cover
Contact Name
Rojai Zhofir
Contact Email
rojaizho@gmail.com
Phone
+6285709037738
Journal Mail Official
admin@yayasandarussalam.or.id
Editorial Address
Jl. Jaya Wijaya, Dusun Besar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Ghaitsa: Islamic Education Journal
ISSN : -     EISSN : 27211592     DOI : https://doi.org/10.62159/ghaitsa.vXXX
Core Subject : Religion, Education,
Ghaitsa: Islamic Education Journal is a double-blind peer-reviewed journal on education and teacher training. Ghaitsa Journal is intended to provide academic forums for researchers who are interested in the discussion of current and future issues on education and teacher training, especially in the Muslim world. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of the published articles. The journal is open to authors around the world regardless of nationality.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Februari" : 11 Documents clear
SINERGITAS ORANG TUA DAN GURU AGAMA DALAM MEMBINA PENGALAMAN AGAMA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI 4 KOTA BENGKULU Trini Wahyuni, Arum; Asiyah, Asiyah; Walid, Ahmad
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.159

Abstract

Tujuan dari penellitian ini adalah unruk mengetahui bagaimana Sinergitas Orang Tua Dan Guru Agama Dalam Membina Pengalaman Agama Anak Tunagrahita Di SLB Negeri 4 Kota Bengkulu, efektivitas penerapan metode yang digunakan orang tua dan guru agama dalam pembinaan agama anak Tunagrahita Di SLB Negeri 4 Kota Bengkulu, dan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengalaman agama pada anak Tunagrahita di SLB Negeri 4 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data dan menggunakan tringulasi sumber. Teknik analisis data adalah Data reduction (reduksi data), Data display (penyajian data), Conclustion drawing/Verivication (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sinergitas orang tua dan guru agama dalam membina pengalaman agama anak Tunagrahita yakni menggunakan pembinaan sholat. Metode yang digunakan oleh orang tua dan guru agama yakni metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pemberian ganjaran. Faktor pendukung yakni adanya fasilitas yang memadai, pengalaman keagamaan anak yang sudah baik, tingkat pengetahuan anak mengenai pengalaman agama baik dari sekolah, orang tua yang cukup baik, dukungan dari pihak sekolah kepada guru dalam meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan, faktor penghambat dalam pelaksanaan pengalaman agama di SLB N 4 Kota Bengkulu yaitu faktor psikologis anak yang tidak setabil, pengaruh dari teman yang sedang tidak melaksanakan sholat, dan pengaruh Hp
PROBLEMATIKA MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Herlambang Putra, Edi; Satria, Irwan; Walid, Ahmad
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.160

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui problematika mahasiswa Pendidikan Agama Islam dalam mempersiapkan diri menjadi guru Pendidikan Agama Islam. penelitian ini dilatar belakangi karena mahasiswa yang akan lulus dari jurusan (program studi) ini kadang kala belum percaya diri untuk meyakini akan dirinya masing-masing yang sudah menuntut ilmu dan mempersiapkan diri penjadi seorang pendidik serta mahasiswa kurang memahami mengajar yang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan naratif untuk menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ditemukan.Objek dari penelitian ini adalah sebagian mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Semester VII, dan prosedur pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menelaah data yang ada. Dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti, diperoleh hasil sebagai berikut: bahwa dari problematika yang bersifat internal yang terdiri tiga hal yaitu: cita-cita/minat mahasiswa PAI bahwa sudah banyak mahasiswa PAI yang berminat atau bercita-cita untuk menjadi guru PAI, tetapi masih ada sebagian kecil dari mahasiswa kurang berminat menjadi guru PAI. Tentang pengetahuan dasar PAI dengan tetapi sebagian kecil dari mereka masih kurang paham. Pengetahuan tentang PAI, masih banyak dari mahasiswa kurang mengetahui tentang pengetahuan dasar PAI. Dari problematika eksternal, yang terdiri dari tiga yaitu: Lingkungan keluarga, hasil diperoleh sudah banyak dari mahasiswa mendapat dukungan penuh dari keluarga, tetapi masih ada sebagian kecil dari mahasiswa kurang mendapat dukungan dari keluarga. Lingkungan masyarakat, banyak masyarakat yang mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi guru, tetapi masih pula ada yang kurang mendukung. Faktor lingkungan sekolah, yang terdiri dari guru dan teman, banyak yang mendukung keputusan mahasiswa untuk menjadi guru PAI.
Tantangan Guru Pai Dalam Menghadapi Era Perubahan Globalisasi Teknologi Industri 4.0 di SMA Negeri 01 Bengkulu Tengah Sari , Renda Ratna; Febrini, Deni; Walid, Ahmad
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.170

Abstract

This study aims to describe the challenges of Islamic Religious Education teachers in facing the changes in the era of globalization of the technology industry 4.0 at SMA Negeri 01 Bengkulu Tengah. The research method used is descriptive qualitative and refers to case studies. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. For data validity using observation persistence, triangulation techniques and sources.The results of the study show that the challenges faced by Islamic Education teachers in the changing era of globalization of the technology industry 4.0 in SMA Negeri 01 Bengkulu Tengah, there are several challenges, one of which is that teachers must be required to be digital literate where teachers must increase their understanding and knowledge in technology in order to implement this knowledge. In the teaching process, another challenge faced by Islamic Education teachers is that teachers must be able to innovate their teaching methods according to existing developments. Apart from teachers, other challenges came from students, where students' morale was eroded due to changes in technological globalization, and student social action towards their environment was also eroded, not only among students but also appearing indifferent to their responsibilities as students.
Konsep Pendidikan Ibadah Thaharah Menurut Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Clodia A.R, Cindi
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.175

Abstract

Persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu bagaimana konsep pendidikan ibadah thaharah menurut al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan konsep pendidikan ibadah thaharah menurut al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin. Adapun jenis penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang menggunakan data-data yang telah dikumpulkan meliputi teori konsep dan ide, oleh karena itu data yang penulis jadikan sebagai bahan penelitian berasal dari dari sumber tertulis dengan mempelajarinya, menelaah, bahan-bahan kepustakaan yang berkaitan dengan materi pembahasan. Adapun teknik dalam anlisis data peneliti menggunakan analisis isi, analisis deskriptif, dan analisis induktif untuk menarik kesimpulan dari penelitian ini. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: “Konsep pendidikan ibadah menurut al-Ghazali adalah kemampuan pendidik untuk membimbing dan mengarahkan peserta didiknya untuk beribadah atau mendekatkat diri kepada Allah. Al-Ghazali merujuk kepada QS at-Tahrim ayat 6 dan adz-Zariyyat ayat 56. Jadi menurut penulis jika dipahami secara mendalam perkara pendidikan ibadah ini bisa membentuk generasi muda yang jauh lebih berproduktif karena memiliki pendidikan agama sejak dini. Thaharah digunakan al-Ghazali untuk memperoleh ketakwaan kepada Allah karena di dalam kitab Ihya’ Ulumuddin di jelaskan bahwa untuk memperoleh ketakwaan tersebut harus melalui empat dasar tingkatan dalam mensucikan diri baik secara lahiriah ataupun batiniah antara lain; pertama, mensucikan jasmani terlebih dalu dengan membersihkan diri dari hadas, noda, dan kotoran. Jadi dalam penerapan bersuci tingkat pertama menyucikan jasmani yaitu dengan menghilangan hadas dan najis bisa dilakukan dengan cara berwudhu, mandi, tayamum dan istinja’.
Teori Belajar Konstruktivisme dan Implikasinya dalam Pendidikan dan Pembelajaran Kukuh Masgumelar, Ndaru; Setya Mustafa, Pinton
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.188

Abstract

Sistem pendidikan secara dinamis berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Salah satu yang menjadi tren akhir ini adalah teori belajar konstruktivisme. Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji pembelajaran konstuktivisme dalam dunia pendidikan dan pembelajaran. Penelitian ini adalah studi pustaka, yang mengumpulkan sumber referensi untuk dianalisis kemudian ditarik kesimpulan. Hasil sumber yang ditemukan yaitu pembelajaran konstruktivisme adalah model pendekatan alternatif yang mampu menjawab kekurangan paham behavioristik yang beranggapan bahwa pengetahuan merupakan konstruksi (bentukan) dari kita yang menganalisis dan simpulkan. Ciri khas dari karakteristik konstruktivisme yaitu; (1) belajar aktif, (2) bersifat otentik dan situasional, (3) menarik dan menantang, (4) pengaitan pengetahuan lama dengan informasi baru, (5) merefleksikan pengetahuan, (6) guru sebagai; (7) guru dapat memberi bantuan dalam menempuh proses belajar.
Hubungan Metode Pembelajaran Al-Quran Dan Minat Anak Usia Dini Ermaini, Ermaini
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.940

Abstract

Learning the Koran should be mandatory at an early age as part of the Muslim community. The Qur'an is described as a guide. The Qur'an is the holy book which is the main source for Muslims. using Al-Qur'an learning methods to make it easier for children to become accustomed to quickly, skillfully, accurately and effectively in reading the Qur'an. The aim of the researcher in conducting this research is 1) to find out the method of learning the Al-Qur'an at TKIT Rabbani, Bengkulu. 2) to find out the factors that support children's interest in reading the Al-Qur'an. 3) to find out the activities carried out by teachers to increase children's interest at TKIT Rabbani, Bengkulu. This research uses descriptive qualitative research, data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the research are that educators use the talaqqi method which applies the mouth-to-mouth method or the teacher will read verses from the Koran and the students will listen then the children will repeat back what the teacher read. Before carrying out Al-Qur'an reading activities, children will be invited to perform dhuha prayers, dhikr, then continue with memorizing hadiths and writing the basic letters of the Al-Qur'an.
Penerapan Metode Drill untuk Meningkatkan Kemampuan Peserta Dididk dalam Menghafal Asma'ul Husna Kelas IV SD Negeri 85 Kota Bengkulu HARNELI, TRI
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang Upaya Meningkatkan Kemampuan Menghafal Asmaul Husna. Penelitian ini melibatkan 20 siswa, yang menjadi subyek dalam penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri 85 Kota Bengkulu, pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode observasi, tes buatan guru, lembar pengamatan siswa dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif, data yang dikumpulkan dikelompokkan disederhanakan kemudian disajikan dalam bentuk persentase dilakukan penafsiran dan pemaknaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan menggunakan metode drill (latihan) ini dapat meningkatkan kemampuan menghafal siswa, dan perhatian siswa lebih fokus ketika menghafal. Dalam pembelajaran pendidikan agama islam terbukti bisa meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SD Negeri 85 Kota Bengkulu Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Siswa mengalami ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, ke siklus II, yaitu masing-masing 60 % dan 85,15 %. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Berdasarkan analisis data, diperoleh siswa dalam proses metode drill dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan jelas menunjukkan target keberhasilan telah tercapai.
Membentuk Karakter Anak Usia Dini Dengan Pendekatan Islam Nuraeni, Dini
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.944

Abstract

The aim of the research is to describe the character formation of early childhood carried out by teachers at TK Azzahra, Bengkulu City with supporting and inhibiting factors. The method used in the research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data validity techniques use source and data triangulation. The results of the research conducted show that it is very important for character education in early childhood in the Islamic approach to form moral knowledge (moral knowing), moral personality (moral feeling), moral character (moral acting). With an Islamic education approach, it is given by teachers or parents to children with Islamic teaching in accordance with the child's morals and heart. In implementing children's character at Azzahra Kindergarten, teachers will teach children to say thank you, when someone gives a gift or reward, say greeting and kiss the hands of teachers and parents when they arrive at school, answer greetings when someone else gives greetings, be kind to other students and be polite to teachers and other students.
Faktor Pendukung Penanaman Moral Anak Usia Dini DI Taman Kanak-kanak Zulilana, Endang
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.946

Abstract

Morals are a way of understanding what is right or wrong, namely having good ethics and acting appropriately. Morals are very important to support future social life, such as not acting evilly, understanding what other people are suffering, listening before judging others, respecting differences, being empathetic, showing love and respect for parents, family and other people. The aim of the research is to determine the supporting factors for instilling morals in early childhood at TKIT Ummi Bengkulu. The research method uses descriptive qualitative which includes interviews, observation and documentation. The subjects interviewed were teachers and students of TKIT Ummi Bengkulu. Teachers will teach children to have good behavior, say hello and kiss the hands of parents and teachers when leaving and going to school. Apart from that, teachers at school become role models for students at school in terms of how to dress, speak and behave. So that children will become polite individuals towards friends and teachers, children will have an honest attitude, respect friends and teachers during teaching
Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Perilaku Sosial Anak Di Sekolah Dasar Mahaju Salta, Noviarti
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i1.951

Abstract

Emotional behavior can be caused by various problems experienced by children, such as anger, frustration or other negative feelings. Therefore, there is a need for emotional intelligence which leads to decision making for individuals and must be accompanied by spiritual intelligence to develop individuals to think more broadly so that they have high insight in order to make individuals have good behavior in the surrounding environment. This research aims to determine the influence of emotional and spiritual intelligence on children's behavior at school. And the formulation of the problem in this research, "What is the influence of intelligence, emotional and spiritual intelligence on children's social behavior in elementary school?". In this research, descriptive qualitative methods were used, data analysis used interviews, observation and documentation. The subjects of this research were the principal, teachers and students of SDN 71 Bengkulu City. The results of this research were obtained from direct phenomena that occur in objects in the school environment in natural settings. Information obtained from related sources. To shape social behavior with the development of emotional and spiritual intelligence, it is carried out by teachers, such as giving appreciation or applause to children who can answer questions correctly, providing assistance to friends who need it, such as lending pencils or printed books for learning when one of their friends don't have, then apologize or apologize to a friend if you have a problem with that friend. Apart from that, spiritual intelligence also plays an active role in social behavior with teachers showing good behavior in Islam, such as patience, honesty and sincerity. In this way, good social behavior is created in children and will be implemented in their lives in the future.

Page 1 of 2 | Total Record : 11