cover
Contact Name
Dr. Sandra Hermanto, M.Si
Contact Email
hermantokimia@uinjkt.ac.id
Phone
+6285220042401
Journal Mail Official
kimia@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VALENSI
ISSN : 24606065     EISSN : 25483013     DOI : 10.15408/jkv
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia Valensi is a biannual and peer-reviewed open access journal published by Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This journal covering all aspect of chemistry.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 425 Documents
Penghambatan Enzim Pemecah Protein (Enzim Papain) Oleh Ekstrak Rokok, Minuman Beralkohol Dan Kopi Secara In Vitro La Ode Sumarlin; Siti Nurbayti; Syifa Fauziah
Jurnal Kimia Valensi JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.888 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i3.116

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak rokok, kopi dan minuman beralkohol terhadap aktivitas enzim papain.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak rokok, kopi dan minuman beralkohol terhadap aktivitas enzim pencernaan terutama enzim protease dimana papain digunakan sebagai model.  Enzim papain menghidrolisis substrat dihambat dengan mencegah interaksi antara gugus –SH dari Sis25 dengan atom N imidazol dari His159 dari papain untuk membuat sisi aktif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rokok, ekstrak kopi dan minuman beralkohol masing-masing menunjukkan penghambatan terhadap aktivitas enzim papain sebesar 27,3%, 35%, dan 22,3%. Kata Kunci: Rokok, kopi, alkohol, inhibitor, papain
Kemudahan Biodegradasi Selulosa Bakteri dari Limbah Cucian Beras dengan Penambahan Gliserol, Kitosan, dan Nanopartikel Perak Agung Nugaraha Catur Saputro; Baki Mulyani; Nanik Dwi Nurhayati; Yunita Kurniawan
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.789 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.3083

Abstract

The objectives of this research were to study the effect of glycerol and chitosan addition toward biodegradability of cellulose based rice waste water, the effect of biodegradation time toward mass lost and biodegradability, and determine functional group and crystalinity of the highest biodegradability composite. Bacterial celluloses were prepared from 100 mL rice waste water that fermented by Acetobacter xylinum for 7 days with addition of glycerol (for Cellulose-Glycerol and Cellulose-Glycerol-Chitosan). Then, bacterial celluloses were immersed in chitosan solution (for Cellulose-Chitosan and Cellulose-Glycerol-Chitosan). The water in bacterial cellulose and its composites was removed by heating, then deposited silver nanoparticle  on the bacterial cellulose and its composite. The silver nanoparticles were prepared by chemical reduction with using AgNO3 solution, trisodium citric as reducing agent, and gelatin as stabilizer. The silver nanoparticle was deposited into bacterial cellulose and its composites film by immersing method. After that, the bacterial cellulose and its composites were biodegradated by soil burrial test method for 14 days. Then, cellulose with the highest biodegradability was characterized by ATR-FTIR and XRD. The silver nanoparticle formation was showed by UV-Vis spectrum with peak in the 418.8 nm area. The glycerol addition can increase biodegradability, whereas the chitosan addition can decrease biodegradability. The increasing of biodegradation time, mass lost increased but the biodegradability decreased. After biodegradation, intensity of pyran cyclic in cellulose-glycerol which is deposited Ag (SG + Ag)  decreased, but crystallinity of it increased. Keywords : Biodegradation, glycerol, chitosan, silver nanoparticle, bacterial cellulose. DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.3111
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) dan Penambatan Molekul Senyawa Turunan Benzamida sebagai Inhibitor Alosterik Mitogen Enhanced Kinase (MEK) Muhammad Arba; Ruslin Ruslin; Nursan Nursan; Maulidiyah Maulidiyah; Daryono Hadi Tjahjono
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.19 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.7454

Abstract

Jalur sinyal protein kinase Ras-Raf-MEK-ERK adalah salah satu target penting dalam penemuan obat antikanker. Senyawa turunan benzamida diketahui berpotensi sebagai inhibitor alosterik Mitogen Enhanced Kinase (MEK). Pada penelitian ini dilakukan studi hubungan kuantitatif stuktur dan aktivitas (HKSA) dan penambatan molekul pada 30 senyawa turunan benzamida sebagai inhibitor alosterik MEK untuk mendapatkan senyawa baru turunan benzamida yang lebih poten sebagai inhibitor alosterik MEK. Perhitungan 13 deskriptor molekul yang mewakili parameter sterik, hidrofobik dan elektronik dilakukan dengan perangkat lunak MOE 2009.10, sedangkan analisis regresi multi linear dengan SPSS 19.0 digunakan untuk mencari hubungan antara variabel bebas (deksriptor molekul) dengan variabel terikat (aktivitas penghambatan senyawa pada MEK). Model HKSA terbaik yang diperoleh adalah pIC50 = 14.229 – 0.00001(AM1_E) + 0.043(ASA_H) + 33.609(Glob) – 0.648(Log S) – 0.047(Vol) dengan kriteria statistik R=0.965; R2=0.931; Fhitung/ Ftabel= 17.693, dan q2 = 0.8897. Desain senyawa baru dilakukan menggunakan model HKSA tervalidasi dan diperoleh 2 senyawa baru turunan benzamida, C1, dan C2, yang memiliki aktivitas lebih baik dari senyawa induk. Studi penambatan molekul menunjukkan bahwa kedua senyawa baru tersebut mampu berinteraksi pada sisi alosterik protein MEK melalui ikatan hidrogen dan ikatan van der Waals dengan residu-residu asam amino krusial protein MEK. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kedua senyawa baru yang didesain dapat ditindaklanjuti pada studi penemuan obat yang menargetkan MEK pada sisi alosterik.DOI:http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v4i1.7454
Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk) Lela Mukmilah; Zalinar Udin; Elis Lisnawati
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.98 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i5.297

Abstract

Rumput mutiara merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional, tanaman ini termasuk kedalam famili tumbuhan Rubiaceae. digunakan sebagai obat alternatif penyebab penyakit infeksi yang disebabkan karena masuknya mikroorganisme kedalam tubuh. Salah satu mikroorganisme yang mengakibatkan penyakit ini adalah bakteri ( Amonim, 1993). Antibakteri adalah senyawa kimia yang dapat membunuh atau memghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit dengan kerusakan minimal jaringan induknya. Dilakukan penelitian aktivitas antibakteri dari ekstrak rumput mutiara (Hedyotis corimbosa (L.) Lamk) terhadap pertumbuhan beberapa bakteri, yang dlilakukan melalui 4 tahapan yaitu tahapan maserasi, tahapan ekstraksi fraksinasi, tahap pengujian fitokimia, dan diteruskan dengan tahap pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar, parameter yang digunakan adalah dengan melihat zona terang yang dihasilkan (zona yang tidak terjadi pertumbuhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekstrak rumput mutiara terdapat zat aktif yang berfungsi sebagai antibakteri yang terdapat dalam fraksi metilen klorida, pada fraksi ini aktivitas paling baik dihasilkan oleh bakteri S. Disentry dengan diameter daerah hambatan sebesar 27,5 mm.
Anti-bacterial Activity of Prenylated Xanthone from The Bark of Garcinia lowa Darwati Darwati; Elisabeth Krismayanti; Supriyatna Supriyatna; Unang Supratman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.6 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.4057

Abstract

Bioactivity-guided fractionation of a ethyl acetate extract of Garcinia lowa bark has led to the isolation and identification of a known prenylated xanthone, mangosharin, (2,6-dihydroxy-8-methoxy-5-(3-methylbut-2-enyl)-xanthone (1, 15.4 mg) The structure of the compound was identified from analysis of their spectroscopic data and by comparison with previous studies.Compound 1 showed anti-bacterial activity against Sreptococcus mutans with MIC value of 7.25 mg/mL. DOI : http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.4057
Kandungan Pb Pada Daun Angsana (Pterocarpus indicus) dan Rumput Gajah Mini (Axonopus.Sp)Di Jalan Protokol Kota Tangerang Siti Nihayatul Inayah; Thamzil Las; Etyn Yunita
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.29 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.233

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui akumulasi Pb pada daun Angsana (Pterocarpus indicus) dan rumput Gajah Mini (Axonopus.Sp) yang terletak dibeberapa jalan protokol Kota Tangerang. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di Sembilan lokasi utama Kota Tangerang dan satu di lokasi permukiman. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret dan April 2009. Sampel dianalisa menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA) melalui metode destruksi basah. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kandungan Pb pada daun Angsana (2.04 – 7.30 μg/g pada bulan Maret 2009 ; 1.12 – 7.61 μg/g pada bulan April 2009) dan rumput Gajah Mini (2.12 – 12.38 μg/g pada bulan Maret 2009 ; 5.89 – 10.32 μg/g pada bulan April 2009). Secara umum dapat disimpulkan bahwa Pterocarpus indicus dan Axonopus.Sp mampu mengakumulasi Pb pada kisaran 1.12-12.38 μg/g. Kandungan Pb pada daun Angsana dan rumput Gajah Mini hasil penelitian tidak mencapai 1000 ppm (μg/g). Hal ini berarti kandungan Pb pada daun Angsana dan rumput Gajah Mini di Kota Tangerang belum melampaui ambang batas toksisitasnya terhadap tanaman.
Solubility Enhancement of Ethyl AcetateFraction of The Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg Leaves with Addition of β-Cyclodextrin-HPMC by Using Kneading Method Sabrina Sabrina; Yuni Anggraeni; Berti Puspitasaril; LBS Kardono
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.533 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.1077

Abstract

Abstract Ethyl acetate fraction of the Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg extract have a potency to treat the cardiovascular diseases have poorly solubility in water. The purpose of this study was to improve the solubility of the extract. One of method to improve the solubility of the extract by mixing with cyclodextrin polymers and their derivatives. Hydroxyl propyl methylcellulose (HPMC) as a water-soluble polymer can enhance the β-cyclodextrin (β-CD) activity. Three comparisons extract and ß-cyclodextrin were: 1:2, 1:4, and 1:6 by mixing with the addition hydroxyl propyl methylcellulose 0.12%of the total weight of extract and β-CD for each formula. The sample was prepared by kneading method. The sample characterization was used Karl Fischer titration, Scanning Electron Microscopy and solubility study.Content of total flavonoid from the extract was 32.7%. The Result showed that the addition polymer combination of β-CD + HPMC caused increasing the solubility of extract in water7.04% (F1), 19.47% (F2) and 59.92% (F3) compared to extract control with significant differences at level of confidence 95% (p ≤ 0.05). Keywords : ethyl acetate fraction of breadfruit, kneading method, β-cyclodextryn, hydroxy propyl methylcellulose, total flavonoid
Degradasi Zat Warna Orange-F3R dan Violet-3B secara Sonolisis Frekuensi Rendah dengan Penambahan Katalis C-N-Codoped TiO2 Reza Audina Putri; Safni Safni; Diana Vanda Wellia; Upita Septiani; Novesar Jamarun
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.793 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.7801

Abstract

Zat warna orange-F3R dan violet-3B merupakan zat warna organik sintetis turunan vat yang bersifat non-biodegradable. Degradasi kedua zat warna ini telah dilakukan secara sonolisis dengan penambahan katalis semikonduktor TiO2 anatase yang didoping karbon dan nitrogen. Proses sonolisis menggunakan iradiasi ultrasonik dengan frekuensi 35 kHz. Massa katalis optimum yang diperoleh untuk sonolisis zat warna orange-F3R adalah 9 mg dan 6 mg untuk violet-3B. Persen degradasi meningkat secara signifikan dengan penambahan katalis yaitu dari 8.3% menjadi 36.2% untuk sonolisis zat warna orange-F3R selama iradiasi 180 menit. Sedangkan, dengan waktu iradiasi yang sama persen degradasi dari zat warna violet meningkat dari 5.8% menjadi 34.2% setelah penambahan katalis. Kata kunci: C-N-codoped TiO2, sonolisis, ultrasonik, vat  Orange-F3R and violet-3B are non-biodegradable synthetic organic dyes. The degradation of these two dyestuffs has been done by sonolysis process with the addition of semiconductor TiO2 anatase catalyst which is doped by carbon and nitrogen atoms. The sonolysis process used ultrasonic irradiation with a frequency of 35 kHz. The optimum catalyst mass obtained for the orange-F3R dye sonolysis was 9 mg and 6 mg for violet-3B. The percentage of degradation increased significantly with the addition of the catalyst; it was from 8.3% to 36.2% for the orange-F3R dye during irradiation for 180 min. Meanwhile, by the same irradiation time, the degradation percentage of violet dye increased from 5.8% to 34.2% after the addition of the catalyst. Keywords: C-N-codoped TiO2, sonolysis, ultrasonic, vat-dye.
Pemodelan Interaksi Serium(III) dan Air dengan Teori Perhitungan Ab Initio serta Penentuan Himpunan Fungsi Basisnya Eva Vaulina Yulistia Delsy; Tien Setyaningtyas; Ponco Iswanto; Nunik Fitri Utami
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.285 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i4.264

Abstract

Penentuan himpunan fungsi basis (HFB) untuk simulasi ion Ce3+dalam air telah dilakukan dalampenelitian ini. Penentuan HFB harus dilakukan karena HFB yang tersedia adalah HFB untuk unsurCe(III), sedangkan model sistem kimia yang dikaji dalam penelitian ini adalah Ce dalam bentuk ion(Ce3+). Penentuan HFB dimulai dengan menerapkan semua HFB Ce yang diusulkan dari web basisset. Pemilihan HFB dilakukan dengan menggunakan dua metode. Pertama, mencocokkan kurvaenergi interaksi terhadap jarak dengan kurva potensial interaksi dua partikel Lennard-Jones 6-12(metode scan 2 body). Ke dua, optimasi struktur kompleks [Ce(H2O)n]3+ kemudian dibandingkandengan data eksperimen (metode water cluster). Tidak ada transfer muatan yang terjadi padainteraksi Ce3+ dengan air. HFB H dan O ditetapkan menggunakan DZP Dunning. Jenis simulasiDinamika Molekuler yang direkomendasikan untuk mengkaji ion Ce3+ di dalam air adalah MK/MMdengan menggunakan HFB Stutgard RSC ANO/ECP dan Quantum Mechanical Charge Field(QMCF) dengan menggunakan HFB SBKJC VDZ ECP pada tingkat teori Hartree-Fock (HF).
Pemanfaatan Limbah Kulit Ayam Broiler sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel Isalmi Aziz
Jurnal Kimia Valensi Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3804.602 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3606

Abstract


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 2, November 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 2, November 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 1, May 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 1, May 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 2, November 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 2, November 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015 Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014 Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014 Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013 Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013 Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012 Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012 JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008 Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008 Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007 More Issue