cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
OPTIMASI KONFIGURASI DEK JEMBATAN DENGAN SIMULASI NUMERIK Subagyo -; Fadilah Hasim
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengaruh geometri dek jembatan terhadap aliran angin perlu dikaji untuk mendapatkan rancangan jembatan yang optimal. Dalam fase perancangan penentuan geometri dek yang optimal biasanya diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan simulasi numeric untuk memperoleh gambaran besar berbagai pengaruh variasi geometri terhadap perilaku aliran angin di sekitar dek. Selanjutnya untuk mendapatkan besaran-besaran fisika secara lebih rinci, kajian dapat dilanjutkan menggunakan metoda eksperimen. Makalah ini melaporkan kajian simulasi numerik aliran di sekitar penampang lintang dek jembatan untuk mengetahui pola aliran  yang terjadi, gaya dan momen aerodinamika yang timbul untuk mengoptimalkan rancangan. Simulasi numeric dilakukan pada enam geometri penampang lintang dek jembatan dua dimensi dengan variasi titik tangkap angin pada sudut selang 0 derajat. Simulasi numeric dilakukan menggunakan perangkat lunak komersial Fluent. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dek jembatan yang dilengkapi wind fairing dengan titik tangkap angin 0,25 kali tinggi girder daripermukaan atas dek memiliki kinerja aerodinamika yang baik. Selanjutnya optimasi dari posisi titik tangkap dngan cara yang sama dilakukan simulasi diperoleh dari sisi titik tangkap pada jarak 1,5 meter dari sisi dek dasar.Kata kunci :  simulasi numeric, penampang lintang, sudut serang, simulasi, aerodinamika
TINGKAT PENCEMARAN UDARA DEBU DAN TIMBAL DI LINGKUNGAN GERBANG TOL G.Gunawan Gunawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLalu lintas harian ruas Tol Padaleunyi menurut Jasa Marga pada tahun 2015 rata-rata sudah lebih dari 160 ribu sedangkan untuk ruas Cipularang di atas 16 ribu. Tingginya LHR disekitar ruas jalan tol Purbaleunyi tentu akan memberikan dampak ikutan,salah satunya adalah gangguan peningkatan pencemaran udara. Penanggulangan pencemaran udara dari sumber bergerak salah satunya adalah pemantau mutu udara ambient disekitar jalan. Dalam buku mutu udara ambient nasional parameter yang harus dipantau diantaranya adalah paramenter debu (TSP) dan timbal (Pb), debu sering dijadikan indikator pencemaran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat bahaya baik terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan dan keselamatan kerj.  Memperhatikan kondisi tersebut, maka dalam tulisan ini akan disampaikan karakteristik dan kondisi pencemaran udara debu dan kandungan timbale disekitar lingkungan gerbang tol Purbaleunyi. Metode pengukuran dan evaluasi mengacu pada standar baku mutu udara ambient sesuai peraturan Pemerintahan Republik Indonesia No. 41 tahun 1999, serta dilakukan analiasis hubungan antara kandungantimbal dengan debu (total suspended paticles/ TSP) dengan analisis statistiksederhana. Hasi lpemantauan diketahui bahwa secara umum data pengukuran selama 9 semester dari tahun 2010s/dtahun 2015, rata-rata tingkat polusi udara polutan TSP sudah diatas 90ug/Nm3 dan tingkat polusi udara polutan Pbsudah diatas 1ug/Nm3 (baku mutu ambient nasional tahunan). Rentang tingkat pencemaran TSP berkisar 68,79 ug/Nm3 s/d 255,58 ug/Nm3. Hasil evaluasi statistik sederhana dan uji t,korelasi antara kandungan Pb sebagai pariabel tetap dan kandungan TSP sebagai variabel bebas.diperoleh nilai korelasi adalah 0,6, sehinggadapat diinterfertasikan bahwahubungan kedua variabel konsentrasi TSP dan Konsentrasi Pb dalam kategori cukup kuat. Hal ini ditunjukan dengan nilai R square yang diperoleh 36% sehingga dapat ditafsirkan bahwa variabel bebas konsentrasi polutan TSP memiliki pengaruh kontribusi sebesar 36% terhadap variabel tetap tingkat konsentrasi Pb dan 64% lainnya dipengaruhi oleh factor-faktor lain dengan persamaan yang diperoleh adalah: [Pb]=0,689+0,004 [TSP]+faktor lain.Kata kunci : Tingkat pencemaran, timbale, total suspended particles (TSP), lingkungan gerbang tol, baku mutu.
