cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
ODOR RECOGNITION DENGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DAN NEAREST NEIGHBOUR CLASSIFIER Hannawati, Anies; , Thiang; Prasetyo, Yudi
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.473 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.2.

Abstract

This paper describes about implementation of principal component analysis method on odor recognition system. There are 15 essences used in this research and each essence has 20 concentrations. Principal Component Analysis (PCA) method was used in this system to reduce the data's dimension. The result of PCA would be input of recognition system. The recognition system used in this research is nearest neighbour method. Experiments were done for testing the designed system. Although the data were reduced until 93,75%, the system could recognize the essences well and achieve a recognition rate of 99.56%. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan tentang penerapan metode principal component analysis pada sistem pengenalan jenis zat berdasarkan aroma atau bau yang dikeluarkan oleh zat tersebut. Dalam penelitian ini terdapat 15 jenis zat dengan masing-masing zat terdiri atas 20 konsentrasi. Sistem yang telah didisain menerapkan metode principal component analysis (PCA) untuk mereduksi jumlah data yang berdimensi besar. Hasil reduksi ini akan menjadi input dalam sistem pengenalan. Metode sistem pengenalan yang diterapkan adalah metode nearest neighbour. Pengujian sistem telah dilakukan dengan melihat tingkat reduksi data yang berhasil dilakukan dengan menghasilkan tingkat pengenalan yang cukup signifikan. Dari pengujian didapat bahwa dengan menggunakan PCA, data dapat direduksi reduksi sebesar 93,75% dengan tingkat keberhasilan untuk mengenali zat 99,56%. Kata kunci : Principal Component Analysis, Odor recognition, Nearest Neighbour.
Regulator Capacitor Bank Satu Fasa dengan Daya hingga 3500VA Berbasis Arduino Nugroho, David Imani; Khoswanto, Handry; Tumbelaka, Hanny Hosiana
Jurnal Teknik Elektro Vol 11, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.178 KB) | DOI: 10.9744/jte.11.1.12-16

Abstract

Walau tidak diberlakukan biaya kelebihan pemakaian daya reaktif, home industry harus tetap memperhatikan pentingnya faktor daya untuk dapat mengoptimalkan penggunaan daya yang terpasang. Desain regulator capacitor bank ini dikhususkan untuk home industry dengan daya hingga 3500VA dengan menggunakan Arduino sebagai otak dari rangkaian kontrol. Regulator ini mengukur faktor daya dengan metode zero crossing detector dan menggunakan kombinasi relay dan Thyristor-Switched Capacitor yang dimodifikasi dengan MOSFET sebagai saklar untuk kapasitor. Pengukuran faktor daya dengan metode zero crossing detector bekerja dengan baik pada beban linear induktif. Kompensasi pada beban linear memiliki kesalahan rata-rata sebesar 2.4% dan untuk beban tidak linear memiliki kesalahan rata-rata sebesar 33.96%.
Identifikasi Gain dan Bandwidth Audio Amplifier Menggunakan MCS-51 Sugiarto, Indar; Pasila, Felix; Christian, Victor
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2004): MARET 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.217 KB) | DOI: 10.9744/jte.4.1.

