cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Aplikasi untuk Memonitor PLC Pada Mesin Filling dan Capping Laksmana, Gregorius Andry; Santoso, Petrus; Pasila, Felix
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.798 KB) | DOI: 10.9744/jte.10.2.48-53

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi industri, suatu sistem otomasi industri membutuhkan teknologi PLC (Programmable Logic Controller) untuk memenuhi tuntutan adanya fleksibilitas. Kebutuhan untuk pengawasan kendali proses dan mesin oleh PLC dan pengelolahan data selama proses berlangsung dan dapat dikontrol jarak jauh melalui internet, membawa lahirnya konsep HMI dan aplikasi yang mendukung adalah visual studio C#. Paper ini dirancang untuk mengatur sistem pengisian cairan ke dalam botol kemasan dan dijalankan melalui aplikasi C#. Algoritma kontrol yang digunakan pada mesin ini adalah on/off. Semua penerapan ini dilakukan menggunakan PLC Siemens S7-1200. Semua sistem dapat dikontrol secara otomatis melalui PC dengan menggunakan TIA Portal v12 sebagai HMI software. Dan kontrol jarak jauh melalui laptop menggunakan visual studio C# sebagai aplikasi. Dalam aplikasi C# yang terkoneksi ke PLC menggunakkan library Snap7. Pengujian yang dilakukan dengan membandingkan jalannya plant dengan tampilan/HMI pada komputer serta koneksi PLC Siemens S7-1200 dengan aplikasi dari visual studio C#. Mesin ini memilki kapasitas yang dapat diatur sesuai produksi botol yang diminta dengan rata-rata botolnya berisi 8,4 ml. Aplikasi C# dapat mengontrol PLC S7-1200 yang dihubungkan pada plant.
Pembuatan Smart Power Outlet Berbasis Smartphone Android Thamrin, Filipus Felix; Santoso, Petrus; Hosea, Emmy
Jurnal Teknik Elektro Vol 11, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.067 KB) | DOI: 10.9744/jte.11.2.37-40

Abstract

Smart power outlet adalah sebuah perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk mematikan/menyalakan perangkat elektronink lain yang terpasang pada outlet. Smart power outlet dikendalikan menggunakan sebuah smartphone. Smart power outlet yang sudah ada di pasaran saat ini memiliki rentang harga sekitar 300.000 sampai 1.000.000 rupiah, dengan fitur yang bermacam-macam. Pada tugas akhir ini akan dibuat smart power outlet dengan harga yang murah dan memiliki fitur yang lengkap. Sistem ini terdiri dari perangkat smart power outlet dan smartphone android. Smartphone android digunakan untuk mengendalikan smart power outlet. Smartphone android berkomunikasi dengan smart power outlet dengan menggunakan jaringan WiFi. Untuk dapat menerima dan memproses perintah dari smartphone android, smart power outlet menggunakan 3 komponen utama yaitu board NodeMcu, modul relay 5V, serta sensor arus ACS712. Berdasarkan hasil pengujian, pengukuran arus AC dengan menggunakan sensor arus ACS712 memiliki error sebesar 3,6%. Untuk sebuah smart power outlet pada tugas akhir ini memiliki harga modal sebesar 263.000 rupiah.
Model Arrester SiC Menggunakan Model Arrester ZnO IEEE WG 3.4.11 Halomoan Sinaga, Herman; Haryono, T.; , Tumiran
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2005): MARET 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.122 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.1.

Abstract

Arrester model is needed to analyse the insulation coordination in power system. The model should give a suitable respon for varying transient fault. In this paper, we conduct simulation that modified from IEEE WG 3.4.11 model. The model is modified by insert a switch that voltages dependent. Arrester modeling respons then compare to the laboratory testing result, with SiC 12 kV arrester sample. Testing conduct with time front varying from 1.2 to 29.7 s with magnitude 51 kV, 52.5 kV dan 54 kV. The difference between simulation and laboratory testing was 4.332 % for sparkovervoltage and 3.259 % for residual voltage discharge current Abstract in Bahasa Indonesia : Model arrester sangat dibutuhkan untuk menganalisis koordinasi isolasi dalam suatu sistem tenaga listrik. Model arrester yang dibuat harus memberikan tanggapan yang sesuai untuk semua kondisi gangguan transient. Dalam makalah ini dihasilkan simulasi dengan menggunakan model yang dimodifikasi dari model IEEE WG 3.4.11. Model ini dimodifikasi dengan menambahkan saklar yang dipengaruhi tegangan. Hasil yang didapatkan dari pemodelan kemudian akan dibandingkan dengan pengujian di laboratorium terhadap arrester SiC 12 kV. Pengujian dilakukan dengan surja tegangan dengan waktu muka 1.2 sampai 29.7 s dan puncak tegangan diberikan sebanyak 3 tingkatan, 51 kV, 52.5 kV dan 54 kV. Perbandingan hasil pengujian dan simulasi memberikan perbedaan sebesar 4.332 % untuk tegangan potong dan 3.259 % untuk tegangan residu arus pelepasan. Kata kunci: Model Arrester, Arrester SiC, Respons Transient.
Simulasi Filter Pasif dan Perbandingan Unjuk Kerjanya dengan Filter Aktif dan Filter Aktif Hibrid dalam Meredam Harmonisa pada Induction Furnace Tanoto, Yusak; Limantara, Limboto; Khandy Lestanto, Khristian
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.42 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 53-58

Abstract

This paper describe about simulation of Passive Filter in analysis to reduce harmonics that happened in a load such as vacuum casting induction furnace 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, also gives comparison with Hybrid Active Filter and Active Filter which made satisfaction result on the previous research. The best result achieved on the use of Hybrid Active Filter on %ITHD for 4.27 % and %VTHD for 3.83%, while Active Filter gave on %ITHD for 5.14 % and %VTHD for 3.82%. There are 17.23% and 0.44% lower in %VTHD and %ITHD if compared with result achieved by Passive Filter. Both of them are suited with %THD standard. But the result achieved by Hybrid active Filter gave most satisfactory value compared with Passive Filter's for17.65% and 0.43% lower in %VTHD and %ITHD.. Simulation on Passive Filter produced on %ITHD for 22.37 % and %VTHD for 4.26%. In this case, %ITHD standard for applying Passive Filter could not be fulfilled. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini memaparkan tentang simulasi Filter Pasif untuk meredam harmonisa yang timbul akibat penggunaan beban Vacuum Induction Furnace dengan daya 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, serta perbandingannya dengan Filter Aktif dan Filter Aktif Hibrid. Pada penelitian terdahulu Filter Aktif maupun Filter Aktif Hibrid terbukti mampu meredam harmonisa arus yang timbul dengan baik. Hasil terbaik tetap didapat dengan menggunakan Filter Aktif Hibrid dengan %ITHD sebesar 4.27 % dan %VTHD sebesar 3.83 %. Penggunaan Filter Aktif memberikan hasil %ITHD sebesar 5.14% dan %VTHD sebesar 3.82%. Bila dibandingkan dengan penggunaan Filter Pasif maka ada peningkatan kinerja dari penggunaan Filter Aktif dalam hal mereduksi %ITHD sebesar 17.23% dan %VTHD sebesar 0.44%. Keduanya telah sesuai dengan standar % THD. Penggunaan Filter Aktif Hibrid mampu mereduksi %ITHD sebesar 17.65% dan %VTHD sebesar 0.43% dibanding penggunaan Filter Pasif.Penggunaan Filter Pasif memberikan hasil %ITHD sebesar 22.37% dan %VTHD sebesar 4.26%. %ITHD untuk Filter Pasif belum memenuhi standar % THD untuk arus. Kata kunci: Harmonisa, Simulasi, Filter Aktif Hibrid, Filter Pasif, Filter Aktif, THD.
An Autonomous Mobile Robot Using Genetic Algorithm for Finding the Shortest Track Thiang, Thiang; Ferdinando, Hany; Kurniawan, Ronald
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 2 (2001): SEPTEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.775 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.2.

