cover
Contact Name
Josep Ginting
Contact Email
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Phone
+6285782445170
Journal Mail Official
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dalung No.16, Dalung, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penggerak
ISSN : 24605603     EISSN : 29876826     DOI : 10.62042
Core Subject : Religion,
Jurnal PENGGERAK bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan karya Ilmiah baik tenaga pendidik maupun pendidik sehingga memberi dampak bagi masyarakat luas. Jurnal ini dikemas dalam bentuk penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang Pendidikan dab Teologi Agama Kristen. Jurnal PENGGERAK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali (STTII BALI) yang merupakan member RJI dan PJTI untuk kemajuan penelitian dan keilmuan Teologi Kristen.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): Juni" : 6 Documents clear
PERAN ORANG TUA SEBAGAI PENDIDIK SPIRITUAL ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA BERDASARKAN KITAB ULANGAN PASAL ENAM Manteus, Agus Joko; Wahyuni, Sara
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.70

Abstract

God gives a mandate to parents to educate their children to know and love God. Parents as leaders in the family who carry out God's commandments become the first and foremost educators for their children. Forms of education given by parents through oral teaching and exemplary life through real deeds. Every parent is obliged to educate their children from the womb. Childhood is an important period in instilling an integral education. Parents must realize that what happens in the family has a big impact on personality development, faith development and ultimately the development of children's spiritual intelligence. By using a qualitative research approach, to obtain a comprehensive study. The process of children's education must always be built within the framework of Christ's forgiving and redemptive grace, through the work of the Holy Spirit. The application of a biblical pattern of child education is only effective when it is applied to those who have experienced fellowship in Christ.
KEPEMIMPINAN GEREJA YANG KOLABORATIF DAN ADAPTIF DALAM MENGATASI KESENJANGAN ANTARA GENERASI TUA DAN GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL Kobstan, Heintje Barry
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.75

Abstract

Thegapbetweentheolderandyoungergenerationsneedstobeminimized.George and Nicolas in theirjournalexaminethegenerationalgapinchurchleadershipthatresultsinconflictanddivision.Thereasonisthatthereisawrongconcept in leadership in the church, the young are not consideredsotheyarenotgiventheopportunitytotake part in thechurchespeciallyindevelopingleadership.Tosupport this research with conceptualideasabout the leadership gap between the oldergeneration and theyounger generation with a generationgapapproachsoastoproducecollaborativeandadaptiveleadership,thisarticleiswrittenqualitativelywithadescriptivemethod.In the endtheauthormakesconclusionsbasedonthedescription, analysis,reflectionandofferofsolutionsthathavebeendone.Understanding the bridgesystemor generation gapbetween the leadershipoftheoldergeneration and the youngergenerationwillcreateaCollaborativeandAdaptiveLeadershipstyleinthedigitalera.Acollaborativechurchleadershipstylethatinvolvesolder and youngergenerationsindecision-makingprocessescreatesopportunitiestostrengthenintergenerationalrelationships, listentodiverseviews,andreachbetterdecisions.Generationgap is aconditioncausedbydifferencesinexperience,differences in attitudesbetweendifferentgenerationseventuallyleadtogapsor "distance"Theyoungergenerationismorefamiliarwithtechnologyand the digitalworldthantheoldergeneration.Thisresearchframeworkisnotonlylimited to discussingthegapbetweengenerations, buthowtodevelopcollaborativeandadaptiveleadershipconcepts.
Si KANCIL BERENANG DI KOLAM BUAYA: Berteologi “Pop” di Patahan Masyarakat Urban Tambunan, Elia; Sianipar, Ronald
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.71

Abstract

Pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia tengah menghadapi problem, di mana teologi urban adalah topik yang relatif baru, masih diperlukan usaha yang serius untuk itu, kita belum banyak melihat praksisnya lebih gamblang. Bagaimana menghadirkan sumber daya kreatif di masyarakat urban,(kaum ini menekankan sekularisme, liberalisme pemikiran di sisi tertentu, maupun konservatisme, radikalisme agama di sisi lain), untuk menjalankan cara praksis berteologi? Itulah yang hendak dijawab dalam tulisan ini.Dengan menampilkan Jungle School Salatiga, Jawa Tengah, (satu pendidikan non formal sekolah alam, menjadi lokus kajian), tampak praksis bersekolah bisa reflektif bahkan kontributif untuk kebutuhan edukasi kaum urban. Jika benar adanya pendidikan ialah bagian dari pelaksanaan teologi seperti terakui oleh pakar terkait selama ini, maka dari tulisan ini (yang dilakukan dengan riset kualitatif dari refleksi empiris di mana peneliti adalah aktor-orang dalam) terlihat, paedagogia sebagai sisi lain Amanat Agung Kristus yang tidak banyak diseminasikan selama ini. 
MASIH RELEVANKAH HUKUM TAURAT DI MASA ANUGERAH? M. Th, Prabowo; Mada, Deby Yunita
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.72

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini pembicaraan tentang hukum Taurat di dalam gereja menjadi hangat, atau lebih tepatnya panas, oleh karena adanya pengajaran “kasih karunia modern” atau yang disebut juga “reformasi kasih karunia”, “revolusi kasih karunia” atau “hyper grace.” Menurut buku Hyper Grace yang ditulis oleh Michael L. Brown, PhD., kelompok tersebut berpandangan bahwa pengajaran Yesus, seperti kotbah di atas bukit tidak ditujukan kepada gereja yang hidup di masa sekarang, tapi itu ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang hidup di masa Yesus. Yang disebut pengajaran kasih karunia dan yang berlaku bagi gereja masa kini ialah pengajaran yang dimulai sejak salib Kristus dan pengajaran para rasul.
PRINSIP MENGAJAR BERBASIS KEBUTUHAN PESERTA DIDIK BERDASARKAN KITAB INJIL Kristiana, Pestaria Happy; Wona, Yolanda Theresia
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.73

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memberikan paparan kepada pendidik tentang prinsip mengajar berbasis kebutuhan berdasarkan kitab Injil. Diharapkan dengan melakukan prinsip-prinsip tersebut proses pembelajaran PAK dapat menyentuh kebutuhan dari peserta didik. Penelitian ini penting, mengingat tujuan dari proses pembelajaran PAK adalah perubahan hidup. Namun demikian tujuan tersebut belum dapat tercapai dengan maksimal. Hal ini dikarenakan pribadi dari pendidik yang belum memahami tentang prinsip mengajar yang menyentuh kebutuhan peserta didik. Untuk menemukan prinsip mengajar ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur dan eksposisi dari Kitab Injil tentang prinsip mengajar yang dilakukan Yesus. Ada tiga prinsip mengajar yang dapat menyentuh kebutuhan dari peserta didiknya yaitu prinsip mengajar dengan keteladanan, prinsip mengajar dengan pemuridan dan prinsip mengajar dengan perjumpaan langsung.
Mengupas Konsep Dosa Asal Dalam Hamartiologi Kristen Fransiska, Ni Nyoman; Krisdiantoro, Andreas Dwi
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.74

Abstract

Dosa asal menjadi salah satu topik diskusi yang hangat di kalangan para teolog sejak permulaan kekristenan hingga saat ini. Karena dosa Adam, maka setiap manusia turunannya mempunyai tabiat dosa atau "natur dosa", karena dia adalah bapa dari segenap umat manusia. Dosa asal adalah suatu kerusakan natur secara turun temurun, yang menyebar ke seluruh manusia, yang menjadikan manusia layak dimurkai Allah, dan yang menghasilkan hal-hal jahat di dalam manusia. Dosa adalah kegagalan memenuhi standart Allah. Dosa asal tersebut berdampak terhadap seluruh manusia namun ada solusi dan jalan keluar dari setiap yang telah terjadi dan telah dialami segenap manusia yaitu penebusan oleh Kristus. Salib membuktikan kebesaran kasih Allah dan kebobrokan dosa. Orang berdosa tidak dapat memperbaiki keadaan mereka sendiri. Tuhan Allah menunjukkan kekayaan kemurahan-Nya atas orang berdosa, juga tetap menegakkan kebenaran-Nya yang sempurna. Salib Kristus memberikan jalan dengan mempersembahkan satu-satunya Korban yang sempurna untuk menebus manusia, sekali untuk selamanya. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis kualitatif. Metode yang digunakan adalah hermeneutika dengan pendekatan eksegeses dan eksposisi secara sederhana.

Page 1 of 1 | Total Record : 6