Articles
161 Documents
Pemotongan Poligon Menggunakan Algoritma Weiler Atherton
Haryadi Setiabudi, Djoni
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.577 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.3.1.
Polygon clipping is the important process in computer graphics applications. Clipping is also a complex algorithm. Many researches have been done at this time to find a better algorithm than the previous one.This research will analyze and implement one of the algorithms, which is Weiler Atherton, and then is compared with Sutherland Hodgeman algorithm, because Sutherland Hodgeman algorithm is well accepted in many applications. The implementation will use Borland Delphi as the programming language. The experiment shows that Weiler Atherton algorithm is slower than Sutherland Hodgeman algorithm, but the advantage is this algorithm can calculate the clipping process that creating more than one polygon. Another result, this algorithm like Sutherland Hodgeman, can only works on rectangle window clipping and cannot calculate the clipping process which the subject is complex polygon. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemotongan poligon atau biasa disebut clipping merupakan suatu proses yang sangat penting dalam aplikasi komputer grafik. Clipping juga merupakan suatu algoritma yang kompleks. Saat ini masih banyak penelitian yang dilakukan untuk menemukan suatu algoritma yang lebih baik dari yang telah ada. Pada penelitian ini dianalisis dan diimplementasikan satu algoritma untuk pemotongan poligon, yaitu Weiler Atherton untuk kemudian dibandingkan dengan algoritma Sutherland Hodgeman karena algoritma Sutherland Hodgeman merupakan algoritma standar yang sudah banyak digunakan. Implementasi dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma Weiler Atherton lebih lambat dari algoritma Sutherland Hodgeman, tetapi kelebihannya Algoritma Weiler Atherton dapat menghitung proses kliping yang menghasilkan poligon lebih dari satu. Hasil lain yang didapatkan, algoritma ini, seperti pada algoritma Sutherland Hodgeman, hanya dapat bekerja pada klip poligon yang berupa rectangle window dan tidak dapat menghitung proses kliping dari subyek poligon yang merupakan poligon kompleks. Kata kunci : komputer grafik, kliping, poligon, Weiler Atherton, Sutherland Hodgeman.
Termometer Badan Dengan Output Suara Berbasis Mikrokontroler MCS51
, Thiang;
Santoso, Fendy;
Matriksa, Benny
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.764 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.3.2.
Nowadays, People widely use thermometer. Generally, thermometer was designed for they who have normal physical condition, especially in seeing ability. Blind people have difficulty in using that thermometer. Refers to this condition, this paper explains about design of thermometer which can be used by blind people. Generally, this thermometer, which is equipped by sound output, uses LM35D sensor, ADC0804, AT89C51 microcontroller and ISD 2590. Measurement range of this thermometer is 30 0C - 42 0C. The result showed that this thermometerhas time respon faster than mercury thermometer. It only needs 5 minutes to reach normally body temperature with output error is 0.19 0C. The sound output is very clear. Therefore this tool is good enough to be used as a clinical thermometer. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat ini termometer telah banyak digunakan oleh masyarakat. Pada umumnya termometer dirancang untuk orang yang memiliki kondisi fisik normal terutama dalam kemampuan melihat. Orang cacat khususnya orang buta, akan menemui kesulitan dalam menggunakan termometer yang ada. Berkaitan dengan masalah tersebut, makalah ini menjelaskan tentang perancangan termometer badan untuk mereka yang mengalami keterbatasan dalam melihat. Secara umum termometer badan dengan output suara ini menggunakan sensor LM35D, ADC0804, mikrokontroller AT89C51 dan ISD 2590. Range pengukuran termometer ini adalah suhu 30 0C - 42 0C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa termometer yang telah didisain memiliki respon yang lebih cepat dalam mencapai suhu tubuh dibandingkan dengan termometer air raksa. Waktu respon termometer ini adalah 5 menit dengan error output suhu adalah 0,19 0C. Output suara yang dihasilkan sangat jelas. Sehingga alat ini cukup baik untuk digunakan sebagai termometer badan. Kata kunci : termometer, mikrokontroler MCS51, ISD 2590
Cellular Multihop Networks: State of the Art
Sutanto Tarsono, Teddy;
Umbu Tana Amah, Aditya
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 2 (2004): SEPTEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.576 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.4.2.
