cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
PERBANDINGAN NILAI DAYA DUKUNG ULTIMIT TIANG TUNGGUL BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN BEBAN DINMAIK DAN STATISTIK Hardiansyah Putra; Cahya Hidayat
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenentuan daya dukung rencana untuk fondasi tiang pancang atau tiang bor bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama berdasarkan data hasil pengujian laboraturium dan kedua berdasarkan hasil data uji lapangan. Untuk memverifikasi daya dukung rencana tersebut umumnya digunakan metode pengujian beban static (static loading test) dan metode pengujiaqn beban dinamik (dynamic loading test). Pada prinsipnya pengujian dinamik hanya merupakan pendugaan, sehingga pada beberapa pekerjaan konstruksi yang cukup besar pengujian statik harus dilakukan sebagai data pembanding untuk melihat hasil kesesuaian daya dukung yang di hasilkan oleh uji dinamik. Kenyataan di lapangan pengujian dinamik lebih sering digunakan karena pengujian dinamik memiliki beberapa keuntungan, seperti biaya pengujian yang lebih murah, waktu pengerjaan lebih cepat dan ruang yang diperlukan untuk pengujian yang lebih kecil. Mengingat banyaknya pelaksaan pengujian dinamik dibandingkan dengan pengujian statik yang di lakukan di Indonesia, maka pada tulisan ini dilakukan kajian kesesuaian nilai daya dukung ultimit yang dihasilkan oleh pengujian dinamik di bandingkan dengan hasil pengujian statik. Evaluasi pada 22 titik data pengujian menggunakan analisa korelasi menunjukan bahwa nilai daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian dinamik rata-rata memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan hasil pengujian statik, dan dari interpretasi nilai daya dukung ultimit dari data pengujian statik menggunakan metode Davisson, Chin dan Mazurkiewiczh didapat nilai daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian dinamis mempunyai kesesuain tertinggi dengan nilai daya dukung ultimit hasil interpretasi menggunakan metode Davisson, dimana nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.92 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.8554, kesesuaian terendah apabila di bandingkan dengan metode Chin dimana  nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.86 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.7742. berdasarkan hasil evaluasi nilai daya dukung hasil uji dinamik mempunyai tingkat kesesuaian yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan nilai daya dukung hasil uji statik, hai ini bisa di lihat dari nilai rata-rata koefisien korelasi (r) yang didapat sebesar 0,90, sedangkan tingkat kesesuaian yang dihasilkan sebesar 87% atau 13% lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil pengujian static.Kata kunci : Fondasi tiang, daya dukung ultimit, signal matching, metode davisson, metode chin, metode mazurkiewiczh, pengujian beban static, pengujian beban dinamik.
PENGARUH KUAT TEKAN PAFVING BLOCK MENGGUNAKAN PASIR SUNGAI DARAT (DALAM KASUS PASIR DI GUNUNG MERAPI) Nurul Aini S
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gunung Merapi yang meletus pada tahun 2010 telah membawa material pasir yang dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan lokasi sumber yaitu sungai dan darat. Penambangan pasir yang di lakukan secara ekonomis adalah pasir sungai, sementara pasir darat belum dimanfaatkan. Oleh sebab itu diperlukan adanya upaya untuk pemanfaatan pasir tersebut dalam pembuatan komponen bahan bangunan yang berupa paving block. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan paving block yang menggunakan bahan baku pasir letusan Gunung Merapi yang diambil dari aliran sungai (pasir sungai) dan pasir darat (di luar badan sungai). Pembuatan paving block menggunakan komposisi campuran satu semen (semen protland komposit/PCC): 6 pasir dan pengujian dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 60 hari. Kekuatan tekan paving block  meningkat dari umur 28 hari ke 60 hari. Kekuatan tekan paving block pasir sungai dan  paving block pasir darat pada umur pengujian 28 hari dan 60 hari, berdasarkan SNI 03-0691-1996 termasuk mutu C dan penerapannya untuk pejalan kaki.Kata kunci  : semen porland komposit, kekuatan tekan, paving block, pasir sungai, pasir darat
