cover
Contact Name
Nur Mauliska
Contact Email
nurmauliska4@gmail.com
Phone
+6282325327267
Journal Mail Official
mozaik.unzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. PB, Sudirman, No.360, Kraksaan, Probolinggo, 67282.
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Mozaik: Journal of Art and Architecture
ISSN : 30249848     EISSN : 30249856     DOI : -
Fokus dan Ruang Lingkup Fokus Jurnal: "Mozaik: Jurnal Seni dan Arsitektur" bertujuan untuk menjadi platform akademik yang menggabungkan studi seni dan arsitektur. Fokus utama jurnal ini adalah untuk mendorong pemahaman mendalam tentang interaksi kompleks antara seni dan arsitektur, serta kontribusinya terhadap budaya, sejarah, dan masyarakat. Jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi isu-isu kritis dalam seni dan arsitektur, menganalisis tren kontemporer, dan mendorong diskusi akademis yang mendalam. Ruang Lingkup Jurnal: Ruang lingkup "Mozaik: Jurnal Seni dan Arsitektur" mencakup, namun tidak terbatas pada, berbagai topik di bidang seni dan arsitektur, seperti: 1. Sejarah Seni dan Arsitektur: Penelitian tentang perkembangan seni dan arsitektur dari berbagai periode sejarah dan budaya. 2. Seni Kontemporer: Analisis seni kontemporer, termasuk seni pertunjukan, seni media, seni instalasi, dan banyak lagi. 3. Arsitektur Modern dan Kontemporer: Pembahasan tentang desain arsitektur modern dan tren kontemporer di bidang ini. 4. Seni dan Budaya: Penelitian tentang dampak seni dan arsitektur terhadap budaya dan masyarakat. 5. Teori Seni dan Arsitektur: Eksplorasi konsep dan teori dalam seni dan arsitektur. 6. Arsitektur dan Lingkungan: Studi tentang hubungan antara arsitektur, lingkungan, dan keberlanjutan. 7. Kritik Seni dan Arsitektur: Ulasan kritis terhadap karya seni dan desain arsitektur. 8. Pendekatan Interdisipliner: Artikel yang memadukan seni dan arsitektur dengan disiplin akademis lain, seperti filsafat, sejarah, sosiologi, dan antropologi.
Articles 25 Documents
An Exploration of Calligraphic Art within the Context of Islamic Thought Mauliska, Nur
Mozaik : Journal of Art and Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/rv0km772

Abstract

This research discusses and describes the importance of calligraphy art in the view of Islam. In Islam, art is seen as something very valuable, and encourages appreciation of beauty, science, technology, and art itself. Calligraphy, as one of the art forms that plays an important role in Islam, is a written art that has high aesthetic value. According to Shaykh Shamsuddin al-Afkani, calligraphy includes understanding the shape of letters, the placement of letters, and how to assemble them into quality writing. Calligraphy reflects the deep meaning of art in Islam and becomes a distinctive spiritual expression. This research uses the literature study method by collecting data from various sources such as books and scientific reports that are relevant to the topic of study. The findings show that the art of calligraphy in Islam has a unique and distinctive aesthetic beauty, and is part of the Arab cultural heritage that needs to be appreciated and understood wholeheartedly.
Mengidentifikasi Pengalaman Belajar Online Mahasiswa Arsitektur untuk Lingkungan Pendidikan yang Cerdas Sa'diyah, Halimatus; Yunus, Moch.
Mozaik : Journal of Art and Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/rcgpzj19

Abstract

Pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam bidang pendidikan arsitektur dan desain. Mahasiswa dan pendidik terpaksa mengadopsi kursus virtual dengan cepat, dan kembali ke ruang kelas fisik dalam waktu dekat masih belum pasti. Studi ini menyelidiki pengalaman pembelajaran jarak jauh terkini dari mahasiswa tingkat tiga dalam program Arsitektur melalui kuesioner. Selain tiga dimensi kerangka kerja komunitas penyelidikan (CoI), termasuk kehadiran pengajaran, sosial, dan kognitif, kehadiran spasial dieksplorasi dalam penelitian ini karena kehadiran ruang oleh peserta didik dapat memengaruhi pengalaman belajar mereka. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa tahun pertama dan kedua memiliki pengalaman pembelajaran jarak jauh yang sangat berbeda dibandingkan mahasiswa tahun ketiga hingga kelima, tergantung pada pengalaman mereka di kelas tatap muka. Survei yang diperluas diakhiri dengan diskusi tentang tiga pendekatan pembelajaran reflektif dalam pendidikan desain arsitektur daring. Makalah ini memberikan pengetahuan sistematis tentang persepsi mahasiswa tentang pembelajaran jarak jauh selama pandemi dan berkontribusi untuk mengembangkan lingkungan pendidikan cerdas dalam pedagogi arsitektur.
Menjelajahi Batik Dewi Rengganis sebagai Media untuk Meningkatkan Kesadaran Komunikasi Antarbudaya dan Kompetensi Global melalui Ikonografi Warisan Majapahit Firdausia, Wardaniatul; Ramadhan, Bayu Gilang
Mozaik : Journal of Art and Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/cvnz9849

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan Batik Dewi Rengganis karya tekstil kontemporer yang terinspirasi dari ikonografi Majapahit sebagai media pedagogis untuk meningkatkan kesadaran komunikasi antarbudaya dan kompetensi global. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, kuesioner terbuka, dan analisis dokumentasi terhadap peserta pelatihan, pengrajin batik, dan pakar budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen simbolik warisan Majapahit dalam desain batik seperti bunga teratai, senjata tradisional, dan arca suci berfungsi sebagai narasi visual yang mendorong refleksi kritis dan dialog lintas budaya. Peserta menunjukkan peningkatan sensitivitas terhadap nilai-nilai antarbudaya seperti toleransi, identitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Temuan ini menegaskan potensi budaya visual lokal sebagai alat edukatif transformatif dalam membentuk kewargaan global. Namun, penelitian ini juga menyoroti implikasi etis terkait representasi digital dan komersialisasi simbol budaya, serta pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan inovasi yang menghormati nilai-nilai budaya.
Dimensi Budaya dan Sosial Arsitektur Hijau: Mendesain untuk Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat Sa'diyah, Halimatus; Ramadhan, Bayu Gilang
Mozaik : Journal of Art and Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bdg27186

Abstract

Arsitektur hijau melampaui keberlanjutan lingkungan dengan mengintegrasikan dimensi budaya dan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini mengeksplorasi bagaimana praktik arsitektur berkelanjutan dapat selaras secara harmonis dengan identitas budaya lokal dan kebutuhan sosial, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini dimulai dengan membangun kerangka teoritis yang mencakup prinsip-prinsip keberlanjutan, pertimbangan budaya, dan inklusivitas sosial. Hal ini menekankan bahwa arsitektur hijau yang efektif harus menghormati tradisi dan warisan lokal, dengan menggunakan bahan dan teknik asli yang selaras dengan identitas budaya masyarakat. kepekaan budaya dalam desain tidak hanya melestarikan bangunan bersejarah tetapi juga memastikan bahwa bangunan baru diterima oleh penduduk setempat. Lebih jauh, tinjauan ini meneliti dampak arsitektur hijau terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan melalui peningkatan kualitas udara dalam ruangan, pencahayaan alami, dan elemen desain biofilik, bangunan hijau berkontribusi signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental. Ruang-ruang ini dirancang untuk menumbuhkan kohesi sosial dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mudah diakses yang mendorong interaksi sosial dan keterlibatan masyarakat. Tinjauan ini menyoroti proses desain partisipatif sebagai hal yang penting untuk arsitektur hijau yang sukses. Melibatkan anggota masyarakat dalam fase desain dan pengembangan membangun modal sosial dan memastikan bahwa struktur akhir memenuhi kebutuhan dan aspirasi spesifik masyarakat. Studi kasus ruang hijau perkotaan, pembangunan perumahan berkelanjutan, dan bangunan publik menggambarkan penerapan praktis prinsip-prinsip ini, memamerkan proyek-proyek yang telah berhasil mengintegrasikan dimensi budaya dan sosial dengan tujuan keberlanjutan. Tantangan seperti menyeimbangkan keberlanjutan dengan tujuan budaya dan sosial, dan menavigasi kerangka kebijakan dan peraturan, juga dibahas. Tinjauan ini diakhiri dengan mengadvokasi pendekatan holistik terhadap arsitektur hijau yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan dukungan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, beresonansi secara budaya, dan inklusif secara sosial. Tren dan inovasi masa depan di bidang ini siap untuk lebih meningkatkan sinergi antara keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Ekspresi Identitas Budaya dalam Seni Lukis Kontemporer Indonesia Firdausia, Wardaniatul
Mozaik : Journal of Art and Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/myv4av29

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana seniman lukis kontemporer Indonesia mengekspresikan identitas budaya dalam karya-karya mereka. Dalam konteks globalisasi yang semakin mengaburkan batas-batas budaya, seniman Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan kekhasan lokal tanpa kehilangan relevansi global. Studi ini menganalisis beberapa karya seniman Indonesia seperti Entang Wiharso, Eko Nugroho, dan I Nyoman Masriadi, dengan pendekatan kualitatif melalui analisis visual dan konteks sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol lokal, mitologi, serta isu sosial-politik menjadi medium penting dalam membentuk narasi identitas budaya yang khas namun tetap dialogis dengan perkembangan seni global. Penelitian ini menegaskan pentingnya seni sebagai alat refleksi dan negosiasi identitas dalam masyarakat multikultural modern.

Page 3 of 3 | Total Record : 25