cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 132 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam Menjalani Pengobatan di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur Hasriati; Buton, La Djabo; Pusmarani, Jastria
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i3.233

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin secara memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penderita Diabetes Melitus dalam menjalani pengobatan di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 orang. Metode Analisis Menggunakan uji Univariat dan uji brivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,002). Ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderitan DM Tipe 2 di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,000). Ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Usuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,002). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Uuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,007). Ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Uuku, Kecamatan Tomia Timur (p value 0,004). Diharapkan bagi puskesmas usuku dapat memberikan penyuluhan terkait kesadaran bagi penderita DM akan pentingnya patuh dalam menjalani pengobatan. Bagi penderita DM Tipe 2 diharapkan mampu mengelola penyakit dengan 4 pilar utama pengendalian DM yaitu dengan terapi gizi, terapi farmakologis, aktivitas fisik dan edukasi serta patuh dalam mejalankan pengobatan.
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle marmelos L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Yahya, Alfifi; Juliansyah, Risky; Fitriah, Wa ode Ida
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.247

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai SPF. Besar kecilnya nilai SPF dipengaruhi oleh kandungan antioksidan, ekstrak daun maja berpotensi sebagai SPF disebabkan adanya kandungan antioksidan yang berasal dari senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid. Daun maja mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tannim, dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan nilai SPF yang terkandung di dalam ekstrak daun maja. Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimental. Serbuk simplisia daun maja sebanyak 500 gram diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, diperoleh ekstrak kental sebanyak 51 gram dan nilai rendemen 10,2% yang termasuk dalam kategori rendemen yang baik. Selanjutnya dilakukan uji penentuan kadar flavonoid total dan nilai SPF menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.) memiliki kadar flavonoid total sebesar 154,857 mgQE/g atau 15,4857% dan memiliki nilai SPF pada konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm dan 500 ppm secara berturut-turut yakni 3,33 (proteksi minimal), 4,27 (proteksi sedang), 5,86 (proteksi sedang), 7,07 (proteksi ekstra) dan 8,5 (proteksi maksimal). Berdasarkan hasil penelitian dari sampel ekstrak daun maja sebanding dengan 154,857 mg quersetin dalam 1 gram ekstrak dan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 500 ppm belum bisa secara maksimal memproteksi kulit dari sinar UV-B. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya diperhatikan kembali proses dalam pengambilan, pembuatan, penyimpanan dan pengukuran sampel, sehingga dapat menghindari terjadinya kerusakan kandungan metabolit sekunder sampel yang dapat mempengaruhi hasil analisis yang didapatkan.
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau Rahmawati, Siti; Yuliastri, Wa Ode; Useng, Yusuf
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i3.259

Abstract

Hipertensi merupakan masalah utama kesehatan global yang menjadi penyebab kematian nomor satu pada jutaan orang setiap tahun yang ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh pada kepatuhan. Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan minum obat dan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional Study. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk analisis univariat dan analisis bivariat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 364 responden dengan jumlah sampel yaitu 78 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara memilih sampel berdasarkan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Berdasarkan hasil analisis data yang menggunakan uji statistik chi square maka didapat nilai Asymp.sig. (2 sided) 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan pengetahuan mengenai hipertensi dengan keberhasilan terapi pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Dan hubungan kepatuhan dengan konsumsi obat pada keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan RSUD Kota Baubau dengan menggunakan uji statistik chi square maka didapat nilai Asymp.sig. (2 sided) 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan signifikan kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien  hipertensi dengan keberhasilan terapi pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Baubau. Diharapkan agar lebih aktif dalam upaya promosi kesehatan dengan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat guna untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kepatuhan konsumsi obat guna mencapai keberhasilan terapi.
Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Metanol Daun Kluwih (Artocarpus camansi) terhadap Kadar SGOT-SGPT Plasma Darah Tikus (Rattus norvegicus) yang di Induksi Parasetamol Elpira, Wulan Apriatin; Pusmarani, Jastria; Baco, Juliana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.264

Abstract

Penyakit hati merupakan penyakit yang pravalensinya masih tinggi diindonesia. Salah satu kerusakan hati akibat obat parasetamol. Daun kluwih (Artocarpus camansi) memiliki senyawa flavanoid yang dapat meningkatkan produksi enzim glutatione di hati. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak metanol daun kluwih pada tikus yang diinduksi parasetamol. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksprimental dengan design penelitian Pre and post test control group design. Kelompok 1 diberikan pakan standar sebagai konrol normal, Kelompok II diberikan Na CMC 0,05 % sebagai kontrol negatif,kelompok III diberikan parasetamol 180 mg/kgBB sebagai kontrol induksi, kelompok IV diberikan ekstrak daun kluwih dosis 200 mg/kgBB, kelompok V diberikan ekstrak daun kluwih dosis 400 mg/kgBB, dan kelompok VI diberikan ekstrak daun kluwih dosis 800 mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan One way Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji LSD. Dari hasil identifikasi kandungan kimia yang terdapat pada daun kluwih (Artocarpus camansi) positif mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Selanjutnya untuk pengujian penurunan kadar plasma darah tikus menunjukkan bahwa semua ekstrak uji mulai dari dosis terendah yang diberikan (200 mg/kg BB) hingga dosis tertinggi (800 mg/kg BB) dapat menurunkan kadar SGOT-SGPT plasma darah hewan uji. Dimana hasil dari pengukuran kadar rata-rata SGOT kelompok dosis ekstrak 1,2 dan 3 berturut-turut 36,6333 U/L, 43,7 U/L, dan 35,9 U/L dan kadar rata-rata SGPT berturut-turut sebesar 47,6666 U/L, 46,2333 U/L, dan 36,6 U/L.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Biji Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Jamur Malassezia furfur Isrul, Muhammad; Bahar, Sulfianti; Himaniarwati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.266

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang mudah menyerang manusia, penyakit ini disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Dimana jamur Malassezia furfur dapat ditemukan pada kulit manusia dalam berbagai kondisi seperti ketombe, dermatitis, pityriasis versicolor, dermatitis sobborhea, dan folikulitis. Biji alpukat (Persea americana Mill) mengandung kelas metabolit sekunder, yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Kandungan kimia ini menghambat pertumbuhan mikroorganisme jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill) dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur. Pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antijamur dilakukan pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% terhadap mikroorganisme yang digunakan adalah jamur Malassezia furfur menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai % rendemen adalah 8,8%, skrining fitokimia ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill) positif untuk alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, dan steroid. Hasil uji aktivitas antijamur pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% terhadap jamur masing-masing adalah 4,2 mm (lemah), 5,6 mm (sedang). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak etanol biji alpukat memiliki aktivitas antijamur yang baik terhadap jamur Malassezia furfur. Konsentrasi optimal ekstrak etanol biji alpukat sebagai antijamur Malassezia furfur adalah konsentrasi 60% di mana zona hambatnya adalah 6,5 mm (sedang). Penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk antijamur yang berbeda dalam ekstrak etanol biji alpukat dan penelitian lebih lanjut harus dilakukan dengan parameter yang berbeda sehingga dapat menjadi referensi dalam pemanfaatan bahan alami.
Analisis Minimalisasi Biaya Penggunaan Obat Seftriakson dan Levofloksasin pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2022 Kadek Ayu Berlian, Ni; Herlina Nasir, Nur; Dewi , Citra
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.277

Abstract

Pneumonia merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur sehingga menimbulkan peradangan kantung udara pada salah satu atau kedua paru – paru yang berisi cairan. Jenis obat yang biasanya digunakan pada pengobatan pneumonia ini yaitu seftriakson dan levofloksasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya penggunaan obat seftriakson dan levofloksasin pada pasien pneumonia rawat inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data rekam medis sebanyak 150 pasien pneumonia dan diperoleh sampel sebanyak 109 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi pada rawat inap di RSUD Kota Kendari Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis minimalisasi biaya penggunaan antibiotik seftriakson dan levofloksasin pada pasien pneumonia di RSUD Kota Kendari diperoleh hasil persentase antibiotik seftriakson lebih minimal sebesar 56,9% dibandingkan antibiotik levofloksasin sebesar 43,1%. Kesimpulannya yaitu besar biaya penggunaan antibiotik seftriakson yaitu Rp 1.965.250 dan biaya penggunaan antibiotik pada obat levofloksasin yaitu Rp 2.161.035. Persentase antibiotik seftriakson diperoleh sebesar 56,9% dibandingkan dengan antibiotik levofloksasin yaitu sebesar 43,1%. Seftriakson lebih banyak digunakan untuk pasien pneumonia karena lebih efektif dan biaya obat seftriakson juga lebih murah dibandingkan dengan obat levofloksasin. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melakukan penelitian pada analisis minimalisasi biaya pada obat yang berbeda
Uji Sensitivitas Antibiotika Cefixime dan Levofloxacin Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab ISPA Mayang Sari, Mirna; Idrus, Muh.; Rahmaniar Trisnaputri, Dian
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.284

Abstract

Uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri merupakan tes yang digunakan untuk menguji kepekaan suatu bakteri terhadap suatu antibiotik. Uji sensitivitas bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari suatu antibiotik. Salah satu antibiotik yang diuji sensitivitasnya yaitu antibiotik cefixime dan levofloxacin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas antibiotik cefixime dan levofloxacin terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan untuk mengetahui antibiotik yang paling sensitif terhadap bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jenis penelitian eksperimental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode cakram. Metode ini digunakan untuk mengetahui diameter zona hambat dari uji sensitivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat yang dihasilkan pada uji sensitivitas antibiotik cefixime dikategorikan resisten dan pada uji sensitivitas antibiotik levofloxacin dikategorikan sensitiv. Dengan menggunakan aquadest sebagai kontrol negatif yang menghasilkan diameter 0 dengan kategori tidak ada aktifitas. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Mann-Whitney. Diharapan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan melakukan uji sensitivitas pada antibiotik lain terhadap bakteri yang berbeda.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Meistera chinensis Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Jamur Candida albicans Ardiansah, Novri; Ifaya, Mus; Fauziah, Rismayanti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i2.313

