cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
EVALUASI TINGKAT KERENTANAN PADA NASIONAL PANTURA DI PROVINSI JAWA TENGAH AKIBAT ROB Dini Handayani
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 2 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jalan nasional di Pantura Jawa Tengah dibeberapa titik dekat dengan pantai utara mengakibatkan jalan tersebut memiliki resiko rusak akibat rob. Disis lain perubahan iklim mengakibatkan meningkatnya muka air laut sehingga hal tersebut menambah cangkupan wilayah yang tergenang rob. Kerentana jalan terhadap rob dikaji dengan pembobotan terhadap lima parameter, yaitu : 1). Similasi kenaikan muka air laut, 2). Peta arah angin dominan, 3). Litologi geologi, 4). Jarak bibir pantai ke tepi jalan, 5). Beda tinggi tepi pantai ke tepi jalan. Pembobotan terhadap lima parameter tersebut dilakukan dengan cara Focus Group Discusion (FGD) oleh para ahli bidang rob, sehingga menghasilkan persamaan Nilai Kerentanan Rob (NKR). Persamaan NKR digunakan untuk menghitung tingkat kerentanan jalan dan hasil perhitungan menunjukan bahwa dari 80 ruas jalan yang ada di Provinsi Jawa Tengah, terdapat 10 ruas jalan nasional (12,5%) yang mempunyai kerentanan terhadap rob. Jika dilihat dari total panjang, ruas jalan nasional yang rentan terhadap rob sepanjang 37 km (8,8%) dari total sekitar 421 km ruas jalan nasional di Pantura Provinsi Jawa Tengah.Kata kunci : jalan nasional, rob, Pantura, Jawa Tengah, perubahan iklim
KINERJA DINDING TANAH MERAH YANG MEMPERKUAT GEOGRED BERDASARKAN MODEL NUMERIK Dian Asri Moelyani
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 2 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPedoman perencanaan dinding tanah yang diperkuat geogred saat ini menmasyarakat menggunakan bahan berbutir untuk bahan timbunan. Sebagai akibat, untuk keuntungan ekonomis dari teknologi ini menjadi sangat tergantung pada ketersediaan bahan berbutir disekitar lokasi kontruksi. Disisi lain, di Indonesia, tanah merah yang berasal dari produk vulkanik (tanah residual) sangat berlimpah dan telah banyak digunakan sebagai bahan timbunan karena mempunyai sifat teknis yang baik. Makalah ini membahas prilaku dinding tanah merah yang diperkuat geogred melalui model numerik dari Royal Militery College (RMC) Test Wall 1,Kanada. Verifikasi model dilakukan dengan membandingkan deformasi muka (facing), reaksi toe, tekana vertical pondasi, dan renggangan perkuatan dari hasil model terhadap data dinding percobaan. Model dinding dengan menggunakan propertis tanah merah kemudian disimulasikan untuk mengetahui kinerjanya. Interaksi tanah-geogred dimodelkan dengan memberikan faktor reduksi kuat geser pada elemen antar muka antara kedua material tersebut. Dari hasil kajian dapat disimpulkan respon sistem dinding tanah merah lebih kompleks dibandingkan dinding dari bahan berbutir, oleh karena itu desain kuat tarik berkuatan mempertimbangkan deformasi muka dan timbunan akibat terdisipasinya tekana air pori ekses jangka panjang, efek downdrag dan kekuatan toe.Kata kunci :  dinding tanah,perkuatan geogred, interaksi tanah geogred, model numerik, tanah merah
EVALUASI PARAMETIK PERILAKU CABUT GEOSTRAP DENGAN MODEL NUMERIK DUA DIMENSI Widjojo A Prakoso; Tommy Ilyas