PEMODELAN JARINGAN JALAN HIGH GRADE HIGHWAY DALAM MENDUKUNG TARGET MP3EI DI KORIDOR I-SUMATERA Harlan Pangihutan; Achmad Sidhi Purnama
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor ekonomi Sumatera mempunyai tema Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lambang Energi Nasional. Secara geostrategis, Sumatera diharapkan menjadi “Gerbang ekonomi nasional ke Pasar Eropa, Afrika, Asia Selatan, Asia Timur, serta Australia”. Secara umum, Koridor Ekonomi Sumatera berkembang dengan baik di bidang ekonomi dan sosial dengan kegiatan ekonomi utama seperti perkebunan kelapa sawit, karet serta batubara. Dengan target pertumbuhan ekonomi, USD 15.000 per kapita pada tahun 2025, maka dapat dibayangkan betapa pesatnya kegiatan ekonomi di Pulau Sumatera terutama untuk kegiatan ekonomi utama seperti kelapa sawit, karet, dan batubara. Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi lalu lintas di Pulau Sumatera itu sendiri. Dengan menggunakan pendekatan pertumbuhan produksi, studi ini bertujuan untuk memperkirakan kondisi Jaringan Jalan Nasional di Pulau Sumatera sampai tahun 2030. Kondisi jaringan jalan akan dinilai berdasarkan angka rata-rata derajat kejenuhan serta waktu tempuh dari ujung Provinsi Lampung sampai Banda Aceh.  Hasilnya, pada tahun 2014, kondisi Jalan Lintas Timur nilai derajat kejenuhannya 0,494 dan waktu tempuhnya 51 jam. Untuk memvalidasi hasil tersebut, digunakan data waktu tempuh dari IRMS , yang bila dihitung dari Provinsi Lampung sampai Banda Acehadalah 50,3 jam, artinya model tidak begitu jauh berbeda dengan kondisi aslinya. Berikutnya dengan angka pertumbuhan rata-rata 9,69%, kondisi Jalan Lintas Timur pada tahun 2020 nilai derajat kejenuhannya 0,758 dan waktu tempuhnya 63,1 jam. Artinya pada tahun 2020 ini jaringan Jalan Lintas Timur berada dalam kondisi hamper jenuh. Bila tidak dilakukan sesuatu, maka target pertumbuhan ekonomi yang disebutkan dalam MP3EI tidak akan tercapai, karena yang terjadi adalah transportasi biaya tinggi. Untuk itu pada tahun 2020 sudah harus dibangun suatu jaringan jalan baru untuk mendukung pergerakan yang semakin besar ini. Bila dilakukan pelebaran jalan, maka kondisi jaringan jalan akan membaik. Jalan Lintas Timur derajat kejenuhannya turun sampai ke angka 0, 437 dan waktu tempuhnya 49,0 jam. Begitu juga pada tahun 2025, derajat kejenuhan masih dibawah batas jenuh, yaitu 0,685 dengan waktu tempuh 57,8 jam. Kondisi baru memburuk pada tahun 2030, derajat kejenuhan sudah sampai ke angka 1,053 dengan waktu tempuh 122,2 jam. Dengan rencana Kementerian Pekerjaan Umum membangun suatu jaringan jalan High Grade Highway untuk mendukung program MP3EI, yang menghubungkan sebagian besar Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di Pulau Sumatera. Hasilnya masalah yang terjadi pada tahun 2030 kondisi Jalan Lintas Timur membaik, derajat kejenuhan turun sampai ke angka 0,711 dan waktu tempuhnya 67,9 jam. Hal ini menunjukkan bahwa, selain program HGH, pelebaran jalan di jalan lintas sangat dibutuhkan dalam mendukung transportasi barang dan permintaan perjalanan yang semakin besar di masa mendatang.Kata kunci : High Grade Highway, Dokumen MP3EI, jalan lintas timur Sumatera, derajat kejenuhan, Pemodelan Jaringan Jalan
