cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 169 Documents
Uji Aktivitas Antimikroba Fraksi Etanol dan n-Heksan Daun Melinjo (Gnetum gnemon L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Jamur Candida albicans Nur Isnawati; Muhammad Isrul; Himaniarwati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.350

Abstract

Gnetum gnemon L. dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, karena memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, saponin yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Ekstrak etanol daun melinjo memiliki aktivitas terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan jamur Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi etanol dan n-Heksan daun melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan jamur Candida albicans. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian hasil ekstraksi difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut etanol dan n-Heksan. Pengujian antimikroba dilakukan menggunakan metode paper disk, Amoxicillin dan Ketokonazole sebagai kontrol positif antimikroba. Analisis data dilakukan menggunakan Uji One Way Anova dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol daun melinjo terhadap bakteri Escherichia coli memiliki daya hambat pada konsentrasi 30% (10,2 mm), konsentrasi 40% (11,8 mm), konsentrasi 50% (13,1 mm), sedangkan pada fraksi n-Heksan tidak memiliki aktivitas antimikroba. Dan fraksi etanol daun melinjo terhadap jamur Candida albicans memiliki daya hambat pada konsentrasi 30% (8,5 mm), konsentrasi 40% (10 mm), konsentrasi 50% (11,3 mm), dan pada fraksi n-Heksan tidak memiliki aktivitas antimikroba. Pengujian menggunakan uji One Way Anova menunjukkan fraksi etanol daun melinjo (Gnetum gnemon L.) memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Eschrichia coli dan jamur Candida albicans dengan nilai signifikan p < 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari tiap konsentrasi dalam menghambat mikroba. Perlu dilakukan penelitian lanjutan penetapan kadar senyawa total dari fraksi daun melinjo (Gnetum gnemon L.).
Kajian Interaksi Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum (RSU) Aliyah I Kota Kendari Mutiara; Nikeherpianti Lolok; Yusuf Useng
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.352

Abstract

Interaksi obat merupakan kejadian interaksi yang dapat terjadi bila penggunaan bersamaan dua macam obat atau lebih.Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang menguntungkan dan merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta presentase kejadian interaksi obat dispepsia pada pasien rawat inap di RSU Aliyah I kota kendari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif yaiu mengumpulkan data sekunder berupa rekam medik pasien dispepsia. Populasi pasien sebanyak 145 dan yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 106 pasien. Analisis terajadinya interaksi obat dilakukan dengan menggunkan www.drugs.com, Lexicomp Drug Information Handbook edisi 21, dan www.medscape.com. Analisis interaksi obat dikategorikan ke dalam tingkat keparahan minor, moderat, dan major. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa potensi kejadian interaksi obat pada pasien dispepsia di RSU Aliyah I Kota Kendari, didapatkan 3 pasien interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan minor 3 kasus (2, 8%), kemudian tidak ditemukannya kejadian interaksi tingkat keparahan moderate dan interaksi tingkat keparahan major pada pasien dispepsia rawat inap di RSU Aliyah 1 kota kendari. Potensi interaksi obat yang terjadi pada pasien dispepsia dengan penyakit penyertanya dapat diliat dari interaksi yang terjadi penggunaan ranitidine dan paracetamol, kemudian penggunaan ranitidine dan ketorolac, serta kombinasi lansoprazole dan mecobalamin. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan pengembangan identifikasi potensi interaksi obat lebih spesifik dan perlu adanya monitoring dan evaluasi penggunaan obat pada pasien dispepsia untuk mencegah interaksi obat.
Uji Aktivitas Gastroprotektif Ekstrak Etanol Rumput Laut Merah (Eucheuma cottoni) Pada Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Aspirin Yusri Indah H. Muh Sale; Wa Ode Yuliastri; Jastria Pusmarani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i2.426