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknik pemodelan numeric cabut (pullout) geostrap dalam konteks pemodelan numerik dengan metode elemen hingga dinding penahan tanah yang diperkuat dengan geosintetik (GRS-RW) dievaluasikan dalam makalah ini. Dua teknik pemodelan dievaluasikan yaitu teknik pemodelan tanpa menggunakan elemen antar muka tanah dan geostrap dan teknik pemodelan dengan menggunakan elemen antar muka.evaluasi dilakukan dengan menggunakan empat perilaku hasil uji laboratorium berikut: Kedua teknik pemodelan memberikan hasil yang relatif sama untuk perilaku extensibele geostrap, perilaku “letakan” pada gaya tarik yang relative rendah, dan ketiadaan perilaku perlemahan (softening), tetapi hanya teknik pemodelan dua yang dapat memberikan hasil gaya tarik puncak semakin meningkat tegangan vertical. Kebutuhan input teknik pemodelan satu lebih sederhana daripada kebutuhan teknik pemodelan dua. Studi para metik modulud elastisitas tanah melakukan geostrap, dan kuat geser tanah yang dilakukan. Pengaruh dari dua parameter pertama adalah tidak terlalu signifikan. Pengaruh dari kuat geser tanah adalah signifikan untuk teknik pemodelan satu. Secara umum teknik pemodelan dengan menggunakan antar muka memberikan hasil yang lebih baik. Kata kunci : dinding penahan tanah, tanah diperkuat, geosintetik, uji cabut, metode elemen hingga
PERKIRAAN SUMBER DAYA ASBUTON DENGNAN PENDEKATAN INTERPLOASI KERNEL PADA NILAI TAHANAN JENIS H.R Anwar Yamin; Nazib Faizal
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Terdapat gap antara supply dan demand aspal di Indonesia. Dua hal yang telah dilakukan pemerintah untuk itu, yaitu mengimpor aspal dan dan penggunaan aspal alam yang ada di Indonesia yang diken+al dengan nama Asbuton Mahalnya biaya eksplorasi dan ketidakjelasan deposit serta pasar Asbuton menyebabkan kurangnya minat investor untuk berinvestasi. Agar industri Asbuton dapat menjadi blue ocean bagi investor, insentif pemerintahan yang berkenaan dengan pemanfaatan Asbuton khususnya di bidang eksplorasi sangat diperlukan. Telah banyak makalah yang secara parsial namun hasilnya sangat jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menjumlahkan secara terukur deposit Asbuton dan untuk mengetahui daerah-daerah di pulau Buton yang mengandung Asbuton untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan survey giologi, pengujian geolistrik dan pengeboran pada tempat-tempat yang secara geologi dan litologi mengandung Asbuton. Pendekatan dengan menggunakan interplorasi Kernel pada nilai tahanan jenis digunakan untuk pemodelan dalam memperkirakan besarnya deposit Asbuton di pulau Buton, khususnya di Kabupaten Buton. Dari makalah ini diketahui bahwa luas daerah yang mengandung Asbuton di pulau Buton diperkirakan sekitar 37.653,57 ha dengan rincian 36.966,77 ha di Kabupaten Buton dan 687 ha di Kabupaten Buton Utara. Dari pemodelan stratigrafi diketahuin bahwa daerah Kabungka memiliki dua lapisan bantuan, yang memiliki kadar Asbuton pada Lapisan-1 ini diperkirakan hanya 1% dan 10% pada Lapisan-2 berdasarkan anlisis volumetrik dari Reed, sumber daya Asbuton di Kabupaten Buton diperkirakan adalah sebesar 746.900.562,88 ton. Dengan menggunakan kadar bitumen optimis (1%), pesimis (35%) dan moderat (24%), maka kandungan bitumen secara optimis, pesimis dan moderat yang terdapat dipulau Buton masing-masing adalah sebesar 7.469.006; 261.415.197 dan 179.256.135 ton bitumen.Kata kunci :  Kabupaten Buton, Asbuton, geolostris, sebaran, sumber daya terukur, interpolasi Kernel
KARAKTERISASI KETAHANAN RUTTING ASPAL KERAS KELAS PENETRRASI BERDASARKAN KRITERIA KELAS KINERJA Ir. Nono, M.Eng.Sc; Madi Hermandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, spesifikasi aspal  keras saat ini masih berdasarkan kelas penetrasi. Nilai penetrasi mengindikasikan nilai konsistensi aspal yang pada perkerasan jalan beraspal digunakan sebnagi indikator empiris dari sifat kerentanan rutting dan kelelahan bahan pengingkat aspal. Secara mekanis, nilai penetrasi tidak dapat secara langsung digunakan dalam suatu perhitungan yang mengindikasikan kinerja perkerasan jalan,  terutama rutting. Hal ini berbeda dengan spesifikasi bahan pengikat aspal berdasarkan kelas kinerja dalam Superior Performing Asphalt Pavement (SUPERPAVE), yang dikembangkan dibawah projek the Strategic Highway Research Program (SHRP). Spesifikasi ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan mekanis dan berbasis kinerja, sehingga sudah mengakomudir perbedaan temperature maksimum, medium dan minimum dari perkerasan jalan dalam kaitannya dengan kinerja. Meskipun spesifikasi kelas kinerja lebih realistik, namun penerapannya di Indonesia mendapati kendala, di antaranya kendala keterbatasan peralatan uji yang memadai dari segi kualitas maupum kuantitas. Sebagai jalan keluar maka perlu dikaji karakteristik aspal keras kelas penetrasi yang memiliki kesetaraan karakteristik dengan spesifikasi kelas kinerja. Metodologi penelitian dil laksanakan dengan cara melakukan kajian leteratur dan selanjutnya melaksanakan pengujian di laboraturium terhadap karakteristik beberapa contoh aspal keras, baik berdasarkan spesifikasi kelas penetrasi maupun kelas kinerja dengan menggunakan Dynamic Shear Rheometer (DSR) untuk Fresh Rutting, untuk kemudian dikorelasikan. Hasil penelitian menunjukan kolerasi yang signifikan antara temperature maksimum kelas kinerja dengan nilai penetrasi dan titik lembek. Dengan demikian maka dapat diketahui bahwa setiap aspal keras kelas penetrasi dapat memiliki ketahanan rutting (deformasi) yang setara dengan kelas kinerja yang di inginkan dengan cara membatasi titik lembeknya.Kata kunci : aspal keras, spesifikasi kelas penetrasi, rutting, spesikasi kelas kinerja, titik lembek
ANALISIS NONLINER GEMPA DALAM ARAH MELINTANG PADA KEPALA JEMBATAN INTEGRAL Anton Surviyanto
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan integral merupakan tipe jembatan tanpa ada sambungan dengan lantai jembatan menerus dan terhubung secara monolit dengan dinding abutmen. Dalam analisis linier dan nonlinier struktur, dinding kepala jembatan di modelkan sebagai dinding geser menggunakan beberapa teknik baik itu menggunakan elemen shell maupun kombinasi element frame. Teknik pemodelan yang umum digunakan adalah mid-pier frame untuk merepresentasikan kekakuan dinding  frame horizontal (rigid arm). Dalam makalah ini, analisis statik nonlinier pushover dilakaukan untuk jembatan abuten integral. Dinding abutmen dimodelkan dalam elemen mid-pier frame dan elemen shell. Material besar nonlinier untuk model mid-pier diasumsikan dengan sendi plastis (interaksi PMM/aksial terhadap momen arah masing-masing), sedangkan model multilayer mempertimbangkan beton dan tulangan sebagai shell yang berlapis. Hasil kedua model yang dibandingkan dalam perilaku sistem struktur global. Hasil menunjukan kurva pushover untuk kedua model serupa. Namum model mid-pier arm overestimasi kapasitas struktur untuk incremental perpindahan lebih besar dari 0,038 m dibandingkan dengan model shell multilayer. Perpindahan stuktur dari beberapa titik yang berbeda cukup signivikan dengan selisih lebih dari 10% antar kedua  model. Hal ini disebabkan oleh kekakuan rigid beam pada model abutmen dengan model mid-pier frame.Kata kunci : jembatan abutem integral, gempa arah transversal, dinding geser, analisis nonlinier, multilayer shell, sendi plastis, interaksi PMM