KAJIAN EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG PADA TIPIKAL JALAN ANTAR KOTA EMPAT LAJUR DUA ARAH TERBAGI Tri Basuki Joewono; Mokhammad Akbar Raharja Tjastadipradja; At-thur Rachmawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEvaluasi kinerja jalan memerlukan pembaharuan informasi terbaru mengenai besaran parameter lalu lintas, hubungan antar parameter, serta nilai ekivalensinya. Informasi tersebut juga bermanfaat dalam upaya memperbaharui manual kapasitas jalan. Tujuan studi ini adalah membangun model hubungan parameter lalu limtas serta mengevaluasi nilai ekivalensi mobil penumpang pada ruas jalan antar kota empat lajur dua arah. Analisis mencari hubungan antara parameter arus lalu lintas dengan menggunakan metode statistik dan data pada ruas jalan empat lajur dua arah terbagi di Bandung-Nagreg. Hasil menunjukkan bahwa hubungan linier antara kecepatan dan kerapatan merupakan hubungan yang paling sesuai. Analisis mendapatkan bahwa kapasitas jalan tersebut adalah 1644 smp/jam/lajur dan kecepatan arus bebas adalah sebesar 62,1 km/jam. Besarnya nilai ekivalen mobil penumpang dengan data interval per 5 menit adalah 0,993 untuk truk menengah, 1,599 untuk bus besar, 1,751 untuk truk besar, dan 0,198 untuk sepeda motor. Temuan nilai emp ini adalah lebih kecil dari nilai emp dalam MKJI 1997, kecuali untuk jenis bus besar yang nilainya lebih besar.Kata kunci :  ekivalen mobil penumpang, arus, kecepatan, kerapatan, empat-lajur-terbagi
PEMANFAATAN PASIR MERAPI UNTUK BETON MUTU TINGGI Lasino -; A.Tatang Dachlan; Rudy Setiady
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeristiwa meletusnya Gunung api Merapi di Yogyakarta (2010) sampai saat ini masih terus mengancam wilayah sekitarntya dengan adanya banjir lahar dingin. Kejadian tersebut telat menyebabkan berbagai dampak, baik social, ekonomi, transportasi, psikologis masyarakat, dan sebagainya, tetapi di lain pihak, bencana tersebut menyiksakan jutaan kubik material vulkanik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Material tersebut adalah berupa pasir yang tersebar keberbagai wilayah sesuai dengan alur sungai dari pumcak (hulu)  sampai ke hilir sungai dengan jumlah yang sangat besar. Selanjutnya dalam rjangka  panjang, perlu dikembangkan pemanfaatan pasir tersebut sebagai bahan kontrusi, terutama beton semen.penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan pasir Merapi untuk beton mutu tinggi secara optimal dan tahan trhadp pengaruh lingkungan agresif. Berdasarkan uji laboraturium diperoleh hasil bahwa beton menunjukan nilai yang sangat baik sesuai dengan standard beton mutu tinggi. Kuat tekan mutu pada umur 28 hari dengan faktor air-semen 0,30 dapat mencapai 50,295 Mpa, dengan nilai dengan nilai MOE (Modulus  Elastisitas) sebesar 4,31 x 103MMPa, sedangkan hasil uji lainnya diperoleh data kuat lekat dengan tulangan polos sebesar 7,09 MPa, dan tulangan deform/sirip sebesar11,62 MPa, serta hasi uji pemeabilitasi, seluruh benda uji dapat memenuhi syarat kekedapan/tidak rembes. Hasil ini memberikan indikasi bahwa pasir Merapi dapat dikembangkan sebagai bahan pembuatan beton mtu tinggi, dengan kadar pasir sekitar 35% terhadap berat total agregat.Kata kunci :  Material Merapi, optimalisasi pasir, beton mutu tinggi, bahan konstruksi, kondisi lingkungan
