cover
Contact Name
Iis Susiawati
Contact Email
lp3lk@iai-alzaytun.ac.id
Phone
+6285759871199
Journal Mail Official
lp3lk@iai-alzaytun.ac.id
Editorial Address
Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Islamic Studies
ISSN : 29880947     EISSN : 29880947     DOI : https://doi.org/10.61341/jis
Core Subject : Social,
The Journal of Islamic Studies is managed and published by IAI Al-Zaytun Indonesia. JIS focus is related to the study of Islamic society which consists of Islamic Science and Civilization, Islamic thought, the Muslim community, Islamic philosophy, Islam and Peace, Islamic education, Islamic law, Islamic Economics and Business, and other multidisciplinary sciences related to the study of Islamic society. JIS invites researchers, academics, and practitioners to write articles and submit them to the JIS editorial board which will be published in January, March, May, July, September and November.
Articles 151 Documents
PRAKTIK SEWA MENYEWA RUKO PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM DI CITEUREUP BOGOR Ngadirin; Abbas, Ahmad Sudirman; Iswandi, Irvan
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies (September)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik sewa menyewa ruko di Komplek Griya Persada Karang Asem Barat, Citeureup, Bogor, dari perspektif hukum positif dan hukum Islam serta bertujuan untuk mengetahui praktik sewa menyewa ruko perspektif hukum positif dan hukum Islam. Metode penelitiannya menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan naturalistik, melibatkan 4 ruko sebagai objek penelitian, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sewa menyewa ruko yang sering dilakukan ialah melalui perjanjian lisan dengan bukti tertulis, berupa kuitansi pembayaran yang bermaterai. Masalah yang muncul seringkali berkaitan dengan pelanggaran hak dan kewajiban serta ketidakpatuhan terhadap hal-hal yang sudah disepakati. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat dalam membuat perjanjian sewa menyewa secara tertulis yang memuat identitas pihak, hak dan kewajiban, serta syarat-syarat kesepakatan. Perjanjian lisan secara hukum sah, tetapi kekuatan hukumnya lemah dibandingkan perjanjian tertulis dalam hukum perdata. Bukti tertulis seperti kuitansi bermaterai dapat membantu, tetapi kekuatan hukumnya masih terbatas. Dalam konteks hukum positif, perjanjian yang sah tidak dapat dibatalkan secara sepihak dan bersifat mengikat, sementara hukum Islam menekankan keadilan dan kejelasan dalam setiap perjanjian untuk menjaga hak kedua belah pihak agar sah dan mengikat. Kata Kunci: Sewa Menyewa Ruko, Hukum Positif, Hukum Islam, Perjanjian Lisan, Kepastian Hukum.
POLA KOMUNIKASI GURU PEMBIMBING ASRAMA DENGAN SANTRI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DI ASRAMA AL-FAJR MA’HAD AL-ZAYTUN INDRAMAYU Nurhidin, Dede; Sulistyani, Anjar; Satria, Alfi
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies (September)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren menghadapi banyak tantangan dalam membentuk kedisiplinan santri karena memang pesantren berfokus dalam penanaman karakter yang baik kepada santri. Pola komunikasi memainkan peranan penting dalam menanamkan dan pembentukan kedisiplinan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi guru pembimbing asrama dengan santri dalam pembimbingan di asrama serta untuk mengetahui pola komunikasi yang dapat meningkatkan kedisiplinan di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan pengamatan langsung dan interaksi dengan subjek penelitian dalam lingkungan alami mereka. Proses pencarian data mengimplikasikan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pembimbing asrama dengan santri di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun berlangsung dalam berbagai bentuk pola komunikasi, mulai dari rantai, roda, Y, lingkaran, bintang, hingga rantai terputus, yang dipengaruhi oleh karakter guru dan kondisi santri. Secara umum, guru tidak hanya berperan sebagai pemberi instruksi, tetapi juga sebagai teladan, orang tua, kakak, dan teman bagi santri. Pola komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan kedisiplinan adalah pola roda yang terstruktur, jelas, dan konsiten karena mampu menjaga otoritas sekaligus menyesuaikan pendekatan personal. Kata Kunci: Pola komunikasi, Guru, Kedisiplinan santri, Asrama.