PEMODELAN BENTURAN DUA KOLOM DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PADA ELEMEN KONTAK PADA PILAR JEMBATAN Winarputro Adi Riyono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 29 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBenturan merupakan fenomena dinamik yang memberikan efek yang besar terhadap respon struktur. Benturan dapat terjadi diantara dua atau lebih elemen struktur yang berdekatan termasuk benturan dua kolom jembatan. Salah satu penyebab terjadinya mekanisme benturan yaitu perbedaan karakteristik dinamik kolom jembatan yang berdekatan. Pada kajian ini, dibahas pengaruh resiko fleksibilitas struktur (T1/T2) terhadap mekanisme benturan 2 kolom sederhana. Analisis dilakukan digunakan dengan menggunakan pendekatan elemen kontak dengan bantuan program analisis struktur elemen kontak yang digunakan berupa elemen pegas linier. Struktur dimodelkan sebagai dua buah kolom yang terpisah dengan tinggi yang sama dengan menggunakan 4 variasi dimensi sehingga memiliki 4 variasi rasio periode alami yaitu 0,33, 0,44, 0,67, dan 0,95. Struktur dianalisis denmgan menggunakan analisis nonlinier riwayat waktu dengan eksitasi dinamik yang digunakan berupa gempa El-Centro komponen N-S. melalui analisis diperoleh hasil bahwa dua struktur dengan rasio periode alami yang rendah memiliki frekuensi kontak dan respon gaya kontak yang lebih besar dibandingkan dengan dua struktur dengan rasio periode alami yang lebih tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa dua buah struktur dengan periode alami yang berjauhan rentan terhadap benturan.Kata kunci :  benturan, elemen kontak, rasio periode alami, elemen pegas linier, analisis riwayat waktu 
PENGARUH PENGKONDISIAN BENDA UJI TERHADAP SIFAT VOLUMETRIK CAMPURAN BERASPAL PANAS LAPIS AUS Dani Hamdani; Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBenda uji campuran beraspal panas yang disiapkan di laboraturium memiliki sifat campuran yang berbeda dengan yang diproduksi di Unit Pencampur Aspal (UPA). Sesuai AASHTO R30-02 (2010) salah satu perbadaannya adalah lamanya waktu pengkondisian yang berakibat pada penuaan aspal atau proses oksidasi dari campuran beraspal panas yang disiapkan di laboraturium dan yang di produksi di AMP. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pengkondisian benda uji terhadap sifat volumetrik campuran beraspal panas lapis aus. campuran beraspal panas lapis aus dibuat dua tipe, yaitu yang dikondisikan dalam oven pemanas selama 2 jam+ 5 menit pada temperatur yang setara temperatur pemadatan + 3oC dan yang tidak dikondisikan/standar. Berdasarkan hasil kajian di laboratorium dapat diambil kesimpulan, yaitu campuran beraspal panas yang dikondisikan akan mengalami perubahan volumetrik dan penurunan nilai penetrasi aspal hasil reco verry dari pelarutnya setelah ekstraksi dari campuran beraspal panas di bandingkan dengan yang tidak dikondisikan, campuran beraspal panas Laston Lapis Aus dengan gradasi halus dan gradasi kasar yang dikondisikan memiliki kekuatan sangat baik, yaitu ditunjukan dengan nilai stabilitas yang lebih besar dari campuran beraspal panas yang tidak dikondisikan, untuk mengatasi penuaan dan penyerapan aspal yang lebih tinggi, campuran beraspal panas Laston Lapis Aus dengan gradasi halus dan gradasi kasar yang dikondisikan memerlukan kadar aspal optimum dan tebal film aspal yang lebih tinggi di bandingkan dengan yang tidak dikondisikan. Kata kunci : Sifat volumetrik, campuran beraspal panas, benda uji, Laston Lapis Aus, penuaan
