cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
KAJIAN NILAI EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG BERDASARKAN DATA WAKTU ANTAR PADA RUAS JALAN TOL Gary Raya Prima; Hikmat Iskandar; Tri Basuki Joewono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNilai ekivalensi merupakan faktor konfersi yang digunakan untuk mengubah arus lalu lintas campuran menjadi arus lalu lintas homogen. Nilai ekivalensi mobil penumpang (emp) perlu di evaluasi menjadi perilaku dan karakteristik lalu lintas mengalami perubahan dari waktu ke waktu. tujuan dari kajian ini adalah menentukan nilai ekivalensi mobil penumpang pada ruas jalan tol, dimana kajian dilakukan pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. Hasil analisis menghasilkan nilai emp yang cenderung lebih besar dari nilai emp MKJI 1997. Nilai emp untuk jenis kendaraan berat menengah berkisar antara 1,88-2,25, untuk truk besar berkisar antara 3,12-3,77, dan untuk bus besar berkisar antara 1,52-1,64. Peningkatan nilai emp tersebut diduga disebabkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan, berubahnya kapasitas dan kinerja kendaraan, maupun kondisi geometrik jalan raya. hasil perhitungan nilai emp selanjutnya diaplikasikan untuk menghitung kapasitas jalan dan ditemukan adanya variasi kapasitas, berada pada rentang 1800 hingga 2500 smp/jam, bila dibandingkan dengan MKJI 1997.Kata kunci : ekivalensi mobil penumpang, waktu antara, jalan bebas hambatan, volume, kapasitas
EVALUASI GAYA ELEMEN HANGER PADA JEMBATAN TIPE PELENGKUNG BAJA DENGAN PENDEKATAN METODE UJI GETAR Gatot Sukmara
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJumlah jembatan tipe pelengkung yang memiliki elemen hanger sebagai penopang utama lantai jembatan sudah banyak dibangun di Indonesia. Pemeriksaan kondisi jembatan dilakukan secara rutin baik secara visual maupun pemeriksaan khusus untuk mengetahui tingkat keamanan struktur dimana berhubungan langsung dengan tingkat keselamatan penggunaan jembatan. Pengukuran besar gaya tarik hanger pada elemen jembatan dapat diketahui dengan cara lift off dan cara uji getar. Teknologi pemeriksaan jembatan berdasarkan cara uji getar semakin berkembang dimana salah satu aplikasi dari teknologi ini berupa pemeriksaan gaya hanger eksisting jembatan melalui pengukuran frekuensi alami elemen hanger dan konsep formula string theory. Pengujian dengan cara tidak merusak dilakukan untuk mengetahui mutu material parameter getaran dari hanger jembatan dimana parameter tersebut digunakan untuk evalusi dan analisis kapasitas elemen hanger jembatan. dari hasil evaluasi eksperimental dan analisis pemodelan struktur pemodelan struktur jembatan diperoleh bahwa kondisi eksisting hanger jembatan akibat beban lalu lintas kendaraan dalam kondisi linier elastis. Tingkat akurasi hasil pengujian di lapangan berada pada rentan nilai 4% sampai dengan 6,71% terhadap hasil analisis perhitungan gaya kabel pada pemodelan analisis struktur jembatan tipe pelengkung baja yang sudah dikalibrasikan terhadap parameter hasil eksperimental uji tarik elemen hanger jembatan.Kata kunci : uji getar, gaya tarik hanger, jembatan pelengkung baja, teori string, frekuensi alami
KAJIAN PERBANDINGAN BIAYA SIKLUS HIDUP PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR Dina Rachmayati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBiaya siklus hidup menjadi pertimbangan penting dalam memutuskan pembangunan jalan raya di Indonesia. Biaya siklus hidup memperhatikan biaya keseluruhan selama siklus hidup perkerasan termasuk biaya pengguna jalan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji biaya siklus hidup perkerasan jalan Pakkae-Batas Kota Pangket yang dibangun dengan menggunakan perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Hasil kajian ini dikembangkan untuk mendapatkan jenis perkerasan yang terbaik berdasarkan biaya siklus hidup analisis dan beban lalu lintas. pada penelitian ini dibuat 3 jenis alternatif skenario perkerasa yaitu: perkerasan kaku dengan umur rencana 25 tahun, perkerasan lentur dengan umur rencana 25 tahun masa analisis, dengan indikator nilai Internasional Roughness Index (IRI) yang diprediksi melalui persaman empiris. Dari hasil analisis user cost didapatkan biaya terendah dari penggunaan jalan diperoleh pada perkerasan lentur dengan umur rencana 25 tahun, sedangkan dari analisis deterministik oleh software Real cost didapatkan biaya terendah agency cost terdapat pada perkerasan lentur dalam umur rencana 10 tahun. Karena terdapat perbedaan antara hasil agency cost dan user cost, maka untuk pengambilan keputusan dilakukkan pendekatan total cost (penjumlahan user cost dan agency cost), sehingga diperoleh hasil bahwa perkerasan lentur dengan rencana 25 tahun melalui total cost terendah. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa meskipun perkerasan kaku mempunyai jumlah penangnan yang lebih sedikit dibanding perkerasan lentur dengan rencana yang sama, namun perkerasan kaku tetap lebih mahal dari sisi biaya karena pembangunan serta penanganan perkerasan kaku lebih mahal dibanding perkerasan lentur.Kata kunci : perkerasan kaku, perkerasan lentur, prediksi IRI, biaya siklus hidup, real cost
EVALUASI KAPASITAS JEMBATAN SEMENTARA TIPE MODULAR BAJA DENGAN METODE UJI PEMBEBANAN Winarputro Adi Riyono; Gatot Sukmara
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Makalah ini menyajikan pemeriksaan pada struktur jembatan sementara berupa Fly Over Bridge (FOB) tipe modular baja dengan menggunakan uji pembebanan statis dan dinamais. Uji statis dilakukan dengan memberikan beban kendaraan gandar majemuk pada jembatan dengan variasi muatan mulai 240 ton hingga 300 ton. Berdasarakan uji beban statik, diperoleh hasil bahwa pada kondisi pembebanan maksimum, jembatan masih berperilaku elastis linier. Tegangan maksimum yang terjadi pada serat bawah baja modular masih berada dibawah tegangan baja yang dijinkan. terdapat lendutan sisa sebasar 71 mm pada tengah bentang jembatan oleh karena pemampatan pada seigman modular baja atau insertion link pada sambungan. Evaluasi terhadap uji beban dinamis menunjukkan bahwa dari riwayat defleksi akibat beban berjalan, diperoleh Faktor Beban Dinamis (FBD) rata-rata sebesar  1,03 dan masih sesuai dengan persyaratan perencanaan. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah diperlukan sambungan melintang diantara segmen sehingga jembatan akan berdeformasi  dalam satu kesatuan.Kata kunci : jembatan sementara, modul baja, jembatan lintasan atas, uji beban statis, uji beban dinamis, faktor beban dinamis
FAKTOR KUNCI DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENANGAN KERUSAKAN JALAN Bambang E Yuwono; Dewi Rintawati; Supriyono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKontruksi jalan akan menurun kualitasnya seiring dengan umurnya, hal ini terjadi apabila tidak dilakukan program preservasi jalan. Tim Pemantauan dan Evaluasi Kebijakan Transportasi Nasional, Kantor Kementrian Koordintor bidang Perekonomian merenkiomendasikan strategi Quick dan Effective Response, karena sebagian besar jalan yang rusak berat diawali oleh kerusakan ringan jalan (kerusakan permukaan). Yang tidak ditangani secara cepat dan tetap. Kerusakan jalan memang harus segera ditangani sesuai pedoman teknis, namun kerusakan jalan tidak hanya bersifat teknis, kerusakaan jalan berdampak pada kerugian masyarakat, baik langsung seperti kenaikan Biaya Operasional Kendaraan, kehilangan waktu produktif, maupun tidak langsung seperti gangguan kesehatan akibat meningkatnya polusi akibat