MAKNA TERSIRAT DALAM LINGUISTIK ARAB: TINJAUAN TEORETIS AL-DILĀLAH AL-ISYĀRIYYAH Aceng Cahyani; Dadeng Irman Fauzi; Sugondo
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Makna tersirat (al-dilālah al-isyāriyyah) merupakan aspek penting dalam kajian semantik Arab yang berperan dalam mengungkap kedalaman makna teks, khususnya teks keagamaan seperti Al-Qur’an. Bahasa Arab tidak hanya menyampaikan makna secara eksplisit melalui lafaz, tetapi juga memuat makna implisit yang dapat dipahami melalui struktur bahasa, konteks, dan isyarat kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep al-dilālah al-isyāriyyah dalam linguistik Arab, meliputi pengertian, fungsi, serta jenis-jenis dilālah yang berkaitan dengan makna tersirat. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui penelaahan buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-dilālah al-isyāriyyah memiliki peran signifikan dalam memahami pesan implisit teks bahasa Arab serta memiliki berbagai fungsi komunikasi, seperti fungsi instrumental, regulatif, interaksi, pribadi, heuristik, imajinatif, dan representasional. Selain itu, kajian ini menegaskan pentingnya klasifikasi dilālah, seperti dilālah al-‘ibārah, al-isyārah, al-naṣṣ, dan al-iqtiḍā’, dalam memahami teks secara komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan semantik Arab menjadi kunci utama dalam penafsiran dan pembelajaran bahasa Arab secara kontekstual. Kata Kunci: Semantik, Makna Tersirat, Al-Dilālah al-Isyāriyyah, Linguistik Arab, Konteks
ANALISIS SEMANTIK KONTEKSTUAL KATA نُور DALAM AL-QUR’AN Afdhalul Madani; Yusron Al-Hariq
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penggunaan kata nūr (نُور) dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik kontekstual. Sebagai penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode analisis isi, kajian ini mengeksplorasi bagaimana sebuah istilah yang secara leksikal berarti "cahaya" mengalami perluasan makna berdasarkan konteks ayatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata nūr dalam Al-Qur’an dapat dipetakan ke dalam tiga kategori utama: makna literal (fisik) yang merujuk pada fenomena alam seperti cahaya bulan ; makna simbolik-spiritual yang merepresentasikan petunjuk Ilahi, iman, dan sifat Allah ; serta makna sosial-normatif yang merujuk pada wahyu atau Al-Qur’an sebagai pedoman etika kehidupan. Analisis sintagmatik dan paradigmatik mengungkapkan bahwa nūr berfungsi sebagai konsep kunci yang menghubungkan dimensi kosmologis, teologis, dan etis secara sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa perluasan makna nūr bukan merupakan bentuk ambiguitas, melainkan sebuah proses metaforisasi yang tetap berakar pada fungsi dasarnya sebagai penerang yang menyingkap kegelapan. Secara akademik, penelitian ini memperkuat urgensi pendekatan linguistik dalam memperkaya penafsiran teks wahyu tanpa mereduksi maknanya hanya pada aspek literal.
SEJARAH PERKEMBANGAN KAMUS BAHASA ARAB (DARI ERA KLASIK HINGGA MODERN) Ibnu Khanif Almadani; Abdul Rosyid; Agus Ikhsanudin
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Perkembangan kamus Bahasa Arab merupakan bagian penting dari dinamika intelektual dalam tradisi keilmuan Islam. Seiring dengan penyebaran Islam dan interaksi bahasa Arab dengan berbagai budaya, kebutuhan terhadap penyusunan kamus semakin mendesak, baik untuk menjaga kemurnian bahasa maupun untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan metodologi penyusunan kamus Bahasa Arab dari periode klasik hingga era digital serta mengidentifikasi karakteristik dan problematika pada setiap fase perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dalam bidang leksikografi Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan kamus Bahasa Arab dapat diklasifikasikan ke dalam tiga fase utama, yaitu periode klasik yang berorientasi pada pelestarian bahasa melalui sistem radikal huruf, periode pertengahan yang ditandai dengan penyederhanaan struktur dan sistematika entri, serta periode modern yang mengintegrasikan sistem abjad murni, pendekatan semantik, dan digitalisasi. Transformasi tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari model filologis-preservatif menuju model komunikatif-kontekstual yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa inovasi dalam leksikografi Arab tetap diperlukan guna menjembatani warisan klasik dengan kebutuhan pembelajaran dan komunikasi kontemporer.
PEMAKNAAN KATA AS-SHAMAD MENURUT ILM DALALAH Siti Khoirunnisa; Fadlia Nurul Islamia
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna kata As-Shamad dalam Surah Al-Ikhlāṣ ayat kedua dengan pendekatan semantik dalam kerangka Ilmu Dalālah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semantik. Makna As-Shamad dianalisis dari tiga dimensi: leksikal, kontekstual, dan teologis. Secara leksikal, As-Shamad merujuk pada dzat yang menjadi tempat bergantung, tempat kembali, serta sumber rujukan bagi segala kebutuhan. Secara kontekstual, kata ini digunakan dalam struktur ayat yang menegaskan keesaan dan kemutlakan Allah, memperkuat konsep tauhid. Dalam kerangka Ilmu Dalālah, As-Shamad merupakan penunjukan makna melalui sifat yang disebutkan berdampingan dengan nama Allah lainnya, yang menguatkan posisi Allah sebagai satu-satunya dzat yang tidak bergantung pada apa pun, sementara seluruh makhluk bergantung kepada-Nya. Penelitian ini menunjukkan bahwa makna As-Shamad dalam konteks Surah Al-Ikhlāṣ tidak hanya menampilkan aspek linguistik, tetapi juga pesan teologis yang mendalam mengenai sifat-sifat Allah. Dengan pendekatan semantik dan Dalālah, pemahaman terhadap makna suatu lafaz dalam Al-Qur’an memerlukan pengamatan terhadap dimensi leksikal, konteks ayat, dan hubungan antar kata yang membentuk makna secara utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu, As-Shamad bukan hanya sebuah kata, melainkan representasi dari inti ajaran tauhid Islam.
