cover
Contact Name
Anastasia Putu Martha Anggarani
Contact Email
anastasiamartha88@gmail.com
Phone
+6281548544432
Journal Mail Official
jpkstikvinc@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Jl. Jambi 12 - 18 Surabaya 60241 Tlp. 031- 5663894
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
ISSN : 20886764     EISSN : 27236374     DOI : https://doi.org/10.54040/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles 164 Documents
GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI DAUN KELOR TERHADAP RERATA TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI DUSUN BULU DAN DUSUN SINGKIL DESA GIRING GUNUNGKIDUL Arum, Bernadetta; Setyani, Fransisca Anjar Rina; Nekada, Cornelia Dede Yoshima
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.258

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan PTM yang menyebabkan angka kematian terbesar, salah satunya adalah penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi ini perlu dikendalikan agar tidak terjadi beberapa komplikasi penyakit lain, salah satunya dengan penatalaksanaan non farmakologi menggunakan terapi herbal daun kelor. Daun kelor banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Dusun Bulu dan Dusun Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul sebagai upaya pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui adanya perbedaan rerata tekanan darah systolic dan diastolic yang signifikan pada lansia hipertensi yang mengkonsumsi daun kelor dan tidak mengkonsumsi daun kelor di Dusun Bulu dan Dusun Singkil, Desa Giring, Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif analitik komparatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Total responden 48 orang, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data dengan uji Mann Whitney, menunjukkan hasil bahwa p value untuk tekanan darah sistole 0,026 dan p value untuk tekanan darah diastole 0,000 yang berarti p value < 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ada perbedaan rerata tekanan darah systolic dan diastolic yang signifikan pada lansia hipertensi yang mengkonsumsi daun kelor dan tidak mengkonsumsi daun kelor di Dusun Bulu dan Dusun Singkil, Desa Giring, Gunungkidul. Bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah, selain faktor kebiasaan konsumsi daun kelor, seperti diet, gaya hidup, aktifitas fisik dan stress.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FATIGUE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS RUTIN DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN UDARA DR. SUHARDI HARDJOLUKITO YOGYAKARTA Nugrahandari, Angelica Silfia Intan; Fransisca Anjar Rina Setyani; Lucilla Suparmi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.262

Abstract

Gagal ginjal kronis menyebabkan kerusakan ginjal progresif dan ireversibel, mengganggu keseimbangan metabolisme, cairan, dan elektrolit. Terapi utama gagal ginjal kronis dengan hemodialisis menggunakan durasi 4-5 jam per sesi selama 2-3 kali seminggu, sering menyebabkan kelelahan. Kelelahan yang terus-menerus dapat mengurangi kapasitas fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis rutin di Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional kuantitatif dengan populasi 114 responden pada Desember 2022. Sampel penelitian adalah 89 responden yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan Fisher, pada tingkat signifikansi ?=0,05, untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada pasien yang mendapat terapi hemodialisis. Hasil analisis menemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan kelelahan adalah hemoglobin (p-value 0,002), lama hemodialisis (p-value 0,000), dan pendapatan (p-value 0,034), yang tidak berhubungan dengan kelelahan adalah usia (p-value 0,839), jenis kelamin (p-value 0,259), pendidikan (p-value 0,381), dan ADL (Activity Daily Living) (p-value 0,285). Saran kepada petugas kesehatan untuk mendidik dan mendukung pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dalam mengelola kelelahan, termasuk pemeriksaan Hb rutin, motivasi, dan menggunakan fasilitas kesehatan, memastikan perawatan holistik. Kata kunci: Fatigue, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialis
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA PRODI SARJANA KEPERAWATAN REGULER DI STIKES PANTI RAPIH YOGYAKARTA Maria Aurelia Damar Oktaviani; Widianti, Christina Ririn; Lidya, Herlin
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.263

Abstract

Abstrak: Aktivitas fisik dapat berdampak terhadap kualitas dan kuantitas tidur seseorang, karena keletihan akibat aktivitas fisik mungkin membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama untuk menjaga keseimbangan tenaga. Kebutuhan tidur sangat diperlukan bagi seseorang, setelah melakukan aktivitas, tubuh akan memberikan sinyal untuk istirahat. Setelah melakukan aktivitas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional yang menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Sarjana Keperawatan Reguler di STIKes Panti Rapih Yogyakarta sebanyak 197 responden. Teknik sampling menggunakan Probability Sampling dan pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) dan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Indeks). Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Statistic Chi-Square. Hasil Uji Statistic Chi-Square diperoleh hasil bahwa 40 responden (20,3%) aktivitas fisik ringan dan kualitas tidur buruk, 55 responden (27,9%) aktivitas fisik ringan dan kualitas tidur baik. 39 responden (19,7%) aktivitas fisik sedang dan kualitas tidur buruk, 20 responden (10,1%) aktivitas fisik sedang dan kualitas tidur baik. 14 responden (1,1%) aktivitas fisik berat dan kualitas tidur buruk dan 29 responden (14,7%) aktivitas fisik berat dan kualitas tidur baik. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa P Value 0,001 (P <0,05) berati menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan reguler di STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Penulis merekomendasikan mahasiswa untuk meningkatkan kesehatan dengan beraktivitas fisik untuk memperoleh kualitas tidur yang baik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI DUSUN SAMBILEGI LOR Frederikus Saldi; Riski Wulandari; Anjar Rina, Fransisca
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.264