tersendatnya transportasi yang mengakibatkan kenaikan polusi. Penelitian terkait dengan penetuan prioritas penangan jalan sudah banyak, namu penelitian yang sudah ada dilhususkan pada lokasi tertentu, sehingga kriteria/faktor yang digunakakn beserta bobotnya hanya padat digunakan secara terbatas pada lokasi tertentu disamping juga belum memasukan unsur Quick and Effective Respons. Review dilakukan terhadap faktor-faktor yang digunakan pada penelitian terdahulu, sehingga dihasilkan kriteria umum yang diduga dapat digunakan sebagai faktor penentu/kunci dan diwujudkan dalam sebuah kuesioner. Kuesioner disebarkan kepad para ahli/ peneliti transportasi, dan berdasarkan kuesioner yang kembali dilakukan anallisis menggunakan Konfimatory Factor Analysis, hasilnya didapatkan faktor-faktor (termasuk bobotnya) yang dapat digunakan sebagai kriteria umum dalam penentuan prioritas penangan jalan. Faktor-faktor tersebut adalah potensi kerugian masyarakat (0,51), potensi pengembangan wilayah (0,31) dan kondisi jalan (0,19). Kata kunci : jalan, kerusakan, faktor kinci, penanganan, prioritas
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP DAYA REKAT TACK COAT Atmy Verani Rouly Sihombing
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan tack coat sebagai lapis perekat baik pada lapisan perkerasan lama baru sangat dibutuhkan. Idealnya penggunaan tack coat untuk pelapisan ulang membutuhkan penundaan waktu maksimum selama dua jam, namun gangguan cuaca dan masalah lalu lintas sering kali menyebabkan penundaan waktu tack coat lebih dari penundaan waktu maksimum tack coat. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui daya rekat tack coat yang penundaannya waktu selama lebih dari biasa 5 jam dan dipanaskan kembali hingga mencapai temperatur tack coat yang bervariasi sebelum lapisan jalan baru dihamparkan. Pada penelitian ini dilakukan terhadap lataston HRS-WC, aspal pen 60, dengan kadar aspal 8,5%. Benda uji lapisan perkerasan lama diambil dari lapangan, kemudian ditambahkan tack coat sebanyak 0,0327 gr/cm2sebagai lapis perekat dengan lapisan perkerasan baru pada setiap benda uji. Variasi temperatur tack coat yang digunakan adalah 40oC, 50oC, 60oC, 70oC, dan 80oC, yang masing-masing terdiri dari tiga buah contoh uji. Uji terakhir yang dilakukan adalah dengan menggunakan alat uji geser, untuk mengetahui tahanan geser dari pergeseran benda uji. Berdasarkan analisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa tack coat masih dapat digunakan sebagai lapis perekat pada temperatur tack coat sebesar 42oC hingga 82oC.Kata kunci : tack coat, lataston HRS-WC, aspal pen 60, temperatur, tahanan geser
DAMPAK MANAJEMEN LALU LINTAS CONTRAFLOW TERHADAP DERAJAT KEJENUHAN DAN KESELAMATAN JALAN TOL R. Sri Bintang Pamungkas; Edwin Hidayat; Disi M.Hanafiah
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKVolume kendaraan yang sangat tinggi terutama di daerah Jabodetabek disinyalir menyebabkan tingkat kemacetan yang tinggi pula bahkan kemacetan juga terjadi di Jalan Tol yang notabene merupakan jalan bebas hambata, namun kemacetan yang terjadi hanya bersifat sementara karena terjadi pada jam-jam tertentu, hal ini di indikasikan karena perjalanan komuter dari daerah satelit bodetabek ke Jakarta. Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan manajemen lalu lintas contraflow. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh contraflow terhadap waktu terbaik pelaksanaan contraflow, pengurangan derajat kejenuhan dan efaluasi peraturan dari aspek keselamatan jalan. Studi kasus dilakukan di Jalan Tol Jakarta-Tangerang, pengambilan data primer dilakukan dengan metode video kamera selama 5 kali 24 jam. Kemudian contraflow, serta studi literatur peraturan yang berlaku terkait keselamatan jalan. Dari hasil analisis diketahui bahwa pelaksanaan manajemen lalu lintas contraflow sudah tepat dilaksanakan dari jam 06.00-09.00, kemudian contraflow dapat mengalirkan aliran lalu lintas rata-rata sebesar 800 smp/jam/lajur, dan mengurangi tingkat derajat kejenuhan sebanyak 0,14. Dari hasil kajian literatur contraflow masih dimungkinkan untuk dilakukan dengan persyaratan pembatasan kecepatan. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa contraflow mempunyai dampak yang baik dalam mengurangi kemacetan.Kata kunci : contraflow, jalan tol, manajemen lalu lintas, derajat kejenuhan, keselamatan jalan
EFEK BUSUR DISTRIBUSI BEBAN PADA TIMBUNAN BERTIANG DENGAN PERKUATAN GEOGRID Ahmad Numan; Rakhman Taufik; Syamsi Mahmud Alamsyah; Maulana Iqbal
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTimbunan bertiang dengan perkuatan geosintetik merupakan salah satu teknologi untuk mengatasi masalah penurunan dan instabilitas timbunan di atas tanah lunak. Dalam pedoman perencanaan timbunan bertiang, diantaranya BS 8006-1:2010, EBGEO, dan CUR 226, model analitis yang digunakan untuk menghitung timbunan bertiang didasarkan untuk material berbutir. Selain itu, pedoman-pedoman tersebut juga menggunakan asumsi distribusi beban pada perkuatan geosintetik yang berbeda-beda. Mengingat keterbatasan material tersebut di beberapa lokasi di Indonesia, makalah ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan tanah kohesif dalam konstruksi timbunan bertiang melalui analisis dengan Metode Elemen Hingga (MEH) tiga dimensi dari model Den Boogert(2011) dengan menggunakan bantuan piranti lunak Plaxis 3D Tunnel. Selain itu, makalah ini juga mengkaji asumsi distribusi beban di atas perkuatan geosintetik yang paling sesuai untuk tanah kohesif. Dari hasil kajian ini, tanah kohesif memberikan distribusi beban pada tiang dan pada geosintetik yang berbeda dibandingkan tanah berbutir karena mekanisme perkembangan efek busur yang berbeda. Kajian ini juga mengindikasikan bahwa distribusi beban di atas geogrid yang paling sesuai untuk tanah kohesif adalah distribusi segitiga terbalik dari Van Eekelen & Bezuijen (2012).Kata kunci: Timbunan bertiang, perkuatan geosintetik, metode elemen hingga tiga dimensi, distribusi beban, tanah kohesif, efek busurABSTRACTPiled embankment with geosynthetic reinforcement is one of the solutions against settlement and embankment instability problems over soft soils. In the current design guidelines, among others BS 8006-1:2010, EBGEO, and CUR 226, analtical models employed for calculating piled embankment are mainly for granular material. Due to the lack of granular material in some locations in Indonesia, this paper describes preliminary study of the use of cohesive soils for piled embankment through analysis with finite element method using Den Boogert (2011) model. Beside that, this paper also discusses assumptions on load distribution over geosynthetic reinforcement that is suitable for cohesive soils. Based on the analysis, cohesive soil gave different load distributions to the pile and to the geosynthetic due to the different in aching effects development. Contrary to the granular soil, cohesive soils gave lower load above the arch that is transferred directly to the pile and higher load that is transferred to the geogrid. This study also indicates that for cohesive soil, the most suitable assumption of load distribution over geosynthetic is the inverse triangle distribution from Van Eekelen & Bezuijen (2012).Keywords: Piled embankment, geosynthetic reinforcement, 3D finite element method, load distribution, cohesive soil, arching effect
PEMODELAN NUMERIK PENENTUAN PANJANG LAJU PENGGALIAN UNTUK TEROWONGAN JALAN Fahmi Aldiamar; Susy K Ariestianty
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPanjang laju penggalian terowongan jalan harus direncanakan dengan mempertimbangkan perilaku batuan, bentuk penampang dan tahapan penggalian yang dilakukan. Pendekatan empiris berdasarkan kategori massa batuan umumnya digunakan untuk menentukan panjang laju penggalian. Untuk mengetahui efektivitas dan kesesuaian pendekatan empiris ini, maka dilakukan pemodelan numeric 3 dimensi dengan metode elemen hingga. Dua kategori massa batuan yaitu kelas massa batuan dari Bieniawski (1989) dan klasifikasi dari Jepang (JSCE, 2007) dibandingkan untuk mendapatkan parameter desain yang akan dimodelkan. Terowongan jalan dua lajur dengan diameter 10 m yang melewati jenis batuan dengan kategori V (sangat jelek) digunakan dievaluasi dalam pemodelan. Bentuk penampang penggalian terowongan yang dimodelkan terdiri 3 (tiga) model, yaitu: penggalian muka bidang galian dengan bench tambahan, bench kecil dan bench ganda. Pemodelan dilakukan untuk mengetahui dua kondisi, yaitu kondisi mendekati kondisi keruntuhan (krisis), yaitu FK ≈ 1,dan kondisi diatas FK minimum yang disyaratkan (FK≥1,8). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode penggalian bench ganda dengan panjang laju penggalian maksimum 1,00 m memenuhi kriteria faktor keamanan minimum yang disyaratkan. Hal ini juga menunjukkan kriteria panjang laju pengendalian berdasarkan JSCE (2007) lebih mendekati dibandingkan dengan Bieniawski (1989) yang mensyaratkan laju penggalian 1,5 m.Kata kunci :  laju penggalian, terowongan jalan, metode elemen hingga, model 3D, penampang penggalian 
TEKNOLOGI PEMROSESAN GAMBAR VIDEO UNTUK PERHITUNGAN ARUS SEPEDA MOTOR Disi Mochamad Hanafiah; Handiyana Ariephin; Agus Bari Sailendra
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 3 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan sepeda motor di Indonesia menunjukkan peningkatan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kurangnya pelayanan serta fasilitas dari sistem angkutan umum diperkotaan. Selain adanya ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan pemilikan kendaraan dan penyediaan prasarana jalan. Sebagai sarana transportasi jalan yang terbesar proporsinya dan mendominasi volume lalu lintas sehingga dianggap dapat mempengaruhi tingkat pelayanan jalan (kapasitas, kemacetan, dan kecelakaan), maka upaya untuk mengontrol, memonitor dan mnganalisis gambaran jumlah dan perilaku volume lalu lintas yang didominasi sepedamotor tersebut, harus dapat dilakukan melalui penghitungan volume lalu lintas dijalan dengan lebih akurat dan relative mudah. Sementara ini cara penghitungan volume lalu lintas yang dapat mengakomodasikan sepedamotor umumnya dilakukan dengan cara “manual”, sedangkan software yang tersedia di pasaran belum dapat menghitung jumlah sepeda motor pada suatu ruas jalan dengan akurat. Perbedaan karakteristik pengemudi di Indonesia yang cenderung agresif serta sering melakukan manuverbebas (zigzag), mengakibatkan software tersebut kurang mampu menangkap jumlah sepeda motor dengan akurat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (PUSJATAN) dan Institute for Land and Infrastructure Management (NILIM) telah melakukan kerja sama riset selama 3 tahun untuk mengembangkan software Image Processing Technology (IPT) khususnya untuk mendeteksi volume sepeda motor dijalan. Software ini diuji coba akurasinya dengan menetapkan tiang kamera pada dua titik yang berbeda, posisi sudut kamera yang berbeda serta kondisi hari yang berbeda. Dari hasil uji coba ini didapatkan bahwa penelitian tiang, sudut kamera dan waktu siang dan malam mempengaruhi akurasi pembacaan volume sepeda motor. Kata kunci : Kemacetan, volume, sepeda motor, akurasi, Image Processing Technology

Page 7 of 61 | Total Record : 602


Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue