cover
Contact Name
Teng Sutrisno
Contact Email
tengsutrisno@petra.ac.id
Phone
+6231-2983139
Journal Mail Official
tengsutrisno@petra.ac.id
Editorial Address
Gedung P lantai 5, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya, Jawa Timur 60236, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 14109867     EISSN : 26563290     DOI : https://doi.org/10.9744/jtm
Jurnal Teknik Mesin (JTM) merupakan Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra. JTM terbit pertama pada April 1999. JTM telah mendapatkan akreditasi Jurnal Nasional oleh Dirjen Dikti Depdiknas dengan SK-Nomor: 02/Dikti/Kep/2002, SK-Nomor :43/DIKTI/Kep/2008. JTM diterbitkan setiap bulan April dan Oktober. Tujuan penerbitan jurnal ini antara lain adalah untuk: Menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman/terapan dan temuan baru para ilmuwan atau praktisi di bidang teknik mesin. Meningkatkan motivasi para ilmuwan dan praktisi untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu di bidang teknik mesin
Articles 295 Documents
Studi Numerik Penambahan Obstacle Terhadap Kinerja Kolektor Surya Pemanas Udara dengan Plat Penyerap Jenis V-Corrugated Ekadewi A. Handoyo; Djatmiko Ichsani; Prabowo .; Sutardi .
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolektor surya pemanas udara dapat digunakan untuk menghasilkan udara panas dengan sumber energi yang terbarukan.Namun, perpindahan kalor dari plat penyerap ke udara sangat rendah. Beberapa peneliti melaporkan bahwa obstacle dapat meningkatkan perpindahan kalor dalam kolektor surya saluran plat datar dan peneliti lain menemukan bahwa kolektor surya dengan plat penyerap jenis v-corrugated memberikan perpindahan kalor yang lebih besar daripada saluran plat datar. Namun, belum ada penelitian yang menggabungkan keduanya. Dalam paper ini akan dibahas studi numerik dari penggabungan keduanya, yaitu penambahan obstacle terhadap kinerja kolektor surya pemanas udara dengan plat penyerap jenis v-corrugated. Studi diawali dengan pembuatan mesh, pemberian kondisi batas, pemberian data input, dan pemilihan model turbulen. Hasil studi numerik dibandingkan dengan hasil eksperimen untuk mengetahui keabsahannya.Suatu kolektor surya pemanas udara dibangun dengan skala laboratorium untuk keperluan eksperimen ini.Eksperimen dilakukan di dalam ruangan agar kondisi lingkungan dapat dijaga konstan.Dari eksperimen didapat bahwa udara mengalami kenaikan temperatur lebih tinggi dan penurunan tekanan lebih besar saat diberi obstacle. Untuk udara dengan kecepatan 6,5 m/s dan intensitas radiasi 430 W/m2, udara mengalami kenaikan dari 24,5oC menjadi 37,2oC jika tanpa obstacle dan dari 24,3oC menjadi 40,5oC jika diberi obstacle serta peningkatan penurunan tekanan dari 94 menjadi 265 Pa dengan penambahan obstacle. Model turbulen yang tepat untuk studi numerik ini adalah Shear Stress Transport (SST) k-.Dari studi numerik yang dilakukan, didapatkan bahwa aliran balik di antara obstacle dan celah sempit di antara obstacle dengan plat penyerap menyebabkan aliran lebih turbulen dan perpindahan kalor konveksi ke udara dari plat penyerap kolektor meningkat.Hasil studi numerik konsisten dengan hasil eksperimen.
Analisis Kegagalan Retak dan Teknologi Perbaikan Sudu Turbin Jenis Inconel 792 pada Pesawat Terbang Suharno .; Arif Sugiyanto; Yuyun Estriyanto; Budi Harjanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk melakukan analisis terhadap kegagalan retak telah dilakukan pada sudu turbin dari Auxiliary Power Unit (APU) pesawat terbang. Bahan sudu turbin adalah paduan super  Inconel 792. Pengujian yang dilakukan meliputi inspeksi visual, pengujian komposisi kimia, fractography, pengujian kekerasan, dan metalografi.Hasilnya menunjukkan bahwa patah dimulai dari celah dan retak makro dan kemudian menjalar/merambat menjadi retak terbuka di permukaan.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh mekanisme retak panas selama perbaikan las sebelumnya. Kandungan Aluminium dan Titanium yang tinggi pada logam las, menjadikan material menjadi rapuh, hal ini ditunjukkan oleh fitur intergranular dibandingkan dengan aspek pembelahan transgranular menunjukkan bahwa keuletan pada lasan rendah. Dibandingkan dengan sudu yang tidak rusak (gagal), ukuran butir dari sudu turbin yang rusak adalah sangat berbeda menunjukkan eksposisi terhadap panas baik dari siklus termal pengelasan atau lingkungan operasi normal pada suhu tinggi.Teknik perbaikan lebih lanjut dikembangkan berdasarkan keberhasilan PQTR yang di uji dengan kekerasan mikro, destructive dan non destructive test.Untuk tujuan ini maka dipilih las GTAW yang diikuti dengan solution dan aging treatment.
Pengembangan Block Board Varian Baru Berbasis Core dari Komposit Partikel Kayu Kelapa Sawit Indra Mawardi; Yuniati .; Saifuddin .
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan kayu kelapa sawit (KKS) sebagai material core pada pembuatan block board. Material core dibentuk menjadi komposit partikel dengan PS sebagai matriks. Komposit dibuat dengan variasi fraksi berat 30:70, 40:60 dan 50:50. Block board dibentuk dengan melapisi core dengan viner jenis kayu merantidan menggunakan urea formadehida sebagai perekat. Block board dikempa sebesar 20 kg/cm2 selama 15 menit pada suhu ruang. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan meliputi; modulus patah (MOR), geser tarik, dan kuat tarik sekrup. Sedangkan pengujian sifat fisis yang dilakukan adalah pengujian kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal. Pengujian block board mengacu standar SNI 01-5008.2-2000. Hasil penelitian diperoleh karakteristik mekanis block board; MOR berkisar 145,6-204,2 kg/cm2, kekuatan geser 4,63-7,23kg/cm2, dan kuat tarik sekrup 112,43-149,97 kgf. Keteguhan rekat maksimum block board terjadi pada komposisi core 30:70 sebesar 14,45 kg/cm2. Sifat fisis block board; kerapatan berkisar 0,63-0,85 g/cm3, kadar air 1,44-2.01%, dan pengembangan tebal 2,57-3,49%. Sifat mekanis dan fisis block board banyak dipengaruhi oleh sifat mekanis dan fisis material core. Secara umum block board dengan core dari komposit partikel KKS-PS telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-5008.2-2000).
Pengaruh Penerapan Sirip Dalam (Internal Fin) untuk Menghasilkan Uap Superheat pada Pembangkit Uap Nuryanti .; Adhitya Sumardi S.; Suyono .
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan energi sekarang ini telah menjadi salah satu hal utama yang menjadi perhatian semua kalangan baik itu upaya dalam mencari sumber energi alternativ non fosil maupun upaya-upaya pengefisienan energi. Adapun salah satu upaya pengefisienan energi tersebut adalah dengan melakukan perancangan dan pembuatan system Pembangkit uap superheat yang menggunakan sirip dalam (internal fin). Uap superheat yang memiliki temperatur di atas 150 ºC diharapkan dapat memberikan pemanasan yang lebih baik dibandingkan dengan pemanasan hanya dengan menggunakan air mendidih. Kegunaan sirip yang sebelumnya sebagai salah satu media pembuang kelebihan kalor maka dalam perancangan pembangkit uap superheat digunakan untuk memberikan kalor tambahan yaitu dengan memasangnya di dalam ketel pembangkit uap. Ketel dibuat dengan bahan stainless steel dengan ketebalan 2 mm dan berdiameter 20 cm. Sedangkan sirip-sirip terbuat dari material yang sama namun dengan ketebalan 0.52 mm dengan dimensi 3 X 10 cm2 sebanyak 10 buah. Air yang dipanaskan hingga mencapai keadaan uap jenuh akan mengalir melewati sirip-sirip dalam. Uap jenuh yang semula memiliki temperatur 100 oC setelah melewati sirip dalam akan mendapatkan tambahan kalor sehingga memiliki temperature rata-rata 175 oC atau telah memasuki fasa superheat. Adapun debit aliran uap superheat rata-rata 5.4 ml/menit. Adanya pemasangan sirip dalam telah meningkatkan penambahan kalor pada uap superheat hingga 60%. Dalam percobaan pemanasan sampel makanan yang sama antara direbus secara konvensional dan menggunakan uap superheat maka setelah diamati selama 15 menit hasil dengan menggunakan uap superheat menunjukkan kondisi yang lebih matang.
Simulasi untuk Memprediksi Pengaruh Stiffener pada Peningkatan Kekakuan Benda Kerja Oegik Soegihardjo; Suhardjono .
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kekakuan benda kerja akan meningkatkan batas kestabilan benda kerja terhadap terjadinya chatter. Dengan meningkatnya kekakuan benda kerja, parameter pemesinan seperti putaran spindle dan kedalaman pemotongan dapat dinaikkan guna meningkatkan produktifitas proses pemesinan. Penggunaan stiffener merupakan cara sederhana untuk meningkatkan kekakuan benda kerja, dan cocok diterapkan untuk benda kerja yang berongga dan berdinding tipis. Simulasi merupakan alat bantu (tool) yang bermanfaat dalam perancangan, untuk memprediksi karakteristik sistem yang sedang dikaji. Simulasi yang dilakukan bertujuan memprediksi karakteristik dinamik dari model benda kerja-stiffener, yang melaluinya diperoleh harga frekuensi pribadi (natural frequency), modus getar (mode shape) dan compliance dari model benda kerja-stiffener. Paper ini menyajikan simulasi untuk benda kerja tanpa stiffener, benda kerja dengan stiffener kayu sengon, kayu sono dan kayu jati.  Benda kerja mempunyai dimensi panjang 400 mm, lebar 200 mm dan tinggi 150 mm dengan ketebalan 9 mm.  Stiffener mempunyai dimensi panjang 182 mm, lebar 60 mm dan tinggi 40 mm. Hasil simulasi diverifikasi berdasarkan hasil eksperimen yang sudah dilakukan sebelumnya. Hasil simulasi menunjukkan kecenderungan yang tidak jauh berbeda dengan hasil eksperimen, sehingga simulasi yang dilakukan dapat digunakan sebagai langkah awal (preliminary study) untuk mempelajari karakteristik dinamik benda kerja-stiffener
Kajian Teoretis Kerutan di Daerah Tekukan pada Pipa Hasil Proses Bending Sigit Iswahyudi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas pemanfaatan teori buckling plastis untuk memperkirakan kapan mulai terjadi kerutan pada proses penekukan profil khususnya pipa. Profil atau pipa yang ditekuk dilokalisir pada bagian yang mendapatkan beban tekan kemudian dianalogikan sebagai kolom yang mendapatkan beban tekan. Pipa dengan rasio tebal dibanding diameter luarnya dengan nilai di atas 0,1 akan mengalami kerutan plastis. Metode tangent modulus, metode shanley dan metode reduced modulus digunakan untuk memperkirakan kapan mulai terjadi pembentukan kerutan. Hasil analisa menunjukan bahwa perkiraan pembentukan kerutan dengan menggunakan reduced modulus lebih cepat dari pada dengan menggunakan metode shanley dan tangent modulus. Persentase perbedaan jari-jari penekukan di mana kerutan mulai timbul antara hasil analisa menggunakan metode reduced modulus dengan tangentmodulus dibanding tangent modulus adalah 95%. Sementara itu, persentase perbedaan jari-jari penekukan antara hasil perhitungan menggunakan metode shanley dengan tangent modulus dibanding metode tangent modulus adalah 39%.
