cover
Contact Name
Endah Yuniarti
Contact Email
endah.yuniarti13@gmail.com
Phone
+6288228529508
Journal Mail Official
irosyadi@unsurya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kedirgantaraan R. 104 Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jl. Halim Perdanakusuma Jakarta - 13610 Telp. 021 8093475 ext 125 Fax. 021 8009246 e-mail: ftkunsurya@gmail.com
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Dirgantara
ISSN : -     EISSN : 28302958     DOI : https://doi.org/10.35894/jmd
Jurnal Mahasiswa Dirgantara is published by Aerospace Engineering Department, Faculty of Aerospace Engineering, UNSURYA, Jakarta-Indonesia. JMD is an open-access peer reviewed journal that mediates the dissemination of academicians, researchers, and practitioners in mechanical engineering. JMD accepts submission from all over the world, especially from Indonesia. Jurnal Mahasiswa Dirgantara aims to provide a forum for national and international academicians, researchers and practitioners on Aerospace engineering to publish the original articles. All accepted articles will be published and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of JMD is specific topics issues in Aerospace engineering such as design, structure, manufacture, material and control system.
Articles 61 Documents
Pengukuran Kebisingan Pesawat Udara dengan Memasukan Frekuensi Kebisingan di Sekitar Bandara Halim Perdana Kusuma Raihan Sakti Pratama; Mufti Arifin; Imron Rosadi; Ericko Utama
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.104

Abstract

The high usage of air transportation today is driven by the community's need for faster and more efficient mobility. However, the impact of using aircraft cannot be ignored, especially in terms of noise pollution caused by aircraft engines. Halim Perdana Kusuma Airport, which was originally designed for military activities, has become a commercial airport since 2014 in an effort to reduce flight density at Soekarno-Hatta Airport. This study aims to measure aircraft noise around Halim Perdana Kusuma Airport by including frequency. Measurements were carried out using a dB meter application downloaded on a mobile phone and a Sound Level Meter, both during flight activity and without flight activity in surrounding settlements. The results of this study indicate that noise in dBA can be measured with a Sound Level Meter, while frequency can be measured with a smartphone that has a dB meter application installed. The highest frequency measured during aircraft take-off activity at Halim Perdana Kusuma Airport peaked at 7716 Hz to 7834 Hz, when the noise reached its highest point. From this research, it can be concluded that the higher the frequency The higher the frequency the smaller ∆LA, meaning the dBA is getting closer to the sound pressure level.
Analisis Faktor Sistemik Penyebab Loss of Control In-Flight Pada Kecelakaan Pesawat Udara di Indonesia Studi Kasus : Data Publish KNKT Rifki Firnando; Ayu Martina; Muhammad Hadi Widanto
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.182

Abstract

Faktor sistemik merupakan defisiensi yang melekat pada desain, kebijakan, prosedur, atau budaya organisasi dan Loss of Control In-Flight (LOC-I) merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan pesawat udara di Indonesia, yang memerlukan analisis mendalam terhadap faktor sistemik di baliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sistemik yang berkontribusi terhadap LOC-I dengan menggunakan dua model analisis, yaitu Swiss Cheese Model dan SHELL Model. Data diambil dari laporan investigasi kecelakaan yang dipublikasikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) periode 2010–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana faktor-faktor seperti human error, desain sistem, prosedur operasi, dan lingkungan dianalisis secara holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kegagalan pada berbagai lapisan pertahanan (latent failures dan active failures) dalam Swiss Cheese Model serta ketidaksesuaian dalam komponen Software, Hardware, Environment, Liveware (SHELL) menjadi pemicu utama LOC-I. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan rekomendasi mitigasi berbasis sistem untuk regulator (Kemenhub, DGCA) berupa peningkatan Regulasi pelatihan Upset Prevention and Recovery Training dan penguatan Safety Oversight berbasis resiko, operator (maskapai penerbangan) berupa peningkatan Crew Resource Management (CRM) dan Peningkatan efektivitas pelatihan simulator berbasis data, dan stakeholder aviasi lainnya, termasuk peningkatan pelatihan human factors, optimasi safety management system (SMS), dan penguatan regulasi operasional. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan kecelakaan serupa di masa depan.   Systemic factors are inherent deficiencies in design, policies, procedures, or organizational culture, and Loss of Control In-Flight (LOC-I) is a primary cause of aircraft accidents in Indonesia, which requires an in-depth analysis of the systemic factors behind it. This research aims to identify the systemic factors that contribute to LOC-I by using two analysis models: the Swiss Cheese Model and the SHELL Model. Data were taken from accident investigation reports published by the National Transportation Safety Committee (KNKT) for the period 2010–2023. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach, wherein factors such as human error, system design, operating procedures, and the environment are analyzed holistically. The research findings indicate that the interaction of failures across various defense layers (latent failures and active failures) in the Swiss Cheese Model, as well as incompatibilities within the Software, Hardware, Environment, and Liveware (SHELL) components, are the primary triggers for LOC-I. Based on these findings, this research provides system-based mitigation recommendations for regulators (Ministry of Transportation, DGCA) in the form of enhancing Upset Prevention and Recovery Training regulations and strengthening risk-based Safety Oversight; for operators (airlines) in the form of improving Crew Resource Management (CRM) and increasing the effectiveness of data-driven simulator training; and for other aviation stakeholders, including enhancing human factors training, optimizing the Safety Management System (SMS), and strengthening operational regulations. The implications of this research are expected to support efforts to prevent similar accidents in the future.  
Analisis Risiko Operasional Pesawat Latih Cessna 172 pada Kejadian Hard Landing di Sekolah Penerbangan Indonesia Menggunakan Metode HIRA Gema Agung Nurachmat; Aprilia Sakti; Rafika Arum Sari
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.206

Abstract

Hard landing merupakan kejadian kritis yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelayakan operasional pesawat selama proses pendaratan, khususnya pada pesawat latih yang dioperasikan oleh siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pesawat latih Cessna 172 dalam kondisi hard landing menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data penelitian diperoleh dari laporan kejadian hard landing yang terdokumentasi di salah satu sekolah penerbangan di Indonesia dalam periode Juni 2023 hingga Juni 2025, yang mencakup sejumlah kejadian operasional, serta didukung oleh hasil wawancara dan survei terhadap pilot dan teknisi. Analisis risiko dilakukan dengan mengidentifikasi bahaya, menentukan nilai likelihood dan severity berdasarkan skala standar HIRA, kemudian menghitung nilai risiko menggunakan pendekatan perkalian (Risk = Likelihood × Severity). Hasil analisis menunjukkan terdapat 6 potensi bahaya utama dengan nilai risiko bervariasi, dimana 1 risiko termasuk kategori tinggi (nilai 4B) yaitu kerusakan landing gear, 3 risiko kategori sedang (4E, 3B), dan 2 risiko kategori rendah (3E, 2E). Temuan ini menunjukkan bahwa risiko dominan berada pada komponen struktural utama pesawat, sehingga diperlukan peningkatan prosedur inspeksi, khususnya pada landing gear melalui optimalisasi pre-flight check dan penguatan pelatihan operasional. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengelolaan risiko operasional pada lingkungan sekolah penerbangan berbasis pendekatan kuantitatif HIRA.
Analisis Jangkauan Pesawat Menurut Karakteristik Runway Bandara Di Sumatera Utara Josua Jefferson; Mufti Arifin; Freddy Franciscus
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.110

Abstract

Karakteristik runway merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan operasional pesawat, terutama dalam menentukan jangkauan penerbangan yang dapat dicapai. Perbedaan panjang, lebar, kekuatan perkerasan landasan (Pavement Classification Number/PCN), serta kondisi lingkungan seperti temperatur, elevasi, dan kemiringan runway menyebabkan setiap bandara memiliki kemampuan yang berbeda dalam melayani berbagai tipe pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis jangkauan pesawat berdasarkan karakteristik runway pada delapan bandara di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa spesifikasi runway dan karakteristik teknis pesawat. Analisis dilakukan melalui koreksi panjang runway terhadap faktor temperatur, elevasi, dan kemiringan, evaluasi kesesuaian nilai Aircraft Classification Number (ACN) terhadap PCN, penyesuaian beban operasi pesawat, serta perhitungan jangkauan menggunakan Persamaan Breguet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bandara dengan panjang runway dan nilai PCN yang lebih tinggi mampu melayani pesawat dengan jangkauan yang lebih besar tanpa memerlukan pengurangan beban yang signifikan. Bandara Sisingamangaraja XII mengalami pengurangan panjang runway efektif terbesar sebesar 44,50% akibat pengaruh elevasi, sehingga membatasi operasional beberapa jenis pesawat. Cessna 208B merupakan satu-satunya pesawat yang dapat beroperasi di seluruh bandara yang ditinjau tanpa penyesuaian beban. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola bandar udara dan maskapai penerbangan dalam menentukan kesesuaian tipe pesawat serta mendukung perencanaan pengembangan infrastruktur bandar udara di Sumatera Utara.
Analisis Persyaratan Payload untuk Multi-Role Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Trio Teguh Utama; Mufti Arifin; Muhamad Jayadi
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persyaratan payload dan berat kosong pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) multi-role berdasarkan kategori misi militer/ISR, pemetaan, pertanian, dan logistik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan rekomendasi awal rasio payload–berat kosong UAV multi-role berdasarkan komparasi data spesifikasi dari 50 UAV yang dikelompokkan menurut jenis misi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari spesifikasi teknis pabrikan, artikel ilmiah, dan sumber teknis terbuka. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, scatter plot, serta identifikasi kecenderungan hubungan antara payload dan berat kosong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UAV militer/ISR umumnya memiliki payload 1–12 kg dengan berat kosong 5–10 kg, UAV pemetaan memiliki payload 1–10 kg dengan berat kosong 1–10 kg, UAV logistik memiliki payload 3–16 kg dengan berat kosong 2–10 kg, sedangkan UAV pertanian membutuhkan payload cairan yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan bahwa rentang payload 1–20 kg dan berat kosong 1–10 kg merupakan konfigurasi dominan yang sesuai untuk UAV multi-role ringan. Implikasi teknis dari penelitian ini adalah bahwa perancangan UAV multi-role perlu memperhatikan keseimbangan antara kapasitas payload, berat struktur, dan fleksibilitas integrasi misi. Keterbatasan penelitian ini adalah analisis masih berbasis data sekunder dan belum memasukkan parameter aerodinamika, daya mesin, endurance, serta validasi melalui simulasi atau eksperimen.
Analisis Utilize Man-hours Project C-Check Pesawat Airbus A320 Berdasarkan Data Aktual Man-hours mokhamad khoiruddin; Freddy Franciscus; Endah Yuniarti
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.237

Abstract

Pemeliharaan suatu pesawat udara diperlukan guna mengembalikan dan memastikan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang dan sesuai spesifikasi yang dikeluarkan oleh manufaktur. Salah satu upaya untuk menjaga kelayakan terbang tersebut adalah pelaksanaan pemeliharaan C-Check pada pesawat jenis Airbus A320. Dalam proses Pemeliharaan pesawat, diperlukan jumlah man-hours dan man-power agar pelaksanaan pemeliharaan dapat diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan dan disepakati. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara usia pesawat dengan kebutuhan man-hours dan man-power serta menyusun model estimasinya. Periode data yang di analisis yaitu sepanjang Tahun 2024 sesuai dengan ketersediaan slot yang ada di PT. GMF AeroAsia Tbk dan adapun hasil penelitian didapatkan bahwa dengan adanya peningkatan usia pakai pesawat Airbus A320 akan meningkatkan kebutuhan man-hours dan man power untuk pelaksanaan pemeliharaan C-Check. Nilai estimasi atau prediksi jumlah kebutuhan man- hours dan man-power untuk Pemeliharaan C-Check pesawat Airbus A320, didapat sebagai berikut; plan man-hours y = 138,5x + 3072,7 dan actual man-hours; y = 275x + 4362. Dan plan man-power y = 17,5x + 383,33 dan actual man-power; y = 34,5x + 545,67.
Pengembangan Maintenance Program Airframe Pesawat TBM 700 di Hanggar Politeknik Penerbangan Makassar Nirmalasari; Hendri Louis Latif; Irfan
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan maintenance program airframe pesawat TBM 700 berbasis calendar time yang dapat digunakan sebagai pedoman perawatan dan media pembelajaran praktikum di Hanggar Politeknik Penerbangan Makassar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi pesawat serta dokumentasi teknis yang meliputi Aircraft Maintenance Manual (AMM) dan dokumen pendukung lainnya. Produk yang dikembangkan berupa maintenance program yang terdiri atas maintenance schedule, inspection checklist, dan lima task card utama, yaitu ATA 05 (Time Limits/Maintenance Checks), ATA 32 (Landing Gear), ATA 53 (Fuselage), ATA 55 (Stabilizers), dan ATA 57 (Wings). Hasil evaluasi terhadap 27 responden menunjukkan bahwa produk memperoleh nilai kelayakan rata-rata sebesar 84,74% dengan kategori sangat layak. Program yang dikembangkan dinilai memiliki keterbacaan, kepraktisan, kesesuaian isi, dan kelengkapan format yang baik sehingga dapat mendukung pelaksanaan praktikum maintenance airframe secara lebih terstruktur. Dengan demikian, maintenance program yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dokumen pendukung pembelajaran dan pelaksanaan inspeksi berkala pada pesawat TBM 700 di lingkungan pendidikan penerbangan.
ANALISIS JUMLAH SPARE AUXILIARY POWER UNIT APS3200 UNTUK ARMADA PT XYZ BERDASARKAN JUMLAH PESAWAT AIRBUS A320 – 200 Radhix anang wahyudi; Ayu Martina; Freddy Franciscus
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.126

Abstract

The Auxiliary Power Unit (APU) is a crucial component in commercial aircraft operations, primarily providing electrical power when the aircraft is not in operation. This study aims to determine the Mean Time Between Unscheduled Removal (MTBUR) of the APS3200 APU, estimate annual demand, and analyze the optimal spare quantity based on the fleet size of airline XYZ. The research methodology employs Weibull survival analysis using Minitab software to calculate MTBUR. Additionally, the estimation of spare unit requirements is based on MTBUR, annual demand, and re-supply time. The results indicate that the MTBUR of the APS3200 APU is 4,800 hours with a reliability level above 60%. Based on annual demand analysis, the recommended quantity for a fleet of 20 aircraft is 2 units per year. Furthermore, the recommended spare APU quantity varies depending on fleet size: 2 units for 20–30 aircraft, 3 units for 40–50 aircraft, 4 units for 60 aircraft, 5 units for 70–80 aircraft, and 6 units for 90 aircraft. These calculations allow airlines to optimize APU availability, enhance operational efficiency, ensure fleet reliability, and manage costs effectively within the aviation industry.
Analisis Keandalan Pada Outer Pane Cabin Window Boeing 737-800NG Nila Safiana Sari; Mufti Arifin; Endah Yuniarti
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.238

Abstract

Passenger cabin windows merupakan elemen penting dalam menjaga integritas struktural kabin bertekanan, khususnya pada pesawat komersial seperti B737-800NG. Diantara struktur passenger cabin windows yang banyak mengalami kerusakan adalah outer-pane. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan dan mengetahui penyebab kerusakan outerpane dengan menggunakan teori keandalan dan metode fishbone diagram. Fokus utama penelitian adalah melakukan estimasi umur pakai serta mengidentifikasi titik-titik rawan retak yang dipengaruhi oleh siklus tekanan kabin dan kelelahan material. Kajian dilakukan dengan menelaah referensi teknis, laporan kecelakaan, serta data kerusakan yang terjadi selama operasional dalam periode Tahun 2024 hingga 2025. Hasil yang didapat ialah nilai mean time between failures 2.276 per flight hours, mean time between unscheduled component removals 23.000 per flight hours, serta failure rate 0.0545 dan unscheduled component removal rate 0.0434. Kerusakan dalam bentuk scratch umumnya terjadi pada passenger cabin windows dikarenakan foreign object damage, siklus beban tekan yang berulang, dan penggunaan bahan chemical tidak sesuai standar manual saat proses pembersihan. Sebagai tindakan pencegahan kerusakan perlu melakukan pemeriksaan rutin setiap 2.276 flight hours, guna mengetahui atau mengidentifikasi kondisi kerusakan sejak dini.
Pengembangan Sistem Monitoring Penerangan Jalan Umum Bandar Udara Berbasis Node-RED dan Telegram untuk Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Ulfah Hisanah; Irfan; Kurniati Atmia; Sukarman
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.244

Abstract

Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya masih dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh teknisi sehingga proses identifikasi gangguan memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji prototipe sistem monitoring dan kontrol PJU berbasis Node-RED dengan notifikasi Telegram sebagai alternatif monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan sistem, pembuatan prototipe, pengujian, dan analisis hasil. Sistem dikembangkan menggunakan ESP32 yang terintegrasi dengan sensor LDR, PIR, DHT22, dan INA219, serta memanfaatkan protokol MQTT sebagai media komunikasi data, Node-RED sebagai dashboard monitoring, dan Telegram sebagai media notifikasi. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh komponen sistem mampu bekerja sesuai dengan rancangan, meliputi pembacaan data sensor, komunikasi MQTT, visualisasi data pada dashboard Node-RED, pengiriman notifikasi Telegram, serta kontrol lampu berdasarkan intensitas cahaya dan deteksi gerakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa prototipe berhasil mengintegrasikan fungsi monitoring, kontrol, visualisasi data, dan notifikasi dalam satu sistem berbasis IoT. Namun, penerapan sistem masih dipengaruhi oleh kestabilan koneksi internet sehingga pengujian performa secara lebih komprehensif diperlukan pada implementasi selanjutnya.