EMTIMASI KAPASITAS BERDASARKAN DATA WAKTU AMTARA PADA JALAN ANTAR KOTA EMPAT LAJUR DUA ARAH TERBAGI Tri Basuki; Sidiq Bagus Nurcahya; Vicky Satria Pratama
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesain dan evalusi prasranan jalan memerlukan parameter lalulintas yang sesuai dengan kondisi lalu lintas yang nyata. Variasi jumlah,jenis dan dimensi kendaraan serta perilaku pengguna jalan tang beragam menunjukan kemungkinanan variasi nilai para meter lalulintas, misalnya kapasitas jalan, sehingga menjadikan sebagai variable acak. Tujuan dilakukanynya studi ini adalah menentukan nilai kapasits dan menentukan nilai ekivalensi mobil penumpang (emp) jalan antar kota Nagreg-Bandung menggunakan data waktu antara kendaraan. Nilai kapasitas jalan dianalisis dengan metode Dynamics Highway Capacity Estimation dan dilakukan pada dua kondisi, yaitu pada saat lalu lintas campuran dan saat tanpa memperhitungkan sepeda motor. Hasil analisis mengkonfirmasi adanya variasi nilai kapasitas yang mengindifikasikan nilai kapasitas sebagai variable acak. Analiasi menunjukan kapasitas pada kondisi lalulintas campuran adalah sebesar 2538 kendaraan/jam/arah, dan nilai kapasitas pada kondisi lalu lintas sepeda motor adalah 2557 kendaraan/jam/arah. Analisis juga menunjukan bahwa nilai emp untuk  kendaraan berat menengah adalah sebesar 1,41 bis besar 2,09, dan sepeda motor 0,66. Kata kunci : kapasitas, waktu antara, ekivalensi mobil penumpang, jalan anatar kota, empat lajur dua arah terbagi
EVALUASI STABILITAS DINAMIS DAN FLOW NUMBER SEBAGAI PARAMETER KETAHANAN CAMPURAN BERASPAL TERHADAP DERFORMASI PERMANEN Nyoman Suaryana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengujian deformasi permanen di laboraturium dapat dilaksanakan dengan fundamental dengan alat triaxial test atau dengan pengujian simulative dengan menggunakan alat wheel tracking. Pengujian pertama menghasilkan nilai flow number sementara pengujian kedua menghasilkan nilai stabilitas dinamis (dynamic stability). Evaluasi terhadap prilaku kedua parameter tersebut di lakukan untuk campuran SMA (Split Mastic Asphalt) dengan aspal minyak dan aspal yang dimodifikasi asbuton. Metodologi yang digunkan adalah metoda komproratif antara dua hasil pengujian tersebut untuk campuran beraspalyang  sejenis. Flow number diperoleh dari nilai  minimum pada turunan pertama hubungan antara deformasi dengan jumlah cycle pembebanna. Namum dari hasil pengujian, khususnya pada terperatur tinggi (56oC) fenomena tersebut belum terkihat karena contoh uji terlanjut runtuh, pola tersebut terlihat jelas pada pengujian dengan temperature yang lebih rendah, yaitu 35oC dan 45oC. Beradasrkan pengamatan terhadap nilai stabilitas dinamis dengan penambahan waktu pengujian dari yang standar 1 x 60 menit menjadi 3 x 60 menit, terlihat nilai stabilitas dinamis meningkat pada setiaptahap. Hal ini mengindikasikan pada pengujian 1 x 60 menit belum dicapai nilai kecepatan deformasi yang kostan, khusunya pada temperatur35oC dan 45oC. meskipun dengan jumlah data yang terbatas, kolerasi kedua parameter tersebut terlihat baik. Pengujian flow number lebih memberikan keuntungan karena dapat menjelaskan fenomena deformasi geser dengan lebih jelas.Kata kunci :  folw number, stabilitas dinamis, deformasi permanen, SMA, asbuton