Abstract

Like another commonly control-systems, audio amplifiersystem also has characteristics which are defined by their parametrics. Two of them are Gain and Bandwidth. An instrument for measuring Gain and Bandwidth can be built using microcontroller 89C51 from MCS-51 family dan programmed in assembly to generate its frequency (i.e. simulating VCO via software). This instrument use Digital to Analog Converter (DAC) type 0808, Analog to Digital Converter (ADC) type 0804, a Peak Detector Circuit, an Attenuator Circuit and a LCD. In this project, the constructed system can identify maximum Gain at 40 times with four-step increment and Bandwidth in the range from 10 Hz to 200 KHz. The system testing shows that the average error for Gain is less than 5% and approximately 10% for Bandwidth. Abstract in Bahasa Indonesia : Sama seperti sistem kontrol pada umumnya, sistem audio amplifier juga memiliki karakteristik yang ditentukan oleh parameter-parameternya, diantaranya adalah Gain dan Bandwidth. Alat untuk mengukur Gain dan Bandwidth ini dapat dibuat dengan menggunakan mikrokontroler 89C51 dari keluarga MCS-51 dan memakai software assembly untuk membangkitkan frekuensinya (simulasi VCO secara software). Alat yang dirancang ini memakai Digital to Analog Converter (DAC) tipe 0808, Analog to Digital Converter (ADC) tipe 0804, Peak Detector, Attenuator dan penampil LCD. Sistem yang dibuat dapat mengidentifikasi gain maksimal 40 X dengan kenaikan tiap kelipatan 4 dan bandwidth dengan batasan 10 Hz sampai 200 KHz. Pengujian sistem menunjukkan bahwa error rata-rata kurang dari 5 % untuk Gain dan sekitar 10% untuk Bandwidth. Kata kunci : audio-amplifier, gain, bandwidth, mikrokontroler.
Traffic Light Controller Menggunakan Media RF Khoswanto, Handry; Lim, Resmana; Lie Sin Liong, Budy
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2005): MARET 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.27 KB) | DOI: 10.9744/jte.5.1.

Abstract

There are some ways in controlling traffic light, such as with networking and standalone system. Both of the systems actually can work well, but there are some problems that have to be solved. The networking system problem is very complicated cable network system development. Standalone system problem is about controlling, because if setting from traffic light will be changed, then one has to come to place where the traffic light lies. So it needs a solution for setting the traffic light without using cable network. Such system is long distance controller traffic light using radio frequency media as its medium which delivered through Handy Talky. The system which has been built is accessible by using PC (or notebook) which is connected to radio modem. There are six modes and three conditions in this traffic light system. Each of them can be used based on traffic condition. AT89C51 microcontroller functions as a tool to control the system and process the data which is received from PC. The software at PC is designed by using Delphi 7.0 programming language with serial connection through port RS232. From the experiment result, this system have some advantages. For example, more practical which compare with using cable network and more efficient wich compare with standalone traafic light in traffic light setting. Abstract in Bahasa Indonesia : Ada beberapa cara dalam pengaturan lampu traffic light, diantaranya dengan sistem networking dan standalone. Kedua sistem tersebut sebenarnya sudah dapat berjalan dengan baik, hanya saja terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Kendala pada sistem networking adalah pada pembangunan sistem jaringan kabel yang sangat rumit. Kendala pada sistem standalone adalah masalah pengaturannya, karena apabila setting dari traffic light akan dirubah, maka harus datang ke tempat traffic light tersebut berada. Sehingga perlu adanya solusi untuk traffic light setting dari jarak jauh. Sistem yang dimaksud adalah pengontrolan traffic light jarak jauh menggunakan media frekuensi radio sebagai media perantara yang dikirimkan melalui radio HT. Penggunaan Radio HT tidak memerlukan jaringan kabel yang cukup rumit perawatannya . Selain itu Radio HT sangat umum digunakan oleh masyarakat dan memiliki area yang cukup jauh tergantung kekuatan pancaran transmisinya. Sistem yang telah dibangun dapat diakses menggunakan PC (atau notebook) yang dihubungkan ke radio modem. Terdapat enam mode dan tiga kondisi dalam sistem traffic light ini yang masing-masing dapat digunakan sesuai dengan kondisi lalu lintas. Proses pengontrolan pada sistem dilakukan oleh mikrokontroler AT89C51 dan sekaligus sebagai pengolah data yang diterima dari PC. Software yang digunakan pada PC untuk pengontrolan adalah bahasa pemrograman Delphi7.0 dengan hubungan serial melalui port RS232 yang ada pada PC. Berdasarkan hasil pengujian, sistem memiliki beberapa keuntungan, antara lain lebih praktis bila dibandingkan dengan menggunakan kabel dan setting traffic light lebih efisien bila dibandingkan dengan standalone traffic light. Sedangkan uji perbandingan biaya antara penggunaan jaringan kabel dan HT belum dilakukan dalam penelitian ini. Kata kunci: Radio Modem, HT, Traffic Light, PC.
Aplikasi Kendali Fuzzy Logic untuk Pengaturan Kecepatan , Thiang; , Resmana; , Wahyudi
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2001): MARET 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.852 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.1.

Abstract

This paper present the application of fuzyy logic control for universal motor speed control. Fuzzy logic control is implemented on a personal computer, while the program is made in Pascal. The speed control is done by adjusting motor voltage and using Pulse Width Modulation (PWM) Method. The loading on the motor is executed mechanical braking. The system feedback is a signal frequency from tacho, which is, then changed into voltage for computer input through ADC. Fuzzy logic system applies two crisps of input: error and error chage of the motor speed; and an output crisp, i.e. voltage change. The dufuzzification methods used are mean of maxima and center of area. The numbers of rules vary based on the numbers of the label used. The system response is displayed by graphic of the motor speed toward time. The testing result showed that the membership functions in triangle and trapezoid forms did not contribute significant influence to the system response; between the two methods of defuzzification, the center area was better than the mean of maxima; and the system response will be much bettter if more membership functions were used. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam makalah ini disajikan aplikasi kendali fuzzy logic untuk pengaturan kecepatan motor universal. Kendali fuzzy logic diimplementasikan pada komputer dan programnya dibuat dengan bahasa Pascal. Pengaturan kecepatan motor dilakukan dengan mengatur tegangan motor dan menggunakan metode Pulse Width Modulation (PWM). Pembebanan pada motor dilakukan dengan cara pengereman secara mekanik. Feedback sistemnya adalah sinyal frekuensi dari tacho dan sinyal frekuensi ini diubah menjadi tegangan untuk diinputkan pada komputer melalui ADC.Sistem fuzzy logic mempunyai 2 crisp input yaitu error dan perubahan error kecepatan motor dan mempunyai 1 crisp output yaitu perubahan tegangan. Metode defuzzifikasi yang digunakan adalah metode mean of maxima dan center of area. Jumlah label dari membership function bervariasi 3 label, 5 label dan 7 label. Jumlah rule bervariasi tergantung dari jumlah label yang digunakan. Respon sistem ditampilkan dalam bentuk grafik kecepatan motor terhadap waktu. Hasil pengujian menunjukkan membership function dengan bentuk segitiga atau trapezoid tidak memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap respon sistem. Metode defuzzifikasi center of area lebih baik dibandingkan dengan metode mean of maxima. Respon sistem akan lebih baik bila menggunakan membership function dengan jumlah label yang lebih banyak. Kata Kunci : Kendali Fuzzy Logic, Fuzzy Inference, Motor Universal
Communication Between TSX Micro 37-21 PLCs on Beverage Production Plant Wicaksono, Handy; Udayana, Chandra; Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2006): SEPTEMBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.07 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.2.

Abstract

Programmable Logic Controller (PLC) is the most famous controller in industry. Because the process in industry is getting more and more complex than before, the usage of more than one PLC is needed and the communication between them have to be existed. This paper describes about the study of communicating two Schneider TSX Micro 37-21 PLCs in order to control the miniature of beverage production. The usual (and expensive) way to communicate them is using converter module TSX P ACC 01. Less expensive way uses original converter cable TSX PCX 1031 that connect to the ports of PLCs (TER and AUX port) which will be explained here. PL7 Pro V 4.0 software is used to program the PLCs. The communication cannot be established due to some improper addressing. The exploration is continued to the serial communication. It is found that the system uses RS 485. Abstract in Bahasa Indonesia : Programmable logic Controller (PLC) adalah kontroler yang paling populer di dunia industri. Karena proses di industri semakin kompleks, diperlukan penggunaan lebih dari satu PLC yang dapat berkomunikasi satu sama lain. Penelitian ini menjelaskan tentang studi dalam mengkomunikasikan 2 PLC TSX Micro 37-21 dari Schneider untuk mengendalikna miniatur produksi minuman. Cara yang umum (dan mahal) ialah dengan menggunakan modul TSX P ACC 01. Cara yang lebih murah ialah menggunakan kabel converter asli TSX PCX 1031 yang menghubungkan port LPC (TER dan AUX port) yang akan dijelaskan di sini. Software PL7 Pro V 4.0 digunakan untuk memprogram PLC. Komunikasi tidak dapat dilakukan karena pengalamatan yang kurang tepat. Eksplorasi dilanjutkan kepada komunikasi serialnya. Dari percobaan ditemukan bahwa sistem ini menggunakan RS 485. Kata kunci: PLC TSX Micro 37-21 Schneider, komunikasi antar PLC, miniatur plant produksi minuman.
Hubungan Intensitas Polusi Isolator Jaringan Distribusi di Sumatera Utara dengan Jarak Lokasi Isolator dari Pantai L. Tobing dan Mustafriend Lubis, Bonggas
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.747 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.2.63-67

Abstract

This paper reports the result of research about the pollution intensity of the insulator of 20 kV electrical distribution network in North Sumatera. It has investigated that the pollution intensity of the insulator of 20 kV electrical distribution network in North Sumatera is in low category. The pollution intensity of an insulator is decrease if the distance of mentioned insulator more far away from the seashore. If the distance of insulator from seashore about 40 km, the decreasing of pollution intensity reach to ± 50 % of pollution intensity of insulator that close to the seashore. The pollution intensity of insulator almost constant if the distance of insulator from seashore is between 40 km to 80 km. It means that the salt contained on air which is blow from the sea is not influence on insulator pollution if the distance of mentioned insulator from seashore more than 40 km Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini melaporkan hasil penelitian tentang tingkat intensitas polusi pada isolator jaringan distribusi hantaran udara 20 kV di Sumatera Utara. Ditemukan bahwa tingkat intensitas polusi isolator jaringan distribusi hantaran udara 20 kV di Sumatera Utara termasuk kategori ringan. Intensitas polusi pada suatu isolator semakin rendah jika isolator semakin jauh dari pantai. Setelah jarak isolator dari pantai mencapai kurang lebih 40 km, intensitas polusi pada isolator turun ± 50 % dari intensitas polusi isolator yang terdekat ke pantai. Pada jarak di antara 40 - 80 km dari pantai, intensitas polusi isolator hampir konstan. Artinya, kandungan garam yang dibawa angin laut tidak berpengaruh lagi terhadap polutan isolator jika jarak isolator dari pantai lebih dari 40 km. Kata kunci: distribusi, isolator, polusi, ESDD
Pemodelan dan Simulasi Dinamika Lengan Robot 3-DOF Menggunakan Perangkat Lunak Open Source Sugiarto, Indar
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2008): SEPTEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1664.057 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.2.57-63

Abstract

This paper describes an alternative method for analyzing robot dynamics using open source software so-called ODE (open dynamic engine). Using ODE, an arm robot can be modeled and simulated in a simple but accurate fashion. The arm robot which is being modeled and simulated in this paper is the Movemaster EX RV-M1 from Mitsubishi. The simulation is performed after the robot has been completely modeled and the simulation was made so that all links within the robot will move simultaneously forming a straight line and rotating from 0° to 100°. The modeling and simulation result shows that each revolute joint of the robot requires distinct torque and it is found that at the speed of 1.26 rad/s, the elbow joint has the higher torque to move the body at the level of 3101.79 g.m2.s-2. This high torque was due to constraint force when the joint was moving altogether. This research does not produce any visualization effect but it can be extended to enrich any other simulator program which works according to kinematics modeling only. Abstract in Bahasa Indonesia: Dalam paper ini dijelaskan salah satu metode alternatif untuk analisa dinamik sebuah robot lengan dengan menggunakan perangkat lunak open source yang disebut ODE (open dynamic engine). Dengan menggunakan ODE, sebuah robot lengan dapat dimodelkan dan disimulasikan dengan sederhana dan memberikan hasil yang akurat. Robot lengan yang dimodelkan dan disimulasikan dalam paper ini adalah Movemaster EX RV-M1 dari Mitsubishi. Simulasi dilakukan setelah model robot selesai dibuat dan simulasi dijalankan dengan membuat supaya semua link robot bergerak serempak membentuk garis lurus dan berputar dari sudut 0° hingga 100°. Dari hasil pemodelan dan simulasi didapatkan bahwa masing-masing revolute joint dari robot tersebut membutuhkan torsi yang berbeda-beda dan ditemukan pada kecepatan 1.26 rad/s, joint siku (elbow) membutuhkan torsi yang lebih besar untuk menggerakkan lengan depan (forearm) dari robot, yaitu sebesar 3101.79 g.m2.s-2. Torsi yang besar ini tidak hanya diakibatkan karena beban link yang harus diangkat, tetapi juga constraint force yang harus dilawan oleh joint siku (elbow) saat bergerak bersama-sama dengan joint yang lain. Hasil penelitian ini tidak menghasilkan program visualisasi tetapi dapat dikembangkan misalnya untuk melengkapi program-program simulator yang kebanyakan dikembangkan hanya berdasarkan simulasi dan pemodelan kinematika saja. Kata kunci: pemodelan, simulasi, robot lengan 3DOF, ODE
Pelacakan dan Estimasi Pose Video Wajah 3 Dimensi Lim, Resmana; , Davina; R, Silvia
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2002): MARET 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.397 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.1.

Abstract

The paper describes a face tracking and pose estimation system by using a webcamera. A 3D wireframe face model was used in conjunction with a feature tracking method of Lucas-Kanade. A set of face feature points was tracked in every video frame by using Lucas-Kanade method. A fully projective method was depployed for face pose estimation. This application was built using Microsoft Visual C 6.0®%2C Microsoft® DirectShow®%2C Intel Performance Library and Open Source Computer Vision (OpenCV) Library. The application has been implemented and able to track the face movement in real time (30 frames/second)%2C using webcam with the resolution of 320?240 pixel/frame on PC Pentium III/533 MHz. The system is prospective to be used for human-computer interaction applications as well as face expression recognition system. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membahas sistem pelacakan dan estimasi pose wajah dengan menggunakan webcamera. Model wajah wireframe 3D digunakan disini bersama dengan metode feature tracking Lucas-Kanade. Titik fiture wajah dilacak pada setiap frame video yang masuk dan pose wajah diestimasi menggunakan metode Fully projective. Sistem ini dibangun menggunakan Microsoft Visual C 6.0®%2C Microsoft® DirectShow®%2C Intel Image Processing dan Open Source Computer Vision Library. Aplikasi ini telah diimplementasikan dan dapat melacak pergerakan wajah secara real-time yaitu 30 frames/s dengan menggunakan webcam resolusi 320?240 pixel/frame pada PC Pentium III/533 MHz. Sistem cukup prospektif digunakan sebagai salah satu metode interaksi manusia komputer maupun pada sistem pengenalan ekspresi wajah. 3D face tracking%2C pose estimation%2C Lucas-Kanade tracking%2C human computer interaction.
Mesin Pengisian dan Pengemasan Lem Putih Listya, Hendra
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.603 KB) | DOI: 10.9744/jte.9.2.75-80

Abstract

Lem merupakan salah satu bahan penting dalam industri percetakan, yaitu untuk pembuatan kardus. Industri lem saat ini membuat kemasan lem putih secara manual, namun dengan adanya kemajuan teknologi, mesin pengisian dan pengemasan lem dapat dijalankan secara otomatis untuk menghemat tenaga kerja. Pada mesin pengisian digunakan 2 metode untuk ketepatan berat lem yang dihasilkan. Metode pertama dilakukan dengan cara mengatur waktu pada proses buka dan tutup valve, sendangkan metode kedua dengan cara pembacaan hasil yang didapatkan dari load cell. Input dan output pada mesin pengisian dan pengemasan lem dikontrol menggunakan Arduino Uno. Hasil yang didapatkan pada metode pertama lebih baik dibanding metode kedua. Toleransi maksimal kesalahan yang didapatkan pada metode pertama sebesar 2%, sedangkan pada metode kedua sebesar 7%. Rata-rata waktu pengisian pada metode pertama adalah 15.43 detik, sedangkan pada metode kedua adalah 14.86 detik.

Page 6 of 17 | Total Record : 161