanding of how humans construct the meaning of taste through language and how language itself can stimulate taste-related experiences at the neurological level.
Partisipasi Politik Mahasiswa Dalam Perspektif Islam di Era Digital Maulana Husen; Syamzaimar
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i3.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan dinamika partisipasi politik mahasiswa di era digital dengan meninjau prinsip-prinsip etika politik Islam. Di tengah pesatnya arus informasi di media sosial, mahasiswa menempati posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengawasi kebijakan publik melalui platform digital. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, partisipasi politik bukan sekadar hak sipil, melainkan bagian dari implementasi kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk menyuarakan keadilan, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kejujuran (shiddiq), tanggung jawab (amanah), dan penyampaian informasi yang santun (tabligh) guna menghindari penyebaran hoaks dan polarisasi identitas. Digitalisasi memberikan ruang luas bagi aktivisme mahasiswa, namun tantangan berupa algoritma media sosial, ruang gema, dan pengawasan digital memerlukan literasi politik yang berbasis pada nilai-nilai spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi politik mahasiswa di era digital harus menjadi sarana ijtihad kontemporer untuk mewujudkan kemaslahatan umat di ruang publik virtual, yang dikonseptualisasikan dalam kerangka etis “Digital Taqwa”.
Dampak Literasi Digital Terhadap Etika Komunikasi Islam di STAI Ibnu Rusyd Dessy Kurnia Mulyani; Ira Santika; Iren Juliana; Amalia Mustika Jannah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i3.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak literasi digital terhadap etika komunikasi Islam mahasiswa di STAI Ibnu Rusyd Kotabumi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut setiap individu, khususnya kalangan akademisi, untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai sekaligus tetap menjunjung nilai-nilai etika komunikasi yang berlandaskan ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah metode survei kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa tiga kelas di STAI Ibnu Rusyd Kotabumi yang berjumlah 74 orang, dan sampel diambil sebanyak 20 orang menggunakan teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan 15 butir pernyataan yang meliputi tiga aspek: (1) literasi digital mahasiswa, (2) etika komunikasi Islam di media digital, dan (3) dampak literasi digital terhadap etika komunikasi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor total responden adalah 63,10 dari skor maksimal 75, atau setara dengan 84,1% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Distribusi jawaban didominasi oleh pilihan Sangat Setuju (SS) sebesar 62,3% dan Setuju (S) sebesar 34,7%, menunjukkan bahwa literasi digital memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan etika komunikasi Islam mahasiswa STAI Ibnu Rusyd Kotabumi.
Dari Krisis Makna ke Transformasi Sosial: Rekonstruksi Teologi sebagai Sistem Meaning-Making dalam Perspektif Logoterapi Nabila Nailul Faroh; Fabian Faqih Maulana; Susi Rike; Ali Hasan Siswanto
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i3.906

Abstract

Artikel ini berangkat dari krisis fundamental dalam diskursus teologi kontemporer yang kehilangan daya transformasionalnya dalam merespons perubahan sosial dan krisis eksistensial manusia modern. Teologi cenderung direduksi menjadi sistem normatif-dogmatis yang terlepas dari pengalaman hidup, sehingga gagal menjawab problem utama manusia, yaitu krisis makna (existential vacuum). Kesenjangan penelitian terletak pada minimnya integrasi antara teologi dan pendekatan psikologi eksistensial, khususnya dalam memahami teologi sebagai sumber meaning-making yang berimplikasi pada transformasi sosial. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis psikologi humanistik–eksistensial melalui logoterapi Viktor Frankl, yang menekankan kehendak untuk makna (will to meaning) sebagai motivasi dasar manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kritis dengan pendekatan interdisipliner, melalui analisis hermeneutik dan konseptual terhadap literatur teologi dan psikologi eksistensial. Argumen utama artikel ini adalah bahwa krisis teologi pada hakikatnya merupakan krisis makna, sehingga rekonstruksi teologi sebagai sistem meaning-making menjadi prasyarat bagi terciptanya transformasi sosial yang autentik. Teologi perlu direposisi dari sekadar sistem kepercayaan menjadi sumber orientasi eksistensial yang mampu membentuk kesadaran, tindakan, dan struktur sosial. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada sintesis konseptual antara teologi dan logoterapi, pengembangan paradigma teologi berbasis makna, serta perumusan model masyarakat teologis yang berakar pada kesadaran eksistensial. Dengan demikian, teologi tidak hanya berfungsi sebagai wacana normatif, tetapi sebagai kekuatan transformatif dalam kehidupan sosial.
Hubungan Intensitas Mengakses Konten Dakwah di Tiktok dengan Tingkat Religiusitas Remaja TPA Al-Amin Sribasuki Lampung Muhammad Anwar Sanusi; Dessy Kurnia Mulyani; Bisma Rizky Aulia; Rahma Hidayanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 3 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i3.908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mengakses konten dakwah di TikTok dengan tingkat religiusitas remaja di TPA Al-Amin Sribasuki, Lampung. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial TikTok sebagai platform dakwah Islam di kalangan generasi muda menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja di TPA Al-Amin Sribasuki yang berjumlah 25 orang, dengan sampel 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas mengakses konten dakwah di TikTok dengan tingkat religiusitas remaja (r = 0,624; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi intensitas remaja dalam mengakses konten dakwah di TikTok, semakin tinggi pula tingkat religiusitasnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah berbasis media digital, khususnya di kalangan remaja.