cover
Contact Name
DEDE AJI MARDANI
Contact Email
dedeaji.m@gmail.com
Phone
+6289663125868
Journal Mail Official
dedeaji.m@gmail.com
Editorial Address
Jln KH Tubagus Abdullah RT 01/06 Purbaratu
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Hasbuna
ISSN : -     EISSN : 29644003     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal HASBUNA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam yang terbit pada bulan September dan Maret setiap tahunnya. Jurnal ini menerima artikel dari berbagai akademisi, dosen dan para cendekia yang berisi tentang hasil penelitian, studi kepustakaan yang lebih fokus pada bidang pendidikana Agama Islam namun tidak terbatas pada ruang Pendidikan Agama Islam saja. Fokus pada karya ilmiah tentang pendiddikan Islam termasuk kurikulum, pembelajaran Islami, manajemen Pendidikan Islam, Madrasah, Pesantren dan Pendidikan Usia Dini yang terbit Maret dan September
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 142 Documents
ANALISIS NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM SERIAL ANIMASI NUSSA & RARRA: TINJAUAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Asep Wildan; Rudi Permadi; Lani Sabila
HASBUNA : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/pd2xas94

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menanamkan pemahaman Islam yang moderat sejak usia dini untuk menghadapi risiko radikalisasi, intoleransi, serta pemahaman keagamaan yang eksklusif di masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi yang dirumuskan oleh Eriyanto, peneliti menganalisis konten narasi dan visual dari lima episode terpilih yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa serial "Nussa & Rarra" secara terus-menerus menggabungkan empat aspek utama moderasi beragama, yaitu: Tawasuth (mengambil jalan tengah), Tawazun (keseimbangan), I’tidal (keadilan), dan Tasamuh (toleransi). Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui ajaran verbal, tetapi juga diperlihatkan dalam tindakan nyata karakter, seperti sikap membantu sesama tanpa memandang latar belakang kepercayaan pada episode "Toleransi", serta etika menasehati yang menghormati keadilan sosial. Secara teori, penemuan ini memperkuat Social Learning Theory milik Albert Bandura, yang menunjukkan bahwa animasi berfungsi sebagai "Model Simbolik" yang efektif dalam membangun kompas moral anak melalui pengamatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media audio-visual yang inovatif dapat mengubah konsep-konsep teologis yang abstrak menjadi panduan praktis keseharian yang mudah dipahami oleh pelajar. Keterkaitannya dengan materi PAI terlihat pada penyajian bahan ajar yang terintegrasi yang mendukung Standar Kompetensi materi Akidah Akhlak, serta memberikan solusi bagi pendidik untuk beradaptasi dengan gaya belajar visual generasi masa kini. Sebagai kesimpulan, penguatan pendidikan etika digital dan moderasi beragama melalui media populer adalah langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas secara spiritual, memiliki kesadaran kewarganegaraan yang tinggi, dan mampu menjadi perekat bagi keberagaman bangsa dalam framework Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
IMPLIKASI PEMBIASAAN SALAT BERJAMAAH TERHADAP PEMBINAAN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN ISHLAHUL UMMAH KOTA TASIKMALAYA Irma Nurhidayah; Muhamad Zainul Abidin; Syifa Salsabiila
HASBUNA : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/vjc79m78

Abstract

Pendidikan karakter di pesantren dilaksanakan melalui berbagai bentuk pembiasaan ibadah, salah satunya salat berjamaah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan salat berjamaah serta menganalisis implikasinya terhadap pembinaan karakter santri di Pondok Pesantren Ishlahul Ummah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat berjamaah dilaksanakan secara rutin melalui tata tertib, keteladanan pembimbing, dan pengawasan yang konsisten. Pembiasaan tersebut berimplikasi positif terhadap pembinaan karakter santri, terutama dalam membentuk sikap religius, disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan kebersamaan.