ANALISIS MAKNA KONOTATIF DAN DENOTATIF BAHASA ARAB DALAM KONTEKS SOSIAL DAN BUDAYA Nur Fitri Islami; Laili Fitriyani
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara makna denotatif dan konotatif dalam bahasa Arab, serta bagaimana konteks sosial dan budaya memengaruhi pemaknaan tersebut. Bahasa Arab dikenal memiliki kekayaan makna yang tidak hanya bersifat literal, tetapi juga sarat nuansa emosional dan simbolik yang berakar pada budaya masyarakat Arab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif merujuk pada arti harfiah suatu kata, sementara makna konotatif berkaitan dengan asosiasi nilai, emosi, dan simbol budaya yang melekat pada kata tersebut. Konteks sosial dan budaya sangat berperan dalam menentukan makna konotatif, yang jika tidak dipahami dengan baik, dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya. Oleh karena itu, pemahaman kedua makna ini penting untuk menunjang efektivitas komunikasi dan pengajaran bahasa Arab di era globalisasi.
ANALISIS PRAKTIK AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI JASA LAUNDRY MA’HAD AL-ZAYTUN DALAM PERSPEKTIF PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH Nur Anisa; Rizal Maulana; Imam Prawoto
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik akuntabilitas dan transparansi pada layanan Laundry Ma’had Al-Zaytun serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam bisnis jasa guna menciptakan kepercayaan konsumen, mencegah praktik gharar dan riba, serta mewujudkan transaksi yang adil sesuai nilai-nilai syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laundry Ma’had Al-Zaytun telah menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi melalui sistem pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan yang dilakukan secara terstruktur dan berkala, keterbukaan informasi harga layanan, serta adanya mekanisme pertanggungjawaban terhadap keluhan konsumen. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, praktik tersebut mencerminkan penerapan prinsip keadilan (al-adl), kemaslahatan (al-maslahah), dan amanah (al-amanah), serta upaya menghindari unsur gharar dan riba dalam transaksi. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterlambatan penyelesaian layanan dan risiko tertukarnya pakaian pelanggan. Secara umum, operasional Laundry Ma’had Al-Zaytun telah menunjukkan praktik bisnis jasa yang selaras dengan prinsip hukum ekonomi syariah.
PEMBIAYAAN MURABAHAH DAN WAKALAH PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Koperasi Mitra Dhuafa KOMIDA Cabang Haurgeulis Kabupaten Indramayu) Doni Bagus Adijaya
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembiayaan murabahah wal wakalah di Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA) Cabang Haurgeulis serta menilai kesesuaiannya dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis dan menggunakan pendekatan normatif-empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung oleh studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hukum positif praktik tersebut memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan tetap mengikat sebagai hubungan hukum keperdataan. Namun, secara konstruksi kontraktual, hubungan hukum yang terbentuk lebih tepat dikualifikasikan sebagai perjanjian pembiayaan berbasis penyaluran dana daripada perjanjian jual beli riil. Dari perspektif hukum Islam, praktik murabahah wal wakalah yang diterapkan belum sepenuhnya memenuhi rukun dan syarat sah murabahah, terutama terkait prinsip kepemilikan objek sebelum akad dan dasar penetapan margin yang tidak bertumpu pada harga riil barang. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran substansial dari akad murabahah sebagai jual beli berbasis kepemilikan nyata menjadi instrumen pembiayaan berbasis margin atas pokok dana.
MANAJEMEN RADIO REPUBLIK INDONESIA JAKARTA DALAM PRODUKSI SIARAN DAKWAH ISLAM Nanu Rohimat; Muhammad Nur Kholish Abdurrazaq; Sobirin
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam produksi siaran dakwah Islam di Radio Republik Indonesia Jakarta serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memahami proses manajerial dalam konteks alami lembaga penyiaran publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi siaran dakwah Islam telah menerapkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, program dirumuskan melalui musyawarah dan evaluasi berkala dengan menetapkan format, jadwal siaran, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin kualitas materi dakwah. Tahap pengorganisasian ditandai dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi lintas bagian dalam struktur produksi. Penggerakan dilaksanakan melalui kepemimpinan yang komunikatif, motivasi kerja, serta kesiapan teknis sebelum siaran berlangsung. Sementara itu, pengawasan dilakukan secara rutin melalui evaluasi teknis dan substansi konten untuk menjaga mutu siaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas studio, kekompakan tim, kompetensi narasumber, dan penyusunan tema yang sistematis. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan penjadwalan narasumber, gangguan teknis, kepadatan jadwal siaran, serta tantangan perkembangan media digital. Secara keseluruhan, efektivitas program siaran dakwah Islam ditentukan oleh sinergi penerapan fungsi manajemen yang profesional dan kemampuan adaptif terhadap dinamika penyiaran modern.