cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
ANALISIS ELEMEN HINGGA KOMPONEN DIAFRAGMA PADA DEK BAJA TIPE ORTOTROPIK MELINTANG JEMBATAN Anton Surviyanto
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPelat baja ortotoprik telah banyak digunakan pada struktur jembatan modern untuk mendistribusikan beban lalu-lintas dalam dek dan sebagai pengaku elemen plat langsing dalam tekan. Oleh karena sifat dari sistem struktur ortotropik ini memiliki karakteristik kekakuan dalam arah longitudinal dan transversal yang unik, maka diperlukan analisis yang lebih mendalam dalam hal detailing komponen-komponen strukturnya yang sesuai dengan bersyaratan kekuatan dan layannya. Desain dengan analisis tiga dimensi (3D) merupakan persyaratan dalam desain yang penting untuk mengetahui konsentrasi tegangan lokal dalam komponen pada dek baja ortotropik. Dalam makalah ini, analisis statik elemen hingga 3D dilakukan untuk memodelkan dek baju ortotropik dengan diafragma menerus dan diafragma coak. Hasil kedua model dibandingkan dalam perilaku sistem struktur lokal dengan membandingkan respon dan kinerja struktur akibat beban truk standar BMS. Dari analisis elemen hingga dapat disimpulkan bahwa tegangan tarik dan tekan pada panel ortotropik yang terjadi untuk kombinasi beban ultimit (Ultimate Limit States/ULS) ditengah rusak dan antar rusuk panel ortotropik memenuhi criteria batasan tegangan izin 0,9 teganggan lelah (Fy). Begitu juga untuk tagangan geser maksimum memenuhi criteria batasan tegangan izin 0,58Fy. Konsentrasi tegangan ekivalen Von Mises lokal yang terjadi untuk diafragma menerus sebesar 328 MPa, sedangkan diafragma coak sebesar 142 MPa. Sehingga perbandingan tegangan Von Mises ini sebesar 2,31 dapat diturunkan nilainya dengan penggunan tipe diafragma coak. Bentuk diafragma dengan tipe menerus akan menyebabkan konsentrasi tegangan. Sedangkan bentuk diafragma yang coak dengan kelengkungan tertentu akan mengurangi konsentrasi tegangan lokal pada diafragma.Kata kunci : analisis elemen hingga, dek baja ortotropik melintang, komponen diafragma, tegangan Von Mises, konsentrasi tegangan
PENGARUH BEBAN-IMPAK KAPAL TERHADAP BANGUNAN PENGAMAN PILAR JEMBATAN FENDER N. Retno - Setiati; Bagus Aditya W
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTumbuhan terhadap kapal terhadap jembatan sering terjadi dan dapat mengakibatkan kerusakan maupun keruntuhan struktur jembatan. Runtuhnya jembatan dapat berakibat pada kerugian dari segi nilai ekonomis ataupun korban jiwa. Untuk mengurangi terjadinya kerusakan tersebut diatas, perlu dirancang bangunan pengaman pilar jembatan terhadap lalu-lintas kapal. Sistem pelindung jembatan harus di desain tidak hanya melindungi struktur jembatan tetapi juga digunakan untuk melindungi kapal dan lingkungan yang dapat mengakibatkan kerusakan. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa ketentuan dalam kriteria desain terkait fender sesuai dengan kondisi dan lokasi jembatan tersebut. Sistem pengamanan jembatan di lokasi sungai berbeda dengan sistem pengamanan di laut. Dalam penulisan ini dibahas contoh studi kasus bangunan pengaman pada Jembatan Kutai Kartanegara yang berupa pile supported system. Analisis dilakukan dari evaluasi lalu-lintas air dan analisis terhadap struktur bangunan. Metodologi yang digunakan terdiri dari menentukan karakteristik lalu-lintas sungai Mahakam, jalur pelayaran, kecepatatan impak rencana, energi impak tongkang, dan analisis struktur dari bangunan pengaman Jembatan Kutai Kartanegara. Dari analisis diperoleh bahwa dengan beban impak sebesar 682,59 kN akibat tongkang tipe 300 feet menghasilkan defleksi (pergerakan0 maksimum pada fender sebesar 0,12 meter artinya bahwa fender yang tertumbuk tongkong tidak diperkenankan menyebabkan terjadinya defleksi dari 12%.Kata kunci :  tongkang, bangunan pengaman, pilar, impak, perpindahan, panjang keseluruhan kapal, bobot mati kapal