Abstract

Gastroprotektif merupakan kemampuan faktor endogen tertentu untuk melindungi mukosa lambung. gastroprotektiftergantung pada keseimbangan antara mekanisme agresif dan defensif dan dalam keberhasilan pengobatan (tukak lambung, komplikasi gastrointestinal atas). Salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah rumput laut merah (Eucheuma cottoni). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas gastroprotektif ekstrak etanol rumput laut merah (Eucheuma cottoni) pada mencit (Mus musculus). Jenis penelitian ini adalah analitik eksperimental. Sampel diekstraksimenggunakan metode maserasi. Skrining metabolit sekunder terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Uji pendahuluan dosis penginduksi untuk menentukan dosis optimal. Pengujian aktivitas gastroprotektif dengan menggunakan kontrol positif (sukralfat dosis 500 mg/5 ml), kontrol negatif (Na.CMC 0,5%), kontrol induksi (aspirin dosis 1000 mg/kgBB), serta 3 kontrol perlakuan suspensi rumput laut merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB. Jenis analisis data menggunakan uji Krusal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ekstrak etanol rumput laut merah (Eucheuma cottoni). memiliki aktivitas gastroprotektif pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi aspirin menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut merah dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat penginduksi aspirin menunjukkan nilai signifikan p = 0,001<0,05. Ekstrak rumput laut (Euchuma cottoni) dengan dosis 400 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB efektif memberikan aktivitas gastroprotektif yang sebanding dengan sukralfat yang dilihat dari skor ulkus yakni 100%. Sebaikanya perlu dilakukan uji toksisitas yang mungkin timbul akibat ekstrak rumput laut merah (Euchuma cottoni)
Analisis Efektivitas Hasil dan Biaya Terapi Kombinasi Obat Antidiabetes Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di RSUD Kota Kendari Tahun 2022 Nur Istiqomah; Citra Dewi; Azlimin
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.144

Abstract

ABSTRAK Pembiayaan kesehatan di Indonesia semakin meningkat salah satunya penyakit diabetes mellitus (DM) tipe 2. Jumlah kasus prevalensi DM tipe 2 terus mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir, maka diperlukan analisis efektivitas biaya untuk memutuskan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi antidiabetes oral yang paling cost-effective di RSUD Kota Kendari.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengumpulkan data rekam medik secara retrospektif pada pasien rawat inap DM tipe 2 di RSUD Kota Kendari Tahun 2022. Pengambilan data meliputi data terapi dan biaya pengobatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 37 pasien. Efektivitas pengobatan diukur berdasarkan penurunan gula darah sewaktu (GDS) yang mencapai target sedangkan efektivitas biaya dilihat berdasarkan nilai ACER dan ICER.Hasil penelitian menunjukkan persentase efektivitas terapi kombinasi antidiabetes oral glimepirid - metformin sebesar 81,8 % dengan nilai ACER terendah berdasarkan GDS sebasar Rp. 24.109 dan nilai ICER berdasarkan GDS sebesar Rp. -40.200. Kesimpulan dari penelitian ini adalah glimepirid – metformin lebih cost-effective daripada terapi kombinasi antidiabetik oral lainnya.Diharapkan rumah sakit dapat mempertahankan anggaran obat untuk penyakit DM tipe 2 secara efektif dan efisien ABSTRACT Health financing in Indonesia is increasing, one of which is type 2 diabetes mellitus DM. The number of cases of type 2 DM prevalence has continued to increase in the last few decades, so a cost-effectiveness analysis is needed to decide on the selection of drugs that are effective in terms of benefits and costs. This study aims to determine the most cost-effective combination of oral antidiabetics at Kendari City Hospital. This type of research is a descriptive study by collecting medical record data retrospectively on type 2 DM inpatients at Kendari City Hospital in 2022. Data collection includes therapy data and treatment costs. The sampling technique used was purposive sampling. Samples that met the inclusion criteria were 37 patients. The effectiveness of treatment is measured based on the decrease in temporary blood sugar (GDS) that reaches the target while the cost effectiveness is seen based on the ACER and ICER values. The results showed the percentage of effectiveness of glimepirid - metformin oral antidiabetes combination therapy of 81.8% with the lowest ACER value based on GDS of Rp. 24,109 and ICER value based on GDS of Rp. -40,200. The conclusion of this study is that glimepirid - metformin is more cost-effective than other oral antidiabetic combination therapies. It is expected that the hospital can maintain the drug budget for type 2 diabetes effectively and efficiently.
Formulasi Dan Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor) Sediaan Spray Gel Ekstrak Daun Nilam (Pogostemon Cablin L.) Sebagai Tabir Surya Rismayanti Fauziah; Gita Pratiwi Budia Razky; Muh Isrul; Rina Andriani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.458

Abstract

Daun nilam (Pogostemon cablin L.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan patchouli alkohol yang berpotensi sebagai antioksidan sekaligus protektor sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan spray gel berbahan ekstrak daun nilam serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) sebagai tabir surya alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental analitik dengan variasi konsentrasi ekstrak 1%, 2%, dan 3%. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam bentuk spray gel menggunakan karbopol 940 sebagai gelling agent. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pola semprot, uji iritasi, dan stabilitas melalui cycling test. Uji nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik spray gel dan tidak menimbulkan iritasi. Nilai SPF tertinggi diperoleh pada formula F3 (3%) yaitu 24,78 dengan kategori proteksi ultra, sedangkan F1 (1%) dan F2 (2%) memiliki nilai SPF lebih rendah namun tetap berada dalam kategori protektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun nilam dapat diformulasikan menjadi sediaan spray gel yang stabil secara fisik, aman digunakan, dan memiliki aktivitas sebagai tabir surya alami.
Efektivitas Tanaman Bawang Putih Lanang (Allium sativum L.) Sebagai Terapi Herbal Hipertensi Anne Elvina Bangun; Alifadya Rezky Agista; Andi Agista Dewi; Nabiila Djaya Lestari; Himaniarwati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.512

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan penanganankomprehensif, termasuk terapi komplementer berbasis bahan alam. Bawang putih lanang (Allium sativum L.) diketahuimengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antihipertensi. Review ini bertujuan mengkaji kandungansenyawa aktif, perubahan komposisi kimia akibat fermentasi menjadi black garlic, serta efektivitas berbagai bentuksediaan bawang putih dalam menurunkan tekanan darah. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, GoogleScholar, dan ScienceDirect pada periode 2016–2025, dengan 30 artikel eksperimental dan klinis yang dianalisis secarakualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa allicin, hidrogen sulfida (H₂S), S-allyl cysteine (SAC), polifenol, dan flavonoidberperan melalui mekanisme vasodilatasi, inhibisi ACE, perbaikan fungsi endotel, dan penurunan stres oksidatif.Fermentasi meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa aktif, sehingga black garlic menunjukkan efekantihipertensi yang lebih optimal dibandingkan bawang putih segar atau rebus
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 Di RSUD Kabupaten Buton Dengan Menggunakan Instrumen Diabetes Quality Of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) Putri Mega Wijayanti; Marwa; Muh. Idrus; Firhani Anggriani Syafrie; Fitriani W. Alani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.588

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan sekelompok gangguan metabolit yang ditandai dengan hiperglikemia yangterjadi akibat kelainan sekresi insuli, kelainan kerja insulin atau keduanya. Jika komplikasi ini tidak ditangani dengan baik,DMT2 dapat memperburuk kualitas hidup penderitanya. Kualitas hidup pasien mencakup 8 domain yaitu fungsi fisik,energi, tekanan kesehatan, efek pengobatan, frekuensi gejala, kepuasan pengobatan, kesehatan mental dan kepuasanpribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien DMT2 di RSUD Kabupaten Buton. Penelitiianini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DiabetesQuality Of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ). Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan metode purposivesampling, melibatkan 87 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil peneliitian menunjukkan bahwasebagian besar pasien memiliki kualitas hidup yang buruk pada beberapa domain kuesioner, yaitu pada domain energi(29,8%), domain efek pengobatan (33,3%), domain frekuesni gejala (27,7%), dan domain kesehatan mental (39,1%).Sedangkan pada domain fungsi fisik, tekanan kesehatan, kepuasan pengoobatan, dan kepuasan pribadi memiliki kualitashiidup yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas hidup pasien DMT2 di RSUD Kabupaten Buton masihdipengaruhi oleh beberapa faktor baik fungsi fisik, psikologi, maupun sosial
Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Inap Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Tongkuno Destianita Sari; Bai Athur Ridwan; Muhammad Idrus
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.608

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah yangdapat menyebabkan berbagai macam penyakit dari infeksi ringan sampai berat. Penggunaan obat secara rasional memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan pemakaian obat yang tepat, proses penyembuhan penyakit dapat berlangsung lebih cepat. Penggunaan antibiotik tidak rasional berdampak serius, terutama memicu resistensi antibiotik (bakteri jadi kebal), membuat infeksi sulit diobati, memperpanjang masa sakit, meningkatkan biaya perawatan, dan risiko kematian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan data rekam medik pasien. Rasionalitas penggunaan antibiotika ditentukan dengan menggunakan metode Gyssens. Pada penelitian inimenggunakan uji statistik Chi-square. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data rekam medik sebanyak 283 pasien ISPA dan diperoleh sampel sebanyak 100 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi pada rawat inap di Puskesmas Tongkuno Kabupaten Muna Tahun 2023. Hasil penelitian pasien ISPA di Puskesmas Tongkuno diketahui bahwa jumlah pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dengan presentase sebesar (53,0%). Antibiotik yang paling sering digunakan adalah Amoxicillin dengan presentase sebesar (77,0%). Hasil rasionalitas antibiotik diperoleh tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian yaitu memiliki hasil yang sama dengan presentase sebesar (86,0%) dan yang tidak rasional sebanyak (14,0%). Nilai p pada hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap lama rawat inap adalah p < 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien ISPA di PuskesmasTongkuno Kabupaten Muna
Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N-Heksan, Etil Asetat Dan Air Daun Gayam (Inocarpus Fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg) Terhadap Jamur Candida Albicans Mona Rustia; Silviana Hasanuddin; Nur Herlina Nasir
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.616

Abstract

Infeksi jamur candida albicans salah satu penyebab utama kandidiasis pada manusia, khususnya didaerah yang beriklimtropis dengan kelambapan tinggi seperti Indonesia. Tanaman gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg)diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitasantijamur fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg) terhadapcandida albicans dan untuk mengetahui kosentrasi berapa fraksi daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom)Fosberg) yang optimal untuk menghambat pertumbuhan jamur candida albicans. Penelitian bersifat eksperimentaldengan metode difusi sumuran. Fraksi uji digunakan pada kosentrasi 20%, 40% dan 60%. Data dianalisis menggunakanuji Kruskal-Wallis, serta Mann-Whitney. Fraksi n-heksan pada semua kosentrasi tidak memiliki daya hambat. Fraksi etilasetat pada kosentrasi 60% menunjukan daya hambat sebesar 6,83 ± 1,66 mmraksi air pada kosentrasi 60% menunjukandaya hambat sebesar 11,86 ± 0,75 mm. Disimpulkan bahwa Uji Kruskal-Wallis menunjukan fraksi n-heksan tidak signifikan (p=0,108), sedangkan fraks etil asetat (p=0,043) dan fraksi air (p=0,041) menunjukan perbedaan signifikan dan Kosentrasi optimal yang memberikan daya hambat adalah 60% diperoleh nilai signifikasinya yaitu masing-masing p<0,050
Penentuan Kadar Flavonoid Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Batang Gayam (Inocarpus fagiferus Fosb.) Dengan Metode CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity) Ayu Anastarisa Ayu; Syawal Abdurrahman; Firhani Anggriani Syafrie; Putri Mega Wijayanti; Fitriani W. Alani; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.649

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk tanaman gayam (Inocarpus fagiferus Fosb.) yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan aktivitas antioksidan. Flavonoid berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang gayam menggunakan metode Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity (CUPRAC). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan ekstraksi simplisia kulit batang gayam menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kadar flavonoid total diukur menggunakan standar kuersetin melalui spektrofotometri UV-Vis, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode CUPRAC dan dinyatakan dalam nilai IC50. Data dianalisis dengan regresi linier untuk memperoleh hubungan antara konsentrasi dan persentase inhibisi. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 5,76% dengan kadar flavonoid total sebesar 6,525% (6,525 mg QE/g ekstrak). Aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan nilai IC50 sebesar 3,833 μg/mL yang tergolong kategori sangat kuat, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 2,957 μg/mL. Nilai R² yang tinggi menunjukkan hubungan linier yang baik antara konsentrasi ekstrak dan persentase inhibisi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang gayam memiliki kadar flavonoid yang cukup tinggi dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk aplikasi kesehatan dan farmasi.

Filter by Year

2022 2026