Abstract

The paper describes an intelligent autonomous mobile robot that can find a shortest track by using a genetic algorithm %28GA%29. An 89C51 microcontroller system has been implemented to perform overall robot control including shortest track searching by using GA. An assembly code has been written for GA processes such as initial population generation%2C evaluation%2C selection and mutation. The GA chromosome is represented by a bit string. Combination between roulette wheel selection and top selection scheme are used in the system. The Mobile robot is assigned as a line tracker robot. An auxiliary PC software has been developed for process visualization and parameter transmission to the microcontroller. The experiment of the shortest track searching has been done and showed a reasonable good result. The GA process was well implemented on the microcontroller and the robot could find the shortest track from the given origin location to the target. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan robot mobil cerdas yang mampu mencari jalur terpendek dengan menggunakan algoritma genetika %28GA%29. Mikrokontroler 89C51 digunakan untuk mengontrol robot secara keseluruhan termasuk mencari jalur terpendek menggunakan GA. Beberapa prosedur untuk proses GA dalam bahasa assembly telah dikembangkan seperti membangkitkan populasi awal%2C evaluasi%2C seleksi dan mutasi. Kromosom GA direpresentasikan dalam bentuk bit string. Sistem ini menggunakan kombinasi dari seleksi roulette wheel dan seleksi top. Robot mobil didisain sebagai line tracking robot. Sebuah program PC bantuan dikembangkan untuk proses visualisasi dan transmisi parameter ke mikrokontroler. Percobaan untuk mencari jalur terpendek telah dilakukan dan memberikan hasil yang baik. Proses GA dapat diimlementasikan dengan baik pada mikrokontroler dan robot dapat mencari jalur terpendek dari titik asal menuju ke titik tujuan. Autonomous+mobile+robot%2C+genetic+algorithm%2C+microcontroller%2C+optimization
Aplikasi Metode Neuro-Fuzzy Pada Sistem Pengendalian Antisurge Kompresor Abadi, Imam; Siti Aisjah, Aulia; N.S., Riftyanto
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2006): SEPTEMBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.891 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.2.

Abstract

Operating condition that unstabil to compressor is called surge, which defined as self oscillations between pressure and flow, that can cause serious damage to compressor. Because of this problem, it is necessary to design of antisurge compressor control. Using conventional control like PI (Proportional and Integral) controller, effective only for certain condition but uneffective for condition with non linier systems. To handle this problems, it is proposed using Neuro-Fuzzy controller. Application of these system will improve performance indicator of PI controller applied in combination Neural Network and Fuzzy Logic Control to get robust performance system. For respon transient experiment, with differential pressure ( P) 37.91 kg/cm2, Neuro-Fuzzy controller result better performance corcerning to PI controller with settling time 7.3 seconds, maximum overshoot 11.6223 %, error percent 0.0563013 % and error steady state 0.0213438 kg/cm2. Whereas, PI controller result settling time 22.3 seconds, maximum overshoot 17.8996 %, error percent 0.185294 % and error steady state 0.0702449 kg/cm2. For respon transient system simulation with noise and respon transient simulation with noise and load, Neuro-Fuzzy controller also shows better performance with settling time, maximum overshoot and error steady state smaller than PI controller. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu bentuk kondisi operasi yang tidak stabil pada kompresor adalah kondisi yang disebut surge, dimana terjadi ketidakstabilan antara aliran dan tekanan yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada kompresor. Oleh karena itu akan dirancang suatu pengendalian anti surge pada kompresor. Perancangan dilakukan dengan pengendali neuro-fuzzy, yang menggabungkan kemampuan belajar Neural Network dengan kemampuan pengambilan keputusan pada fuzzy. Dengan harapan akan diperoleh performansi yang lebih baik daripada pengendali PI yang nantinya dijadikan sebagai pembanding. Pada simulasi uji respon sistem, dengan setpoint beda tekanan ( P) sebesar 37,91 kg/cm2, pengendali Neuro-Fuzzy menghasilkan performansi yang lebih baik dari pengendali PI dengan settling time 7,3 detik, maksimum overshoot 11,6223 %, persen error 0,0563013 % dan error steady state 0,0213438 kg/cm2. Sedangkan pengendali PI menghasilkan settling time 22,3 detik, maksimum overshoot 17,8996 %, persen error 0,185294 % dan error steady state 0,0702449 kg/cm2. Kata kunci: antisurge, simulasi, neuro-fuzzy, settling time, maksimum overshoot, persen error, error steady state.
Sistem Pengenalan Penutur dengan Metode Mel-frequency Wrapping Mustofa, Ali
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.216 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.2.88-96