PEMANFAATAN MATERIAL DAUR ULANG (RAP) PERKERASAN BERASPAL UNTUK CAMPURAN BERASPAL DINGIN BERGRADASI MENERUS DENGAN ASPAL CAIR Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSRTAK Material daur ulang perkerasan beraspal (RAP) merupakan produk limbah yang diperoleh dari aktivitas pemeliharaan perkerasan lentur. Pada umumnya material daur ulang ini memiliki gradasi agregat menerus  serta sifat aspal yang sudah mengalami penuaan, sehingga bila digunakan untuk campuran beraspal panas proporsi penggunaan terbatas, karena temperature pencampuran akan mengalami penurunan yang dapat mengakibatkan campuran beraspal tidak dapat dipadatkan secara optimum. Namun bila digunakan dalam campuran dingin temperature pencampuran tidak akan menjadi kendala. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat pengaruh pemakaian material daur ulang perkerasan beraspal (RAP)n dalam campuran beraspal dingin dengan aspal cair mengikat sedang (MC-250) sebagai bahan pengikat. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah pengujian dalam skala laboratorium Hasil studi ini menunjukkan bahwa pada umumnya campuran beraspal dingin dengan aspal asapal cair MC-250 yang tanpa dan dengan menggunakan RAP memiliki sifat campuran memenuhi persyaratan, kecuali untuk campuran dengan menggunakan 100%  RAP, baik untuk yang RAP Bogor maupun RAP Jateng memiliki nilai pelelehan >4 mm. membandingkan antara nilai stabilitas campuran dingin dengan 100% RAP dengan yang tanpa dan 40% RAP maka nilai stabilitas campuran dingin yang menggunakan 100%  RAP lebih tinggi, sedangkan untuk penggunaan 40% RAP memiliki nilai stabilitas lebih rendah dibandingkan dengan nilai stabilitas campuran dingin tanpa RAP. Berdasarkan sifat campuran dingin tersebut maka RAP dapat dimanfaatkan untuk perkerasan jalan yang bervolume lalu lintas rendah sampai dengan sedang. Namun demikian proporsi penggunaan RAP dapat diatur sehingga memiliki sifat yang sesuai dengan persyaratan.Kata kunci : Daur ulang perkerasan beraspal (RAP), campuran beraspal dingin, aspal cair, gradasi menerus, perkerasan lentur
PENENTUAN BOBOT ASPEK PENILAIAN KEBERLANJUTAN DALAM PEMERINGKATAN JALAN HIJAU Gede Budi Suprayoga; Greece M Lawalata
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJalan hijau sebagai suatu skema penilaian dan pemeringkatan proyek jalan memberikan profil atas aspek atau elemen jalan yang memerlukan perhatian dalam rangka mewujudkan konstruksi jalan yang berkelanjutan. Makalah ini bertujuan untuk menentukan bobot nilai kategori dan subkategori dalam persyaratan sukarela yang mencerminkan kontribusi setiap aspek maupun elemen proyek dalam pewujudannya tersebut. Metode pengumpulan data adalah wawancara tatap muka dengan menggunakan perangkat kuesioner. Pemilihan sampel dilakukan secara purposif, yaitu data yang dikumpulkan dari para ahli yang terdiri dari peneliti, pakar, dan praktisi dalam konstruksi jalan, transportasi, dan pengelolaan lingkungan jalan. Teknik analisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang menguraikan perbandingan berpasangan setiap kategori dan subkategori. Melalui analisis ini, bobot setiap kategori adalah sebagai berikut: ‘lingkungan dan kecairan’ memiliki bobot terbesar 26,7% diikuti oleh kategori ‘teknologi perkerasan’, dan kategori ‘penggunaan material dan sumber daya alam’ sebesar 20,2% dan 20,1%. Dua bobot terkecil adalah 13,7% dan 19,3% yang dimiliki oleh kategori ‘penyediaan akses dan kesetaraan hak’ dan ‘pelaksanaan konstruksi’. Berdasarkan analisis prioritas global, tiga subkategori dengan bobot terbesar terhadap keseluruhan tujuan adalah ‘penyediaan sistem drainase’, ‘perancangan perkerasan berumur panjang’ dan ‘analisis banjir lingkungan’ dengan bobot 5,4%, 4,1%, dan 4,0% secara berturut-turut.Kata kunci : jalan hijau, proyek jalan, keberlanjutan, kategori penilaian, Analytical Hierarchy Process (AHP)
PENGEMBANGAN PERANCANGAN PRAKTIS TEBAL PERKERASAN KAKU UNTUK LALU LINTAS RENDAH Panji Krisna Wardana; Nyoman Suaryana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeknologi perkerasaan kaku di Indonesia umunya untuk lalu lintas berat, dengan beban lebih besar dari satu juta Equivalentl Single Axle Load (ESAL) selama umur rencanannya. Saat ini, perkembangan perkerasan kaku di Indonesia, sudah mulai banyak dilaksanankan pada jalan dengan volume lalu lintas rendah seperti jalan kabupaten dan jalan di perkotaan, tanpa ditunjang oleh pedoman yang diperlakukan. Keadaan ini menuntut adannya peremvcaan perkerasaan kaku yang praktis untuk lalu lintas yang rendah yang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Kajian ini menggunakan metode gabungan antara analitis dengan experimental dimana metode analitis mengikuti prinsip perancangan perkerasan dari Portland Cement Association (PCA) sedangkan experimental didasarkan kinerja perkerasan kaku lalu lintas yang rendah sudah dilakukan di Indonesia. Mutu beton yang umumya digunakan pada perkerasan jalan kabupaten dan kota, yaitu K250 kg/cm2, K300 kg/cm2 dan K350 kg/cm2. Hasil simulasi perancangan, menunjukan perbedaaan temperature antara sisi atas dan bawah pelat cukup berpengaruh, dimana peningkatan temperature 1°C akan menaikkan ketebalan antara 5 samapai 7 mm, sedangkan peningkatan mutu beton 100 kg/cm2 akan mengurangi ketebalan pekatsekitar 1,6 mm. peningkatan Muatan Sumbu Terberat (MST) dari 8 ton menjadi 12 ton akan menaikkan tebal pelat sebsar 4 cm. Dalam rancangan praktis yang diusulkan, CBR tanah dasra ditetapkan minimum sebesar 6% dan kelas jalan dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk jalan desa dan permukiman mutu betonnya ialah K250 kg/cm2, jalan lokal/ kolektor K3000 kg/cm2 serta jalan daerah intdustri K350 kg/cm2. Ketebalan pelat beton yang diperoleh berturut-turut adalah 15 cm, 20 cm, 23 cm dengan lapisan pondasi dari bahan berbutir setebal 15 cm.Kata kunci : perkerasan kaku, lalu lintas rendah, perancangan tebal, mutu beton, CBR, kelas jalan
ANALISIS KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN PRASARANA TRANSPORTASI PERKOTAAN DI METROPOLITAN MAMMINASATA PROVINSI SULAWESI SELATAN Ignatius Wing Kusbimanto; Santun R.P. Sitorus; Machfud -; I.F. Poernomosidhi Poerwo; Mohamad Yani
