JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles
164 Documents
PENGARUH ACUPRESSURE TITIK HT7 SHENMEN TERHADAP LATENSI DAN DURASI TIDUR PASIEN KANKER PASCA TERAPI
Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v13i2.243
Abstract: Disruption of sleep latency and duration of cancer patients occurs due to multifactorial causes, one of which is a side effect of cancer therapy. The aim of this study was to analyze the effect of acupressure at the Shenmen HT7 point on sleep latency and duration of post-therapy cancer patients. The design uses a pre-experimental one-group pretest-posttest design approach. The population is 50 cancer patients at the Pucang Sewu Health Center and the Rangkah Health Center, Surabaya. A sample of 25 respondents was taken by purposive sampling according to the researcher's criteria. The instrument used was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The results of the pre-test mean latency and sleep duration scores respectively were 1.96 + 0.61 and 1.08 + 0.86, while in the post-test conditions it was 1.12 + 0.72 and 0.56 + 0.71. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test found that the p-value on the latency and sleep duration variables was 0.000 and 0.001, respectively, which means that there was a significant effect of giving the HT7 Shenmen point acupressure on the latency and sleep duration of post-therapy cancer patients. HT7 Shenmen stimulates the release of endorphins which cause relaxation, a feeling of calm, comfort, thereby helping to improve sleep latency and duration.
ANALISIS HUBUNGAN SARAPAN DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PRESTASI BELAJAR
Dewi, Ratih Kartika
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v13i2.244
Anemia merupakan permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada remaja. Perubahan fisiologis dan gaya hidup yang tidak sehat diindikasi menjadi penyebab sering terjadinya Anemia pada remaja. Anemia adalah kondisi di mana tubuh tidak memiliki cukup eritrosit yang sehat. Kondisi ini terjadi karena kurangnya hemoglobin sehingga memengaruhi produksi eritrosit. Eritrosit berperan dalam menyediakan oksigen ke jaringan tubuh. Anemia pada masa remaja menyebabkan berkurangnya kapasitas fisik dan mental serta berkurangnya konsentrasi dalam belajar sehingga dapat berdampak pada prestasi pendidikan, dan juga merupakan ancaman besar bagi remaja putri untuk menjadi ibu yang aman di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sarapan dan kadar hemoglobin dengan prestasi belajar pada pelajar SMA Muhammadiyah 23 Jakarta Timur. Jenis penelitian ini yaitu analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 185 orang, dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar Hemoglobin dilakukan dengan metode Point of Care Testing. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil diperoleh terdapat hubungan sarapan dengan kadar hemoglobin (p-value <0,05), sedangkan tidak terdapat hubungan antara sarapan dan kadar hemoglobin terhadap prestasi belajar dengan nilai masing-masing p-value >0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sarapan sangat penting untuk remaja karena dapat mempengaruhi kadar hemoglobin.
STUDI LITERATUR: PENGARUH POLA ASUH PERMISIF TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SURABAYA
Maryuti, Ira Ayu
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v13i2.245
Juvenile delinquency is criminal behavior committed by young people which is a symptom of social illness in children and adolescents caused by a form of social neglect, so that they develop into a form of behavior that deviates from the norms that apply in public. This literature study was conducted to review articles with the aim of identifying the effect of permissive parenting on juvenile delinquency in Surabaya. Data collection in the form of articles was carried out through the Google Scholar database with a focus on juvenile delinquency in Sutrabaya and parenting parents on adolescents in Surabaya and found 15,000 articles, but only 4 articles were relevant to the inclusion criteria. Four (4) articles were found after analyzing the data according to the inclusion criteria with the 2017-2023 publication period. The literature study conducted shows that there is an influence of permissive parenting on juvenile delinquency in Surabaya. Permissive parenting can significantly influence juvenile delinquency in Surabaya.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI PRODI ILMU KEPERAWATAN STIKES DI SURABAYA
Jessica Wahyu Amanda;
Kurniawaty, Yuni Kurniawaty;
lestarina, ni nyoman wahyu
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v13i2.246
Primary dysmenorrhea was menstrual pain that recured regularly since the first menstruation and was most common in women aged 20 to 30 years. Physical activity was an activity to move the body that expended energy and energy to improve health and fitness for the body. Women who lacked physical activity tend to experience dysmenorrhea. The phenomenon found by researchers in nursing student who often experienced dysmenorrhea during menstruation and did not do physical activity. The purpose of this study was to identify the relationship between physical activity and primary dysmenorrhea in nursing students. The design of this research was a correlation study with a cross section approach. The number of samples in this study amounted to 57 respondents who experienced primary dysmenorrhea taken using simple random sampling. Student physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and primary dysmenorrhea was assessed by the NRS pain scale (Numerical Rating Scale). Statistical analysis using ASDPP showed that more than 50% (53%) of respondents had mild physical activity and more than 50% (53%) of respondents had moderate primary dysmenorrhea. The results of the Spearman Rank test showed that physical activity was not associated with primary dysmenorrhea with a value of p > (p = 0.079). This could be because there are other factors that might influence the occurrence of primary dysmenorrhea, one of which is stress. Researchers provided suggestions for further researchers to assess other factors that could affect the occurrence of primary dysmenorrhea
PENGARUH GADGET TERHADAP POSTUR TUBUH ANAK: LITERATURE REVIEW
Marcello, Steven Aldo
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v14i1.248
Penggunaan gadget hasil dari perkembangan teknologi tidak dapat kita hindari, terutama pada dunia pendidikan. Pengaruh gadget ini dapat positif maupun negatif, sehingga melalui studi literatur ini dapat dilihat pengaruh negatif akibat bermain gadget terutama pada postur tubuh anak. Pengumpulan data berupa artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar dengan kata kunci dalam bahasa inggris “Gadget”, “Body Posture” dan “Children”. Ditemukan sebanyak 3 artikel setelah dilakukan analisis data sesuai kriteria inklusi dengan rentang waktu publikasi 2019-2023. Studi literatur yang dilakukan menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan gadget terhadap postur tubuh anak. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menjadi salah satu faktor postur tubuh yang kurang baik, sehingga peranan orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak dan intervensi untuk postur tubuh anak akibat penggunaan gadget yang berlebihan sangat dibutuhkan.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Manungkalit, Maria;
Nia Novita, Sari;
Natalia Andi Puput, Novita
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v14i1.249
Salah satu perubahan fungsi yang dialami lanjut usia (lansia) adalah menurunnya kelenturan/elastisitas pembuluh darah sehingga memicu potensi kejadian peningkatan tekanan darah (hipertensi). Kondisi ini juga erat kaitannya dengan kurangnya kegiatan lansia dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang sederhana yang bisa dilakukan di rumah seperti berjalan, bersepeda, jogging, ataupun aerobik ringan. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan pengaruh aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 200 orang. Besar sampel penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variabel independen adalah aktivitas fisik sedangan variabel dependen yaitu tekanan darah. Hasil uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan hasil p value=0.013 (<0.05) yang berarti ada pengaruh aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Aktivitas fisik mempengaruhi perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi karena dengan melakukan aktivitas tersebut maka terjadi vasodilatasi dan relaksiasi pada pembuluh darah sehingga terjadi perbaikan penurunan pada tekanan darah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI DAERAH OPERASI RUANG RAWAT INAP DI CHARITAS HOSPITAL BELITANG
Novitasari, Rini;
Estri, Arimbi Karunia;
Suparmi, Lucila
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v14i1.255
Pengetahuan adalah banyak gejala yang ditemui dan diperoleh orang melalui pengamatan akal. Agar pelayanan keperawatan berkualitas, maka perawat diharapkan dapat menerapkan asuhan keperawatan dengan benar, sesuai dengan SPO yang berlaku khususnya terkait Pencegahan Infeksi daerah Operasi. Di Inggris, jumlah kejadian IDO sebesar 15,9. Di RS Mohammad Hoesin Sumatera Selatan, angka IDO pada 2019 adalah 0,01, tetapi naik menjadi 0,04 pada 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan tindakan pencegahan infeksi daerah operasi dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan korelasi.Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bedah Charitas Hospital Belitang dengan jumlah responden 30 orang perawat dengan tehnik pengumpulan data perposive sampling, dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan observasi yang di sesuaikan standar prosedur operasional di Charitas Hospital Belitang dan telah lulus uji validitas. Hasil penelitian dengan Analisa Bivariat adalah P-value 0.034 dengan artian bahwa terdapat hubungan positif dan kuat antara tingkat pengetahuan perawat dengan tindakan pencegahan infeksi daerah operasi rawat inap bedah di Charitas Hospital Belitang. Mayoritas pengetahuan perawat cukup dan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan tindakan dalam pencegahan infeksi daerah operasi khususnya pada pre operasi masih kurang, dalam tingkat pengetahuan yang perlu di tindak lanjuti adalah terkait pengetahuan teori jenis-jenis infeksi, faktor penyebab infeksi yang meliputi long of stay dan tindakan kurang pada edukasi persiapan pasien operasi serta pengkajian tanda tanda infeksi secara holistik.Saran dari peneliti adalah agar pihak manajemen mengadakan pelatihan dan sosialisasi terkait tindakan pencegahan infeksi daerah operasi, meningkatkan supervisi dan pendampingan bagi staf dalam implementasi asuhan pre operasi. Melaksanakan pelatihan dengan metode simulasi . Menjadikan lembar kuesioner dan lembar observasi sebagai tool untuk mengevaluasi staff terkait kepatuhan menjalankan regulasi ( SPO ) serta menilai tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi daerah operasi di ruang rawat inap bedah Charitas Hospital Belitang.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA
Nia Novita Sari;
Yesiana Dwi Wahyu, Werdani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v14i1.256
Pendahuluan: Salah satu penyebab dari kejadian stunting adalah karena kurang adanya dukungan sosial untuk pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi adakah hubungan antara dukugan sosial dengan pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel independen adalah dukungan sosial dan variabel dependen adalah pencegahan stunting. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate random sampling. Instrumen penelitian untuk variabel independen menggunakan kuesioner dukungan sosial dan variabel dependen menggunakan kuesioner pencegahan stunting. Uji hipotesis pada penelitian ini iji statistik Rank Spearman test. Hasil: Sebagian besar responden berada dalam kelompok dewasa awal yaitu di usia 26-35 tahun (40%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (46,7%), pendidikan terakhir adalah SMP (40%). Sebagian besar juga responden tinggal dengan keluarga inti (60%) dan usia anak sebagian besar 2-3 tahun yang tergolong batita (40%). hasil pengukuran terhadap dukungan sosial pada Ibu Balita adalah pada kategori tinggi (83,3%) dan pencegahan stunting pada ibu balita adalah sudah baik (80%). Hasil analisis data menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan terhadap pencegahan stunting pada Ibu balita (p=0,000). Kesimpulan: dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan pencegahan stunting.
FAKTOR DOMINAN DALAM KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM TIMBANG TERIMA: MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN
Kristianingsih, Yustina;
Astuti, Martha Sri;
Setyawati, Emiliana Indah Eko;
Adriana, Fransiska
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v14i1.257
Communication in health services must be easy to understand because it is related to the nature and behavior of different health workers involved in nursing care, so that staff, nurses and doctors must understand how communication can be applied in all situations. The phenomenon at the research site as a result of interviews found that communication is still lacking effective both among nurses and other health teams. This research aims to analyze the factors that influence effective communication regarding SBAR consideration. The research design used descriptive analysis with a population of executive nurses in inpatient rooms at private hospitals in Surabaya who fulfil the inclusion criteria. Sample collection used simple random sampling with a sample size of 41 respondents. Data were collected using the SBAR communication effectiveness and acceptance questionnaire which is valid and reliable. After the data was collected, a simple regression test was carried out and the results obtained were that the majority (85%) of respondents carried out effective communication and acceptance. The factors related to effective communication regarding SBAR acceptance in this research are motivation and leadership. Effective communication in SBAR consideration is very important to continue to be improved so that the nursing department of the private hospital at the research site can continue to motivate the implementing nurse and manager of unit to support each other in the application of effective communication in SBAR consideration.
KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Luhat, Birgita Juliani Tukau;
Djoar, Raditya Kurniawan;
Prastyawati, Irine Yunila
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v14i1.260
Kualitas hidup seseorang dapat berubah seiring bertambahnya usia serta adanya penyakit, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi mengakibatkan berkurangnya vaskularisasi pada area otak yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Fenomena lansia dengan hipertensi sering ditemukan bahwa lansia tidak mampu berkonsentrasi, kelemahan dan keterbatasan aktivitas. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi gambaran kualitas hidup lansia dengan hipertensi di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya. Desain penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Variable penelitian menggunakan kualitas hidup. Responden penelitian 80 lansia di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil dengan teknik sample total sampimg. Instrumen dalam penelitian adalah kuesioner World Health Organization Quality Of Life-BREF (WHOQOL-BREF) yang dimodifikasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Analisis Statistik Deskriptif Proporsi Prosentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 85% responden lansia yang menderita hipertensi memiliki kualitas hidup rendah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan pada UPTD Griya Werdha Jambangan, salah satu landasan upaya memberikan motivasi dan dukungan emosional, serta mendukung kesejahteraan lansia upaya meningkatkan kualitas hidup mereka.