Abstract

Speaker recognition is the process of identifying a person based on his voice. Speaker recognition has several useful applications including biometric authentication and intuitive human computer interaction. the Mel Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) technique is used to extract features from the speech signal and compare the unknown speaker with the exist speaker in the database. the filter bank is used to wrap the Mel frequency. VQ (vector Quantization) is a process of taking a large set of feature vectors and producing a smaller set of measure vectors that represents the centroids of the distribution. In this method, the K means algorithm is used to do the clustering. In the recognition stage, a distortion measure which based on the minimizing the Euclidean distance was used when matching an unknown speaker with the speaker database. Speech database used 10 different speakers with MFCC 12, 20 codebooks, and 16 centroids. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengenalan penutur adalah proses identifikasi suara seseorang.. Pengenalan penutur berguna untuk otentikasi biometrik dan komunikasi antara komputer dengan manusia. Teknik Mel Frequency Cepstral Coefficients (MFCC) digunakan untuk ekstraksi ciri dari sinyal wicara dan membandingkan dengan penutur tak dikenal dengan penutur yang ada dalam database. Filter bank digunakan sebagai pembungkus (wrapping) mel frekuensi. Vector Quantization (VQ) adalah proses meletakkan vektor-vektor ciri yang besar dan menghasilkan ukuran vektor-vektor yang kecil yang berhubungan dengan distribusi centroid. Algoritma K-mean digunakan untuk kluster. Dalam tahap pengenalan, ukuran distorsi berdasarkan minimisasi jarak Euclidean digunakan untuk mencocokkan penutur tak dikenal dengan penutur dalam database. Database wicara menggunakan 10 penutur berbeda dengan MFCC 12, 20 codebook, dan 16 centroid. Kata kunci: penutur, mel-frequency cepstral coefficients, vector quantization, K-mean
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tanpa Sensor Kecepatan dengan Metoda Direct Torque Control Menggunakan Observer Recurrent Neural Network Sunarno, Epyk; Soebagio, Soebagio; Purnomo, Mauridhi Heri
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2008): SEPTEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.771 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.2.88-95

Abstract

This paper describes about development of sensorless control for three phase induction motor speed which is operated by Direct Torque Control (DTC). Induction motor speed is identified by an Observer. Current supply and Stator Voltage are ruquired by Observer to gain Motor Speed Estimation. Observer for motor speed identification is developed using Artificial Neural Network (ANN) Method and Recurrent Neural Network (RNN) learning algorithm. The simulation results using MathLab/Simulink show that on PI controller with Recurrent Neural Network (RNN) observer, there are the overshoot 7,0224%, rise time 0,0125 second and settling time 0,364 second with reference speed 77,9743 rad./sec. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini membahas pengembangan kontrol pada kecepatan motor induksi tiga fasa tanpa sensor kecepatan (speed sensorless) yang dioperasikan dengan metoda Direct Torque Control (DTC). Kecepatan motor induksi diidentifikasi oleh suatu observer. Estimasi kecepatan motor oleh observer memerlukan masukkan arus dan tegangan stator. Observer untuk identifikasi kecepatan motor menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dengan algoritma pembelajaran menggunakan Recurrent Neural Network (RNN). Hasil simulasi menggunakan matlab-simulink menunjukkan saat motor diberikan kecepatan referensi 77,9743 rad/detik terjadi overshoot 7,0224% , rise time 0,0125 detik dan settling time 0,364 detik. Kata Kunci: direct torque control, speed sensorless, recurrent neural network
Aplikasi Sistem Neuro-Fuzzy untuk Pengenalan Kata TDS, Yohanes; , Thiang; Chandra, Suntono
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.016 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.2.

Abstract

This paper describes implementation of neuro-fuzzy system, a hybrid system between neural network and fuzzy logic. In this research, neuro-fuzzy system is implemented for speech recognition. The words that would be recognized are "nol", "satu", "dua", "tiga", and "empat". The neuro-fuzzy system had one input layer, four hidden layers, and one output layer. The experiment was done by compare neuro-fuzzy system with neural network system. The results showed that neuro-fuzzy system give better result than neural network system. Learning time for neuro-fuzzy system was faster than neural network system. Neuro-fuzzy needed 160,000 iterations for learning 270 sound samples. On the contrary, neural network needed 500,000 iterations for learning 270 sound samples. Neuro-fuzzy system could recognize up to 96,36 %. Neural network system could recognize only 62,86 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan tentang aplikasi sistem hybrid antara neural network dan fuzzy logic yang dinamakan sistem neuro-fuzzy. Dalam penelitian ini, sistem hybrid neuro-fuzzy diaplikasikan untuk pengenalan kata yaitu kata "nol", "satu", "dua", "tiga", "empat". Struktur jaringan dari sistem neuro-fuzzy yang digunakan terdiri atas satu input layer, empat hidden layer dan satu output layer. Sistem ini telah diuji dengan membandingkan struktur neuro-fuzzy dengan neural network. Hasil yang dicapai memperlihatkan bahwa sistem neuro-fuzzy memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sistem neural network. Waktu pembelajaran sistem neuro-fuzzy lebih cepat dibandingkan dengan neural network. Untuk 270 sampel suara, sistem neuro-fuzzy menyelesaikannya dengan 160.000 iterasi sedangkan neural network membutuhkan 500.000 iterasi. Nilai persentase kebenaran tertinggi dari sistem Neuro-fuzzy mencapai 96,36 % sedangkan sistem neural network saja mencapai 62,86 %. Kata kunci : neural network, neuro-fuzzy, pengenalan kata.
Studi Magnetic Levitation dengan Kontrol Arduino Lim, Michael Ponsa; Khoswanto, Handry; Saptono, Heri
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.338 KB) | DOI: 10.9744/jte.10.1.11-16

Abstract

Pembuatan magnetic levitation adalah salah satu contoh akan pemanfaatan gaya magnet pada kehidupan sehari – hari. Diharapkan pembuatan tugas akhir ini dapat menjadi inspirasi dan kemajuan di bidang teknologi. Sistem ini memanfaatkan gaya tolakan dari magnet untuk melakukan levitasi.Sistem ini dibuat dengan memanfaatkan gaya magnet dari kumparan dan magnet tetap. Fungsi dari magnet tetap adalah untuk memberikan gaya angkat pada objek levitasi dan kumparan berfungsi untuk memberikan gaya secara horizontal untuk menstabilkan objek levitasi agar selalu berada pada posisi semula. Gaya magnet pada kumparan dikontrol menggunakan driver H-Bridge untuk menentukan arah polaritas kutubnya. Penggunaan hall-effect sensor digunakan untuk mengetahui posisi dari objek yang dilevitasikan, yang kemudian akan menjadi sebuah nilai masukan mikrokontroler. Nilai keluaran dari sensor akan dikalkulasi menggunakan program perhitungan pada mikrokontroler dengan metode kontrol PID yang kemudian hasilnya akan menjadi nilai masukan untuk driver H-Bridge. Proses tersebut akan diulang – ulang terus menerus agar sistem dapat memperoleh kestabilan pada saat melakukan levitasi. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa semakin tebal ring magnet yang digunakan untuk melakukan levitasi maka semakin besar gaya angkat yang dihasilkan. Penggunaan ring magnet berdiameter dalam 9.5 cm dan berdiameter luar 11.5 cm mampu memberikan gaya angkat benda dengan massa 25 gram akan tetapi belum dapat memberikan kestabilan posisi sehingga objek yang dilevitasikan akan tertarik jatuh ke samping. Pengaruh medan magnet yang dihasilkan kumparan terhadap sensor pada sistem relatif kecil dan dapat diabaikan. Kumparan dapat mengembalikan objek kembali ke set point pada saat tidak terpengaruh oleh ring magnet, akan tetapi gagal pada saat terpengaruh oleh ring magnet.

Page 2 of 17 | Total Record : 161