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN PELARUT BERBASIS BAHAN ORGANIK DAN MEDIA AIR Kurniadji -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPotensi aspal batu buton (Asbuton) yang melimpah, merupakan aspal alam yang terdapat di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara, belum maksimal dimanfaatkan. meskipun telah diproduksi Asbuton murni hasil ekstraksi, namun untuk memperoleh Asbuton murni belum ada teknologi yang optimal, oleh karena itu dilakukan kajian teknologi ekstraksi Asbuton yang paling baik. untuk kajian dipilih teknologi ekstraksi melarutkan bitumen Asbuton dengan pelarut Trichlor Ethylene (TCE), Tertra Hidro Furan (THF), etil asetat, aseton, fufural, toluen, limonene, bromopropan dan terpentin. Untuk kajian selanjutnya dipilih terpentin sebagai pelarut potensial yang ditambah surfaktan dengan teknologi destilasi menggunakan media air. dengan tujuan untuk mensubstitusikan aspal minyak secara total, Asbuton murni yang diperoleh adalah setara dengan aspal minyak pen 60 dengan penetrasi 64 dmm, titik lembek 49,6oC dan daktibilitas > 140 cm, selanjutnya pada campuran beraspal panas dengan Asbuton murni menghasilkan stabilitas 1388 kg dan lelehan 3,98 mm; stabilitas sisa 95,4% dibandingkan menggunakan aspal minyak pen 60 dengan stabilitas 1238 kg; kelelehan 4,33 mm; stabilitas sisa 91,8. dari uji modulus memperlihatkan campuran beraspal dengan Asbuton murni mempunyai kecenderungan lebih tahan panas, pada temperatur  45oC diperoleh modulus 612 MPa, sedangkan campuran beraspal panas dengan aspal minyak pen 60 adalah 324 MPa. Dari uji ketahanan terhadap deformasi menunjukkan campuran beraspal panas dengan Asbuton murni lebih tahan terhadap deformasi dengan nilai stabilitas dinamis 1703 lintasan/mm dan campuran beraspal dengan aspal minyak pen 60 adalah 1016 lintasan mm, untuk diuji fatik menunjukkan nilai ketahanan fatik yang relatif sama dengan aspal minyak. data ini menunjukkan, meskipun klasifikasi Asbuton murni sama dengan klasifikasi aspal minyak pen 60, namun setelah dicampur dengan agregat pada campuran beraspal panas, Asbuton murni mempunyai kecenderungan lebih baik daripada aspal minyak.Kata kunci : Asbutuon, ekstraksi, bahan pelarut, Asbuton murni, aspal minyak 
PERILAKU CABUT GEOGRID DALAM TANAH MERAH BERDASARKAN ANALISIS PENGUJIAN LABORATORIUM DAN METODE ELEMEN HINGGA Rakhman Taufik; Dian Asri Moelyani; Dea Pertiwi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 31 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeberapa pedoman perencanaan dinding penahan tanah dengan perkuatan geogrid mensyaratkan penggunaan bahan berbutir dengan kandungan butir halus kurang dari 15%. Di Indonesia, tanah merah dengan kandungan butir halus yang tinggi mulai digunakan sebagai pengganti bahan berbutir karena mempunyai sifat teknis yang baik. Akan tetapi, tercatat adanya dinding tanah yang tidak memberikan kinerja sesuai sesuai dengan persyaratan. Hal ini merupakan indikasi perlunya pemahaman perilaku interaksi tanah antara butir halus dengan geogrid. Oleh karena itu, salah satu mekanisme interaksi tanah dan geroid, yaitu perilaku cabut, dibahas dalam tulisan ini. Pengujian cabut di laboratorium dilakukan dengan variasi jenis geroid. hasil penguji cabut digunakan untuk mengembangkan model dengan metode elemen hingga untuk menambah pemahaman terhadap interaksi kedua material tersebut. Dari hasil analisa, akibat sifat geroid yang dapat memanjang (extensible), respon georid ketika menerima beban cabut tidak seragam. Selain itu, perilaku cabut georid tidak hanya dipengaruhi oleh kekakuan georid, tetapi juga oleh konfigurasi geometri georid. Hasil analisis dengan metode elemen hingga memberikan gambaran pentingnya sistem drainas untuk mendisipasi tegangan air pori ekses jika tanah butir halus digunakan dalam dinding penahan tanah dengan perkuatan georid.Kata kunci : dinding penahan tanah, tanah merah, kandungan butir halus, georid, uji cabut, metode elemen hingga

Page 6 of 61 | Total Record : 602


Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue