cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 178 Documents
MEMAKNAI KEHIDUPAN YANG TINGGAL DI KOMUNITAS PADA USIA LANJUT DI GEREJA: STUDI FENOMENOLOGI lilyana, Maria Theresia arie; Anindya Arum Cempaka
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.309

Abstract

Lanjut usia yang dimulai saat individu berusia 60 tahun ke atas akan mengalami perubahan fisik, psiko, sosial dan spiritual. Perubahan yang terjadi serta kondisi purnatugas meningkatkan resiko perubahan peran sosial. Perubahan yang terjadi memberikan pengalaman berbeda bagi individu lansia untuk bersikap dan menunjukkan aktualisasi dirinya. Lanjut usia masih mengalami proses tumbuh kembang menuju kematangan pribadi dan pencapaian aktualisasi diri. Tujuan penelitian ini untuk menggali pengalaman lansia tentang makna menua dan peran lansia dalam komunitas. Metode penelitian kualitatif dipilih untuk menggali makna menua dan peran lansia, menggunakan panduan wawancara yang direkam menggunakan tape recorder. Responden penelitian sebanyak 12 orang berusia 60 hingga 80 tahun yang tinggal di area kerja gereja st.Vincentius a Paulo Subaya. Analisa data menggunakan tekhnik colaizzi menghasilkan tema penelitian sebagai hasilnya. Hasil penelitian berupa tema penelitian yaitu: gambaran menua, peran sosial lansia dalam hidup bermasyarakat. Kesimpulan penelitian menunjukkan menua memberikan gambaran yang menyenangkan saat segala kebutuhan terpenuhi seperti makanan, kebutuhan finansial Kesehatan terpenuhi dan adanya keterikatan baik dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Lansia masih berupaya memberikan kontribusi dalam kehidupan keluarga dan komunitas sekitar dengan kemampuan yang dimiliki oleh responden penelitian.
MANAJEMEN RETENSI URIN PADA LANSIA DI IGD: STUDI KASUS DARI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Meisty, Meisty Anggraeni; Efi Fibriyanti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.310

Abstract

Urinary Retention is a condition of inability to urinate even though the bladder is full and this condition is often accompanied by a sensation of pain. Urinary retention is an inability to empty the bladder until the bladder capacity is exceeded. According to research, over the past 5 years, 10% of men over the age of 70 and a third of men in their 80s have experienced acute urinary retention. The death rate that soared in 1 year at the age of 45-54 years was 4.1% while those aged 85 years and over became 33%. Acute urinary retention most often occurs in men aged 60 to 80. Several studies have shown that over five years, 10% of men over the age of 70 and almost a third of men in their 80s will experience acute urinary retention. Nursing diagnosis analysis In patient Mrs. P, nursing was obtained, namely urinary retention, risk of fluid imbalance, and acute pain. The priority diagnosis taken was urinary retention. The author has a goal in SLKI, namely Urine Elimination (L.04034). SIKI Urine Catheterization is inserting a urine catheter tube into the bladder. Nursing evaluation in the case of Mrs. P after nursing actions for 1X4 hours, the problem of urinary retention nursing related to increased urethral pressure has not been resolved. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the actions given are in accordance with the diagnosis but the problem of urinary retention has not been resolved
PERAN KELUARGA PADA DEPRESI PASCA STROKE Mare, Agustina Chriswinda Bura; Ermalynda Sukmawati; Akub Selvia
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.311

Abstract

Post-stroke depression (PSD) is one of the most common non-physical complications of stroke, yet it is often overlooked. The family serves as the primary support system that interacts directly with stroke survivors in daily life, thus playing a crucial role in emotional recovery and psychological adaptation after stroke. This literature review aims to explore and synthesize scientific evidence regarding the role of family support in reducing depression levels among post-stroke patients. Article searches were conducted through electronic databases: ScienceDirect and Google Scholar, covering the years 2015 to 2025. From an initial total of 1,250 articles, a rigorous screening process—consisting of title and abstract review, duplication checks, and full-text availability—yielded five articles that met all inclusion and exclusion criteria. The forms of family support identified include emotional, instrumental, and informational support. The findings indicate a significant relationship between family support and post-stroke depression, in which higher levels of family support are associated with lower levels of depression. Several factors influencing family support include the family's knowledge of stroke, caregiver burden, communication skills, and additional support from healthcare professionals. Family support contributes significantly to reducing post-stroke depression levels and should be maintained and strengthened through the active involvement of nurses and healthcare systems.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG BAHAYA ASAP ROKOK DENGAN UPAYA PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAHANDUT Carolina, Putria; Ferry Renaldo; Widya Astuti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.313

Abstract

Abstract: Smoking is a behavior that is harmful to health. The emergence of Acute Respiratory Infection (ARI) is caused by cigarette smoke. ARI is a disease that is transmitted through the air and can cause various deadly diseases depending on the host pathogen. Lack of family knowledge about the dangers of exposure to cigarette smoke will certainly affect attitudes in efforts to prevent ARI in toddlers. The better the family's knowledge and actions in preventing ARI, the less the occurrence of ARI. Conversely, there can be negative impacts that are detrimental if the lack of knowledge and interest of the family in preventing ARI in toddlers, then the number of ARI cases will increase. The purpose of this study was to analyze the Relationship Between the Level of Knowledge About the Dangers of Exposure to Cigarette Smoke and Attitudes in Efforts to Prevent ARI in Toddlers. The design of this study is correlational with a Cross Sectional approach, with a sample of 47 respondents in the Pahandut Health Center Work Area, Palangka Raya City. Results: This study obtained sufficient knowledge of 25 respondents (53%), with a positive attitude of 34 respondents (73%). P value = 0.000 <0.05, which means that there is a relationship between the level of knowledge about the dangers of cigarette smoke exposure and attitudes in efforts to prevent ISPA in toddlers in the Pahandut Health Center Work Area, Palangka Raya City. Knowledge is a very important domain for the formation of a person's attitude. The better a person's level of knowledge, the more positive the actions taken. The results of this study showed that there was a relationship between the level of family knowledge and attitudes in efforts to prevent ISPA in toddlers in the Pahandut Health Center Work Area, Palangka Raya.. Keywords: Knowledge, Attitude, Smoke, Acute Respiratory Tract Infection Abstrak: Merokok merupakan perilaku yang membahayakan bagi kesehatan. Timbulnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) salah satu penyebabnya yaitu asap rokok. ISPA merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara dapat menimbulkan berbagai penyakit yang mematikan tergantung patogen pejamunya. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang bahaya paparan asap rokok tentunya akan mempengaruhi sikap dalam upaya pencegahan ISPA pada balita. Semakin baik pengetahuan dan tindakan keluarga dalam pencegahan ISPA maka akan mengurangi terjadinya ISPA. Sebaliknya dapat terjadi dampak negatif yang bersifat merugikan apabila kurangnya pengetahuan dan minat keluarga dalam melakukan pencegahan ISPA pada balita maka semakin bertambah pula kasus kejadian ISPA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Paparan Asap Rokok Dengan Sikap Dalam Upaya Pencegahan ISPA Pada Balita. Desain penelitian ini yaitu korelasional dengan pendakatan Cross Sectional, dengan sampel berjumlah 47 responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Hasil Penelitian ini didapatkan pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (53%), dengan sikap positif 34 responden (73%). Nilai P value = 0.000 < 0.05 yang bermakna ada hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya paparan asap rokok dengan sikap dalam upaya pencegahan ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya sikap seseorang. Semakin baik tingkat pengetahuan seseorang maka semakin positif tindakan yang dilakukan. Hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan sikap dalam upaya penceghan ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Rokok, ISPA
EFEK PEMBERIAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum Rhizoma) TERHADAP KADAR NEUTROFIL DAN SKALA NYERI PASCA LATIHAN EKSENTRIK Dwi Ariawan Tauhid Rachman; Wahjuni, Endang Sri; Sulistyarto, Soni; Ananda Perwira Bakti; Rizky Patria Nevangga
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.295

Abstract

Olahraga yang intens seperti latihan resistensi eksentrik menyebabkan kerusakan dan peradangan otot. Peneliti menduga bahwa jahe merah memiliki senyawa kimiawi yang dapat menghambat reaksi inflamasi dan mengurangi rasa nyeri akibat kerusakan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar neutrofil kelompok kontrol (pemberian placebo) mengalami penurunan 12,71%, sementara kelompok eksperimen yag menerima perlakuan jahe merah mengalami penurunan 18,53%. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,019. Sedangkan hasil uji t-berpasangan kelompok eksperimen bernilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Skala nyeri kelompok kontrol mengalami peningkatan rata-rata hingga 4 skala, dan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata 3 skala. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon kelompok kontrol diketahui sig. (2-tailed) bernilai 0,000, begitu juga kelompok eksperimen didapatkan hasil sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Penurunan statistik kadar neutrofil pada kelompok kontrol dan eksperimen ditafsirkan sebagai bukti adanya kontribusi jahe merah terhadap penurunan kadar neutrofil secara lebih efektif. Penurunan tersebut menunjukkan jika inflamasi dapat ditekan prosesnya setelah konsumsi jahe merah. Perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok kontrol dan eksperimen memperkuat indikasi bahwa jahe merah memiliki manfaat sebagai analgetik alami. Hasil perbandingan penelitian efek jahe merah terhadap kadar neutrofil dan skala nyeri pasca latihan eksentrik secara statistik menunjukkan jika jahe merah lebih efektif menurunkan kadar neutrofil dibandingkan skala nyeri
PENGARUH LATIHAN QUADRICEPS EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS KNEE DI RS SITI KHADIJAH SEPANJANG SIDOARJO Swandari, Atik; Aisyah, Siti; Ismanto, Syarifah Ai’isy
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.314

Abstract

Penderita osteoarthritis (OA) akan mengalami beberapa permasalahan yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Permasalahan yang terjadi pada penderita OA antara lain adalah : nyeri pada lutut yang terkena, penurunan kekuatan otot penggerak sendi lutut, keterbatasan luas gerak sendi, keterbatasan fleksibilitas dan stabilitas sendi lutut serta keterbatasan aktivitas fungsional sehari hari khususnya yang melibatkan ekstremitas bawah seperti aktivitas jongkok berdiri, bangkit dari duduk ke berdiri, berjalan, berdiri lama serta aktivitas naik turun turun tangga. Untuk menanggulangi perlu dilakukan latihan penguatan otot esktermitas bawah. Salah satu terapi latihan yang dapat diberikan adalah dengan latihan quadriceps exercise. Tujuan dari penelitian ini adalah pengaruh terapi latihan quadriceps exercise untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional ekstremitas bawah pada pasien OA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental lapangan dengan menggunakan desain one group pre and post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan quadricep exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah penderita OA (Sig. 2-tailed 0,000), begitu juga bahwa latihan quadricep exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional penderita OA (Sig. 2-tailed 0,000). Peningkatan kekuatan otot extremitas bawah dapat terjadi karena adanya stimulasi aktivasi lebih banyak motor unit dan meningkatkan firing rate dari saraf motoric. Ketika kemampuan otot sudah baik maka aktivitas fungsional juga akan berubah menjadi lebih baik. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi pada saat kapan perubahan itu dapat mulai diamati serta berapa intensitas minimal yang dapat dilakukan oleh pasien dengan OA sampai didapatkan perubahan kekuatan otot dan peningkatan kemampuan aktivitas
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN ORANG TUA OTORITER DALAM MEMENUHI NUTRISI ANAK PICKY EATER Mitsuko Kuyamada; Eka Wahyuningrum; Andri Kenti Gayatina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.316

Abstract

Picky eater adalah perilaku selektif dalam memilih makanan, di mana anak hanya menginginkan jenis makanan tertentu. Kebiasaan makan yang tidak seimbang dan tidak segera ditangani dapat mengakibatkan pola makan yang tidak sehat pada anak yang berujung pada malnutrisi dan berpengaruh terhadap kondisi gizi mereka, yang akhirnya bisa mengarah pada masalah gizi buruk. Pola asuh orang tua mengenai makanan anak akan berdampak pada kebiasaan makan anak di masa depan, sebagai contoh pola asuh yang salah adalah seperti membiarkan anak makan selalu disuapi dan tidak mengenalkan sayur sejak kecil pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman orang tua otoriter dalam memenuhi nutrisi anak picky eater. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi jenis deskriptif. Metode pengumpulan informasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur yang dilakukan berdasarkan satu pertanyaan terbuka. Pada wawancara semi terstruktur ini dilakukan dengan deep interview probing. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 partisipan di Kelompok Bermain Yeriko Kids Salatiga pada tanggal 20 Maret – 11 Juni 2025. Pada kajian ini diterapkan pendekatan analisis menggunakan metode Colaizzi. Karakteristik penelitian ini adalah ibu berusia 31-49 tahun yang memiliki pengalaman dengan anak berperilaku picky eater. Terdapat 3 tema yaitu anak kurang tertarik pada makanan dan sensitif pada rasa, aroma, tekstur dan metode masak, ibu mengharuskan / menyuruh anak untuk makan dengan batasan batasan yang ibu inginkan, dan ibu bingung dan mengungkapkan iming – iming ketika menghadapi anak yang sulit makan.
FUNGSI SOSIAL LANSIA YANG MENGALAMI TAKUT JATUH Djoar, Raditya Kurniawan; Yuliana, Widayani; Rudianti, Yulistiana
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.317

Abstract

Takut jatuh merupakan kekhawatiran jatuh yang berlebihan, hal tersebut mengakibatkan adanya pembatasan gerak saat melakukan aktivitas fungsional. Takut jatuh akan menghambat kualitas hidup lansia dan meningkatkan risiko jatuh melalui pengurangan aktivitas fisik, kepercayaan diri, kekuatan dan keseimbangan. Takut jatuh akan mengakibatkan kontrol keseimbangan berkurang dan pengurangan kepercayaan diri untuk mencegah jatuh, hal tersebut yang akan semakin meningkatkan kejadian jatuh pada lansia. Salah satu yang mempengaruhi takut jatuh pada lansia adalah Fungsi sosial lansia. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fungsi sosial lansia yang mengalami takut jatuh. Desian penelian ini adalah menggunakan desain diskriptif observational dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran dukungan sosial cukup merata dimana dukungan sosial yang rendah 28%, sedang 34%, dan 38% lansia memiliki dukungan sosial yang tinggi. Oleh karena itu pengeloala UPTD Griya Werdha perlu mengadakan sebuah kegiatan untuk memberikan intervensi kepada lansia terkait dukungan sosial yang dialami supaya secara keseluruhan lansia merasakan dukungan sosial yang tinggi selama tinggal di Panti.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT CAMPAK DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DI DESA GULUK-GULUK KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP Julia Pratiwi, Aprilia; Raden Bagus Asyim; Aldita Cahyani Puspitasari
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.325

Abstract

Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak yang rentan. Salah satu metode untuk mencegah dan mengurangi gejala campak adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin A. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit campak dengan kelengkapan pemberian kapsul vitamin A di Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah para ibu yang mempunyai anak usia 4 tahun kelahiran bulan Maret-Agustus 2021 di Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep sebanyak 72 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan tabel Issac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% didapatkan 62 responden. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memliki pengetahuan baik dan memiliki kelengkapan pemberian vitamin A yang lengkap sebesar 43 orang (89,58%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa p<0,05 (0,001) atau tolak H0, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit campak dengan kelengkapan pemberian kapsul vitamin A di Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep. Dari hasil penelitian ini diharapkan Puskesmas Guluk-guluk mengoptimalkan posyandu balita sebagai sarana edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui edukasi dan promosi kesehatan.
PENGARUH PEMBERIAN TACTILE STIMULATION TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN SENSORIK DAN PERILAKU PADA ANAK DI YAYASAN PENDIDIKAN AUTIS MUTIARA HATI SURABAYA Abdullah, Khabib; Ichlasul Amalia Romadhona; Atik Swandari
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.332

Abstract

Background: Children with developmental disabilities often experience sensory and behavioral disorders that impact social, emotional, and academic abilities. Physiotherapy plays a crucial role in providing Tactile Stimulation, a structured tactile stimulation that stimulates the sensory and motor nervous systems, to support sensory integration, emotional regulation, and improved adaptive behavior. This study aimed to determine the effect of Tactile Stimulation on reducing sensory and behavioral disorders in children at Autism Education Foundation of Mutiara Hati, Surabaya Branch. Research Methods: This study was a field experiment with a one-group pretest-posttest design. A sample of 12 children was selected based on inclusion and exclusion criteria from a pool of 38 children with sensory and behavioral disorders. The intervention, in the form of Tactile Stimulation, was administered in six sessions over two weeks, each lasting 30 minutes. Measurements were conducted using the Short Sensory Profile (SSP) questionnaire for sensory aspects, and teacher interviews were conducted to evaluate behavioral changes. Normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and hypothesis testing used the Wilcoxon test with a significance level of p<0.05. Results: The statistical test results showed no statistically significant effect between the pretest and posttest (p>0.05). However, clinically, 8 of the 12 children showed a decrease in SSP scores (66.7%), and teacher interviews indicated positive changes in behavior, such as increased calmness, focus, and ability to follow instructions. Conclusion: Tactile Stimulation did not have a statistically significant effect, but showed a positive clinical impact on the majority of children.