PENGEMBANGAN MODEL KERUNTUHAN LAPIS BEERASPAL Nyoman Suaryana Gelgel; Yohanes Ronny; Anita Jannatun Nissa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode perencanaan tebal perkerasan yang saat ini dikenal terdiri dari metode perencanaan perkerasan secara empiris dan secara mekanistik empiris. Pedoman perencaan tebal perkerasan lentur yang resmi digunakan sebagai pedoman di Indonesia pada umumnya menggunakan pendekatan empiris yang berkembang berdasarkan analisis statistik kinerja perkerasan. Sedangkan metode lain untuk perencanaan tebal perkerasan adalah dengan metode mekanistik empiris. Metode ini menggunakan pendekatan respon dasar material perkerasan seperti tegangan, renggangan, dan deformasi. Metodologi penelitian dilaksanakan dengan pengujian laboratorium serta pengujian lapangan yang dilakukan untuk mengetahui kinerja perkerasan akibat beban lalu-lintas dan pengaruh lingkungan. Salah satu model fatigue yang banayak diadopsi dalam pedoman perencanaan perkerasan dengan pendekatan mekanistik adalah Persamaan Shell. Untuk mengetahui kesesuaian model fatigue shell dengan tipikal campuran beraspal di Indonesia, dilakukan validasi model fatigue dengan cara membandingkan model fatigue tersebut dengan hasil pengujian fatigue di laboratorium. Dari hasil analisis, umur fatigue hasil pengujian laboratorium cenderung lebih kecil dibandingkan umur fatigue metode Shell dengan perbandingan berkisar antara 0,8 sampai dengan 3 dengan rata-rata 1,8. Hal ini berdasarkan kondisi pengjuian kontrol regangan, temperature 20oC dan frekuensi 10 Hz. Kata kunci :  empiris, fatigue, mekanistik empiris, model keruntuhan, perkerasan lentur
SIFAT MEKANIS BETON BERSERAT BAJA DENGAN METODE PENGERJAAN PRALETAK AGREGAT Sam Randa; Iman Satyarna; Djoko Sulistyo
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJumlah serat yang dapat didapatkan kedalam beton yang berserat yang diaduk secara konvensional dibatasi dengan fenomena pengumpulan serat dalam pengadukan beton. Tulisan ini membahas metode alternatif pembuatan beton berserat yang indeks perkuatannya tinggi dengan cara praletak adukan agregat kasar dan serat. Hubungan indeks perkuatan serat terdapat beberapa sifat-sifat mekanis beton agregat-serat praletak dilaporkan secara rinci. Indeks perkuatan volumetrik serat dalam beton adalah 0%, 1%, 1,6% dan 2,0%. Sifat-sifat mekanis yang diteliti mencangkup cepat-rambat getaran ultrasonik, modulus elastisitas, kuat tekan, kuat takir-lentur dan keuletan. Sifat-sifat fisis beton meliputi kerapatan massa, penyerapan air, dan volume pori permeable juga dilaporkan. Didapati bahwa penambahan serat memperbaiki sifat-sifat mekanis beton agregat praletak. Indeks perkuatan secara sserat berkolerasi kuat terhadap sifat-sifat mekanis beton. Untuk beton agregat praletak polos hingga beton agregat praletak berserat dua indeks perkuatan 2, kuat tekan meningkat secara linier dari 21,9 MPa. Menjadi 46,9 MPa. Kuat tarik-lentur beton meningkat secara eksponensial dari 3,3 MPa menjadi 15,5 MPa. Disis lain, modulus elastisitas beton berkurang secara linier dengan bertambahnya indeks perkuatan serat, yakni dari 31.700 MPa menjadi 23.700 MPa. Pemeriksaan sifat-sifat fisis beton mengindikasikan bahwa beton ini memiliki level durabilitas yang memadai bentuk penerapan pada struktur.Kata kunci :  beton agregat peralatan, beton berserat baja, SIFCON, indeks perkuatan tinggi, sifat-sifat mekanis