This paper presents the summary of some research in the area of cellular multihop networks that contains the improvement in network performance also the difficulties and the complexities of the networks. The combination of two different networks, mobile cellular networks and WLAN ad hoc networks will be presented. The main purpose of the combination is to minimize the weaknesses of both network types when they are deployed separately. By having this combination then it is possible to provide higher mobility for WLAN ad hoc networks user and higher data transfer rate for cellular network users in multimedia applications. The cellular multihop networks will reduce blocking probability, balance the cells load and increase the network capacities. Although there are improvement on the performance of the combine networks, but there are additional aspects that should be considered seriously, especially for WLAN ad hoc users. Authentication, Authorization and Accounting (AAA) functions, the dynamic routing and relay path discovery, maintenance and security issues are aspects to be considered for cellular multihop network. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini merupakan ringkasan dari beberapa penelitian di bidang cellular multihop networks dengan pemaparan pada peningkatan unjuk kerja jaringan dan kesulitan serta kompleksitas jaringan. Penggabungan dari dua jaringan yang berbeda antara jaringan Mobile Cellular dengan jaringan WLAN ad hoc akan dipaparkan. Tujuan utama dari penggabungan ini adalah untuk meminimalkan kekurangan kedua jaringan saat diimplementasikan secara terpisah. Penggabungan ini memungkinkan pergerakan yang lebih luas bagi pengguna jaringan WLAN ad hoc dan laju transfer data yang tinggi untuk pengguna jaringan seluler. Peningkatan lainnya adalah adanya pengurangqn probabilitas blocking, penyeimbangan beban sel-sel dan peningkatan kapasitas jaringan. Walau terdapat peningkatan pada unjuk kerja melalui penggabungan kedua sistem tersebut, terdapat pula aspek-aspek yang tetap harus diperhatikan secara serius, terutama bagi pengguna jaringan WLAN ad hoc. Fungsi Authentication, Authorization and Accounting (AAA), dynamic routing dan relay path discovery, pemeliharaan serta keamanan merupakan aspek-aspek yang harus diperhitungkan pada jaringan Cellular Multihop. Kata kunci : cellular networks, ad hoc networks, multihop networks, WLAN, routing.
Penyadapan Saluran Transmisi dengan Kopling Kapasitif untuk Suplai Daerah Terpencil
Ananda, Stephanus Antonius;
Kusumandoyo, V. Ari
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2001): MARET 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.871 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.1.1.
Tapping the transmission lines with capacitive coupling is an alternative to supply the electricity for isolated regions with energy requirment below 50 kW. This option is more economical option compared to other alternatives such as makes substation, long distribution lines or small power house.The capacitive coupling actually a capacitive voltage divider that steps the voltage of transmission level down to the distribution level. Inductor must be connected to primary side and secondary side of the distribution transformer in order to compensate the resonance of capacitive load. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu alternatif untuk dapat memberikan sumber listrik pada daerah terpencil yang membutuhkan daya relatif rendah dan dilalui oleh saluran transmisi adalah dengan melakukan penyadapan daya yang terdapat pada saluran transmisi dengan menggunakan kopling kapasitif.Kopling kapasitif yang digunakan membentuk suatu pembagi tegangan kapasitif yang berguna untuk menurunkan tegangan dari level tegangan transmisi ke level tegangan distribusi. Pemasangan Induktor yang dihubungkan pada sisi primer dan sisi sekunder transformator distribusi berfungsi untuk mengkompensasi resonansi yang timbul akibat adanya beban kapasitif.Pada tulisan ini dibahas kondisi sistem pada saat terjadi penyadapan baik saat transient maupun steady state dengan simulasi. Kata kunci : transmisi, kopling kapasitip, pembagi tegangan kapasitif.
