cover
Contact Name
Teng Sutrisno
Contact Email
tengsutrisno@petra.ac.id
Phone
+6231-2983139
Journal Mail Official
tengsutrisno@petra.ac.id
Editorial Address
Gedung P lantai 5, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya, Jawa Timur 60236, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 14109867     EISSN : 26563290     DOI : https://doi.org/10.9744/jtm
Jurnal Teknik Mesin (JTM) merupakan Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra. JTM terbit pertama pada April 1999. JTM telah mendapatkan akreditasi Jurnal Nasional oleh Dirjen Dikti Depdiknas dengan SK-Nomor: 02/Dikti/Kep/2002, SK-Nomor :43/DIKTI/Kep/2008. JTM diterbitkan setiap bulan April dan Oktober. Tujuan penerbitan jurnal ini antara lain adalah untuk: Menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman/terapan dan temuan baru para ilmuwan atau praktisi di bidang teknik mesin. Meningkatkan motivasi para ilmuwan dan praktisi untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu di bidang teknik mesin
Articles 295 Documents
FUEL CELL SEBAGAI PENGHASIL ENERGI ABAD 21 Hendrata Suhada
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 3 No. 2 (2001): OCTOBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technology development has proceed very fast in the last century, industries required a lot more power to meet the demands, vehicles developments also follow the demand for more energy, due to this the source of energy must be used wisely and efficiently, no loss of energy should be allowed. Limitation of oil reserves is one of the reasons for searching new type of energy and new equipment, which are highly efficient. The problem of the fossil fuels, which caused disadvantages in ecological system make it necessary to develop another, more better energy converter. Fuel cell is one way out to the existing problems, which convert energy electro- chemically, using hidrogen as fuel and oksigen. Experimentation has been done since medio of 20th century, has given a lot of good result, so that fuel cell will be a good hope for this new century. Abstract in Bahasa Indonesia : Kemajuan teknologi yang sangat cepat, menuntut penyediaan energi yang makin banyak, untuk industri maupun kebutuhan energi penggerak kendaraan, mengingat makin mendesaknya tuntutan tersebut, maka selalu dicari cara-cara untuk memanfaatkan energi yang sudah tersedia sebaik mungkin, sehingga energi yang terbuang dapat makin berkurang, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan penggunaan energi tersebut se-efisien mungkin. Keterbatasan cadangan minyak bumi merupakan salah satu pertimbangan untuk mencari energi atau alat yang baru yang dapat mengolah minyak se maksimal mungkin. Kendala yang ditimbulkan oleh energi minyak, yaitu mengakibatkan proses ekologi yang tidak menguntungkan menyebabkan perlu dikembangkannya pemanfaatan energi yang lain. Fuel cell merupakan salah satu jalan keluar dari berbagai-bagai kendala yang sudah ada, yaitu pengolahan energi dengan cara listrik-kimiawi, dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar dan oksigen pembakarnya. Percobaan dan penelitian yang telah dilakukan sejak pertengahan abad 20, telah memberikan cukup banyak masukan yang positif, sehingga dapat dinyatakan bahwa fuel cell akan memberikan harapan untuk abad yang baru ini. Kata kunci: energi, fuel cell.
Pengaruh Tekanan dan Temperatur Die Proses Squeeze Casting Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Pada Material Piston Komersial Lokal Duskiardi Duskiardi; Soejono Tjitro
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Squeeze casting which often known as called liquid metal forging where molten metal is solidified under relatively high external pressure. Contact between molten metal with punch and die enable to increase the rate of heat transfer. The microstructure of the casting will be more homogenous and the mechanical properties will be improved. The material used this investigation is taken from commercial piston product with the following composition bal. : 12.62 wt% Si, 2.83 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.89 wt% Mg, 0.38 wt% Fe, 0.15 wt% Mn, 0.078 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan Al. The material melted up to 700oC, the specimens were made using direct squeeze casting by combining pressure and temperature. Finally the specimens were examined through hardness, porosity and microstructure. The results show the solidification rate significantly improves the properties of the specimen. The process decrease quantity of the porosity up to 85.15 % and increase the Britnell hardness 5.29% after heat treated (T6). The optimum pressure and temperature is 70 - 100 MPa and 400 - 700oC. Abstract in Bahasa Indonesia : Squeeze casting sering juga disebut dengan liquid metal forging, dimana logam cair dibekukan dibawah tekanan eksternal yang relatif tinggi. Terjadinya kontak antara logam cair dengan punch dan die pada saat penekanan memungkinkan terjadinya perpindahan panas yang cukup cepat. Ini akan menghasilkan struktur mikro yang lebih homogen serta perbaikan sifat mekanik. Material yang digunakan untuk pengujian ini dan sekaligus sebagai pembanding diambil dari produk piston komersial lokal dengan komposisi bal. 12.62 wt% Si, 2.83 wt% Cu, 1.58 wt% Ni, 0.89 wt% Mg, 0.38 wt% Fe, 0.15 wt% Mn, 0.078 wt% Zn, 0.016 wt% Pb, 0.009 wt% Sn, 0.006 wt% Ca dan selebihnya Al. Material dilebur pada 700 o C, benda uji dibuat dengan menggunakan teknik squeeze casting dengan jalan memvariasikan tekanan dan temperatur. Selanjutnya benda uji dikarakterisasi berupa kekerasan , porositas dan struktur mikro. Pada pengujian yang dilakukan, laju pendinginan material akibat pengaruh tekanan dan temperatur die sangat signifikan pengaruhnya terhadap perbaikan sifat benda uji. Dari hasil pengamatan, proses ini mampu menurunkan porositas sampai 85.15 % dan memperbaiki kekerasan sebesar 5.29 % setelah dilakukan perlakukan panas T6. Tekanan serta temperatur die optimal didapatkan pada 70 - 100 MPa dan 400 - 450 0C. Kata kunci: pengecoran squeeze, struktur mikro, kekerasan.
Analisis Parameter Proses Pengecoran Squeeze Terhadap Cacat Porositas Produk Flens Motor Sungai Firdaus Firdaus
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existing flanges component which is produced by traditional sand casting shows low quality both of the material and dimension, since the product made from recycled material and supported by a very simple technology. The quality of casting is not depends on the microstructure, but also supported by a good appearance. This research is to analyze the effect of process parameters by producing specimens through squeeze casting process using the existing recycled material. Process parameter such as squeeze pressure and punch & die temperature. The process consists of melting the alloys and heating the die in two difference resistance furnaces, ladling the melt into pre-heated die cavity and finally applying pressure by hydraulic power until the melt is fully solidified. After investigating the specimen, the results show that the quantity of the porosity as compared to traditional sand casting is decreasing significantly. Abstract in Bahasa Indonesia : Produk flens yang ada, dihasilkan dari pengecoran cetakan pasir dengan bahan baku daur-ulang dan didukung oleh teknologi sederhana, bermutu rendah baik dari segi bahan maupun dimensi. Mutu hasil cor yang baik tidak hanya ditentukan dengan strukturmikro yang baik dan homogen tetapi juga dengan kekuatan dan penampakan yang baik. Penelitian ini mencoba menganalisis pengaruh parameter proses pengecoran squeeze paduan aluminium daur ulang yang ada dengan cara memvariasikan parameter tekanan squeeze, dan temperatur punch & die. Langkah proses squeeze casting meliputi pemanasan logam dan die dalam dua dapur induksi berbeda, dilanjutkan dengan penuangan logam cairan ke dalam die dan diteruskan dengan pemberian tekanan selama waktu tertentu. Setelah melakukan beberapa pengujian terhadap spesimen, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase porositas yang dihasilkan menurun secara signifikan dibandingkan dengan proses pengecoran cetakan pasir yang ada. Kata kunci: pengecoran squeeze, porositas, paduan aluminium daur ulang.
Studi Karakteristik Kopling Plat Gesek Tunggal Pada Kondisi Transient Joni Dewanto; Fransiskus Jeffry Budiman
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the trannsient state both of the friction plates of clutch are not yet fully connected so the power is transmited by kinetic friction force. This force change depend on normal and their kinetic friction. For maintain the speed and power of vehicle the clutch is often operated in the transient state because in this state the engine revolution can be increased. Study about this characteritics is done by an experiment and theoritical analysis on a single friction plate clutch model. The experiment variable consist of load, speed of revolution and normal pressing force. The result of this analysis shows that the torsion and power is increase linearly when the relatif speed of revolution increace. Because higher speed produce higher heat on friction plat so the the kinetic friction coeffisien is increase too. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada kondisi transient kedua plat gesek kopling belum menempel sepenuhnya sehingga pemindahan daya terjadi karena gaya gesek kinetik. Gaya ini berubah tergantung dari normal dan koefisien gaseknya. Kopling sering dioperasikan pada kondisi transien untuk menjaga laju dan tenaga kendaraan karena dalam kondisi ini putaran mesin dapat ditingkatkan. Studi tentang karekteristik tersebut dilakukan dengan membuat sebuah kajian teoritik dan eksperimen dan menggunakan model uji sebuah kopling gesek plat tunggal. Variabel pengujian meliputi beban, kecepatan putar dan gaya normal penekanan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan torsi dan daya secara linear pada kecepatan putar relatif yang makin tinggi. Hal ini disebabkan karena makin tingginya kecepatan akan menimbulkan panas yang makin tinggi pada plat gesek sehingga besarnya koefisien gesek meningkat. Kata kunci: kopling gesek, dry friction.
Simulasi Komputer Untuk Memprediksi Besarnya Daya Pemotongan Pada Proses Cylindrical Turning Berdasarkan Parameter Undeformed Chip Thickness Oegik Soegihardjo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In metal cutting using machine tool, the power required to perform machining operation is influenced by cutting parameters. Some of these parameters are feed, depth of cut, cutting speed and metal removal rate. Undeformed chip thickness is the thickness of the layer of material being removed at the selected point on the tool cutting edge. Undeformed chip thickness is known as a factor that significantly affects the power required to perform the machining operation. Therefor this factor can be used to predict the power required by machine tool to perform machining operation. This paper deals with simulation to approximate the power required by machine tool to perform machining operation (cylindrical turning). Abstract in Bahasa Indonesia : Pada proses pemotongan logam dengan mesin perkakas, besarnya daya pemotongan yang diperlukan dipengaruhi oleh beberapa parameter pemotongan. Beberapa parameter pemotongan diantaranya adalah: pemakanan (feed), kedalaman pemotongan (depth of cut), kecepatan potong (cutting speed) dan laju penghasilan geram (metal removal rate) Undeformed chip thickness adalah tebal geram (chip) sebelum terpotong, terletak di titik/daerah tertentu pada mata potong pahat. Undeformed chip thickness diyakini sebagai faktor yang memiliki pengaruh signifikan pada besar/kecilnya daya pemotongan. Dengan demikian besarnya daya pemotongan bisa diprediksi berdasarkan faktor ini. Dalam paper ini akan dibahas dan dilakukan simulasi untuk memprediksi besarnya daya pemotongan berdasarkan. undeformed chip thickness. Kata kunci: daya pemotongan, tebal geram sebelum terpotong, pemakanan, kedalaman pemakanan, kecepatan potong.
Oksigenat Methyl Tertiary Buthyl Ether Sebagai Aditif Octane Booster Bahan Bakar Motor Bensin Philip Kristanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxygenates Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE), as an alternative substance for Tetra Ethyl Lead (TEL), which is used as substance to increase octane number gasoline fuel. However, need to be tested how its concentration influence about octane number, volatility fuel and engine performance. For engines with carburettor, the liquid fuel must be volatile enough to produce a combustible fuel vapour air mixture at intake temperature and to produce completely fuel vapour air mixture inside the cylinder before combustion. Abstract in Bahasa Indonesia : Oksigenat Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE), sebagai alternatif pengganti Tetra Ethyl Lead (TEL), yang digunakan sebagai komponen peningkat angka oktan bahan bakar bensin. Namun, perlu dilakukan pengujian bagaimana pengaruh konsentrasinya terhadap angka oktan, sifat volatilitas bahan bakar dan unjuk kerja motor. Untuk motor yang menggunakan karburator, bahan bakar cair harus cukup mudah menguap untuk menyediakan campuran udara dan uap bahan bakar pada tempratur masuk dan menyediakan secara lengkap campuran udara dan uap bahan bakar didalam silinder sebelum terbakar. Kata kunci: Oksigenat, angka oktan, volatilitas.
Studi Eksperimental Tentang Pengaruh Perubahan Diameter Lubang Orifice Terhadap Karakteristik Boundary Layer Aliran Hilir Hariyo Priambudi Setyo Pratomo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goal of this experiment is knowing about influence of orifice's hole diameter variation to characteristics of down stream flow in circular ducting. The presence of orifice in channel system will cause any vortex at down stream region of flow, which was predicted could influence characteristics of flow in its moving to down stream direction. Vorticity which is contained by vortex will accumulate with flow vorticity, so that can influences produced boundary layer characteristics, involving boundary layer thickness and velocity profile. Influence of orifice's hole diameter variation to characteristics of down stream flow can be known by measuring static pressure and dynamic pressure along cross section to find out boundary layer thickness and velocity profile. The experiment results show that boundary layer develops faster at the smallest orifice's hole diameter, because vortex that happened at down stream region was the biggest. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter lubang orifice terhadap karakteristik aliran down stream dalam penampang circular. Adanya orifice dalam sistem saluran akan menyebabkan terjadinya vortex pada down stream region aliran yang diduga sangat mempengaruhi karakteristik aliran dalam pergerakannya ke arah down stream. Vorticity yang dikandung oleh vortex akan berakumulasi dengan vorticity aliran sehingga mempengaruhi karakteristik boundary layer yang terbentuk; antara lain : ketebalan boundary layer dan velocity profile. Pengaruh perubahan diameter lubang orifice terhadap karakteristik aliran down stream dapat diketahui dengan mengukur tekanan statis dan tekanan dinamis sepanjang penampang untuk mengetahui ketebalan boundary layer dan velocity profile yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boundary layer berkembang semakin cepat pada diameter lubang orifice yang paling kecil, karena vortex yang terjadi pada down stream region paling besar. Kata kunci: vortex, down stream, vorticity, boundary layer, velocity profile.
Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin Dengan Turbojet Accelerator Ekadewi Anggraini Handoyo; Indarto Wicaksono
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of several devices attached in an ignition engine to improve its performance is turbojet accelerator. The manufacturer claims that it will improve the engine's performance. To verify this advertisement, a research is done in Motor Bakar Laboratory in Petra Christian University. From the research done, it is found out that the device, turbojet accelerator, makes the pressure of the air incoming to the carburetor decreases while its velocity increases. Meanwhile, the performances of the engine including Brake Horse Power (BHP), torque, Brake Mean Effective Pressure (BMEP) and thermal efficiency are increasing. The engine equipped with turbojet accelerator will save its fuel consumption. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu alat yang ditambahkan pada motor bakar untuk menaikkan unjuk kerjanya adalah turbojet accelerator. Produsen alat ini mengatakan bahwa unjuk kerja motor bakar akan meningkat dengan pemasangan alat ini. Untuk membuktikan promosi ini dilakukan penelitian di laboratorium Motor Bakar, Universitas Kristen Petra. Hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan adalah bahwa turbojet accelerator menyebabkan aliran udara masuk karburator dengan lebih rendah dan kecepatan lebih tinggi. Sedang unjuk kerja yang meliputi daya BHP, Torsi, BMEP dan efisiensi termis motor bakar meningkat. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat jika motor bakar dilengkapi turbojet accelerator. Kata kunci: Turbojet accelerator, Motor bakar bensin, BHP, SFC, Torsi, Efisiensi termis.
Optimasi Kekerasan Kampas Rem Dengan Metode Desain Eksprimen Didik Wahjudi; Amelia Amelia; Tomy Suhartojo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brake lining always needed in automotive world, so good quality from process maufacturing must be obtained. Brake lining quality must be fulfilled, one of the properties is hardeness. Brake lining hardness correlate with influence their lifetime, the drum or disk lifetime and type of vehichle. To get optimal performance of production, we make experiment from factors that influence the hardness of brake lining and determine level from their factors. Abstract in Bahasa Indonesia : Kampas rem selalu dibutuhkan didalam dunia otomotif, sehingga kualitas yang baik dari hasil produksi perlu didapatkan. Kualitas kampas rem harus memenuhi standar, salah satunya tergantung dari kekerasannya. Kekerasan kampas rem berkaitan dengan umur kampas rem, umur drum atau piringan serta jenis kendaraan. Untuk mendapatkan hasil produksi optimal, maka akan dilakukan eksperimen dari faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kekerasan kampas rem dan menentukan level dari faktor-faktor tersebut. Kata kunci: desain eksperimen, kampas rem.
Desain Motor Bakar Bensin Untuk Mencapai Persyaratan Standar Polusi Dan Penghematan Bahan Bakar Hendrata Suhada
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 4 No. 1 (2002): APRIL 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuel consumption of an engine is one of the most important factors for a car, the economy of a car is determined by the engine thirst. Every car driver expects to drive a car with less consumption. Differences in how a car is operated, make a different in result too, car used with maximum power and full speed for longer run is not the same as using it for city drive, which might have to make a lot of car stop. Such drive conditions will effect the fuel consumption. Control of the mixture and the timing to inject the fuel between full load and low running load or idle should be different. Because of the pollution which create more and more problem, especially from car's engine, government and environment controller have instructed designer and manufacturer of cars to commit the regulation regarding air pollution. Standard have been design to reach the condition where the components of pollutant should be minimized until it reach a zero level. To meet that expectation, a lot of changes have been made in the past until now, such as the use of light material, different type of fuel injection, using variable control of valve lift and valve timing. Abstract in Bahasa Indonesia : Ekonomis atau tidaknya suatu kendaraan bermotor dapat diukur dari banyaknya bahan bakar yang dipakai untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Setiap pemakai tentunya mengharapkan dapat memiliki kendaraan yang hemat bahan bakar. Pengoperasian kendaraan biasanya tidak akan mencapai hasil yang sama untuk segala kondisi operasi, misalnya operasi kendaraan pada kecepatan penuh sangat berbeda dengan kendaraan yang dioperasikan di dalam kota yang sering berhenti. Hal ini sangat menentukan pemakaian bahan bakar. Pengaturan pencampuran dan masuknya bahan bakar ke dalam silinder perlu dibedakan, antara operasi beban penuh dan operasi beban rendah atau menengah. Keadaan lingkungan yang makin menguatirkan, disebabkan oleh polusi udara dari kendaraan bermotor, mewajibkan para perencana dan produsen kendaraan bermotor untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga pengawas lingkungan. Standar yang disusun menuju pada suatu kondisi di mana kadar komponen-komponen gas buang yang beracun dan membahayakan kesehatan manusia, dibuat seminimal mungkin dan diusahakan mendekati nol. Agar tuntutan tersebut dapat dipenuhi, telah banyak dilakukan perubahan desain kendaraan bermotor. Beberapa contoh di antaranya yaitu menggunakan material yang lebih ringan, mengganti sistem penyemprotan bahan bakar, mengubah ketinggian pembukaan katup silinder dan waktu mulai buka dan lamanya pembukaan. Kata kunci : motor bensin, katalisator, katup silinder

Page 10 of 30 | Total Record : 295