PENGGUNAAN SLURRY SEAL UNTUK PEMELIHARAAN PERKERASAN JALAN Ir. Nono, M.Eng.Sc
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSesuai dengan bertambahnya umur, perkerasan akan mengalami penurunan kondisi. Penurunan kondisi akan lebih cepat terjadi apabila beban kendaraan yang cenderung jauh melampaui batas dan disertai dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Selama ini pemeliharaan umumnya dilaksanakan menunggu kondisi tidak mantap sehingga berakibat pemeliharaan menjadi tidak efisien dan mahal. Berdasarkan atas tuntunan pengguna jalan serta dalam upaya mengoptimalkan penglolaan jalan maka pemeliharaan jalan sebaiknya dilakukan dengan preventif. Pemeliharaan preventif adalah penerapan penanganan sebelum terjadi penurunan kondisi yang signifikan. Makalah ini mengkaji salah satu terknologi bahan untuk pemeliharaan preventif, yaitu Slurry Seal. Metodologi penelitian dilaksanakan dengan cara melakukan kajian literature dan selanjutnya melaksanakan pengkajian di laboratorium serta melakukan uji coba secara kecil dilapangan. Hasil penelitian menunjukan Slurry Seal dengan tipe gradasi Type II yang menggunakan aspal Emulsi Cationic Slow Setting-1 hard (CSS-1h) memiliki ketahanan terhadap pelelehan dan nilai abrasi hasil tes dengan Wet Track Abrasion Test (WTAT) cukup baik. Hasil pengamatan pada saat pelaksanaan uji coba skala kecil dilapang, aplpikasi teknologi Slurry Seal di lapangan memiliki workabilitas cukup baik.Kata kunci : Slurry Seal, aspal emulsi, penurunan kondisi perkerasan, pemeliharaan jalan, prefentif.
EFEK REAKSI TEKAN GELEGAR BAJA KOMPOSIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRAKOMPRESI N. Retno - Setiati; Risma Putra
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode prakompresi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kapasitan dan daya layan jembatan komposit, yaitu dengan memberikan tegangan inisial pada pelat beton lantai jembatan atau gelagar baja. Jembatan jenis prakompresi merupakan hasil inovasi teknologi yang sudah pernah diterapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya lawan lendutan yang dihasilkan pada gelagar baja komposit akibat pemberian bangkitan reaksi tekan pada komponen struktur gelagar tersebut. Metode prakompresi diberikan pada gelagar baja sebelum dilakukan pengecoran lantai jembatan. Analisis didukung dengan membuat beban uji berupa balok baja profil IWF 400.300.9.16 bentang 16 m dengan berat 202118,2 N. berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa setelah gelagar diberi gaya prakompresi, lendutan yang terjadi akibat beban hidup lebih kecil dari lendutan sebelum prakompresi yaitu 0.0196 m < 0,058 m. jembatan dengan 16 meter standar dapat menjadi 20 meter prakompresi, sehingga terjadi kenaikan kapasitas struktur jembatan lebih besar 25%. Kata kunci : prakompresi, komposit, lendutan, tegangan, daya layan