Pengembangan Sistem Identifikasi Fitur Dua Dimensi Kekasaran Permukaan Berbasis Machine Vision untuk Produk Hasil Permesinan Zulfan Yus Andi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran suatu produk merupakan salah satu standar keakuratan dan kualitas permukaan produk yang dihasilkan dari suatu proses permesinan. Nilai kekasaran ini sangat bervariatif, dilihat dari proses permesinan dan parameternya. Semakin halus permukaannya, semakin tinggi kualitas permukaan yang dihasilkan. Metode pengukuran kekasaraan dapat dilakukan dengan metode kontak dan metode non-kontak, salah satunya metode pengenalan citra, yaitu identifikasi citra dan pengolahannya.Hal ini disebut dengan metode machine vision. Cakupan penelitian ini meliputi pembuatan sistem pengukuran machine vision dengan menggunakan kamera saku digital pembesaran 4x, mikroskop pembesaran 20 x, pencahayaan (lighting) dan benda kerja hasil CNC bubut  36 x 50 mm. Selanjutya pemrosesan citra/image dengan perangkat lunak, yaitu identifikasi profil permukaan pelat kalibrator sebagai dasar pengukuran dan pengukuran terhadap benda ujinya. Pengukuran dilakukan dari puncak profil hingga lembah profil, sehingga memberikan kedalaman permukaan ukur. Dengan pengukuran machine vision pengenalan citra ini lebih mendekati nilai analitis, artinya tingkat kepresisian yang dihasilkan lebih mendekati nilai Ra natural, dengan rata-rata persentase penyimpangan yang dihasilkan 6.00%.
Kekuatan Tekan dan Flexural Material Komposit Serat Bambu Epoksi Agustinus Purna Irawan; I Wayan Sukania
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 2 (2013): OCTOBER 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural fiber composite to be one good choice to substitute synthetic fiber composite. One of the abundance of natural fiber is bamboo fiber. This study aims to develop and obtain the mechanical characteristics of bamboo fiber composite with epoxy matrix that will be implemented on the socket prosthesis product. Testing was conducted involve the compressive strength according ASTM D 695, flexural strength according ASTM D 730-03, and compressive failure test of socket prototype product according ISO 10328. Based on the results testing, obtained compressive strength of 41.44 MPa, flexural strength of 98.32 MPa, and compressive failure maximum of socket prosthesis prototype made ​​from bamboo fiber epoxy composites 87.1 ± 4.3 kN. The result show that strength of bamboo fiber epoxy composite has potential to be developed further as socket prosthesis and other engineering materials.
Sistem Interferometer Michelson untuk Mengukur Regangan pada Mesin Uji Tarik Budi Setyahandana; , Martanto; Ronny Dwi Agusulistyo; Agung Bambang Setyo Utomo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 2 (2013): OCTOBER 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasdone research Michelson interferometer system along with data acquisition, which is used for measuring strain in the tensile testing machine. Moveable mirror Michelson interferometer system mounted on the specimen clamp tensile testing machine. When the load is given in the test specimen, the specimen having the length and cause of any difference wave length of the laser beam. The wave length differences cause interference, and produce an interference pattern in the form of dark-light pattern (fringe). Interference pattern will be detected phototransistor sensor signal wave form, then recorded and processed by electronic circuits and interface microcontroller circuit, as well as converted and displayed as a displacement/increase in length (strain) of the test specimen. The experimental results obtained by the Michelson interferometer system that measures the movement (displacement) of the best maximum 9 mm. Displacement measurements using aluminium specimens produced a mean standard deviation of 0.023 (0.2%) and 0.074 (0.08%), and use of low carbon steel specimen rods produce a mean deviation of 0.08 (0.72%). appears that the system is very close to the measurement interferometer with ekstensometer. Measurement accuracy at the time of the test specimen is attached to be reduced compared to the measurements on the crosshead without load, due to a growing vibration machine.
Pengaruh Sudut Camber Roda Depan pada Kemampuan Belok Mobil Model 4 dan 2 Roda Penggerak (4WD dan RWD) Joni Dewanto; Dicky Efendi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 2 (2013): OCTOBER 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some experts had conducted research on vehicles dynamics and stability through the various modeling and simulation. This paper proposes an experimental base research about influence of front wheel camber angle on cornering ability of 4 wheel vehicle. The experiment performed on four and two rear wheel drive of a remote control vehicle model car with variables front wheel camber angle and speed of vehicle. The result showed that negative front wheel camber angle impact could reduce the turning ability of vehicle. Four wheel drive car has better turning ability than two rear wheel drive car. The best turning ability of car accomplished if the front wheel camber angle is set at 00.