Desain Memodifikasi Suatu Pengatur Lebar Pulsa Asimetris Topologi Konverter DC/DC Resonansi
Moch Gozali, R.B.
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2006): MARET 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.688 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.6.1.
A modified asymmetrical pulse width modulated resonant dc/dc converter employing an auxiliary circuit will be proposed in this paper. The auxiliary circuit consist of a network of two capasitors and an inductor. The aim of this network is to produce zero voltage switching (ZVS) over a wide input voltage range, while reducing the voltage stress on the resonant component. A detailed analysis and performance characteristics are presented. Experimental results for a 5V, 35W converter show an efficiency of 83 % at a constant operating frequency of 500 kHz. Using metal oxide semiconductor field effect transistors (MOSFETs) as synchronous rectifiers can further reduce power losses and improve the efficiency to be greater than 90 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Suatu modifikasi asymmetrical pulse width modulated (APWM) resonansi dc/dc konverter yang memanfaatkan suatu rangkaian alat bantu diusulkan dalam tulisan ini. Rangkaian alat bantu terdiri dari suatu jaringan yang berisi dua kapasitor dan sebuah induktor. Tujuan dari jaringan ini adalah untuk menghasilkan zero voltage switching (ZVS) yang melebihi range tegangan input sambil mengurangi stress tegangan pada komponen resonansi. Hasil percobaan pada konerter 5V, 35W menunjukkan bahwa efisiensi 83% akan dicapai pada kondisi operasi dengan frekuensi konstan 500 kHz Penggunaan komponen MOSFET's sebagai rectifier akan mengurangi kerugian daya dan meningkatkan efisiensi menjadi lebih besar dari 90%. Kata kunci : dc/dc konverter, MOSFET, pengatur lebar pulsa.
Analisis Unjuk Kerja Mekanis Konduktor ACCR Akibat Perubahan Arus Saluran
Prasetyono, Suprihadi
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2007): MARET 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.177 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.7.1.18-25
Overhead transmission line generally use ACSR conductor type (Aluminium Conductor Alloy Reinforced), it has makimum temperature allowable is 90oC. To take into consideration of electric demand increasing recently, then effort to expand of transmission line capacity with develop new transmission, however need the high cost. ACCR conductor (Aluminium Conductor Composite Reinforced) has been developed recently. The superiority of this conductor is resist to the heat until 240oC, hence current carrying capacity higher than ACSR conductor. This research aimed to study load current leading to mechanical performance characteristic ACCR conductor included tension, length of elongation and sag of conductor, hence expected from this research will be useful to develop construction structure of transmission line appropriate to characteristic of ACCR conductor. Based on this research it can be concluded that application of ACCR conductor improves transmission line capacities by 100 % on existing ROW and tower. Abstract in Bahasa Indonesia : Saluran transmisi udara umumnya menggunakan konduktor jenis ACSR (Aluminium Conductor Alloy Reinforced) yang memiliki batas temperatur kerja yang diijinkan sebesar 90oC. Mempertimbangkan peningkatan kebutuhan daya listrik yang semakin pesat akhir-akhir ini, maka usaha menambah kapasitas saluran transmisi dilakukan dengan membangun saluran transmisi baru, akan tetapi diperlukan biaya yang sangat tinggi. Dewasa ini telah dikembangkan konduktor ACCR (Aluminium Conductor Composite Reinforced). Keunggulan dari konduktor jenis ini adalah tahan terhadap panas sampai 240oC, sehingga kemampuan hantar arusnya menjadi lebih tinggi dibandingkan konduktor ACSR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan arus saluran terhadap unjuk kerja mekanis konduktor ACCR yang meliputi tegangan tarik, panjang pemuluran dan andongan, sehingga diharapkan dari hasil penelitian ini akan berguna untuk membangun struktur konstruksi saluran transmisi yang sesuai dengan sifat konduktor ACCR. Hasil simulasi memperlihatkan, bahwa dengan mempertahankan ROW dan tower yang ada, penggunaan konduktor ACCR dapat meningkatkan kapasitas penyaluran sistem transmisi sekitar 100 % dibanding konduktor ACSR. Kata kunci: unjuk kerja mekanis, saluran transmisi, ACSR dan ACCR