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMetropolitan Mamminasata yang terdiri dari Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar merupakan salah satu dari delapan Kawasan Metropolitan si Indonesia. Permasalahan prasarana transportasi perkotaan saat ini adalah kemacetan pada waktu jam sibuk, kesemerawutan lalu lintas, tingginya angka kecelakaan, kebisingan dan polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi maslah transportasi namun belum efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem jaringan prasarana transportasi perkotaan dan status berkelanjutannya serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berpengaruh dalam rangka menghasilkan arah kebijakan pengembangan prasarana transportasi perkotaan berkelanjutan Metropolitan Mamminasata. ruang lingkup penelitian terbatas pada jaringan jalan nasional. Data primer diperoleh dari survei perhitungan lalu lintas dan wawancara dengan responden secara purposiv sampling. berdasarkan data lalu lintas tahun 2009 volume lalu lintas rata-rata adalah 2.299 smp/jam dan pada tahun 2013 meningkat menjadin 3.520 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan mengalami peningkatan dari 0,43 pada tahun 2009 menjadi 0,66 pada tahun 2013. Tingkat Layanan (LOS) kategori C dimana aliran jaringa jalan stabil mendekati tidak stabil dengan volume lalu lintas tinggi. Multi Dimensional Scaling (MDS) digunakan untuk menganalisis empat dimensi yang terdiri dari 59 atribut. MDS menggunakan RAPTransport untuk mendapatkan Indeks Keberlanjutan. Nilai dimensi lingkungan adalah 51,87%, ekonomi dimensi 53,23%, dimensi sosial 49,19%, dan 51,68% dimensi keteknikkan. Status keberlanjutan cukup berkielanjutn yang ditunjukkan dengan nilai indeks keberlanjutan multi dimensi adalah 50,18. MDS, analisis kebutuhan dan ISM digunakan untuk untuk mendapatkan faktor kunci utama. Pemerintah dan pemerintah daerah dalam menetapkan arahan kebijakan dengan melakukan interfensi kebijakan dengan cara meningkatkan faktor-faktor kunci yang sensitif dalam upaya meningkatkan status berkelanjutan. Kata kunci :  prasarana transportasi perkotaan, keberlanjutan, tingkat pelayanan, teknik dan faktor kunci
PENGEMBANGAN MODEL ANALITIS PERHITUNGAN TEMPERATUR PERKERASAN JALAN UNTUK PENENTUAN KELAS KINERJA ASPAL sri yeni mulyani; Djoko Widayat
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 30 No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemilihan jenis aspal tergantung pada jenis kontruksi dan iklim wilayah suatu daerah. Konsistensi aspal sangat dipengaruhi oleh temperatur. Aspal akan keras dan rapuh pada temperature rendah dan menjadi lunak pada temperature tinggi, sehingga kelas dari aspal harus dipilih sesuai dengan wilayah suatu daerah. Saat ini penentuan jenis aspal tidak menggambarkan pengaruh temperatur. Metode yang dapat menggambarkan pengaruh ini adalah Performance Grade (PG). salah satu pendekatan untuk menentukan kelas aspal ini menggunakan model perhitungan temperatur perkerasan jalan. Model ini mengandung tiga parameter yaitu area geografis, temperature perkerasan dan temperature udara. Dari hasil studi menunjukan bahwa temperature perkerasa di Pulau Jawa maksimum berkisar 55oC. Data temperature perkerasan ini kemudian dilakukan suatu pemodelan sehingga didapatkan model perhitungan temperatur model hasil studi ini bila dibandingkan dengan model Asphalt Institute terjadi perbedaan 1oC dan dapat dikatakan bahwa model tersebut tidak mempunyai perbedaan yang nyata disbanding model Asphalt Institute. Kata kunci : kelas aspal, model analitis, area georafis, temperature perkerasan, temperature udara

Page 9 of 61 | Total Record : 602


Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue