cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2018): Juni" : 8 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN INDEKS KESANGGUPAN BADAN PADA REMAJA Dwi Purwantini
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.86

Abstract

Status gizi remaja yang baik diperlukan dalam mencapai kesehatan yang optimal dan pencegahan penyakit degeneratif kronis. Sebagian besar remaja kurang memperhatikan asupan nutrisi makanan sehari-hari sehingga memengaruhi kebugaran fisik. Kebugaran fisik akan memberikan manfaat yang bahkan lebih besar untuk mengurangi risiko penyakit kronis dan cacat, mencegah kematian dini, atau mencegah kenaikan berat badan yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara status gizi dan indeks kesanggupan badan pada remaja. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 45 mahasiswa Fisioterapi di STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Variabel penelitian ini adalah status gizi dan kebugaran fisik. Data dikumpulkan dengan menggunakan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dan Indeks Kebugaran Badan menggunakan Metode Uji Langkah Harvard. Hasil penelitian ini adalah lebih dari 50% responden memiliki berat badan normal dan mayoritas responden memiliki indeks kebugaran tubuh yang buruk. Hasil uji statistik oleh rank spearman dengan taraf signifikan ? = 0,05 menunjukkan bahwa p <?, artinya ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani remaja. Dengan koefisien korelasi sebesar -0,31, dengan rata-rata bahwa semakin tinggi skor BMI, semakin rendah skor kebugarannya dengan derajat kekuatan hubungan sedang.
PERILAKU MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK USIA 2-5 TAHUN Ni Luh Agustini Purnama
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.87

Abstract

Nutrisi yang adekuat sangat diperlukan oleh anak untuk pertumbuhan dan perkembangan, menjaga kesehatan serta pemulihan dari sakit. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi asupan nutrisi pada anak adalah perilaku makan anak. Penelitian ini betujuan mengidentifikasi hubungan perilaku makan dengan status gizi anak usia 2-5 tahun. Desain penelitian observasi dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian 100 orang tua dengan anak usia 2-5 tahuan yang sesuai dengan criteria inklusi dan ekslusi di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Perilaku makan anak dinilai menggunakan Children’s Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) yang terdiri dari 2 dimensi pola makan. Status gizi anak dinilai berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) yang dibandingkan dengan standar skor-Z WHO 2006. Perilaku makan anak dimensi food approach signifikan berhubungan positif status gizi anak usia 2-5 tahun (?=0,24 p=0,018). Perilaku makan anak dalam dimensi food avoidance berhubungan negative dengan status gizi anak usia 2-5 tahun (?=-0,55 p=0,001). Perilaku makan anak berhubungan dengan dengan status gizi anak usia 2-5 tahun.
PERBEDAAN TINGKAT RISIKO JATUH PADA LANSIA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI SENAM DI POSYANDU
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.88

Abstract

Jatuh adalah penyebab kecelakaan yang paling sering pada orang yang berusia >65 tahun, dan keadaan ini merupakan penyebab utama mortalitas karena cedera pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko jatuh pada lansia yang mengikuti dan tidak mengikuti senam di Posyandu. Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, yaitu 33 lansia yang mengikuti senam dan 17 lansia yang tidak mengikuti senam. Instrumen yang digunakan adalah observasi dengan Berg Balance Scale. Hasil penelitian pada kelompok lansia yang mengikuti senam di Posyandu mayoritas 100% risiko rendah jatuh, sedangkan kelompok lansia yang tidak mengikuti senam sebagian besar 71% risiko moderat jatuh. Analisa data menggunakan Mann Whitney U Test, didapatkan nilai p: 0,000 dengan nilai Z: -5,481. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan tingkat risiko jatuh pada lansia yang mengikuti dan tidak mengikuti senam di Posyandu. Peneliti menyarankan kepada kader Posyandu agar memotivasi lansia yang tidak ikut senam untuk berpartisipasi senam di posyandu dan kunjungan lansia yang mengikuti senam ke rumah lansia yang khususnya menderita penyakit untuk mengajarkan gerakan senam.
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN BRISK WALKING PADA SISWA Devia Rosita Lestari; Cicilia Wahju Djajanti; Veronica Silalahi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.89

Abstract

Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang diproduksi di dalam liver. Salah satu Intervensi yang dilakukan untuk mengurangi kadar kolesterol adalah melakukan aktivitas fisik yang terukur seperti jalan cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol pada siswa sebelum dan sesudah dilakukan jalan cepat. Desain penelitian ini adalah Pra Eksperimental One Group Pretest-Posttestdengan populasi terjangkau berjumlah123 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik Simple Random samplingdiambil 54 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakanPoint Of Care Test (POCT).Hasil penelitian sebelum dilakukan jalan cepatkadar kolesterol responden sebagian besar (52%) kategori tinggi. Sesudah dilakukan jalan cepat didapatkan kategori ideal 76%. Data dianalisa dengan uji Pair T Test dengan signifikan ? = 0,05 p = 0,000. Oleh karena harga p<? maka H1 diterima artinya ada perbedaan kadar kolesterol sebelum dan sesudah dilakukan jalan cepat. Peneliti menyarankan kepada kepala sekolah agar aktivitas jalan cepat dimasukkan ke dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, melakukan sosialisasi pentingnya aktiivtas fisik dan olahraga, serta mneyarankan kantin untuk menjual makanan sehat.
AKTIVITAS FISIK DALAM KAITANNYA DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA Fujiati Rambu Rija Hamumeha; Cicilia Wahju Djajanti; Yuni Kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.121

Abstract

Aktivitas fisik adalah pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga secara sederhana. Apabila aktivitas yang dilakukan kurang maka kelebihan energy dalam tubuh akan diubah menjadi lemak dan disimpan dalam sel - sel lemak yang akan menyebabkan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Katolik Diponegoro Blitar. Desain penelitian ini adalah studi korelasional dengan teknik Crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi SMA Katolik Diponegoro Blitar yang mengalami obesitas sebanyak 30 orang dan memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampling menggunakan teknik simple ramdom sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik dengan kejadian obesitas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner IPAQ dan pengukuran IMT. Hasil penelitian didapatkan aktivitas fisik sebesar 67% aktivitas tergolong ringan, 17% aktivitas tergolong sedang, dan 16 % aktivitas tergolong berat serta sebagian besar 67% responden tergolong obesitas tinggi. berdasarkan hasil uji statistik Rank Spearman menggunakan program SPSS 16 didapatkan p = 0.000, p < ? (0,05) maka H1 diterima dengan koefisien korelasi -0,612 berarti ada hubungan negatif kuat aktivitas fisik dengan kejadian obesitas.
PERANAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN SIKAP POSITIF WANITA TENTANG KANKER PAYUDARA Stefania Efenhilda Tefa; Yhenti Widjayanti; Th Etik Lusiani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.122

Abstract

Kanker payudara (Carcinoma Mammae) adalah keganasan yang terjadipada payudara. Kanker payudara menyebabkan banyak kasus kematian.Sebagianwanita mengabaikan faktor risiko pemicu kanker payudara yang sebenarnya dapatdicegah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap sikapwanita tentang kanker payudara.Desain yang digunakan dalam penelitian ini praeksperimental dengan rancangan One Group Pre-Post Test Design.Variabelindependen dalam penelitian ini adalah konseling.Variabel dependen dalam penelitianini adalah sikap terhadap kanker payudara. Populasi pada penelitian ini adalah wanitausia 20-50 tahun di RT VII kelurahan Darmo dengan sampel 37 responden yangdiambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalahkuesioner.Hasil penelitian sebelum diberikan konseling 46% wanita memiliki sikappositif dan 54% wanita memiliki sikap negatif terhadap kanker payudara.Sesudahdiberikan konseling 73% wanita memiliki sikap positif dan 27% wanita memilikisikap negatif terhadap kanker payudara. Hasil uji Wilcoxon Sign Rank Testmenunjukkan hasil nilai p= 0,002 dengan nilai ?= 0,05 didapatkan nilai p<? maka H0ditolak yang berarti ada pengaruh konseling terhadap sikap wanita tentang kankerpayudara.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Maria Yuliana Wanda; Yustina Kristianingsih; Yuni Kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.123

Abstract

Pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat yang semakin optimal dan efektif akan memberikan kepuasan terhadap pasien. Tujuan penelitianini adalah menganalisis hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Desain penelitian ini adalah studi korelasidengan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampling menggunakan teknik consecutive sampling, besar sampel 33 responden. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat sangat baik 46%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat sedang 21%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat baik 12%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat buruk 12%, pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat sangat buruk 9% dan tingkat kepuasan pasien 46% responden sangat puas, 30% responden kurang puas dan 24% responden puas. Berdasarkan hasil uji statstik Rank Spearman menggunakan program SPSS16.0 didapatkan hasil p=0,002P < ? 0,005 maka H0 ditolak dengan koefisien korelasi +0.521. Peneliti memberikan saran kepada rumah sakit bekerja sama dengan diklat rumah sakit dan diklat kepeawatan untuk memberikan pembinaan terhadap perawat tentang holistic care dan transcultural nursing.
GAMBARAN KUALITAS TIDUR WANITA MENOPAUSE Yhenti Widjayanti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i1.125

Abstract

Perubahan yang pasti dialami oleh seorang wanita adalah menopause. Padamasa menopause terjadi perubahan-perubahan tertentu akibat penurunan kadarestrogen yang dapat menyebabkan gangguan ringan sampai berat. Pada wanitamenopause terjadi perubahan fisik dan psikologis. Perubahan psikis yang seringterjadi pada masa menopause yaitu depresi, cepat lelah, kurang bersemangat, insomniaatau sulit tidur (Pieter, 2011). Kekurangan tidur ditenggarai dapat memberikan efeknegatif pada kesehatan fisik dan mental dan kadang dapat menimbulkan permasalahankognitif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kualitas tidur wanitamenopause. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalahseluruh anggota WHDI Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Mengantikabupaten Gresik yang telah menopause. Responden pada penelitian ini sebanyak 35responden yang dikumpulkan dengan teknik simple random sampling. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan 22responden (63 %) memiliki kualitas tidur baik dan 13 responden (37 %) memilikikualitas tidur yang buruk. Hal ini disebabkan wanita menopause mengalamiketidaknyamanan akibat penurunan kadar hormon estrogen, maka wanita tersebutberesiko memiliki kualitas tidur yang buruk . Selain itu penurunan kadar estrogenmenyebabkan peningkatan enzim MOA yang dapat menginaktivasi serotonin dannoradrenalin yang menyebabkan stres emosional yang berpengaruh pada kualitastidur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8