PENGARUH JENIS ASPAL PADA TEMPERATUR PEMADATAN BERKAITAN DENGAN WORKABILITY DARI CAMPURAN BERASPAL PANAS Neni Kusnianti; Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan bahan tambah pada campuran beraspal panas telah mengalami perkembangan baik dari sifatnya maupun kegunaannya. Hal ini berklaitan erat dengan workability campuran atau temperature pencampur maupun temperatur pemadatan yang diperlukan. Umumnya jenis aspal yang dipergunakan ialah aspal keras dengan berbagai tingkatannya, yang mana penentuan workability campurannya, didasarkan pada temperatur pencampuran dan pemadatan yang mengikuti batasan nilai viskositas aspal 170+20 cSt untuk pencampuran dan 280+30 cSt untuk pemadatan. Tulisan ini menyampaikan penelitian pengaruh bahan tambah aspal pada penentuan temperatur pemadatan atau tingkat workability campuran, melalui percobaan eksperimental di laboratorium dan evaluasi serta analisis dari hasil percobaan campuran beraspal panas untuk lapisan aus. Jenis aspal yang diteliti ialah aspal Pen 60 tanpa dan dengan bahan tambah wax 1%, aspal modifikasi elastomer tanpa dan dengan bahan tambah wax 1%, serta aspal Pen 60 yang ditambah Styrene Butadyne Styrene 4,5% dan wax 1%. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa batasan viskositas untuk penentuan temperature pencampuran dan pemadatan yang umum selama ini digunakan, tidak sesuai dengan aspal dengan bahan tambah wax. Temperature pemadatan dari campuran dengan bahan tambah wax berdasarkan rongga dalam campuran (void in mix) yang sesuai dengan spesifikasi yang digunakan, lebih rendah sebesar 30oC dari temperature berdasarkan batasan viskositas campuran aspal. Berdasarkan hal tersebut, penentuan temperature pemadatan berkaitan dengan workability campuran beraspal dengan bahan tambah, lebih baik didasarkan pada pengujian kepadatan atau temperatur pemadatan minimum yang masih bisa menghasilkan rongga dalam campuran (Void In Mix) sesuai dengan batasan Void In Mix pada spesifikasi yang dipergunakan. Kata kunci :  Viskositas, temperatur pemadatan, Void In Mix, bahan tambah, wax, workability
PENGARUH BAHAN TAMBAH BERBAHAN DASAR PARAFIN TERHADAP CAMPURAN BERASPAL HANGAT Hendri Hadisi; Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKualitas campuran beraspal panas sangat dipengaruhi oleh temperatur  pencampuran dan pemadatannya yang harus sesuai dengan jenis aspal yang digunakan, karena penurunan temperatur akan menghasilkan campuran beraspal atau perkerasan yang tidak baik. Hal ini memerlukan disiplin dalam pengerjaannya disamping temperatur yang tinggi tersebut memerlukan penggunaan bahan bakar dan emisi yang cukup besar. Tulisan ini membahas pengaruh bahan tambah berbahan dasar parafin pada campuran beraspal panas untuk lapisan aus (wearing course) bersadarkan hasil percobaan dan analisa di laboraturium. Kadar bahan tambah berbahan dasar parafin yang optimal untuk penambahan ke campuran beraspal ialah 1% terhadap berat aspal, dimana campuran tersebut dapat meneurunkan temperatur pencampuran/pemadatan sebesar 31oC terhadap temperatur campuran beraspal panas tanpa bahan tambah dari 157oC menjadi 126oC, dengan kualitas campuran dan nilai parameter yang setara dan masih memenuhi persyaratan campuran yang ditentukan. Parameter campuran yang mudah mengalami perubahan akibat penurunan temperatur pencampuran dan pemadatan, ialah parameter rongga dalam campuran (VIM), Marshall Quotient dan stabilitas rendaman sedangkan, stabilitas langsung, kepadatan, rongga antar agregat (VMA), rongga terisi aspal (VFB) tidak mudah terpengaruh. Pengaruh kadar bahan tambah berbahan dasar parafin terhadap kecepatan penurunan modulus campuran beraspal pada temperatur pengujiuan 25oC ke 35oC hamper sama. Penurunan temperatur pencampuran dan pemadatan sebesar 31oC, dapat menunjang pembangunan jalan ramah lingkungan, karena dapat menurunakan emisi CO2 sebesar sekitar 54%.Kata kunci: Bahan Tambah berbahan daar parafin, temperatur, kualitas campuran beraspal, parameter campuran beraspal, modulus, emisi.
ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMILIHAN ALTERNATIF PEMBIAYAAN PENANGAN JALAN Gede Budi Suprayoga; Agus Bari Sailendra
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berbagai produk regulasi dan mendorong berkembangnya alternative instrument pembiayaan penanganan jalan di Indonesia. Pengkajian ini bertujuan untuk melakukan pemilihan terhadap penetapan instrument pembiayaan untuk penanganan jalan di Indonesia melalui teknik evaluasi kebijakan. Kajian dilakukan dengan menstrukturkan tujuan pembiayaan jalan kedalam kriteria dan sub kriteria yang mencerminkan pilihan kebijakan yang dianggap ideal dalam kelangka permaaslahan dan kesesuaian pilihan instrumen berdasarkan regulasi. Dengan menggunakan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP), diperoleh hasil bahwa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembiayaan penanganan jalan di Indonesia meliputi finansial dengan bobot 48.3%, teknis dengan bobot 28,5%, dan sosial politik dengan bobot 32,2%. Kriteria tersebut dapat di kembangkan lebih lanjut kedalam subkriteria yang lebih rinci untuk dipertimbangkan dalam penetrapan alternative. Hasil analisis menunjukan bahwa dana preservasi jalan dapat diterapkan sebagai alternatif pembiayaan jalan di Indonesia didasarkan atas urutan diprioritas dalam analisis, yaitu sebesar 55,9%, diikuti oleh earmarking dan status quo 31,3% dan 12,8% secara berturut-turut. Hasil kajian ini dapat menjadi rekomendasi bagi penetapan alternatif pembiayaan jalan di Indonesia yang berkelanjutan sesuai dengan standar yang ditetapkan.Kata kunci: Analytical Hierarchy Process, alternatif, dana preservasi jalan, pembiayaan jalan, kriteria.
CAMPURAN BERSPAL PANAS LAPIS ULTRA TIPIS UNTUK ALTERNATIF PEMELIHARAAN PREVENTIF PERKERASAN LENTUR Ir. Nono, M.Eng.Sc
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pemeliharaan pada perkerasan sangatlah sangat diperlukan agar umur layanan perkerasan jalan sesuai dengan yang direncanakan. Berdasarkan hal tersebu maka diperlukan upaya untuk mengoptimalkan strategi pemeliharaan jalan, yaitu dengan penyelenggaraan pemeliharaan preventif. Makalah ini membahas teknologi campuran beraspal panas lapis ultra tipis untuk alternatif pemeliharaan preventif perkerasan lentur. Metodologi penelitian dilaksanakan dengan cara melakukan kajian literatur dan selanjutnya melaksanakan pengujian di laboratorium. Hasil penelitian diperoleh bahwa campuran beraspal panas lapis ultra tipis dengan gradasi rapat dengan rongga dalam campuran target sekitar 5% memiliki kualitas cukup baik, yang ditunjukkan dengan nilai stabilitas Marshall > 1000 kg dan nilai pelelehan (flow) berkisar antara 3-4 mm atau memenuhi persyaratan sesuai spesifikasi Michigan. Disamping itu, dengan memiliki stabilitas Marshall > 1000 kg maka memenuhi spesifikasi campuran lapis permukaan Laston modifikasi. Khusus untuk campuran beraspal panas lapis ultra tipis dengan gradasi bawah diperlukan perbaikan nilai sisa, yaitu dengan menggunakan bahan tambah anti pelupas atau penggunaan bahan pengisi seperti kapur. Berhubung dalam perencanaan campuran serta aplikasi teknologi ini relatif sama dengan aplikasi Laston yang selama ini digunakan maka dapat dipertimbangkan sebagai alternatif teknologi campuran beraspal panas untuk pemeliharaan preventif. Namun demikian untuk mengetahui kinerja teknologi ini terhadap pengaruh beban kendaraan serta lingkungan maka sebaiknya dilakukan uji coba skala lapangan.Kata kunci :  Campuran beraspal panas, lapisan ultra tipis, gradasi rapat, pemeliharaan preventif, perkerasan lentur.

Page 10 of 61 | Total Record : 602


Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue