cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Address: Jl. Youmakhe, Hinekombe, Kec. Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua 99352
Location
Kab. jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak JULKIA
ISSN : -     EISSN : 25992988     DOI : 10.52646
Core Subject : Health,
JULKIA adalah jurnal kesehatan ibu dan anak dengan cakupan ilmu kebidanan dengan scope kehamilan, persalinan, KB, Kesehatan Reproduksi,  Anak dan bidang ilmu lain yang serumpun yang di terbitkan oleh LPPM STIKES JAYAPURA 
Articles 58 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN MALARIA DIPUSKESMAS ARSO KOTA KABUPATEN KEEROM Siti Sholekah; Dionesia Pri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 1, Januari (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Malaria pada ibu hamil, ibu inpartu dan ibu dalam masa nifasdapat mengakibatkan morbiditasdan mortalitas, jika tidak dilakukan pengobatandan tindakan yang efesien. Ibu selama masa hamil yang tidakmemilikikekebalan (tidak pernah tinggal di daerah endemik malaria) menjadi rentanterhadap komplikasi malariasedangkan ibu dalam masa kehamilan yang tidak memiliki kekebalan mempunyai resiko untuk anemi berat (Arsin,2012).Sedangkan data yang diperoleh dariPuskesmas Arso Kota KabupatenKeerom pada bulan Juni sampai Desember tahun 2016 sebanyak 971 ibuhamilyang terdeteksi malaria sebanyak 5% ibu hamil (Profil Puskesmas Arso KotaTahun 2016).Metode Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan cros sectional. Populasidalam penelitian ini adalah semuaibu Hamil di Puskesmas Arso Kota pada bulanOktober sampai dengan Desember tahun 2016 sebanyak 382orang denganjumlah sampel sebanyak sebanyak 79 responden. Data diperoleh menggunakankuesioner dandianalisis secara univariat.Hasil : Pengetahuan tentang Malaria di Puskesmas Arso Kota KabupatenKeerom sebagian besar memilikipengetahuan cukup sebanyak 28 responden(35,4%).Kesimpulan : Pengetahuan tentang Ibu Tentang Pencegahan Malaria yangmemiliki Pengetahuan baik sebanyak26 responden (32,9), Pengetahuan cukupsebanyak 28 responden (35,4%), Pengetahuan kurang sebanyak 24responden(31,6%). Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil Tentang Pencegahan Malaria
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2017 Anita Anita; Susi Susi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 2 No. 1, Januari (2019): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI eksklusif menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)tahun 2014 menunjukkan saat ini memprihatinkan, presentasi bayi yang diberikan ASI eksklusifsampai usia 6 bulan hanya mencapai sebanyak 15,3% dari target sebanyak 89,64%. BerdasarkanData Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, pemberian ASI eksklusifpada bayi dari usia 0 sampai 6 bulan hanya mencapai angka 27%. Dan berdasarkan data sekunderPuskesmas Sentani (2016), cakupan ASI eksklusif pada bayi / AE6 dari bulan Juli sampai denganbulan Desember 2016 sebanyak 11 bayi (5,64%).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk tingkat gambaran atau mendeskripsikan pengetahuan ibutentang pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional,populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 6 sampai 12 bulan.Pemilihan sampel sebanyak 32 responden dengan membagikan kuesioner yang dijadikan sebagaisumber data primer.Hasil :didapatkandata tertinggi ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 17 (53,1%) responden,ibu yang berpengetahuan kurang sebanyak 14 (43,8%) responden dan terendah ibu yangberpengetahuan baik sebanyak 1 (3,1) responden.Kesimpulan :Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi sangat ditunjang olehumur, pendidikan dan pekerjaan. Oleh karena itu disarankan agar semua pihak meningkatkanpelayanan terutama dalam memberikan informasi tentang pentingnya pemberian dan manfaat ASIeksklusif. Kata Kunci :Tingkat PengetahuanASI eksklusif
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2017 Nurrahmayani Nurrahmayani,; Susi Susi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 1, Januari (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Teknik menyusui yang benar adalah cara pemberian ASI dari ibu ke bayi denganperlekatan yang benar. Dalam proses menyusui sering terjadi masalah seperti puting susu lecet sehinggamenghambat pemberian ASI kepada bayi. Pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI Eksklusif diIndonesia hanya 52,3% sedangkan angka yang diharapkan yaitu 80%.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di PuskesmasSentani Kabupaten Jayapura.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalahsemua ibu nifas dengan jumlah 303 ibu nifas dan besar sampel sebanyak 75 responden dimanapengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability dengan cara Accidental Sampling.Hasil: Dari penelitian ini didapatkan pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benarmenunjukkan ibu yang berpendidikan menengah dengan pengetahuan cukup ada 19 (63,4%), yang tidakbekerja dengan pengetahuan cukup ada 24 (48%), yang berumur 20-35 tahun dengan pengetahuan cukupada 33 (46,4%) dan ibu yang memiliki paritas multipara dengan pengetahuan cukup ada 21 (46,7%)responden.Kesimpulan: Pengetahuan Ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar berdasarkan pendidikan,pekerjaan, umur dan paritas, data tertinggi yaitu pengetahuan cukup. Oleh karena itu disarankan agarbidan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar. Kata Kunci : Pengetahuan, teknik menyusui
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG POSYANDU DI POSYANDU ONOMI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2017 Shindi Shindi; Hasnia Hasnia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 1, Januari (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Posyandu merupakan kegiatan masyarakat dan untuk rakyat yang merupakan suatustrategi yang tepat untuk melakukan intervensi pembinaan kelangsungan hidup anak dan perkembangananak. Dampak dari ibu yang tidak aktif memeriksakan atau membawa anaknya ke Posyandu adalahtumbuh kembang balita tidak terdeteksi secara dini. Data dari Puskesmas Sentani (2016) dari bulan JuliDesemberjumlahbalitasebanyak212anak(100%),yangrutinmelakukankunjunganposyandutercatat sebanyak90anak(42%)danyangtidakrutinmelakukankunjunganposyandusebanyak122anak(58%). Faktor-faktoryangmempengaruhikunjunganbalitakeposyanduantaralainumur,perilaku,pengetahuan, pendidikan, faktor geografis dan fasilitas layanan kesehatan. Faktor pengetahuan merupakan domaindalam membentuk perilaku. Seseorang akan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dia ketahui,begitu pula pada ibu balita dengan dia tahu tentang kunjungan posyandu pada balita maka dia akanmelakukan kunjungan posyandu secara rutin. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu balita tentang posyanduberdasarkan pendidikan, pekerjaan, paritas.Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional,populasipada penelitian ini adalah seluruh ibu balita di posyandu Onomi Puskesmas Sentani sebanyak212 ibu balita, tempat penelitian ini dilakukan di posyandu Onomi wilayah kerja Puskesmas Sentani,dengan cara Purposive Sampling sebanyak 68 responden. Pengambilan data diperoleh denganmenggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Untuk menganalisa hasil penelitianmenggunakan Analisis Univariat.Hasil : Hasil dari penelitian ini diketahui, bahwa dari 68 responden dengan pengetahuan cukup sebanyak41 (60.3%). Ibu dengan pendidikan menengah berpengetahuan cukup sebanyak 33 (48.5%).Ibu yangbekerja dengan pengetahuan cukup sebanyak 38 (55.9%).Ibu yang memiliki anak lebih dari 1 (multipara)berpengetahuan cukup sebanyak 32 (47.1%).Kesimpulan : Pengetahuan ibu balita tentang Posyandu sangat ditunjang oleh pendidikan, pekerjaan,paritas. Oleh karena itu disarankan agar semua pihak meningkatkan pelayanan terutama dalammemberikan informasi tentang posyandu. Kata Kunci : Pengetahuan dan Posyandu
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2017 Rani Rani; Hasnia Hasnia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 1, Januari (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas ataubawah. Kejadian ISPA pada balita diperoleh dari Puskesmas Sentani kabupaten Jayapura tahun 2016sebanyak 4.433 balita (92,45%) dari 4.795 balita. Tujuan : Mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) PadaBalita Di Puskesmas Sentani.Metode : Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita sebanyak 158 balita. Dengansampel sebanyak 61 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Non Probability dengancara accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil : Penelitian ini disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang ISPA pada balita dari 61 respondenadalah kategori baik sebanyak 25 responden (41,0%) dan pengetahuan ibu dipengaruhi oleh umur danpendidikan. Dari 61 responden berdasarkan umur tertinggi adalah ibu dengan umur >35 tahun denganpengetahuan baik sebanyak 13 responden (21,3%), pendidikan tertinggi adalah ibu dengan pendidikanatas dengan pengetahuan baik sebanyak 21 responden (34,4%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu tentang ISPA pada balita sangat ditunjang oleh umur dan pendidikan.Diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan tentang penyakit ISPA padabalita tentang cara penaganan dan perawatan yang baik dan benar sesuai dengan MTBS. Kata Kunci : Pengetahuan ISPA
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG ABORTUS DI PUSKESMAS HARAPAN KABUPATEN JAYAPURA Maria Maria; Harsina Harsina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 1, Januari (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kejadian abortus pada ibu hamil yang diperoleh dari Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapurapada tahun 2017 sebanyak 5 orang (0,71%) dari 697 ibu hamil trimester I. Jumlah ibu hamil pada bulan Juli sampaiDesember 2016 sebanyak 212 orang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Abortus diPuskesmas Harapan Kabupaten Jayapura Tahun 2018. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 212 responden. Dengan menggunakan rumus slovin besar sampelsebanyak 68 responden. Teknik pengambilan data menggunakan teknik Non Probability dengan cara purposivesampling. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil : Penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester I tentang abortus dalam kehamilan dari 68responden adalah kategori baik yaitu sebanyak (45,6%) responden, tingginya pengetahuan tersebut dipengaruhi olehumur, pendidikan dan pekerjaan dimana dari 68 responden terdapat umur 20-35 tahun dengan pengetahuan baiksebanyak (27,9%) responden. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak(23,5%) responden dan ibu hamil dengan status pekerjaan yang memiliki pengetahuan baik yaitu ibu dengan statusbekerja sebanyak (36,8%) responden.Kesimpulan : Pengetahuan ibu hamil trimester I tentang abortus sangat ditunjang oleh umur, pendidikan danpekerjaan pada dasarnya baik dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan ibu hamil. Kata Kunci : Pengetahuan, ibu hamil, Abortus.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS DEPAPRE TAHUN 2017 Maria Rumbo Y; Harsina Harsina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 3 No. 1, Januari (2020): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Antenatala Care atau pemeriksaan kehamilan merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik danmental serta menyelamtkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas. Sehingga keadaan merekapost partum sehat dan normal (Padila, 2014). Pemeriksaan kehamilan merupakan proses alamiah, bila tidakdikelolah dengan baik akan memberikan komplikasi pada ibu dan janin dalam keadaan sehat dan aman (Nugroho,2014).Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ibu hamil tentang Antenatal Care. Metode : Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil pada bulan Juli – September 2016sebanyak 132 ibu hamil. Pemilihan sampel dengan menggunakan rumus slovin yaitu 57 responden danmenggunakan teknik accidental sampling.Hasil : pengetahuan ibu hamil tentang pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Depapre, dari 57 respondenmayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan cukup sebanyak 37 (64,9%) responden, berdasarkan pendidikanmayoritas ibu berpendidikan menengah sebanyak 36 (63,2%) responden, berdasarkan umur mayoritas ibu umur 20 –35 tahun sebanyak 41 (71,9%) dan berdasarkan parits mayoritas ibu multigravida sebanyak 33 (57,9%) responden.Kesimpulan : Pengetahuan ibu hamil tetang Antenatal Care memiliki peranan yang sangat penting dengan tujuandalam kehamilan, persalinan dan nifas dapat dehat dan normal. Kata Kunci : Pengetahuan, ibu hamil, Antenatal Care.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BAHAYA ANEMIA PADA MASA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTANI Dela Rospita Kapasiang; Viertianingsih Patungo; Sudarman Sudarman; Endah P. Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 6 No. 2, Juni (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:Menurut WHO (2018) prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia sebesar 38,2% dan ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang ekstrem di seluruh dunia dengan prevalensi tertinggi di Afrika sebesar 44,6% diikuti oleh Asia dengan prevalensi sebesar 39,3%. Data Dinkes Kesehatan Provinsi Papua angka kematian ibu hamil di Papua tercatat sebesar 573/100.000 disebabkan perdarahan (11,2%) sebagai akibat dari kejadian anemia sebesar 33% (Dinkes Provinsi Papua, 2018). Tujuan penelitian: Untuk mengetahuai gambaran pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia pada masa kehamilan di wilayah Kerja Puskesmas Sentani. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini yaitu mengunakan minimal sampel 30 responden, teknik pengambilan sampel yaitu dengan metode accidental sampling. Data penelitian ini merupakan data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian: Responden dengan pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 6 orang (20,0%), berkategori pengetahuan cukup sebanyak 11 orang (36,7%), serta kategori pengetahuan kurang sebanyak 13 orang (43,3%). Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia pada masa kehamilan di Puskesmas Sentani memiliki pengetahuan cukup sebanyak 11 orang (36,7%). Kata kunci : Pengetahuan, Ibu hamil, Anemia
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS GENYEM DISTRIK NIMBORAN KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Chintia Anakotta; Dionesia Pri Utami; Endah P. Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 2, Juli (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Angka kematian bayi baru lahir masih inggi di Indonesia. Masalah utama penyebab kematian pada bayi adalah infeksi. Salah satu penyebab infeksi pada bayi adalah infeksi tali pusat akibat kurangnya pemahaman ibu dalam perawatan tali pusat. Data rekam medik Puskesmas kasus kejadian infeksi tali pusat pada bulan Januari sampai dengan Desember 2016 sebesar 3,92%. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di Puskesmas Genyem Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Jenis Penelitian : Deskriptif dengan pendekatan crossectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Puskesmas Genyem sebanyak 102 orang dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian : Pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Puskesmas Genyem tertinggi memiliki pengetahuan cukup sebanyak 26 responden (52%), baik sebanyak 13 responden (26%) dan kurang sebanyak 11 responden (22%). Pengetahuan cukup berdasarkan umur pada ibu berumur 20-35 tahun sebanyak 23 responden (56,1%), berpendidikan menengah sebanyak 26 responden (70,3%) dan status paritas multipara sebanyak 14 responden (58,3%). Kesimpulan : Pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat berdasarkan umur, pendidikan dan paritas dengan data tertinggi yaitu pengetahuan cukup. Oleh karena itu disarankan agar bidan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Pengetahuan, Perawatan Tali Pusat, Bayi Baru Lahir, Ibu
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI DI PUSKESMAS SENTANI TAHUN 2018 Eka Fatmawati; Sri Wahrini; Wresni Andaningsi; Susi Lestari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 2, Juli (2018): JULKIA
Publisher : LPPM STIKes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemberian MP–ASI dini sebelum usia enam bulan masih banyak dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini akan berdampak terhadap kejadian infeksi yang tinggi seperti diare, infeksi saluran nafas, alergi hingga gangguan pertumbuhan. Berdasarkan data di Puskesmas Sentani pada bulan Januari sampai Desember 2016 jumlah bayi usia 0–6 bulan yaitu 1.148 bayi. Bayi yang diberi ASI hanya 285 bayi, diberi ASI dan MP–ASI berjumlah 323 bayi, sedangkan 540 bayi diberikan PASI dan MP–ASI. Tujuan: Untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi di Puskesmas Sentani tahun 2018. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 44 orang dengan tekhnik non probability sampling. Hasil: Ibu berumur 20-35 tahun memiliki pengetahuan cukup sebanyak 34,1%. Ibu berpendidikan menengah (SMP/SMA) memiliki pengetahuan cukup sebanyak 36,4%. Ibu tidak bekerja memiliki pengetahuan cukup 40,9% dan ibu mempunyai paritas primipara berpengetahuan cukup 29,5%. Kesimpulan: Pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI pada bayi di Puskesmas Sentani rata-rata memiliki pengetahuan cukup. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, MP-ASI