KAJIAN HASIL SISTEM MONITORING JEMBATAN INTEGRAL SINAPEUL DITINJAU DARI REGANG KEPALA JEMBATAN N. Retno Setiati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenerapan teknologi jembatan integral di Indonesia belum sepopuler di luar negeri (Inggris, USA, Australia, Jepang, Korea, India, dan Negara lainnya), adalah dalam kenyataannya, teknologi ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan jembatan konvensional, diantaranya dapat mengurangi biaya pemeliharaan jembatan. Penelitian mengenai teknologi jembatan integral sudah banyak dilakukan dibeberapa Negara. Di Indonesia konsep sistem integral ini baru mulai diteliti pada tahun 2017 oleh Dirjen Bina Marga bekerjasama dengan Perguruan Tinggi. Penelitian kemudian dilanjutkan oleh Pusatlitbang Jalan dan Jembatan pada tahun 2009, ahkirnya pada tahun 2012 Pusatlitbang Jalan dan Jembatan uji coba skala penuh jembatan integral gelagar beton bertulang dengan bentang 20 meter di Kabupaten Sumedang . perilaku jembatan integral di Indonesia tentu akan sangat berbeda dengan di luar negeri. Untuk itu dalam masa pembangunannya, jembatan integral Sinapeul dilengkapi dengan beberapa alat sensor untuk mendeteksi dan mengetahui perilaku jembatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi hasil data yang terekam dalam sistem negeri dan toerianalitis. Berdasarkan analisis dan pembahasan, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu regangan kepala jembatan integral Sinepeul dengan panjang bentang 20 meter akibat perubahan temperature 2,88 mm, sedangkan untuk kondisi luar negeri dengan asumsi bentang yang sama adalah 4,80 mm (lebih besar 60% dari regangan jembatan integral di Indonesia). Regangan beton maksimum dari kepala jembatan dan gelagar sebesar 10,59 x 10-6. Nilai regangan ini masih lebih kecil dari regangan desain yang dihitung secara teori analisis yaitu sebesar 150 x 10-6, sehingga jembatan integral Sinapeul masih dalam kondisi utuh.Kata kunci : sistem monitoring, regangan beton, kepala jembatan, integral, perubahan temperature
PEMANFAATAN OILY-SLUDGE SEBAGAI BAHAN PEREMAJA BUTON ROCK ASPHALT UNTUK CAMPURAN DINGIN Madi Hermadi; Yohanes Ronny; Anwar Yamin
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKOily-sludge meruoakan produk limbah yang dihasilkan dari aktivitas perambangan, pengangkutan, penyimpanan, dan pemurnian minyak mentah dan dikategorikan sebagai limbah berbahaya dan bersifat racun (toksin). Penanganan bahan ini harus sejalan dengan peraturan pemerintah tentang lingkungan dan memerlukan biaya yang cukup tinggi. Di sisi lain, sebagai bahan yang banyak mengandung minyak, oily-sludge berpotensi dapat digunakan sebagai peremaja untuk memodifikasi sifat bitumen Buton Rock Asphalt tipe 5/20 dan bila digunakan dalam campuran dingin dapat menghasilkan campuran dengan sifat yang lebih baik dan memenuhi persyaratan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat pengaruh pemakaian oily-sludge dalam campuran beraspal dingin dengan bahan pengikat Buton Rock Asphalt yang diremajakan menggunakan oily-sludge. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah pengujian di laboratorium. Hasil studi ini menunjukkan bahwa campuran dingin berbahan pengikat Buton Rock Asphalt yang diremajakan dengan oily-sludge memiliki karakteristik yang lebih baik dari campuran dingin MC-800 dari aspal pen 60. Selain itu, penggunaan oily-sludge dalam campuran beraspal dingin dapat menurunkan dan meniadakan kandungan logam berat kecuali Zn yang terlarut dalam lindi.Kata kunci : Oily-sludge, campuran dingin, Buton Rock Asphalt, bahan limbah, MC-800
PENGARUH PENAMBAHAN ABU TERBANG PADA PAVING BLOCK BERBAHAN BAKU TAILING ASBUTON WS Witarso; Lasino -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan bahan limbah (by product) dari proses ekstraksi aspal alam (asbuton) berupa tailing, bertujuan mendapatkan variant komposisi campuran yang dapat memenuhi syarat SNI dengan cara menambah abu terbang sebagai bahan pengisi. Kajian ini difokuskan untuk campuran mortar dan pembuatan paving block. Proses ekstraksi yang dikaji adalah untuk menghasilkan bahan perkerasan jalan berupa aspal dengan efektivitasnya mencapai 15-35%, sedang sisanya yang 65% berupa tailing, yang belum banyak dimanfaatkan padahal potensinya sangat besar, sehingga berpeluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan paving block ataupun bahan lain yang berbasis semen misalnya conblock. Tujuan dari kajian ini adlah untuk memanfaatkan tailing aspal sebagai bahan baku dengan penambahan abu terbang sebagai bahan pengisi dalam pembuatan paving block dengan metoda eksperimental melalui pengujian di laboratoriumuntuk mengetahui sifat fisik dan mekanik. Sehingga selain diperoleh bahan bahan bangunan yang memenuhi syarat SNI 03-0691-1996 (Persyaratan Mutu dan Cara Uji Paving bloc) dengan harga murah, juga dapat mngurangi permasalahan limbah ekstrasi. Dalam penelitian ini bahan-bahan yang digunakan meliputi semen sebagai bahan pengikat dan pasir serta tailing aspal sebagai agregat halus, serta abu tebang sebagai filter untuk pembuatan paving block. Komposisi campuran yang digunakan adalah 1 PC : 2 agregat, dan 1 PC :4 agregat yang terdiri dari berbagai variasi campuran pasir dan tailing dengan penambahan abu terbang. Pengujian kuat tekan pavingblock dlakukan pada umur 28 hari, dengan hasil mencapai 218,30 kgf/cm2,pada campuran 1 semen : 2 agregat dengan proporsi 40% tailing, 40%, pasir dan 20% abu terbang, dan memenuhi syarat kelas B yang dapat digunakan untuk lapisan perkerasan (pavement) jalan lingkungan atau untuk halaman parker.Kata kunci : tailing asbuton, abu terbang, agregat, mortar, paving block, perkerasan jalan.
DELAMINASI LAPIS MAJEMUK CFRP PADA BALOK BETON BERTULANG SKALA TERBATAS Mirza Ghulam R; Ujang Ruslan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan tingkat kerusakan struktur yang membutuhkan perkuatan lebih untuk meningkatkan kapasitas, maka dibutuhkan perkuatan. Salah satu perkuatan adalah dengan menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). CFRP adalah jenis material perkuatan struktur yang tahan korosi, mempunyai kuat tarik yang tinggi, superior dalam daktilitas, bobotnya ringan sehingga tidak memerlukan peralatan yang berat untuk membawanya ke lokasi. Alternatif jumlah lapisan CFRP yang efektif. Riset ini meneliti tentang kegagalan lekatan (delaminasi) antara CFRP dengan permukaan balok beton bertulang. Pengujian dilakukan terhadap perlakuan perkuatan lentur balok beton bertulang dengan mekanisme monothonik (static load). Benda uji merupakan skala terbatas balok beton bertulang berjumlah 18 buah dan dibagi dalam 6 (enam) kategori yaitu balok normal tanpa lapisan CFRP dan balok dengan 1,2,3,4 dan 5 lapis CFRP diuji dngan mengikuti ACI 440.2R-02 (Guide for the Design and Construction of Externally Bonded FRP System for Strengthening Concrete Structures). Untuk mencegah terjadinya deliminasi hubungan antara balok dan CFRP akibat beban lentur maka perlu ditambah U-Jacket. Hasil penelitian menunjukkan pada tengah balok terjadi pemisahan atau delaminasi  sehingga balok beton dan CFRP tidak bekerja sebagai komposit. Dengan demikian kedua komponen tersebut bekerja terpisah dan keruntuhan didahului dengan beton tertarik dan retak. Jadi kesimpulannya bahwa proses delaminasi akan menghilangkan sifat komposit dari balok dan CFRP. Selanjutnya, pada kondisi ultimate dipastikan keruntuhan terjadi karena delaminasi. Keruntuhan tidak diawali dengan keruntuhan material beton atau CFRP karena kuat tarik CFRP yang lebih tinggi dari beton sehingga yang akan terjadi adalah terganggunya  interface antara balok beton dan CFRP, kemudian terjadi slip atau delaminasi kenaikan kuat lentur balok beton maksimal terjadi pada CFRP lapis 3. Penambahan angkur U-jacket pada wilayah geser mampu mencegah terjadinya efek delaminasi yang lebih parah, sehingga tipe keruntuhan CFRP mayoritas adalah delaminasi pada ujung CFRP.Kata kunci : balok beton bertulang, perkuatan lentur, monothonik, lapisan CFR, deliminasi, skala terbatas
ANALISIS FAKTOR JAM SIBUK PADA JALAN JALUR LUAR KOTA Hikmat Iskandar
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFaktor Jam Sibuk (FJS) dipakai untuk mengkonvensersikan volume lalu lintas jam-jam arus lalu lintas 15 menitan tertinggi dalam jam sibuk, dirumuskan sebagai perbandingan antara volume lalu lintas dalam satu jam (kend/jam) terhadap empat kali arus lalu lintas 15 menit tertinggi dalam jam sibuk. FJS menjadi perhatian khusus perencan dalam analisis kapasitas karena pada jam tersebut terjadi fluktuasi arus lalu lintas yang sampai pada ketinggian arus tersebut jalan masih dituntut untuk mampu mengalirkan arus lalu lintas dengan kualitas pelayanan yang diharapkan. Dalam beberapa manual perencaan, FJS menjadi salah satu faktor dalam menganalisis arus jam perencaan dalam tingkatpelayanan. Tipikal nilai FjS berkisar antara 0,95 sampai dengan 0,80 yang berarti flukturasi arus jam sibuk bisa lebih tinggi 5% sampai dengan 25% dari volume lalu lintas jam sibuknya. Di Indonesia, dokumen perencanaan yang sering menjadi acuan,missalnya manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI’97), belum memperhitungkan FJs. Makalah ini bertujuan menyajikan hasil pengamatan variabilitasi arus lalau lintas dalam jam sibuk di beberapa ruas jalan nasional luar kota melalui perekaman arus lalu lintas menggunakan  video  kamera, untuk menentukan nilai Fjs. Hasil pengamatan menunjukan bahwa FJS bervariasi antara 0,69-0,94 untuk tipe jalan 2/2TT dan 0,83-0,97 untuk tipe 4/2T dengan nilai rata-rata masing-masing 0,89 dan 0,091. Nilai yang rendah diperoleh dari ruas dengan volume lalu lintas yang rendah, dan nilai yang tinggi diperoleh dari ruas dengan volume  lalu lintas yang tinggi.Kata kunci :  Perencanaan lalu lintas, volume lalu lintas jalm perencaan, arus lalu lintas, faktor jam sibuk, kapasitas
METODE PENILAIAN MEDIA LUAR GRIYA TERHADAP RISIKO KESELAMATAN DI JALAN TOL Untung Cahyadi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan ekonomi di Indonesia secara tidak langsung mendorong perkembangan periklanan yang di gunakan oleh produsen barang dan jasa dalam menyampaikan pesan kepada konsumennya. Salah satu media yang banyak digunakan saat ini adalah jenis iklan luar ruangan atau dikenal sebagai Media Luar Griya (MLG) yang terdiri atas balijo, spanduk,, billboard, phamplet dan lainnya. Pemasangan media luar griya saat ini tidak hanya di kawasan perkotaan namun sudah merambah di kawasan jalan tol. Keberadaan media luar griya di kawasan jalan tol menimbulkan permasalahan tersendiri bagi para pemangku kepentingan jalan told an pengguna jalan. Selain memberikan dampak positif  berupa kontribusi bagi pendapatan badan usaha jalan tol, namun di sisi lain keberdaannya berdampak negative berupa potensi risiko terhadap keselamatan penguna jalan akibat gangguan konsentrasi yang ditimbulkan oleh media luar griya yang menghalangi rambu atau menimbulkan beban visual akibat bentuk, konten dan penempatannya terlalu rapat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun cara penilaian media luar griya eksisting melalui suatu peringkatan bintang berdasarkan aspek perletakan, ergonomic, desain atau layout serta aspek estetika. Hasil penelitian berupa peringkat bintang dapat memberikan gambaran kepada pemangku kepentingan jalan tol dalam pengelolaan media luar griya di jalan tol untuk meminimumkan potensi bagi pengguna jalan.Kata kunci : Media luar griya, penilaian, keselamatan, jalan tol, peringkat bintang.

Page 8 of 61 | Total Record : 602


Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue