cover
Contact Name
Rezki Akbaar
Contact Email
rezkiakbaar@gmail.com
Phone
+6285161177810
Journal Mail Official
indonesia@banjaresepacific.com
Editorial Address
Jl. Gotong royong no 30 kelurahan mentaos, kecamatan banjarbaru utara, kota banjarbaru, provinsi kalimatan selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of International Multidisciplinary Research
ISSN : -     EISSN : 30266874     DOI : https://doi.org/10.62504/jimr
Core Subject : Education,
Journal of International Multidisciplinary Research is a scientific publication that aims to provide a broad platform for research, discussion, and deeper understanding across various disciplines. The journal welcomes contributions in all fields of science from various fields of study, including social sciences, natural sciences, health sciences, humanities, economics, sharia, usuluddin, dawah, tarbiah, education, civil engineering, law, computer science, business management, psychology, medicine, nursing, education, international relations, communication, architecture, nutritional sciences, biological sciences, electrical engineering, mechanical engineering, chemical sciences, physical sciences, mathematics, literature.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 830 Documents
The Effect of Algorithmic Performance Appraisal on Employee Trust in Digital and Technology-Based Companies Rini Anisyahrini; Winne Wardiani; Azizun Kurnia Ilahi; Anita Asnawi; Mochammad Arfani
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1491

Abstract

This study examines how employees perceive and trust Algorithmic Performance Appraisal (APA) in digital-native and technology-driven companies. Adopting Organizational Justice Theory, the Trust in Technology Framework, and Cognitive Appraisal Theory, the research explores both the direct and indirect effects of APA on employee trust, with Perceived Procedural Fairness (PPF) as a mediating variable. The study uses a quantitative, cross-sectional approach, collecting data from 200 employees in technology-based organizations and analyzing the data with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results show that APA significantly enhances both procedural fairness and employee trust, with PPF playing a partial mediating role in this relationship. These findings underscore the importance of transparency, procedural legitimacy, and avenues for employee voice in cultivating trust in algorithmic systems. The study’s theoretical contribution lies in its integration of multiple perspectives on trust and fairness within algorithmic HR management. The practical implication calls for the careful design and implementation of APA systems that employees perceive as fair and trustworthy. Future research should investigate these relationships in longitudinal and multi-contextual settings to deepen the understanding of trust dynamics in evolving AI-mediated work environments.
Pengaruh Intensitas Aset Biologis Terhadap Pengungkapan Aset Biologis pada Perusahaan Agrikultur di Bursa Efek Indonesia Muhammad Fachmi Idris; Hasbudin Hasbudin; Erwin Hadisantoso
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh intensitas aset biologis terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan agrikultur di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan agrikultur di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 sebanyak 38 perusahaan. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 26 perusahaan. Sumber data diperoleh dari laporan tahunan dan website resmi perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan jumlah pengamatan (n) sebanyak 130 dan diolah menggunakan bantuan aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas aset biologis berpengaruh terhadap pengungkapan aset biologis.
Strategi Adaptif untuk Pemeliharaan Tahun Pertama Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Wilayah Rentan Iklim: Bukti Empiris dari Gorontalo, Indonesia Abdul Samad Hiola; Desi Ishak; Firman Syahputra; Masitha; Oktavianus Tato; Revalina P. Raisyah
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1495

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kegiatan pemeliharaan tahun pertama (P1) dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Model UPSA di Desa Motinelo, Kabupaten Gorontalo, dengan fokus pada strategi adaptif untuk mengatasi tantangan kematian bibit akibat kondisi musim kemarau. Dilaksanakan dari Oktober hingga Desember 2025, penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan pemantauan lapangan sistematis pada lahan seluas 2 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) "Mentari Hijau". Pengumpulan data melibatkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi visual terhadap delapan aspek kegiatan pemeliharaan tahun pertama sesuai dengan pedoman teknis RHL. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa distribusi bibit ke lubang tanam telah dilaksanakan secara lengkap dengan total 2.000 bibit yang terdiri dari Nyatoh (250 batang), Nangka (250 batang), Alpukat Biji (1.000 batang), dan Alpukat Okulasi (500 batang). Namun, tingkat kematian bibit mencapai 35%, dengan angka tertinggi pada Alpukat Biji (40%) akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Pemeliharaan teknik konservasi tanah telah dilaksanakan pada seluruh area seluas 2 hektar, dengan teras bangku (60%) dan teras gulud (40%). Aplikasi hidrogel sebanyak 3 kg terbukti sebagai strategi adaptif yang efektif, sementara kegiatan penyiangan dan pendangiran baru mencapai 60% dari total area. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa dominasi Hasil Hutan Bukan Kayu (62,5%) mencerminkan strategi KTH dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi jangka pendek. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi adaptif dalam implementasi program RHL pada fase kritis pemeliharaan tahun pertama, terutama di wilayah dengan pola cuaca yang tidak menentu. Implikasi praktis meliputi kebutuhan penguatan kapasitas teknis petani hutan, pengembangan sistem pemantauan yang responsif, serta integrasi pengetahuan lokal dengan rekomendasi teknis berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan program RHL terhadap fluktuasi iklim yang semakin tidak dapat diprediksi. Studi ini membuktikan bahwa kombinasi teknik konservasi tanah dengan aplikasi hidrogel dapat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Kepatuhan Prosedural dalam Penegakan Hukum PETI dan Dampaknya terhadap Pemulihan Ekosistem Hutan Tropis di Pohuwato, Indonesia Abdul Samad Hiola; Daud Sandalayuk; Alexander Ruruh; Nabila Margareta Hakim; Abdul Alim
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1497

Abstract

Penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kepatuhan prosedural penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Indonesia, dengan pemulihan ekosistem. Melalui studi kasus terstruktur, dokumentasi hukum 14 bulan, observasi lapangan, dan analisis citra satelit dievaluasi terkait kepatuhan terhadap KUHAP pada tiga tahap penegakan hukum (penyidikan, penuntutan, persidangan) serta indikator lingkungan (tutupan vegetasi, konsentrasi merkuri, keanekaragaman hayati). Temuan utama menunjukkan bahwa kasus yang mematuhi ketat timeline KUHAP mencapai pemulihan ekosistem 40% lebih cepat dibanding kasus tertunda. Pohuwato mencatat tingkat konversi menjadi vonis bersalah 75% (di atas rata-rata nasional 60%), dengan korelasi positif kuat (r=0,87; p<0,01) antara kualitas bukti lingkungan forensik dan keberhasilan penuntutan. Bukti konsentrasi merkuri terbukti sangat efektif, menghasilkan vonis bersalah pada 90% kasus. Meski aktivitas PETI menurun 85% dalam radius 5 km pasca-penindakan, peningkatan tutupan vegetasi hanya 15% dalam 6 bulan, mengindikasikan kecepatan pemulihan ekologis yang lebih lambat. Signifikan bahwa 70% tersangka menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam program restorasi, berkorelasi signifikan dengan integrasi bukti ilmiah (r=0,79; p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa efisiensi prosedur hukum tidak hanya menghentikan kerusakan lebih lanjut, tetapi juga menjadi fondasi kritis bagi percepatan pemulihan ekosistem. Studi ini menjembatani celah penelitian dengan menghubungkan secara empiris kepatuhan prosedur hukum dengan hasil lingkungan, sekaligus menantang pendekatan ekonomi pertambangan yang berpusat pada Eropa. Implikasi praktis mendesak pelatihan khusus bukti lingkungan bagi jaksa dan pedoman operasional integrasi data ilmiah ke dalam proses hukum. Temuan ini menyediakan landasan aksi bagi penyelarasan kerangka hukum Indonesia dengan realitas konservasi, sekaligus menawarkan model perlindungan hutan tropis bagi negara berkembang kaya sumber daya.
Pengaruh Intensitas Salin Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Sarah Nadia; Mizan Maulana; Hilda Pratiwi
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 3 (2026): Maret 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas salinitas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan satu faktor yaitu intensitas salinitas yang terdiri atas 5 taraf: 0 ppm (kontrol), 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, dan 2500 ppm NaCl, dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah, dan panjang akar. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Salinitas 2500 ppm menurunkan tinggi tanaman sebesar 38,4%, jumlah buah 45,7%, berat buah 49,2%, dan panjang akar 41,6% dibandingkan kontrol. Semakin tinggi konsentrasi NaCl yang diberikan, semakin besar penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit.
Differences in Growth and Yield Responses of Several Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) Varieties in Cocoa (Theobroma cacao L.) Interrows Nazatul Bairia; Hilda Pratiwi; Mizan Maulana
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 3 (2026): Maret 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1502

Abstract

This study aimed to analyze the response of several cayenne pepper varieties (Capsicum frutescens L.) on the growth and yield of cayenne pepper cultivated in the cocoa (Theobroma cacao L.) alley cropping system. The research was conducted from April to July 2025 at Mon Jambe Village, Jeumpa District, and the Kopbun Suka Tani Sejahtera Business Research Center, Kota Juang District, Bireuen Regency. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with four varieties as treatments and three replications, resulting in 12 experimental units. The tested varieties were Rajo, Genie, Bara, and Tetra Hijau. Data were collected through observations of plant height, number of leaves, number of fruits, fruit weight, and fresh biomass weight, and were analyzed using analysis of variance (ANOVA) to determine differences among treatments. The results showed that the varietal factor had a highly significant effect on leaf number and a significant effect on fruit number and fruit weight. The Bara variety exhibited the most adaptive and productive performance under the cocoa alley cropping system, as indicated by superior vegetative growth and yield compared to other varieties. The novelty of this study lies in emphasizing that varietal selection is a key factor in optimizing the utilization of cocoa alley spaces for cayenne pepper cultivation. These findings are expected to provide a scientific basis for developing cayenne pepper cultivation technologies in cocoa alley systems and to serve as a reference for further research on adaptive variety development under such environmental conditions.
Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Obat Dalam  Meningkatkan Kinerja Pelayanan Fasilitas Kesehatan Di RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan Narto Asep Deni; La Ode Anto; Nitri Mirosea
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 4 (2026): April 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1494

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui sistem pengendalian internal atas persediaan dan pengelolaan obat di Rumah sakit Umum Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan. Hasil dari analisis menunjukan bahwa Rumah sakit Umum Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan sudah menerapkan standar pengendalian Internal. Dalam penerapan sistem pengendalian internal (SPI) Rumah sakit Umum daerah Kab. Konawe kepulauan sudah sangat efektif dalam penerapannya. Mulai dari: 1. Lingkungan pengendalian yang memiliki persentase rata-rata 96,94%, 2. Penilaian risiko yang memiliki nilai rata-rata 95,26%. 3. Aktivtas pengendalian memiliki nilai rata-rata 96,11%, 4. Informasi dan komunikasi memiliki nilai rata-rata 97,48%, 5. Pemantauan memiliki nilai rata-rata 96,67%, dengan angka rata-rata yang dimiliki sehingga penerapan sistem pengendalian internal pada rumah sakit umum daerah kab. Konawe kepulauan sudah sangat efektif.
Dualisme Hukum dan Otonomi Daerah: Studi Tata Kelola Pertambangan Ilegal di Wilayah Adat Kalimantan Tengah Rositha
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 5 (2026): Mei 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1483

Abstract

Pengelolaan pertambangan ilegal di wilayah adat Kalimantan Tengah memberi gambaran nyata dualisme sistem hukum nasional dan hukum adat, dengan kelemahan implementasi otonomi daerah. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka berbasis hukum nasional, analisis difokuskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, doktrin hukum, serta prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang diatur oleh negara. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakharmonisan antara kerangka hukum nasional dan norma hukum lokal menciptakan ruang ketidakpastian hukum yang dimanfaatkan oleh pelaku pertambangan ilegal. Selain itu, desentralisasi kewenangan melalui otonomi daerah belum mampu menjembatani konflik antara rezim hukum yang berlaku, terutama karena lemahnya koordinasi tatanan pemerintahan dan belum optimalnya integrasi hukum adat ke dalam sistem hukum formal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kerangka hukum tata kelola sumber daya alam yang lebih responsif terhadap hak-hak masyarakat adat dan selaras dengan prinsip keadilan ekologis serta kepastian hukum.
Perlindungan Hukum Debitur Rentan Dalam Perjanjian Kredit Online Dengan Jaminan Gadai Emas Syariah Sri Anggraini Kusuma Dewi
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 5 (2026): Mei 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi debitur rentan dalam perjanjian kredit online dengan jaminan gadai emas syariah serta mengidentifikasi kelemahan implementasi prinsip syariah dan hak-hak debitur dalam praktik pembiayaan berbasis teknologi finansial. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa debitur rentan seperti pedagang mikro, buruh harian, dan perempuan pra-sejahtera menghadapi ketidakseimbangan posisi tawar dalam perjanjian baku kredit online gadai emas syariah. Perlindungan hukum preventif diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn dan Pasal 18 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun dalam praktiknya banyak platform fintech syariah tidak sepenuhnya mematuhi prinsip keadilan dan transparansi. Klausula baku sering memuat ketentuan sepihak seperti penetapan biaya penitipan tidak proporsional, denda keterlambatan yang tersamar, serta mekanisme lelang tanpa pemberitahuan layak. Perlindungan represif melalui pengadilan atau BPSK sulit diakses debitur rentan karena biaya tinggi, waktu panjang, dan rendahnya literasi hukum. Penelitian menyimpulkan bahwa perlindungan hukum eksisting belum efektif, sehingga diperlukan penguatan regulasi kontrak digital syariah, peningkatan pengawasan Dewan Pengawas Syariah, serta kewajiban edukasi risiko bagi debitur sebelum persetujuan akad.
Implementation of the Waiting List Policy in the Administration of the Hajj Pilgrimage at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Central Maluku Regency Mohamad Arsad Rahawarin; Hendry Selanno
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 5 (2026): Mei 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1510

Abstract

This study analyzes the implementation of the waiting list policy in the administration of the Hajj pilgrimage at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Central Maluku Regency. A descriptive qualitative approach was used to examine how the policy is translated into public service practices, particularly in a local context where the waiting period has reached approximately 18 years, with about 2,500 prospective pilgrims and an annual quota of 135 people. Data were obtained through interviews, observation, and document review involving officials responsible for Hajj and Umrah services and relevant community informants. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show that policy implementation is supported by four interrelated factors: bureaucratic structure, resources, communication, and the disposition of implementing officers. A clear organizational structure and standard operating procedures facilitate coordination and accountability. Competent human resources, adequate facilities, and the use of Siskohat strengthen service accuracy and transparency. Multi-channel communication helps reduce misunderstanding, while professional and empathetic officer attitudes build public trust. The novelty of this study lies in its local-level analysis of Hajj waiting list implementation in an archipelagic regency. The study implies that transparent, responsive, and humanistic public services are essential for maintaining fairness and legitimacy in long-term Hajj queue management.