cover
Contact Name
Teng Sutrisno
Contact Email
tengsutrisno@petra.ac.id
Phone
+6231-2983139
Journal Mail Official
tengsutrisno@petra.ac.id
Editorial Address
Gedung P lantai 5, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya, Jawa Timur 60236, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 14109867     EISSN : 26563290     DOI : https://doi.org/10.9744/jtm
Jurnal Teknik Mesin (JTM) merupakan Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra. JTM terbit pertama pada April 1999. JTM telah mendapatkan akreditasi Jurnal Nasional oleh Dirjen Dikti Depdiknas dengan SK-Nomor: 02/Dikti/Kep/2002, SK-Nomor :43/DIKTI/Kep/2008. JTM diterbitkan setiap bulan April dan Oktober. Tujuan penerbitan jurnal ini antara lain adalah untuk: Menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman/terapan dan temuan baru para ilmuwan atau praktisi di bidang teknik mesin. Meningkatkan motivasi para ilmuwan dan praktisi untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu di bidang teknik mesin
Articles 295 Documents
Algoritma Pengujian Komposisi Material Hendri Budiman
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 1 (2003): APRIL 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dynamic change of environment has made the factory must more competitive if they don't want to lose their market. To anticipate it can be by loosing un normal condition in production process. Material composition un appropriate by standard is un normal condition in foundry industry. To reach standard material composition is not simple because needed testing instrument and adjustment process. In software design needed a artificial intelligent can be adjust material composition. In the paper will be covered material composition testing algorithm for adjust material composition than material standard. Abstract in Bahasa Indonesia : Kondisi lingkungan yang dinamis membuat perusahaan harus lebih kompetitif dan meningkatkan fleksibilitas sistem manufakturnya agar tidak kehilangan pangsa pasarnya. Hal tersebut dicapai dengan menghilangkan kondisi tidak normal dalam proses produksinya. Komposisi material yang yang tidak sesuai dengan standar adalah suatu kondisi tidak normal dalam suatu pabrik pengecoran. Untuk mencapai komposisi yang sesuai dengan standar tidaklah mudah karena memerlukan alat uji dan proses penyesuaian (adjustment). Dalam perencanaan piranti lunak diperlukan suatu kecerdasaan buatan yang dapat menyesuaikan komposisi material . Dalam tulisan ini akan diulas algoritma pengujian komposisi material untuk menyesuaikan komposisi material yang dilebur dengan standar material. Kata kunci: Komposisi Material, Penyesuaian, Piranti lunak, kecerdasan buatan.
Karateristik Perolehan Gaya Dorong Power Steering Pada Sistem Kemudi Kendaraan Wendy Wijaya; Joni Dewanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 1 (2003): APRIL 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Power steering is a hydraulic equipment to make the steering system lighten. With power steering, the characteristic of ordinary steering system is change. This characteristic will be made as an object of study to developed this system in the future Gain in force characteristic of the system at constant speed revolution of pump is found by laboratory experimentally. This experiment shows that gain in force is increase exponentially to the torsion at the steering wheel. The time to reach this maximum force is increase also, but due to hydraulic losses the percentage of gain in force is decrease when the torsion bigger Abstract in Bahasa Indonesia : Power steering merupakan peralatan hidrolik untuk meringankan sistem kemudi. Dengan powersteering karakteristik sistem kemudi biasa (mekanik) menjadi berubah. Karakteristik dari system kemudi dengan power steering ini akan dijadikan sebagai bahan studi untuk pengembangan lebih lanjut. Uji laboratorium yang dilakukan adalah untuk mendapatkan karakteristik perolehan gaya dorong pada putaran pompa yang tetap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perolehan gaya dengan power steering meningkat secara eksponensial terhadap torsi yang diberikan pada roda kemudi. Waktu pencapaian gaya maksimum juga meningkat, akan tetapi persen perolehan gayanya menurun ketika torsi roda kemudi lebih besar karena adanya rugi-rugi hidrolik. Kata kunci: power steering, pengatur kemudi.
Analisa Karakteristik Distribusi Tekanan dan Kecepatan Pada Bodi Aerodinamika Airfoil Dengan Metoda Panel Dalam Fenomena Herman Sasongko; Yudiansyah Harahap
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 1 (2003): APRIL 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aerodynamics characteristics of a body are the most important in the subject of aerodynamics application in which is intended to get the aerodynamically body profile. This research was performed on both a symmetrical model of NACA Airfoil and Joukowski Airfoil. In this research, the analysis of aerodynamics characteristics had been performed by using Smith-Hess' panel method that distributes both the source flow and the vortex flow along the surface of airfoil to get the velocity distribution, in which is used to get the pressure distribution on the surface of airfoil. The parameters used as the aerodynamics characteristics are the coefficient of pressure distribution (Cp) and the coefficient of lift (Cl). The research results show that the accuracy level of panel method in analyzing the aerodynamics characteristics is high quite. It could be proved by the graphical visualization of software simulation. This visualization met the trend line of the available charts, hence, the greater of pressure difference between upper and lower surface of airfoil, the bigger of lift. Furthermore, the chart of lift coefficient (Cl) to the angle of attack is linear. The pressure difference was trigged by some factors including the variance of attack angle and the maximum thickness of airfoil. Furthermore, in the geometric of airfoil profile, the difference between the NACA Airfoil and the Joukowski Airfoil is on their sharper trailing edge. Abstract in Bahasa Indonesia : Karakteristik aerodinamika suatu benda uji merupakan suatu hal yang sangat penting dalam bidang ilmu aplikasi aerodinamika yang ditujukan untuk mendapatkan bentuk benda yang aerodinamis. Penelitian karakteristik aerodinamika ini dilakukan pada benda uji simetrik NACA Airfoil dan Joukowski Airfoil. Dalam penelitian ini, analisa karakteristik aerodinamika dilakukan dengan metoda panel Smith-Hess yang mendistribusikan aliran source dan aliran vortex di sepanjang kontur airfoil untuk mendapatkan distribusi kecepatan, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan distribusi tekanan pada kontur airfoil. Parameter yang digunakan sebagai karakteristik aerodinamika adalah koefisien distribusi tekanan (Cp), koefisien lift (Cl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan metoda panel di dalam analisa karakteristik aerodinamika cukup tinggi, dengan terlihatnya hasil grafik dari simulasi software yang dapat mengikuti trend line atau alur dari grafik pembanding yang telah ada sebelumnya, demikian dengan semakin besarnya perbedaan tekanan (pressure difference) antara bagian atas dengan bagian bawah kontur airfoil maka akan menimbulkan lift yang semakin besar, sedangkan grafik koefisien lift (Cl) terhadap sudut serang adalah linier. Perbedaan tekanan dipicu oleh beberapa faktor, misalnya perubahan sudut serang, dan perubahan ketebalan maksimum yang dimiliki airfoil. Sedangkan untuk geometri penyusun airfoil, perbedaan antara NACA Airfoil dengan Joukowski Airfoil terletak pada bentuk trailing edge-nya yang lebih lancip. Kata kunci: karakteristik aerodinamika, NACA Airfoil, Joukowski Airfoil, metoda panel Smith-Hess, koefisien distribusi tekanan, koefisien lift.
Perbandingan Kinerja Sistem Kontrol Berumpan Balik Feedback Dengan Sistem Kontrol Berumpan Maju Feedfoward Pada Jaringan Penukar Panas Heat Exchanger Fendy Santoso
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 1 (2003): APRIL 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In industrial process, there are many variables that must be controlled. Control Action can be done manually by operator, but because in industrial process contains hundred of variables that must be controlled, so the consequence is hundred of operators are needed. Therefore the best way is applied automatic s control in industrial process. Process heat is used for many various applications. Temperatures depend on industry type, such as high heat up to 1500 oC. Chemical industry is an example of industry with temperature range between 500-600oC. Non-iron metal industry, and hydrogen production are applications that use temperature range between 600 - 1000oC This paper explained about the comparison between feedfoward and feedback control system on heat exchanger plant. After mathematical models can be obtained, the next step was to simulate system performance by using Matlab. From the simulation result, was obtained that every control strategy had its strength and weaknesses. So their combination will give better response. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam proses industri terdapat banyak variabel yang harus dikontrol. Tindakan kontrol dapat dilakukan secara manual oleh operator, tetapi karena dalam proses industri terdapat ratusan variabel yang harus dikontrol, sehingga konsekuensinya dibutuhkan ratusan operator. Karenanya langkah yang paling tepat adalah menerapkan kontrol otomatis dalam proses industri. Panas proses digunakan untuk banyak aplikasi yang bervariasi. Persyaratan suhu tergantung pada jenis industri meliputi, suhu tinggi sampai sekitar 1500oC. Industri kimia adalah contoh industri dengan suhu antara 500-600oC. Industri logam non besi, serta produksi hidrogen adalah aplikasi-aplikasi yang menggunakan suhu antara 600 - 1000oC. Paper ini membahas perbandingan kinerja sistem kontrol dengan umpan maju (feedfoward) dengan umpan balik (feedback) untuk pengendalian panas pada plant heat exchanger. Langkah awal dalam simulasi adalah penurunan model matematis. Setelah itu dilakukan simulasi dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil simulasi terlihat bahwa tiap-tiap strategi kontrol mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Sehingga penggabungan keduanya akan menghasilkan respon yang lebih baik. Kata kunci: sistem kontrol, umpan balik, umpan maju, jaringan penukar panas.
Studi Penambahan Gula Tetes Pada Cetakan Pasir Terhadap Kuantitas Cacat Blow-hole Soejono Tjitro; Tedy Purbowo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 2 (2003): OCTOBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Previous research result shows that adding some amounting molasses into sand mould could increase its re-usability. However, the humidity of sand mould will increase if molasses are excessively used. The excessive molasses will produce gases when the molten metal fill the cavity of mould, which at the end become blow-holes on the surface of casting. The research aims to reduce blow-hole defect by adding varied composition of the bentonite molasses into three different mould. The first composition is 6% bentonite with 1% molasses, the second is 5% bentonite with 2% molasses and the third composition is 5% bentonite with 3% molasses. The research result shows that the second composition of the above mentioned substances is the most successful in eliminating blow-hole defect. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk meningkatkan kemampuan pemakaian ulang pasir cetak, pasir cetak dapat ditambahkan gula tetes. Kebasahan cetakan pasir akan meningkat jika gula tetes yang digunakan berlebihan. Gula tetes yang berlebihan akan menghasilkan sejumlah gas ketika cairan logam mengisi rongga cetakan. Gas ini akan mengakibatkan cacat blow pada permukaan benda cor. Penelitian ini memvariasikan kadar bentonite dan gula tetes untuk mengurangi cacat blow hole. Penelitian ini menggunakan 3 variasi cetakan pasir. Komposisi cetakan pasir pertama adalah 6% bentonite dan 1% gula tetes. Komposisi cetakan pasir kedua adalah 5% bentonite dan 2% gula tetes sedangkan komposisi cetakan terakhir adalah 4% bentonite dan 3% gula tetes. Hasil penelitian menunjukkan komposisi cetakan pasir kedua berhasil mengeliminir cacat blow-hole. Kata kunci: gula tetes, blow-hole, cetakan pasir.
Faktor Intensitas Tegangan Pada Part Through Crack Untuk Kasus Surface Crack Dengan Metode Elemen Hingga Wajan Berata
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 2 (2003): OCTOBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is done to evaluate the stress intensity factor in the case of semi elliptic surface part through crack on simulation by ANSYS software. Part through crack modelling use isoparametric element 8 node in three dimensions. Mode of crack tip element is chosen a quarter point isoparametric 20 node three dimensions. The ANSYS analysis gives the result of the stress intensity factor close enough with the experimental result which be done by Ziyi Chen and Zheyuan Chui, with largest error of 11.68% for the crack direction a (angle of 90°) when the configuration of crack tip is a=16.7 mm and c=20.4 mm. The finite element method using ANSYS software is quite valid in simulating the semi elliptic part trough crack. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi faktor intensitas tegangan pada kasus part through crack untuk konfigurasi retak permukaan (semi elliptic surface crack) dengan menggunakan software ANSYS. Pemodelan spesimen dilakuakn dengan menggunakan elemen isoparametrik 8 node tiga dimensi. Untuk memodelkan ujung retak dipilih elemen quarter point isoparametrik 20 node tiga dimensi. Dari analisa dengan menggunakan software ANSYS, ternyata untuk kasus retak permukaan didapatkan hasil yang cukup dekat dengan hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh Siyi Chen dan Zhenyuan Cui, dengan penyimpangan terbesar sebesar 11.68 % untuk arah retak a (sudut 90o) pada saat a = 16.7 mm. dan c = 20.4 mm. Sehingga penggunaan metode elemen hingga dengan software ANSYS release 5.4 cukup valid dalam mensimulasikan hasil dari pengujian retak permukaan. Kata kunci : Part through crack, Semi-elliptic surface crack, Faktor Intensitas Tegangan, Metode Elemen Hingga.
Optimasi Gerakan Mesin Bor Otomatis dengan Menggunakan Algoritma Genetika Tendra Rustan; Thiang Thiang; Anies Hannawati
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 2 (2003): OCTOBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper will describe about automatic drilling machine using camera as the sensor in order to detect the coordinates of pad and via automatically. Several image processing technologies were used for detecting the coordinates of pad and via. They are threshold, grayscale, fillrect. Genetic algorithm was used to optimize movement of the drilling machine, so that, the machine can do the drilling process effectively. Genetic algorithm will find the optimal route which consists of the drilling sequence of pad and via. Genetic operators used in this system are selection, crossover and inversion. Experiments were done. Experiment result showed that the system could run well and detect all holes in PCB. The system achieved a time reduction rate up to 50 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini akan menjelaskan tentang mesin bor otomatis menggunakan kamera sebagai sensor untuk mendeteksi koordinat pad dan via dalam sebuah PCB secara otomatis. Beberapa teknologi pemrosesan image digunakan untuk mendeteksi koordinat pad dan via, antara lain threshold, grayscale, fillrect. Algoritma genetika diterapkan utnuk mengoptimasi gerakan dari mesin bor sehingga mesin bor dapat melakukan proses pengeboran dengan efektif. Algoritma genetika akan mencari rute yang optimal yang terdiri atas urutan pengeboran pad dan via. Operator genetika yang digunakan dalam system ini adalah seleksi, crossover dan inversi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik dan dapat mendeteksi semua pad dan via dalam PCB. Dengan algoritma genetika, sistem dapat mereduksi waktu pengeboran sampai 50%. Kata kunci: mesin bor otomatis, algoritma genetika, pemrosesan image, optimasi, PCB.
Pemodelan Sistem Gaya Dan Traksi Roda Bambang Sudarsono; Joni Dewanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 2 (2003): OCTOBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wheel traction is defined as vehicles' ability to push or pull the load. This magnitude depends on the power of the engine, wheel dimension, wheel load and the friction coefficient between the wheel and the road. Base on this theory, so the wheel becomes importing section in designed of vehicles' cruise ability. This report is a result of study how the wheel dimension and load was influenced on maximum traction that produce on experiments' model. The result showed that the wheel traction linearly increase since the diameter and the load of wheel increase. Abstract in Bahasa Indonesia : Traksi roda didefinisikan sebagai kemampuan suatu kendaraan untuk mendorong atau menarik beban. Besarnya tergantung dari tenaga mesin, dimensi roda, beban pada roda terhadap jalan dan koefisien gesek antara roda dengan jalan. Berdasakan teori ini maka roda menjadi bagian penting dalam merencanakan kemampuan jelajah suatu kendaraan. Laporan ini merupakan hasil studi bagaimana pengeruh dimensi dan gaya tekan roda terhadap traksi maksimum yang dihasilkan pada model uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa traksi roda meningkat secara linear jika diameter dan gaya tekan pada roda meningkat. Kata kunci: Roda, traksi, jelajah.
Uji Unjuk Kerja Pompa Pedal Multi Piston Firman Yoko Sukwanputra; Oegik Soegihardjo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 2 (2003): OCTOBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi piston pedal pump is classified under reciprocating pump. This pump is generally designed for applications that require high capacity with low head. This pump is used for shallow well or to pump water in the system with low static and dynamic head. This experiment will examine the performance of multi piston pedal pump with capacity 3000 liter/hour. Two parameters, volumetric efficiency and overall efficiency will be examined during the experiment. The goal is to know the actual performance of this pump. Abstract in Bahasa Indonesia : Pompa pedal multi piston merupakan pompa bolak-balik (reciprocating pump) yang umumnya dirancang untuk menghasilkan kapasitas yang cukup besar dengan head yang rendah. Pada umumnya digunakan pada sumur dangkal ataupun pemindahan air di mana perbedaan ketinggian antara suction dan discharge tidak terlalu besar. Pompa pedal multi piston yang akan diuji unjuk kerjanya merupakan pompa pedal multi piston dengan kapasitas rancangan 3000 liter/jam. Pengujian unjuk kerja dilakukan untuk mengukur efisiensi volumetris dan efisiensi overall. Dengan pengujian ini bisa diperoleh gambaran unjuk kerja pompa pedal multi piston yang dirancang tersebut. Kata kunci: pompa pedal multi piston, head, efisiensi volumetris, efisiensi overall.
Odometer Digital untuk Kendaraan dengan Mikrokontroler MCS51 Jaja Wijaya Guntoro; Handry Khoswanto; Thiang Thiang
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 5 No. 2 (2003): OCTOBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Although cars are not so necessity and luxurious, most people around the world use it as their first equipment. It needs to take care of, so there won't be any damages. Unfortunately not all people always aware of this. To avoid this destruction we need a tool to remaind the owner so he/she can be more aware of this. Mostly the age of using the vehicle depends on how far the distance which its' reached. This process could be done by using an AT89C52 microcontroller and optocoupler. By converting its rotation into a value of distance, we can predicted when the car will need to be treat. When it's the time for it, so there will be a warning about that in the display. This system is also equipped with clock and memory that can be used to save the data of the treatment that have been done. This Odometer has a 16,6 cm x 11,2 cm x 5,1 cm in dimension, with 273,5 gram of weight and used 12V battery. This equipment can measure distance until 999.999.999,9 km and speed (0 km/h to 250 km/h). Abstract in Bahasa Indonesia : Meski kendaraan bermotor bukan merupakan kebutuhan pokok, hampir semua orang menggunakannya. Kendaraan bermotor perlu dirawat agar tidak mudah rusak. Akan tetapi tidak semua orang ingat waktu perawatan kendaraan bermotor. Untuk mencegah kerusakan maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengingatkan pengguna kendaraan. Pada umumnya waktu perawatan kendaraan dilihat dari jarak yang ditempuh. Untuk itu digunakan mikrokontroler AT89C52 dan optocoupler. Dengan mengkonversi putaran menjadi jarak, maka waktu perawatan dapat diketahui. Apabila sudah mendekati waktu perawatan, maka akan diberikan suatu peringatan. Sistem ini juga dilengkapi dengan jam dan memory yang digunakan untuk menyimpan data-data perawatan yang dilakukan. Odometer ini memiliki dimensi 16,6 cm x 11,2 cm x 5,1 cm dengan berat 273,5 gram dan menggunakan baterai 12V. Odometer ini mampu mengukur jarak hingga 999.999.999,9 km dan kecepatan (0 km/jam sampai 250 km/jam). Kata kunci : Pengukur Jarak, Perawatan, Kendaraan.