Miniatur Loading Arm Dock-3 PT Badak NGL Bontang dengan Sistem Emergency Shut Down (ESD)
Ferdinando, Hany;
Wicaksono, Handy;
Pangkong, Estevanus Kurniawan
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2008): MARET 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (789.152 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.8.1.24-29
Loading Arms in PT Badak NGL are used to distribute natural gas for shipping. The position of the ship cannot be fixed due to the wind, sea wave, stream flow, etc. If the distance is out of tolerance limit, then the Emergency Shut Down (ESD) system will be activated. ESD will release the part that is connected to the ship so that the whole distribution pipe is safe. The loading arms are controlled via Programmable Logic Controller (PLC) manually. The miniature of the loading arms is useful to train the new employees to operate them well. It is build with 1:10 ratio and controlled by PLC OMRON C200 HG. Several DC motors are used to move the arms while potentiometers are used as position sensors. The PLC will monitor whether the position is within tolerance limit or not. From the experiments, the ESD can be implemented with 16.48s for slewing motion and 16.5s for extension motion. Abstract in Bahasa Indonesia: Loading Arm di PT Badak NGL dipergunakan untuk menyalurkan gas alam ke kapal tanker. Posisi kapal tanker bisa jadi akan bergeser karena ombak, angin, arus laut, dll. Jika pergeseran posisi tersebut melewati batas toleransi yang diijinkan, maka sistem Emergency Shut Down (ESD) akan aktif. ESD akan melepaskan bagian valve yang melekat pada kapal sehingga pipa penyalur secara keseluruhan tidak tertarik oleh pergerakan kapal. Loading arm dikendalikan dengan PLC secara manual. Keberadaan miniatur ini akan menolong pekerja yang baru untuk mempelajari hal-hal yang mungkin pada pengoperasian Loading Arm tersebut. Miniatur dibuat dengan skala 1:10 dan dikendalikan oleh PLC OMRON C200HG. Sebagai penggerak dipergunakan motor DC. Potensiometer akan difungsikan sebagai sensor posisi sudut. PLC akan memonitor apakah sudut yang terbaca masih dalam batas toleransi atau tidak. Dari hasil pengujian, terlihat bahwa simulasi proses ESD dapat dijalankan dengan baik dengan waktu 16,48 detik untuk gerakan slewing dan 16,5 detik untuk gerakan ekstension. Kata kunci : Emergency shut down, PLC, loading arm
A Tool for Mobile Robotics Research
, Indratmo;
Hannawati, Anies
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2002): MARET 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.45 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.2.1.
This paper introduces TeamBots as a tool for mobile robotics research. TeamBots enables researchers to develop robotic control systems and test the control systems in simulation as well as on physical robots. Simulation plays important roles in multi-robot research. Interaction among robots in multi-robot systems can produce interesting phenomena. It is hard to predict the effectiveness of a control system without simulating it in a multi-robot environment. This paper presents a case study and compares it to closely related work. The experiment result shows that even for the same task (i.e. foraging) a control system that performs best in a particular environment may not be the best control system in different environments. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini memperkenalkan TeamBots sebagai suatu alat penelitian di bidang robotik. TeamBots memungkinkan para peneliti untuk mengembangkan sistem kontrol robotik dan mengevaluasi sistem kontrol tersebut dengan simulasi atau perangkat robot yang sebenarnya. Simulasi memainkan peranan yang sangat penting dalam penelitian di bidang robotik. Interaksi yang terjadi antar robot dalam sistem multi-robot dapat menghasilkan fenomena yang menarik. Sangatlah sulit untuk memperkirakan efektivitas dari suatu sistem kontrol tanpa mensimulasikannya di suatu lingkungan kerja. Makalah ini menyajikan sebuah studi kasus dan membandingkannya dengan penelitian serupa. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa perbedaan lingkungan kerja mempengaruhi kinerja suatu sistem kontrol. Sistem kontrol yang terbukti terbaik di lingkungan kerja tertentu belum tentu menjadi sistem kontrol yang terbaik di lingkungan kerja yang berbeda. Kata kunci: simulator, robot, gangguan, sistem multi-agen..
Robot Ekspresi Ucapan dan Mimik Wajah Manusia
Kimsha, Steven
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.244 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.9.1.35-42
Robot ekspresi ucapan dan mimik wajah manusia ini adalah robot yang dapat menghasilkan ekspresi dan mimik wajah manusia seperti manusia pada umumnya. Eskpresi dan mimik wajah robot akan difokuskan pada gerakan alis, mata, dan juga mulut. Pergerakan alis, mata dan mulut robot akan disesuaikan dengan database yang dimiliki oleh sistem. Alis robot akan membentuk ekspresi wajah manusia ketika mengalami kondisi tertentu. Mata robot akan dapat bergerak sesuai gerakan mata pada umumnya. Mulut robot akan dapat bergerak sesuai gerakan manusia ketika berbicara suku kata sebanyak 2 huruf. Sistem ini menggunakan text file sebagai input dari sistem. Text file akan kemudian dibaca oleh platform Processing. Selagi platform Processing membaca data, ia juga akan membagi data tersebut menjadi array dan akan mengirimkan data berurutan sesuai urutan array. Processing akan mengirimkan data ke platform Arduino. Data akan dikirimkan melalui kabel serial Arduino. Setelah menerima data, Arduino akan membandingkan data dengan database yang dimiliki lalu menggerakkan bagian yang dimaksud. Robot ini diuji dengan membandingkan ukuran gerakan robot dengan ukuran gerakan referensi yang dimiliki. Saat pengujian, diperoleh tingkat keberhasilan robot untuk menghasilkan gerakan alis yang sesuai adalah 60%, dan tingkat keberhasilan robot untuk menghasilkan gerakan mata yang sesuai adalah 100%. Sedangkan mayoritas gerakan mulut robot memiliki error rate tidak lebih dari ± 10%.
Mesin Printer Huruf Braille Menggunakan Mikrokontroler MCS-51
Khoswanto, Handry;
, Thiang;
Ricardo, Junio
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.854 KB)
|
DOI: 10.9744/jte.3.1.
YPAB (Institution for Blind Children) used manual typewriter to print Braille characters. If they want to print many copies, they will type it many times. It's not efficient. To upgrade this efficiency, they need a Braille printing machine which can make many copies in once type. The designed Braille printing machine consists of personal computer (PC), microcontroller MCS 51 and mechanic system. PC is used for typing, editing and converting to Braille characters. The experiment result showed that Braille printing machine using microcontroller MCS 51 could print many copy of Braille characters relief in once type. Speed of this printer is about 30 minute/ page while the paper size are 21,5 x 30 cm and there are 552 Braille character. Abstract in Bahasa Indonesia : YPAB (Yayasan Pendidikan Anak Buta) menggunakan mesin ketik manual untuk dalam mencetak huruf Braille. Hal ini kurang efesien apabila ingin dicetak dalam jumlah yang banyak. Pekerjaan tersebut harus dilakukan secara berulang ulang. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, maka digunakan mesin printer huruf Braille yang dapat mencetak dalam jumlah banyak dalam sekali pengetikan saja. Pembuatan mesin ketik huruf Braille ini menggunakan PC untuk mengetik, mengedit, mengkonversikan menjadi bentuk huruf Braille dan mencetak relief huruf Braille tersebut dengan menggunakan mesin printer yang dilengkapi dengan mikrokontroler MCS 51 dan mekaniknya. Hasil yang didapatkan dari mesin printer huruf Braille ini dapat mencetak relief huruf Braille dalam jumlah banyak dengan sekali ketik. Kecepatan mencetak dari printer ini kira-kira 30 menit per halaman dengan kondisi maksimum 552 karakter dan ukuran kertas 21,5 x 30 cm. Kata kunci : huruf braille, mesin printer braille, mikrokontroler MCS-51.