cover
Contact Name
Fajar Hidayanto
Contact Email
fajarhidayanto94@gmail.com
Phone
+6285745886288
Journal Mail Official
jamp@unmerpas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan Jl. Ir. H. Juanda No.68, Tapaan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67129
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
ISSN : 2581043X     EISSN : 25978683     DOI : http://dx.doi.org/10.51213/jamp.v6i1
This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant biotechnology, plant microbiology, plant breeding, post harvest-handling, hydroponics system, soil science, soil fertility, evaluation and suitability of agricultural land
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019" : 5 Documents clear
Aplikasi Pupuk Organik dan Jumlah Bibit per Lubang Tanam pada Tanaman Padi (Oryza sativa, L.) dalam Sistem Jajar Legowo Indah Yuliati; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras sampai saat ini masih merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Padi sebagai tanaman pangan penghasil beras, sebagian besar ditanam di lahan sawah. Penurunan produktivitas tanaman padi diantaranya disebabkan oleh menurunnya kandungan bahan organik tanah, jumlah bibit per lubang tanam yang kurang tepat, serangan hama dan penyakit maupun gangguan gulma. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara penggunaan pupuk organik, penentuan jumlah bibit per lubang tanam yang tepat serta pengendalian serangan hama, penyakit dan gulma yang dipadukan dengan sistem penanaman.Penelitian dilaksanakan di lahan sawah yang terletak di Desa Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan pada ketinggian tempat ± 4 m dpl dengan jenis tanah aluvial dan pH tanah 6,8. Pelaksanaan pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2017. Penelitian disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Petak utama (main plot) adalah dosis pupuk organik yang terdiri dari O1: dosis pupuk organik 1,5 ton ha-1, O2: dosis pupuk organik 2,5 ton ha-1, O3:dosis pupuk organik 3,5 ton ha-1, sedangkan anak petak (sub plot) adalah jumlah bibit perlubang tanam yang terdiri dari B1: 1 bibit perlubang tanam, B2: 2 bibit perlubang tanam, B3: 3 bibit perlubang tanam. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan rumpun-1, jumlah malai rumpun-1, persentase gabah hampa, bobot1000 bulir gabah kering panen dan bobot gabah kering giling. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interaksi dosis pupuk organik dan jumlah bibit pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan sistem jajar legowo.Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk organik dan jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi namun jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 29, 36 dan 43 hst; jumlah anakan umur 15, 22 dan 29 hst serta jumlah malai per rumpun; jumlah malai terbanyak terdapat pada penggunaan 2 bibit per lubang tanam sedangkan dosis pupuk organik hanya berpengaruh terhadap jumlah anakan pada umur 22 hst.
Uji Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Gamal Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brasicca rapa L.) Abdur Rokhim Nurhadi; Anggi Indah Yuliana; Mazidatul Faizah
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun bertujuan untuk mengetahui metode yang efektif untuk pemberian ekstrak daun gamal terhadap tanaman sawi pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Wahabiyyah 2 Al-Lathifiyyah 3 Bahrul „Ulum Tambakberas Jombang pada Bulan Maret s/d September 2019. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang tiga kali dengan perlakuan sebagai berikut: P0 : Kontrol Air; P1 : MOL Konsentrasi 2,5%; P2 : MOL Konsentrasi 5%; P3 : MOL Konsentrasi 7,5%; P4 : MOL Konsentrasi 10%; P5 : POC Konsentrasi 2,5%; P6 : POC Konsentrasi 5%; P7 : POC Konsentrasi 7,5%; P8 : POC Konsentrasi 10%.Hasil analisis kandungan unsur N menunjukkan bahwa MOL dan POC daun gamal tidak memenuhi persyaratan teknis minimal kandungan unsur N dalam pupuk organik cair yang dipersyaratkan oleh Permentan Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah karena memiliki kandungan unsur N yang lebih rendah dibandingkan standar mutu dalam peraturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya respon negatif tanaman terhadap perlakuan menggunakan MOL. Hal ini karena lambatnya proses dekomposisi bahan organik dalam tanah yang menyebabkan tanaman sawi pakcoy tidak dapat memanfaatkan unsur hara hasil dekomposisi secara maksimal karena tanaman sawi pakcoy memiliki umur yang relatif pendek.
Respon Dua Varietas Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kascing dan Pupuk Anorganik Idi Afrili Adam; Mohamad Nasirudin; Yudhy Wardhani
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang respon dua varietas bawang merah terhadap pemberian pupuk organik kascing dan pupuk anorganik, telah dilaksanakan mulai bulan Juni 2019 sampai Agustus 2019 pada musim kemarau di Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang dengan ketinggian ± 38 m di atas permukaan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas yang paling respon terhadap pemberian pupuk organik kascing dan anorganik, untuk mengetahui efisiensi pemberian pupuk organik kascing dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan untuk mengetahui interaksi antara varietas tanaman bawang merah dengan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri dari dua varietas yaitu VF (varietas Filipina) dan VB (varietas Bauji), faktor kedua adalah pemberian pupuk organik kascing dan anorganik yang terdiri dari enam level yaitu P1 (100% Kascing dan 0% Anorganik), P2 (100% Kascing dan 25% Anorganik), P3 (100% Kascing dan 50% Anorganik), P4 (100% Kascing dan 75% Anorganik), P5 (100% Kascing dan 100% Anorganik), P6 (0% Kascing dan 100% Anorganik).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Filipina memberikan respon yang lebih baik dari pada varietas Bauji terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Perlakuan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik.
Pengaruh Herbisida dan Penyiangan Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang Fany Yustian Kristiyanto; Anggi Indah Yuliana; Yudhy Wardhani
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia baik diusahakan oleh perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Tebu ditanam sebagai penghasil gula yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kalori, bahan pengawet, industri, bahan farmasi, dan juga menambah cita rasa. Gula pasir dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat, juga digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan makanan dan minuman. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan herbisida Amexone 500 SC dan penyiangan gulma pada pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas bululawang di Kebun Bibit Daerah Mlaten, Desa Sukosari, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan pada ketinggian 49 m dpl pada Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji yaitu P0: tanpa pengendalian gulma; P1: penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali (bebas gulma); P2: penyiangan secara manual dilakukan 4 minggu setelah tanam (MST) dan 8 MST; P3: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 4 MST; P4: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 4 MST; P 5: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 8 MST; P6: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 8 MST; P7: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 4 MST dan 8 MST; P8: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 4 MST dan 8 MST.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali/bebas gulma) menghasilkan jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tertinggi pada 12 minggu setelah tanam (MST). Pengendalian gulma di tanaman tebu dengan perlakuan penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas bululawang dibandingkan perlakuan yang lain.
Pengaruh Cendawan Mikoriza Arbuscular (CMA) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt.) M. Faizi; Retno Tri Purnamasari
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis termasuk komoditas pangan yang banyak diminati oleh masyarakat. Dapat dikonsumsi sebagai jagung bakar,pelengkap sayuran dan lauk, kue atau produk olahan lain. Permintaan jagung manis yang terus meningkat dari tahun ketahun merupakan peluang bagi petani untuk membudidayakan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk keberhasilan budidaya jagung manis adalah mengusahakan agar unsur hara dalam tanah tersedia dan dapat diserap secara optimal oleh tanaman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan Cendawan Mikoriza Arbuscular (CMA) pada tanaman melalui tanah.Penelitian dilaksanakan di Desa Krapyak Rejo, Kel. Pohjentrek, Kec. Panggungrejo, Kota Pasuruan pada bulan Agustus-November 2018. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu M0: CMA 0 g tanaman-1, M1: CMA 5 g tanaman-1, M2: CMA 7,5 g tanaman-1 dan M3: CMA 10 g tanaman-1 dengan ulangan enam kali. Tujuan penelitian adalah mengetahui dosis CMA yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang optimal.Hasil penelitian menunjukkan pemberian cendawan mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan mikoriza dosis 10 g tanaman-1 memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi pada semua parameter. Jagung manis dengan dosis mikoriza 10 g tanaman-1 menghasilkan bobot tongkol hektar-1 sebesar 20,60 ton ha-1, diikuti dosis mikoriza 7,5 g tanaman-1 sebesar 19,03 ton ha-1, dosis mikoriza 5 g tanaman-1 menghasilkan 17,98 ton ha-1 dan hasil lebih rendah pada kontrol yaitu sebesar 17,42 ton ha-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 5