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut yang menyerang bagian saluran napas mulai dari saluran pernapasan atas hingga bawah. ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. ISPA memerlukan penanganan yang berkelanjutan melalui perwujudan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat karena timbulnya penyakit ini sangat bergantung pada kebiasaan/perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan Ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Dusun Sambilegi Lor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan yang pernah mengidap ISPA sebanyak 50 orang dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner perilaku pencegahan yang sudah dilakukan uji validitas dengan hasil 20 item tingkat pengetahuan dan 12 item perilaku pencegahan dinyatakan valid (r > 0,361). Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden dengan rerata usia 32,8 tahun, mayoritas berpendidikan tamat SMA (52%), sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (60%). Tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori baik yaitu 70%. Sedangkan perilaku pencegahan ISPA termasuk perilaku baik dengan persentase 68%. Hasil analisis rank spearman menunjukkan ada hubungan yang bermakna, arah positif dan kuat antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di dusun Sambilegi Lor (P value < 0.001 ; r 0.260). Responden dengan tingkat pengetahuan baik memiliki kecenderungan perilaku pencegahan yang baik pula. Perlu penelitian lebih lanjut terkait kejadian ISPA di lingkup Puskesmas Depok I serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP STADIUM PASIEN KANKER Cempaka, Anindya Arum; Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sakoikoi, Maria Yohana Patricia
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.273

Abstract

Risiko mengalami kanker diduga akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang karena semakin menua usia menyebabkan proses kemunduran organ tubuh. Pendidikan seharusnya berdampak kepada tingginya tingkat pemahaman saat menerima informasi sehingga memengaruhi pola berpikir dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kesehatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi populasi semua pasien kanker di dua wilayah kerja Puskesmas di Surabaya. Sampel berjumlah 28 dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen dalam ini adalah stadium kanker sedangkan variabel independennya adalah usia dan tingkat pendidikan. Data dianalisis dengan SPSS dengan uji Spearman. Hasil analiss statistik hubungan antara usia dan stadium kanker didapatkan nilai p=0.003 (p<0,05), sedangkan pada tingkat pendidikan dan stadium kanker didapatkan nilai p=0.047 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan tingkat pendidikan dengan stadium kanker. Usia adalah salah satu faktor risiko untuk kejadian kanker karena faktor penurunan fungsi organ tubuh, imunitas, dan peningkatan mutasi genetik sel. Tingkat pendidikan berhubungan dengan kecerdasan emosi dan kemampuan memilih strategi koping adaptif saat stres. Kondisi mental yang buruk berkontribusi terhadap progresifitas dan pengobatan kanker. Pendidikan yang lebih tinggi memungkinkan peningkatan produktivitas dan pendapatan. Individu dengan pendapatan dan jenis pekerjaan yang lebih baik berpeluang untuk melakukan screening pemeriksaan kanker lebih dini. Kesimpulannya yaitu faktor yang berhubungan dengan stadium pada penderita kanker adalah usia dan tingkat pendidikan. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan meneliti faktor lain yang berhubungan dengan stadium pada pasien kanker.
KUALITAS PELAYANAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM MELAKUKAN PELAYANAN PADA LANJUT USIA Prabasari, Ninda Ayu; Novita Sari, Nia; Jalus, Fransiska
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.274

Abstract

Basic level health services aimed at elderly people who are starting to experience the aging process are very necessary in society. Posyandu for the elderly is a place that can detect health problems for the elderly. Its implementation requires health cadres who can invite elderly people to take part in elderly posyandu activities. Cadre competency and experience is one of the things that a cadre must have. The aim of the research is to determine the quality of service for elderly Posyandu cadres in providing services to the elderly. Descriptive research with an elderly population at the Matahari Senja Elderly Posyandu, taking samples by purposive sampling with a sample size of 30 respondents fulfilling the inclusion criteria. Data collection uses a questionnaire. The majority of respondents were female, 70%, the majority of cadre service quality was in the good category, 18 (60%) people. Three indicators of service quality, namely work discipline and service facilities, have a good category with a percentage of 94% and service communication has a good category with a percentage of 97%. The quality of service for cadres is good if the cadres in elderly services need insight, skills related to elderly health problems besides that a work ethic, responsibility, work discipline and good communication are needed.
TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DESA GISIKCEMANDI SEDATI SIDOARJO TENTANG LOW BACK PAIN (NYERI PUNGGUNG BAWAH) Dwianto, Ignatius Heri; Yuni Kurniawaty; Sri Winarni
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.278

Abstract

Abstrak: Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang merasakan suatu objek tertentu. Pengetahuan manusia sebagian besar diperoleh melalui mata dan telinga. Fenomena di Desa Gisikcemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo hasil wawancara dengan kader kesehatan desa masih banyak yang belum mengetahui tentang nyeri punggung bawah. Minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh kader kesehatan desa sehingga pengetahuan tentang nyeri punggung bawah perlu ditingkatkan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Setelah data terkumpul dilakukan analisis dengan menggunakan statistik deskriptif proporsi presentase dan diperoleh hasil Karakteristik dari 30 responden sebanyak 1 responden berusia antara 19-30 tahun, 10 responden berusia 31-40 tahun dan 19 responden berusia 41-55 tahun, sebanyak 5 responden yang berpendidikan SD , sebanyak 10 responden yang berpendidikan SMP, sebanyak 9 responden yang berpendidikan SMA dan sebanyak 6 responden yang berpendidikan Perguruan Tinggi. dan responden yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sebanyak 23 orang, karyawan sebanyak 6 orang, dan perawat sebanyak 1 orang, responden yang sudah mendapatkan informasi tentang Low Back Pain sebanyak 15 orang dan yang belum mendapatkan informasi tentang Low Back Pain sebanyak 15 orang. Kesimpulan dari 30 responden tersebut 0 orang responden dengan tingkat pengetahuan baik, 14 orang responden dengan tingkat pengetahuan cukup dan 16 orang responden dengan tingkat pengetahuan kurang. Sebagian besar responden yaitu 53% memiliki pengetahuan kurang dan 47% memiliki pengetahuan cukup.
KONSEP DIRI PADA PENDERITA KANKER SERVIKS Pae, Kristina; Purnama Sari, Ni Putu Wulan; Tjahjono, Desta Levyna Intan; Sukmawati, Ermalynda
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.280

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbanyak ke empat yang terjadi pada wanita. Penyakit ini dan manajemen pengobatannya akan menyebabkan penderitanya mengalami perubahan baik secara fisik, mental, maupun sosial dimana rentetan masalah ini akan memengaruhi konsep diri individu tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran konsep diri penderita kanker serviks. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 20 orang penderita kanker serviks yang ada di beberapa puskesmas di Surabaya. Instrumen penelitian dimodifikasi berdasarkan kuisioner Robson Self Concept (RSC). Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan dengan hasil 12 orang (60%) responden memiliki konsep diri positif yang meliputi citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran diri dan identitas diri.
PENINGKATAN EFIKASI DIRI PASIEN HIPERTENSI DENGAN METODE PEER GROUP SUPPORT Oktavianisya, Nelyta; Aliftitah, Sugesti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.281

Abstract

Self-efficacy or an individual's belief in their ability to manage their health condition is very important in the management of hypertension. In patients with hypertension, self-efficacy affects how well they can implement the changes needed to control blood pressure. Patients who have high levels of self-efficacy tend to be better able to follow the treatment plan and are more proactive in changing risky lifestyle habits. Psychological factors, such as anxiety and depression, as well as social support from family and friends, can affect the level of self-efficacy. Peer Group Support is one method that can be done in an effort to increase the self-efficacy of hypertensive patients, namely through behavioral modeling, emotional support, shared experiences, constructive feedback, goal setting, skill development, role models and stress reduction. The purpose of the study was to determine the effect of peer group support on the self-efficacy of hypertensive patients. The research design was pre-experimental. The sample in this study was part of the hypertensive patients, namely 42 respondents. Simple random sampling is the sampling technique used. The tool used to measure self-efficacy is a questionnaire. Data were processed using the Paired Samples T Test. The average value of self-efficacy before the intervention (pre) was 66.12 with a standard deviation of 7.006. The average value of self-efficacy after the intervention (post) increased to 75.64 with a standard deviation of 7.870. The results of the pretest-posttest self-efficacy data analysis using the Paired Samples T Test obtained a value of ?Value = 0.000 with ? = 0.05. Because ?Value <?, there is an influence of peer group support on self-efficacy in hypertension patients. It is hoped that health workers will plan routine activities that involve fellow patients. Where hypertension patients can strengthen each other, share information and convince fellow patients to improve their quality of life
PENGARUH SENAM ERGONOMIC TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DUSUN BANGLE WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBAKREJO JOMBANG Faridl, Faridl Zainal Abidin; Dina camelia; Sudarso
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.286

Abstract

Hypertension is a condition of increased systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic pressure of more than 90 mmHg. Objective: This study aims to determine the effect of ergonomic exercise on changes in blood pressure in elderly people with hypertension in Bangle Hamlet, working area of Tambakrejo Public Health Center, Jombang. Method: This study used a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The population was 30 elderly people with a sample size of 22 respondents selected through purposive sampling according to the inclusion criteria. The exercise was carried out 6 times in 2 weeks, the instrument used was an aneroid sphygmomanometer, and the analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test. Result: The results showed a change in blood pressure from the percentage of grade II hypertension in the pretest of 45.5% and after the ergonomic exercise intervention in the posttest decreased to 13.6%. When tested using the Wilcoxon signed-rank test, the value obtained was = 0.001, less than (p < 0.05). Conclusion: Ergonomic exercise can lower blood pressure in elderly people with hypertension, indicating that this therapy is an effective nonpharmacological method. The clinical implication of this finding is the importance of applying ergonomic exercise regularly to manage blood pressure in the elderly and prevent cardiovascular complications.