Abstract

Penyakit infeksi disebabkan oleh mikroba patogen yang masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak, baik mikroba bersel satu seperti bakteri Escherichia coli maupun mikroba multiseluler seperti jamur Candida albicans. Tanaman Meistera chinensis ini menjadi salah satu alternatif pengobatan untuk mengatasi masalah meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa dan aktivitas antimikroba ekstrak etanol daun Meistera chinensis dalam menghambat E.coli dan C.albicans. Penelitian ini adalah penelitian analitik laboratorium yang menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi sampel. Aktivitas antimikroba diuji dengan metode sumuran, dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Meistera chinensis mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan triterpenoid. Hasil uji antibakteri terhadap Escherichia coli pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% yaitu 5,2 mm, 6 mm dan 7,5 mm (sedang). Aktivitas antijamur terhadap Candida albicans pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% yaitu 0 mm (tidak memiliki daya hambat). Hasil uji normalitas dan homogenitas antibakteri menunjukkan bahwa semua kelompok perlakuan memiliki data yang normal karena nilai signifikannya p > 0,05, sehingga dengan hasil analisis dengan menggunakan One Way Anova menunjukkan p < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antibakteri tapi tidak memiliki aktivitas sebagai antijamur. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai daun Meistera chinensis dengan pengujian dan parameter yang berbeda agar menjadi referensi dalam pemanfaatan bahan alam.
Uji Aktivitas Analgetik Herba Bandotan (Ageratum conyzoides L) Fraksi N-Heksan , Etil Asetat dan Airterhadap Mencit (Mus musculus) Risnawati, Neneng; Isrul, Muhammad; Yusuf, Muhammad Ilyas
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i4.136

Abstract

Analgetik merupakan obat yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri. Obat analgetik dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu obat golongan opioid dan AINS.Golongan Opioid bekerja pada sistem saraf pusat, sedangkan golongan AINS ekerja direseptor saraf perier dan sistem saraf pusat. Berrdasarkan studi disebutkan lokasi nyeri yang paling sering dilaporkan yaitu nyeri di punggung bawah 40 %, arthritis 24 %, akibat fraktur 14 %, dan nyeri neuropatik 11 %. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya menghilangkan rasa nyeri pada pasien untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengembalikan kondisi pasien seperti semula.Tanaman herba bandotan ini memliki manfaat untuk pengobatan berbagai penyakit,seperti demam, malaria,dan radang paru,dan dapat mengurangi rasa nyeri (anagetik).  Peneltian ini menggunakan metode eksperimen dilabolatorium, Herba bandotan dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian sampel dievaporasi untuk menghilangkan pelarutnya dan dikentalkan hingga menjadi ekstrak kental. Kemudian dilakukan fraksinasi dan skrining fitokimia untuk memastikan senyawa metabolit sekunder yang ada pada fraksi herba bandotan kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas analgetik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa herba bandotan mengandung senyawa berupa alkaloid, tannin, flavonoid, dan saponin. Sedangkan pada uji aktivitas serta memiliki efektivitas analgetik Fraksi n-heksan, etil asetat dan air pada dosis 0,6/20g BB,dosis 1,2mg/20g BB memiliki aktivitas anlgetik,tetapi pada dosis 2,4 mg/20g BB fraksi n- heksan menunjukan aktivitas analgetik paling baik pada mencit (Mus musculus) dan memiliki nilai yang sama dengan kontrol positif.
Analisis Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Periode Januari – Juni 2023 di Rumah Sakit X Mawaddayanti, Desri; Lolok, Nikeherpianti; Azlimin
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i4.212

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pasien DM dengan komplikasi, biasanya akan mendapatkan terapi polifarmasi. Polifarmasi adalah meresepkan obat melebihi obat yang diperlukan secara klinis atau penggunaan obat lebih dari lima jenis obat. Polifarmasi salah satu faktor penyebab terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian DRPs pada pasien rawat jalan dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan dilakukan secara retrospektif dengan data rekam medik pasien. Sampel penelitian ini sebanyak 70 sampel yang diambil secara purposive sampling. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa kasus DRPs pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 periode januari – juni di Rumah Sakit X yaitu terdapat kasus potensi interaksi obat. Hal ini dapat terjadi karena adanya penggunaan obat yang lebih dari satu sehingga meningkatkan terjadinya interaksi obat. Kesimpulan penelitian ini yaitu ditemukan kejadian DRPs pada kategori interaksi obat. Sementara untuk kategori indikasi yang tidak di obati, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis subterapeutik, gagal menerima obat, overdosis, reaksi obat yang merugikan dan penggunaan obat tanpa indikasi tidak ditemukan kejadian DRPs pada pasien rawat jalan Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit X