cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Address: Jl. Youmakhe, Hinekombe, Kec. Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua 99352
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak JULKIA
ISSN : -     EISSN : 25992988     DOI : 10.52646
Core Subject : Health,
JULKIA adalah jurnal kesehatan ibu dan anak dengan cakupan ilmu kebidanan dengan scope kehamilan, persalinan, KB, Kesehatan Reproduksi,  Anak dan bidang ilmu lain yang serumpun yang di terbitkan oleh LPPM STIKES JAYAPURA 
Articles 58 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Emawati Wonda; Dionesia Pri Utami; Pranita Pranita; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 2, Juli (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram. Perawatan bayi dengan BBLR membutuhkan perhatian khusus, sehingga pengetahuan ibu hamil tentang BBLR sangat penting dalam mencegah terjadinya bayi lahir dengan BBLR. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Jenis Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan crossectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Sentani sebanyak 734 orang dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian : Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang bayi berat lahir rendah sebagian besar ibu hamil di Puskesmas Sentani tahun 2018 berpengetahuan cukup sebanyak 44 (50%) responden. Pengetahuan ibu hamil berdasarkan umur tertinggi pada ibu yang berumur 20-35 tahun sebanyak 42 (57,5%) responden dengan pengetahuan cukup. Berdasarkan pendidikan, data tertinggi terdapat pada ibu dengan pendidikan menengah sebanyak 38 (70,4%) responden dengan pengetahuan cukup. Berdasarkan paritas tertinggi terdapat pada ibu dengan paritas multiipara sebanyak 30 (60%) responden dengan pengetahuan cukup. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil tentang bayi berat lahir rendah berdasarkan umur, pendidikan dan paritas dengan data tertinggi yaitu pengetahuan cukup. Oleh karena itu disarankan agar bidan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil tentang bayi berat lahir rendah. Kata Kunci : Pengetahuan, Bayi Berat Lahir Rendah
GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS SENTANI TAHUN 2017 Petronela Henan; Pranita KCN; Siti Halima; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 2, Juli (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Di Indonesia pada tahun 2013, penyakit kanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi yaitu kanker serviks sebesar 0,8%. Berdasarkan data Puskesmas Sentani pada bulan Juli 2016 hingga Juli 2017 sebanyak 131 orang yang melakukan pemeriksaan IVA dan jumlah IVA positif sebanyak 23 orang, IVA negativ sebanyak 76 orang dan yang mengalami erosi/atau keputihan sebanyak 32 orang. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu untuk dilakukan penelitian. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan metode deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi sebanyak 131 dengan sampel sebanyak 57 ibu. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability dengan cara accidental sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan analisa secara univariate. Hasil : Hasil penelitian diketahui ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 32 (56.1%), pengetahuan baik lebih banyak ditemukan pada pendidikan atas sebanyak 16 (28.1%), Pengetahuan baik lebih banyak ditemukan pada ibu dengan pekerjaan Formal sebanyak 22 (38.6%) dan pengetahuan baik lebih banyak ditemukan pada ibu Multipara sebanyak 15 (26.3%). simpulan : Pengetahuan ibu tentang pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat baik berdasarkan pendidikan, pekerjaan dan paritas sebagian besar ibu berpengetahuan baik. Saran : Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan cara memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada Pasangan Usia Subur tentang pemeriksaan Inspkei Visual Asam Asetat dengan memberikan penyuluhan IVA misalnya pada saat Posyandu, sehingga ibu yang belum pernah mengetahui tentang pemeriksaan IVA dapat mengetahui manfaat pemeriksaan IVA yaitu deteksi dini kanker serviks atau skrining mulut rahim. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, IVA Test
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. M UMUR 35 TAHUN G3P2A0 USIA KEHAMILAN 30 MINGGU 5 HARI DENGAN LETAK SUNGSANG DI RS DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Andi Mardiyanti; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kehamilan letak sungsang sering terjadi pada pertengahan trimester kedua, secara kasar seperempat fetus berada dalam letak sungsang pada 28-30 minggu, hanya 80%. Presentasi berukurang bila mendekati aterm. Psikososial ibu hamil letak sungsang merasa khawatir, maka perlu dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen melalui Ante Natal Care (ANC) (Wiknjosastro, 2010). Pertolongan persalinan letak sungsang memerlukan perhatian karena dapat menimbulkan komplikasi kesakitan, cacat permanen sampai kematian bayi. Menghadapi kehamilan letak sungsang dapat diambil tindakan dengan termudah dan teraman untuk mengubah posisi janin sungsang adalah dengan bersujud (knee chest position) secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali sehari, misalnya pagi dan sore, masing-masing selama 10 menit. Biasanya bayi akan berputar dan posisinya kembali normal, yaitu kepala berada di bagian bawah rahim. Pada saat kontrol ulang/periksa ulang, maka bidan atau dokter akan kembali melakukan pemeriksaan palpasi untuk memeriksa posisi janin. Jika belum berhasil, maka latihan diulangi dan dilanjutkan setiap hari. Latihan ini hanya efektif bila dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di puskesmas sentani sampel penelitian ini Ny. M Umur 35 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 5 Hari Dengan Letak Sungsang. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny. M Umur 35 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 5 Hari Dengan Letak Sungsang Di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 27 April 2019 Ny M merasakan lebih banyak gerakan pada bagian perut bawah dan lebih terasa penuh bagian atas. sesak dan kurang nyaman karena terasa penuh dibagian perut atas dan gerakan janinnya semakin aktif. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB) dan USG dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan letak sungsang. Kesimpulan : menganjurkan posisi kneechest selama 4 minggu pada Ny. M dengan letak sungsang adalah terdapat perubahan letak janin dari sungsang menjadi presentasi kepala, ibu mengatakan tidak lagi cemas dengan kehamilannya, keluhan rasa penuh pada bagian perut atas sudah tidak ada lagi dan keadaan umum ibu baik. Kata kunci : kehamilan, letak sungsang, kneechest
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BREBES KECAMATAN BREBES Laelatul Mubasyiroh; Apriliyana Apriliyana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat gizi mempunyai arti ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energy, membangun dan memelihara jaringan tubuh serta mengatur proses kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang melahirkan bayi di Wilayah Kelurahan Brebes Puskesmas Brebes pada tahun 2019 yang berjumlah 348 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder dan analisis data dengan cara univariat dan bivariat menggunakan chi square atau alternative lainnya. Hasil penelitian menunjukkan status gizi ibu hamil mempengaruhi terjadinya berat bayi lahir rendah. Analisis bivariat dengan menggunakan rumus chi-square atau alternatif lainnya menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (p = 0,001 < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Tahun 2019.). Disarankan bagi responden untuk ikut berpartisipasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang status gizi ibu hamil yang berpengaruh besar terhadap kejadian berat bayi lahir rendah. Kata Kunci :Status gizi, ibu hamil, berat bayi lahir rendah
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA NY.”A” UMUR 20 TAHUN P1 A0 HARI KE 3 DENGAN BENDUNGAN ASI DI RUMAH SAKIT DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Maola Sugiarti; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Menurut data World Health Organization (WHO) terbaru pada tahun 2014 ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 7198 (66,87%) dari 10.764 ibu nifas dan pada tahun 2015 terdapat ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 6543 (66,34%) dari 9862 ibu nifas (WHO, 2015). Menurut Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 35.985 (15,60%) ibu nifas, serta pada tahun 2015 ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 77.321 (37,12%) ibu nifas (SDKI, 2015). Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Dian Harapan sampel penelitian ini Ny.”A” Umur 20 Tahun P1 A0 Hari Ke 3 dengan Bendungan ASI. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil : Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Pada Ny.”A” Umur 20 Tahun P1 A0 Hari Ke 3 dengan Bendungan ASI di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 19-05-2019 Ny A Ibu mengeluh payudaranya bengkak, nyeri dan pengeluaran ASI sedikit dan demam sejak 1 hari yang lalu. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB)dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan bendungan ASI Kesimpulan : Ny.”A” dengan bendungan ASI diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan pasien yaitu beritahu ibu hasil pemeriksaan, ajarkan ibu cara mengurangi rasa nyeri, ajarkan ibu cara memompa payudara menggunakan tangan, ajarkan ibu tentang perawatan payudara, berikan terapi paracetamol 500 mg secara oral. Kata kunci : masa nifas, bendungan ASI, Ibu
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.B UMUR 25 TAHUN G2P1A0 USIA KEHAMILAN 30 MINGGU 4 HARI DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG NIFAS RUMAH SAKIT DIAN HARAPAN KOTA JAYAPURA Mita Anggraeni; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi ante, intra, dan post partum. Secara teoritis urutan-urutan gejala yang timbul pada preeklampsia yaitu odema, hipertensi dan proteinuria. Preeklampsia secara global terjadi pada 0,5% kelahiran hidup dan 4,5% hipertensi dalam kehamilan. Preeklampsia dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, odema paru dan perdarahan serebral, sedangkan pada janin dapat menyebabkan fetal distress, Intrauterin Fetal Growth Restriction (IUGR) dan solusio plasenta (Prawirodardjo, 2012). Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Dian Harapan sampel penelitian ini My.B Umur 25 tahun G2P1A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 4 Hari Dengan Preeklampsia Berat. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil My.B Umur 25 tahun G2P1A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 4 Hari Dengan Preeklampsia Berat Di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 20 April 2019 Ny B merasakan nyeri perut bagian bawah, sakit kepala dan bengkak pada tangan dan kaki. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB), USG dan Protein Urine.dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan Preeklampsia Berat. Kesimpulan : Ny.”B” dengan Preeklampsia Berat anjurkan pada ibu untuk mengurangi rutinitas yang dapat memicu lelah dan lainnya guna membantu ibu mengembalikan menjaga kesejahteraan pasien. beritahu ibu KIE tentang preekslampsia, beritahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu bengkak di kaki dan wajah, sakit kepala yang berat disertai kejang, pandangan/penglihatan kabur, ketuban pecah sebelum waktunya, ibu tidak merasakan gerakan janin atau gerakan janin berkurang. Jika terdapat tanda-tanda tersebut segera memanggil petugas kesehatan, anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dan berikan ibu obat. . Kata kunci : kehamilan, Preeklampsia Berat
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS DI SMP MUHAMMADIYAH KLUWUT TAHUN 2019 Tatirah Tatirah; Rohmiyati Mukharomah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 2, Agustus (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Masa remaja merupakan suatu tahap dalam perkembangan manusia, yaitu masa transisi antara masa kanak-kanak menuju dewasa yang diawali dengan pubertas. Pubertas ditandai dengan perubahan besar pada biologis yang menjadikan remaja makhluk sosial dan mampu berreproduksi. masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja awal terhadap perubahaan fisik masa pubertas. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik dan rancangan penelitiannya dengan korelasional. Populasi penelitian yaitu siswa SMP Muhammadiyah Kluwut yang berjumlah 151 siswa yang menjadi sampelnya adalah 61 orang. Teknik sampling secara stratified random sampling. Variabel bebas adalah tingkat pengetahuan remaja awal dan variabel terikat adalah sikap remaja awal terhadap perubahan fisik. Instrumen yang di gunakan berupa kuisoner. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pengetahuan siswa terhadap perubahan fisik masa pubertas pada tingkat pengetahuan baik (60,7%) dan sebagian besar pada sikap siswa terhadap perubahan fisik masa pubertas pada tingkat sikap baik (68,9%). Dari hasil analisis di ketahui p value = 0,001, lebih kecil dari α (0,05), maka Ho di tolak yang berarti ada hubungana yang kuat antara tingkat pengetahuan dengan sikap siswa terhadap perubahan fisik masa pubertas menunjukan hasil uji spearman correlation di peroleh nilai r sebesar 0,751. Kesimpulan : pengetahuan remaja sebagian besar menunjukkan tingkat pengetahuan baik dan sikap yang baik terhadap perubahan fisik masa pubertas. Saran di harapkan hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan penelitian selanjutnya dan pengetahuan serta sikap siswa yang baik terhadap perubahan fisik masa pubrtas agar dipertahankan serta perlu ditingkatkan lagi agar lebih mengenal kesehatan khususnya reproduksi pada remaja. Kata kunci : Perubahan fisik masa pubertas
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA MINAT IBU UNTUK MEMILIH IMPLANT SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI DI KELURAHAN GANDASULI KABUPATEN BREBES Intan Monik Pratami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu metode kontrasepsi jangka panjang adalah implant atau yang lebih di kenal dengan susuk KB,Berdasarkan data yang diperoleh dari BKBPP (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) tahun 2019, pencapaian peserta KB aktif terhadap perkiraan permintaan masyarakat Kabupaten Brebes dengan jumlah PUS 377.970, untuk pemakaian KB IUD ada 13.978 orang, MOW 12.066 orang, MOP 3.269 orang, kondom 3.840 orang, implant 25.060 orang, suntik 166.039 orang, pil 85.774 orang (BKBPP, 2019 ) Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel pada penelitian ini yaitu mengunakan minimal sampel 93 responden, teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode random sampling. Data penelitian ini merupakan data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian: responden yang memilih implant dengan pendidikan dasar sejumlah 5 responden (20,8%), kategori pendidikan menengah sejumlah 14 responden (58,3%) dan kategori pendidikan tinggi sejumlah 5 responden (20,8%). Sedangkan untuk responden yang tidak memilih implant dengan kategori pendidikan dasar sejumlah 40 responden (58,0%), kategori pendidikan menengah sejumlah 22 responden (31,9%) dan kategori pendidikan tinggi sejumlah 7 responden (10,1%). Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor pendidikan dengan rendahnya minat ibu untuk memilih implant sebagai alat kontrasepsi. Kata kunci : Alat kontrasepsi, implant, minat
Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Balita tentang Hygiene Makanan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun 2020 Suci Utami; Alya Nabila Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit Diare adalah penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dapat menyebabkan kematian di Indonesia. Target cakupan pelayanan penderita diare yang datang kesarana Kesehatan 20% dari taksiran jumlah penderita diare pada bayi dan balita. Pada tahun 2018 jumlah penderita diare balita yang diberikan pelayanan di sarana Kesehatan adalah 40,90% dari perkiraan diare di sarana Kesehatan. Kabupaten Brebes merupakan wilayah yang jumlah penduduknya besar di Jawa Tengah, menurut penelitian Yosef Muhamad (2016) Brebes menunjukkan angka sebesar 12,5% dalam penanganan kasus diare. Penyebab diare yaitu langsung dan tidak langsung, dimana faktor perilaku ibu sangat berpengaruh terhadap kejadian diare. Perilaku dipengaruhi pengetahuan dan sikap ibu terhadap penanganan kasus diare. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Subjek penelitian terdiri dari 84 ibu yang mempunyai anak balita yang menderita diare dan 84 ibu yang mempunyai anak balita yang tidak menderita diare. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik sampling adalah random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan dengan analisis univariat dan analisis bivariat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah static koefisien kontigenti dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil : Hasil analisis statistik dengan teknik static koefisien kontigenti menunjukkan nilai ρ = 0,003 dan OR = 2,520 dengan CI 95% = 1,352 < OR < 4,696. Nilai ρ < 0,05 dapat diinterpretasikan secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antar tingkat pengetahuan ibu balita tentang hygiene makanan dengan kejadian diare pada balita. Sehingga tingkat pengetahuan ibu yang buruk tentang hygiene makanan menjadi faktor risiko kejadian diare pada balita. Dari hasil Odds Ratio dapat diketahui bahwa ibu balita dengan tingkat pengetahuan buruk mempunyai risiko menderita diare 2,520 kali lebih besar dibanding dengan ibu balita dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan : hasil penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahun ibu balita tentang Hygiene makanan dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Ketanggungan Kabupaten brebes yaitu : Sebanyak 53% responden berpengetahuan buruk lebih banyak dibandingkan dengan responden yang tingkat pengetahuannya baik (47%). Responden yang memiliki pengetahuan buruk pada kelompok kasus 32,1 %, lebih banyak dibandingkan dengan kelompok control hanya 20,8%.. Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Hygiene Makanan, Diare.
GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMK YPKP SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Ariyanto D Saputra; Nurhidayah Amir; Arvia Arvia; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 2, Agustus (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecatatan. Metode Penelitian: Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan cross sectonal. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah remaja kelas XI di semua jurusan dengan mengunakan minimal sample sebanyak 30 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian: Dari 30 responden yang diteliti didapatkan umur responden terbanyak adalah usia 16 tahun, dengan jumlah 24 orang (80%) dan usia 15 tahun dengan jumlah 6 orang (20%). Jenis kelamin responden terbanyak adalah wanita, dengan jumlah 24 orang (80%) dan pria dengan jumlah 6 orang (20%). Pengetahuan kesehatan reproduksi menunjukan hasil kategori baik berjumlahh 21 remaja (70%), sedangkan pengetahuan cukup berjumlahh 8 remaja (26,7%) dan yang memiliki pengetahuan kurang hanya 1 orang (3,3%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian diketahui pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMK YPKP Sentani dalam kategori baik. Kata kunci : Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi remaja